Tafsir Surat : AL-QASHAASH

Get 100MB Free Web Hosting at Jabry.com

RIPT type=text/javascript> vBulletin_init();

Dan apabila dibacakan Al quran, maka dengarkanlah baik-baik,

dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat ( Al A'raaf : 204 )

::Home:: | Indonesia | English | Dutch | Sejarah | Hadist | Al Qur'an? | Adab | Al-Ma'tsurat | TAJWID | Artikel | Free Mobile Aplications | Sms Quran & Hadist
Pendidikan | Menyimak & Mengkaji | Membumikan Quran | Wawasan Quran | Memahami Quran | eBooks | Kisah Muallaf | *HadistWeb* | Tanda2 Bagi yg Ber-Akal
Tafsir Al-Azhar | Ponsel Quran | Belajar Baca | Qr.Recitation | Qr.Explorer | QuranTools | Qur’an Flash | Qurany.net | {Radio Dakwah/TV} | QuranTV-Mp3

Gunakan browser internet explorer untuk dapat mendengarkan Murotal (Audio)

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an        

    Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch
No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : AL-QASHAASH
Ayat [88]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:4/5
 
61 Maka apakah orang yang Kami janjikan kepadanya suatu janji yang baik (syurga) lalu ia memperolehnya, sama dengan orang yang Kami berikan kepadanya kenikmatan hidup duniawi; kemudian dia pada hari kiamat termasuk orang-orang yang diseret (ke dalam neraka)?(QS. 28:61)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 61
أَفَمَنْ وَعَدْنَاهُ وَعْدًا حَسَنًا فَهُوَ لَاقِيهِ كَمَنْ مَتَّعْنَاهُ مَتَاعَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ثُمَّ هُوَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْمُحْضَرِينَ (61)
Susunan kata-kata dalam ayat ini, berbentuk pertanyaan untuk meyakinkan, sehingga orang-orang yang kafir itu dengan penuh kesadaran akan mengakui mana yang lebih baik. Apakah orang-orang yang akan dijanjikan Allah, apabila mereka itu taat kepada-Nya menuruti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya akan dikaruniai nikmat di akhirat nanti yang tidak pernah dilihat oleh mata, di dengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas dalam hati seseorang. Manusia yang berjanji itu akan terpenuhi harapannya karena Allah itu selalu memenuhi janji-Nya dan tidak pernah menyalahi-Nya, sebagaimana firman-Nya di dalam Alquran:

إن الله لا يخلف الميعاد
Artinya:
Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji. (Q.S. Ali Imran: 9)
Mana yang lebih baik antara orang-orang yang taat menjalankan perintah Allah dan menjauhkan larangan-Nya dengan orang-orang yang memilih kesenangan duniawi tetapi tidak menaati perintah Allah dan mengerjakan larangan-larangan-Nya. Menurut akal yang sehat, tentunya golongan pertama lebih baik dari golongan kedua. Ayat ini menunjukkan bahwa orang-orang kafir itu diberi kesenangan duniawi, tetapi di akhirat nanti dimasukkan ke dalam neraka, seburuk-buruk tempat tinggal sebagaimana firman Allah SWT:

إنها ساءت مستقرا ومقاما
Artinya:
Sesungguhnya Jahannam itu, seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman. (Q.S. Al Furqan: 66)
Sedang orang-orang mukmin yang sabar dan tabah menghadapi cobaan dunia yang tidak enteng itu, karena yakin akan janji Allah, tetapi di akhirat nanti mereka dimasukkan ke dalam surga tempat tinggal yang baik, peristirahatan yang indah, mengalir sungai-sungai di bawahnya sebagaimana firman Allah SWT:

أصحاب الجنة يومئذ خير مستقرا وأحسن مقيلا
Artinya
Penghuni-penghuni surga pada hari itu, paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya. (Q.S. Al Furqan: 24)
Dan firman-Nya:

مثل الجنة التي وعد المتقون تجري من تحتها الأنهار أكلها دائم وظلها
Artinya:
Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman) yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). (Q.S. Ar Ra'd: 35)


62 Dan (ingatlah) hari (di waktu) Allah menyeru mereka, seraya berkata: `Dimanakah sekutu-sekutu-Ku-xx yang dahulu kamu katakan?`(QS. 28:62)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 62
وَيَوْمَ يُنَادِيهِمْ فَيَقُولُ أَيْنَ شُرَكَائِيَ الَّذِينَ كُنْتُمْ تَزْعُمُونَ (62)
Pada ayat ini Allah SWT menyuruh Rasul memperingatkan kaumnya tentang hari di mana Allah memanggil orang-orang yang menyesatkan manusia dan menghalang-halangi dari jalan Allah. Allah SWT akan berkata kepada mereka "Mana sekutu-sekutu-Ku ?" Mana Malaikat, Jin, binatang-binatang dan berhala-berhala yang kamu anggap sekutu-sekutu-Ku di dunia?. Dapatkah semuanya itu melepaskan dari azab yang menimpamu?, tentu tidak Hal ini dikemukakan, hanya sekedar penghinaan kepada mereka itu Sejalan dengan ayat ini Firman Allah SWT:

ولقد جئتمونا فرادى كما خلقناكم أول مرة وتركتم ما خولناكم وراء ظهوركم وما نرى معكم شفعاءكم الذين زعمتم أنهم فيكم شركاء لقد تقطع بينكم وضل عنكم ما كنتم تزعمون
Artinya:
Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami ciptakan pada mulanya, dan Kami tinggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang telah Kami karuniakan kepadamu; dan Kami tidak melihat besertamu pemberi syafaat yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu. Sungguh telah terputuslah (pertalian) antara kamu dan telah lenyap dari kamu apa yang dahulu kamu anggap (sebagai sekutu Allah). (Q.S. Al An'am: 94)


63 Berkatalah orang-orang yang telah tetap hukuman atas mereka: `Ya Tuhan kami, mereka inilah orang-orang yang kami sesatkan itu; kami telah menyesatkan mereka sebagaimana kami (sendiri) sesat, kami menyatakan berlepas diri (dari mereka) kepada Engkau, mereka sekali-kali tidak menyembah kami`.(QS. 28:63)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 63
قَالَ الَّذِينَ حَقَّ عَلَيْهِمُ الْقَوْلُ رَبَّنَا هَؤُلَاءِ الَّذِينَ أَغْوَيْنَا أَغْوَيْنَاهُمْ كَمَا غَوَيْنَا تَبَرَّأْنَا إِلَيْكَ مَا كَانُوا إِيَّانَا يَعْبُدُونَ (63)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan jawaban tokoh-tokoh penyesat dan pengajak kepada kekafiran yang telah dipastikan mendapat kemurkaan Allah SWT dan yang telah diancam dengan firman Allah SWT:

لأملئن جهنم من الجنة والناس أجمعين
Artinya:
Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka Jahanam itu dengan jin dan manusia bersama-sama. (Q.S. As Sajdah: 13)
Yang akhirnya masuklah mereka ke dalam neraka. Mereka berkata: "Wahai Tuhan kami, mereka itulah yang kami telah sesatkan sebagaimana kami juga sesat. Kami sekadar mengajak mereka lalu mereka mengiyakan ajakan kami yang menyesatkan itu, dengan kemauan sendiri sebagaimana juga kami sesat dengan kemauan sendiri, tidak ada paksaan sama sekali dari kami". Mereka diajak juga untuk beriman kepada Allah SWT, tetapi mereka itu tidak menggubrisnya sama sekali padahal ajakan itu adalah ajakan yang sebenarnya. Peristiwa semacam ini sama dengan peristiwa yang akan terjadi nanti di akhirat antara setan dan manusia yang telah disesatkannya itu, sebagaimana firman Allah SWT:

وقال الشيطان لما قضي الأمر إن الله وعدكم وعد الحق ووعدتكم فأخلفتكم وما كان لي عليكم من سلطان إلا أن دعوتكم فاستجبتم لي فلا تلوموني ولوموا أنفسكم
Artinya:
Dan berkatalah setan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekadar) aku menyeru kamu, lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri". (Q.S. Ibrahim: 22)
Pengakuan setan itu bahwa mereka itu mematuhi ajakan setan dengan kemauan mereka sendiri, bukan tekanan dari setan dikuatkan oleh firman Allah kepada lblis dikisahkan di dalam Alquran:

إن عبادي ليس لك عليهم سلطان إلا من اتبعك من الغاوين
Artinya:
Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikuti kamu yaitu orang-orang yang sesat. (Q.S. Al Hijr: 42)
Pemimpin-pemimpin mereka yang menyesatkan itu menyatakan tidak bertanggung jawab kepada Allah atas perbuatan pengikut-pengikutnya, dengan alasan bahwa mereka tidak menyembah kepadanya tetapi kepada berhala-berhala. Kejadian seperti ini dilukiskan juga dalam ayat yang lain sebagaimana firman Allah SWT:

إذ تبرأ الذين اتبعوا من الذين اتبعوا ورأوا العذاب وتقطعت بهم الأسباب
Artinya
(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali. (Q.S. Al Baqarah: 166)

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Qashash 63
قَالَ الَّذِينَ حَقَّ عَلَيْهِمُ الْقَوْلُ رَبَّنَا هَؤُلَاءِ الَّذِينَ أَغْوَيْنَا أَغْوَيْنَاهُمْ كَمَا غَوَيْنَا تَبَرَّأْنَا إِلَيْكَ مَا كَانُوا إِيَّانَا يَعْبُدُونَ (63)
(Berkatalah orang-orang yang telah tetap hukuman atas mereka) yakni mereka harus masuk ke dalam neraka, mereka adalah para pemimpin kesesatan, ("Ya Rabb kami! Mereka inilah orang-orang yang kami sesatkan itu) lafal Haula-i adalah Mubtada dan Al Ladzina Aghwainahum adalah sifatnya (kami telah menyesatkan mereka) lafal ayat ini menjadi Khabarnya. Yaitu setelah kami sesatkan mereka, maka mereka pun tersesatlah (sebagaimana kami sendiri sesat) yakni, kami tidak memaksakan mereka untuk sesat (kami menyatakan berlepas diri kepada Engkau) dari mereka (mereka sekali-kali tidak menyembah kami") Ma di sini adalah Nafiyah, dan sengaja Maf'ulnya didahulukan demi untuk Fashilah, atau untuk memelihara keseragaman akhir ayat.


64 Dikatakan (kepada mereka): `Serulah olehmu sekutu-sekutu kamu`, lalu mereka menyerunya, maka sekutu-sekutu itu tidak memperkenankan (seruan) mereka, lalu mereka melihat azab. (Mereka ketika itu berkeinginan) kiranya mereka dahulu menerima petunjuk.(QS. 28:64)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 64
وَقِيلَ ادْعُوا شُرَكَاءَكُمْ فَدَعَوْهُمْ فَلَمْ يَسْتَجِيبُوا لَهُمْ وَرَأَوُا الْعَذَابَ لَوْ أَنَّهُمْ كَانُوا يَهْتَدُونَ (64)
Pada ayat ini diterangkan bahwa penyekutu-penyekutu Allah dengan tuhan-tuhan dan sembahan-sembahan lain di dunia ini, di suruh memanggil tuhan-tuhan mereka yang dijadikan sekutu Allah untuk menolak azab yang menimpa mereka. Ketika mereka itu memanggil sekutu-sekutu mereka, tentunya tidak bisa menjawab karena tidak berdaya sedikitpun. Hal ini dilakukan hanya untuk memperlihatkan kebodohan mereka yang disaksikan oleh segenap yang berada di akhirat nanti itu. Setelah mereka, baik yang memanggil maupun yang dipanggil yakin bahwa mereka itu akan diseret ke neraka karena dosa-dosa mereka, di mana tidak ada kemungkinan mengelak dan berpaling dari padanya ke tempat lain, sebagaimana firman Allah SWT:

ورأى المجرمون النار فظنوا أنهم مواقعوها ولم يجدوا عنها مصرفا
Artinya:
Dan orang-orang yang berdosa melihat neraka, maka mereka meyakini bahwa mereka akan jatuh ke dalamnya dan mereka tidak menemukan tempat berpaling daripadanya. (Q.S. Al Kahfi: 53)
Dan setelah melihat azab yang akan menimpa mereka, ketika itu mereka berkeinginan kiranya dahulu waktu masih hidup di dunia mereka menerima petunjuk dan beriman kepada Allah SWT, tetapi keinginan itu, hanya merupakan angan-angan yang tidak mungkin terlaksana.


65 Dan (ingatlah) hari (di waktu) Allah menyeru mereka seraya berkata: `Apakah jawabanmu kepada para rasul?`(QS. 28:65)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 65 - 66
وَيَوْمَ يُنَادِيهِمْ فَيَقُولُ مَاذَا أَجَبْتُمُ الْمُرْسَلِينَ (65) فَعَمِيَتْ عَلَيْهِمُ الْأَنْبَاءُ يَوْمَئِذٍ فَهُمْ لَا يَتَسَاءَلُونَ (66)
Sesudah dinyatakan kepada mereka tindakan mereka mempersekutukan Allah SWT, sebagai cercaan atas perbuatannya itu, pada ayat ini dinyatakan pula kepada mereka tentang bagaimana cara mereka itu menyambut seruan para Rasul yang menyeru mereka untuk membersihkan diri dari penyembahan berhala, dan mengajak beraqidah tauhid, mengesakan Allah SWT. Mereka diam seribu bahasa tak dapat mengemukakan sedikitpun alasan sebagai jawaban dari pertanyaan yang dilontarkan kepada mereka. Mereka bingung tak tahu apa yang mesti dikatakan, karena itu mereka saling tanya menanya, saling tegur menegur sebagaimana biasanya orang-orang yang menghadapi kesulitan dan kesukaran. Oleh karena itu mereka tertunduk karena rasa malu dan penyesalan. Kalau para Rasul gugup menjawab pertanyaan yang dimajukan kepadanya tentang jawaban dan sambutan kaumnya mengenai seruannya kepada mereka, tentu orang-orang yang sesat dan menyesatkan di dunia yang tidak mengindahkan sama sekali seruan Nabi-nabi lebih cemas lagi. Camkanlah firman Allah SWT:

يوم يجمع الله الرسل فيقول ماذا أجبتم قالوا لا علم لنا إنك أنت علام الغيوب
Artinya:
(Ingatlah), hari di waktu Allah mengumpulkan para Rasul lalu Allah bertanya (kepada mereka): "Apa jawaban kaummu terhadap (seruanmu). Para Rasul menjawab : "Tidak ada pengetahuan kami (tentang itu) sesungguhnya Engkaulah yang mengetahui perkara yang gaib". (Q.S. Al Maidah: 109)


66 Maka gelaplah bagi mereka segala macam alasan pada hari itu, karena itu mereka tidak saling tanya menanya.(QS. 28:66)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 65 - 66
وَيَوْمَ يُنَادِيهِمْ فَيَقُولُ مَاذَا أَجَبْتُمُ الْمُرْسَلِينَ (65) فَعَمِيَتْ عَلَيْهِمُ الْأَنْبَاءُ يَوْمَئِذٍ فَهُمْ لَا يَتَسَاءَلُونَ (66)
Sesudah dinyatakan kepada mereka tindakan mereka mempersekutukan Allah SWT, sebagai cercaan atas perbuatannya itu, pada ayat ini dinyatakan pula kepada mereka tentang bagaimana cara mereka itu menyambut seruan para Rasul yang menyeru mereka untuk membersihkan diri dari penyembahan berhala, dan mengajak beraqidah tauhid, mengesakan Allah SWT. Mereka diam seribu bahasa tak dapat mengemukakan sedikitpun alasan sebagai jawaban dari pertanyaan yang dilontarkan kepada mereka. Mereka bingung tak tahu apa yang mesti dikatakan, karena itu mereka saling tanya menanya, saling tegur menegur sebagaimana biasanya orang-orang yang menghadapi kesulitan dan kesukaran. Oleh karena itu mereka tertunduk karena rasa malu dan penyesalan. Kalau para Rasul gugup menjawab pertanyaan yang dimajukan kepadanya tentang jawaban dan sambutan kaumnya mengenai seruannya kepada mereka, tentu orang-orang yang sesat dan menyesatkan di dunia yang tidak mengindahkan sama sekali seruan Nabi-nabi lebih cemas lagi. Camkanlah firman Allah SWT:

يوم يجمع الله الرسل فيقول ماذا أجبتم قالوا لا علم لنا إنك أنت علام الغيوب
Artinya:
(Ingatlah), hari di waktu Allah mengumpulkan para Rasul lalu Allah bertanya (kepada mereka): "Apa jawaban kaummu terhadap (seruanmu). Para Rasul menjawab : "Tidak ada pengetahuan kami (tentang itu) sesungguhnya Engkaulah yang mengetahui perkara yang gaib". (Q.S. Al Maidah: 109)


67 Adapun orang yang bertaubat dan beriman, serta mengerjakan amal yang saleh, semoga dia termasuk orang-orang yang beruntung.(QS. 28:67)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 67
فَأَمَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَعَسَى أَنْ يَكُونَ مِنَ الْمُفْلِحِينَ (67)
Betapapun banyaknya dosa seseorang, bahkan ia menyekutukan Allah SWT, dosa yang paling besar, tetapi kalau ia tobat kembali kepada kebenaran, bertuhankan kepada Allah, dan beribadah kepada-Nya semata, membenarkan Nabi-Nya, dan mengerjakan perintahnya baik berupa suruhan atau larangan, maka ia termasuk orang-orang yang beruntung dan berbahagia di akhirat, kejahatannya diganti oleh Allah dengan kebaikan, mendapat karunia, memasuki surga Jannatun Na'im, dan tinggal di dalamnya kekal untuk selama-lamanya sebagaimana firman Allah SWT:

إلا من تاب وآمن وعمل عملا صالحا فأولئك يبدل الله سيئاتهم حسنات
Artinya:
Kecuali orang-orong yang bertobat, beriman dan mengerjakan amal saleh, maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. (Q.S. Al Furqan: 70)
Dan firman-Nya:

إلا من تاب وآمن وعمل عملا صالحا فأولئك يدخلون الجنة ولا يظلمون شيئا
Artinya:
Kecuali orang-orang yang bertobat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun. (Q.S. Maryam: 60)


68 Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilih-Nya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia).(QS. 28:68)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 68
وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ سُبْحَانَ اللَّهِ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ (68)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa Dialah yang menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia-lah satu-satunya yang berwenang memilih dan menentukan sesuatu hal, baik yang nampak maupun yang tidak, sebagaimana firman Allah SWT:

ألا يعلم من خلق وهو اللطيف الخبير
Artinya:
Apakah Allah Yang menciptakan itu, tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan); dan Dia Maha halus lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Al Mulk: 14)
Dan firman-Nya:

أولا يعلمون أن الله يعلم ما يسرون وما يعلنون
Artinya:
Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan ?. (Q.S. Al Baqarah: 77)
Dia Maha Mengetahui semua makhluk-Nya, mengetahui hal-ihwalnya mengetahui watak dan karakternya kemudian Dia memilih dari hamba-hamba-Nya, siapa-siapa di antara mereka yang berhak dan wajar menerima hidayah dan diangkat menjadi Rasul dan mampu melaksanakan tugasnya. Firman Allah SWT:

الله أعلم حيث يجعل رسالته
Artinya:
Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan. (Q.S. Al An'am: 124)
Bila Allah SWT telah menentukan sesuatu, maka manusia tidak dapat memilih yang lain lagi, bahkan ia harus menerima dan menaati apa yang telah ditetapkan Allah itu. Begitulah semestinya seorang mukmin berbuat. Camkanlah firman Allah SWT:

وما كان لمؤمن ولا مؤمنة إذا قضى الله ورسوله أمرا أن يكون لهم الخيرة من أمرهم
Artinya:
Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tiada (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka (Q.S. Al Ahzab: 36)
Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir dari Qatadah bahwa ayat 68 ini diturunkan sebagai jawaban dari khayalan sebagian orang-orang musyrik sebagaimana yang diucapkan AI-Walid bin Al-Mugirah, berkata: "Andai kata apa yang dikatakan Muhammad itu benar, tentu Alquran ini diturunkan kepada saya di Mekah atau kepada Masud As -Saqafi di Taif", ucapan AI-Walid bin Al-Mugirah itu dicantumkan di dalam Alquran, sebagaimana firman Allah:

وقالوا لولا نزل هذا القرآن على رجل من القريتين عظيم
Artinya:
Dan mereka berkata "Mengapa Alquran ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Mekah dan Taif)?" (Q.S. Az Zukhruf: 31)
Ayat 68 ini, diakhiri dengan satu penjelasan bahwa Allah SWT itu Maha Suci dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan dengan Dia. Tidak ada seorangpun yang menghalangi pilihan-Nya membatalkan ketentuan-Nya. Bagaimanapun keinginan dan kegigihan Nabi Muhammad saw memberi petunjuk untuk mengislamkan pamannya Abu Talib, dan bagaimanapun kehendak dan kesungguhan ahli Mekah supaya diutus Allah menjadi Rasul dari kalangan mereka, semuanya itu gagal dan tidak terlaksana, tetapi pilihan dan ketentuan Allah juga yang berlaku dan menjadi kenyataan.


69 Dan Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan (dalam) dada mereka dan apa yang mereka nyatakan.(QS. 28:69)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 69
وَرَبُّكَ يَعْلَمُ مَا تُكِنُّ صُدُورُهُمْ وَمَا يُعْلِنُونَ (69)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa apa yang disembunyikan di dalam hati mereka dan apa yang dinyatakan, Allah SWT mengetahuinya, tiada sesuatu yang tersembunyi dan tidak nampak bagi-Nya Baik yang nampak maupun yang tersembunyi sama saja bagi-Nya, sebagaimana firman-Nya:

سواء منكم من أسر القول ومن جهر به ومن هو مستخف بالليل وسارب بالنهار
Artinya:
Sama saja (bagi Tuhan), siapa di antaramu yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus terang dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan (menampakkan diri) di siang hari. (Q.S. Ar Ra'd: 10)
Dan firman-Nya:

عالم الغيب والشهادة تعالى عما يشركون
Artinya:
(Allah) yang mengetahui semua yang gaib dan semua yang nampak, maka Maha Tinggilah Dia dari apa yang mereka persekutukan. (Q.S. Al Mu'minun: 92)


70 Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, bagi-Nyalah segala puji di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nyalah segala penentuan dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.(QS. 28:70)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 70
وَهُوَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ لَهُ الْحَمْدُ فِي الْأُولَى وَالْآخِرَةِ وَلَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ (70)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa Dialah yang Maha Esa, tidak ada yang berhak disembah melainkan Dia. Dialah yang mengetahui segala sesuatu dan Dia pula yang berkuasa atasnya Dialah yang dipuji segala perbuatan-Nya, baik di dunia maupun di akhirat nanti, karena Dialah yang memberikan segala nikmat yang kita peroleh baik sekarang maupun di hari-hari mendatang. Segala peraturan dan ketentuan yang telah digariskan-Nya, harus berlaku dan terlaksana. Tidak mungkin diganggu gugat, karena Dia berada di atas segala makhluk-Nya, Hakim Yang Paling Adil, yang menentukan dan menetapkan yang benar itu benar yang salah itu salah.
Kepada-Nya segala sesuatu akan dikembalikan, sebagaimana firman Allah SWT:

وإلى الله ترجع الأمور
Artinya:
Dan hanya kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan. (Q.S. Al anfal: 44)
Di Hari Kiamat nanti tiap-tiap orang dibalas setimpal dengan perbuatannya di dunia Kalau baik di balas dengan surga, dan kalau jahat dibalas dengan siksa di neraka


71 Katakanlah: `Terangkanlah kepadaku jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus-menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar?`(QS. 28:71)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 71
قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ اللَّيْلَ سَرْمَدًا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِضِيَاءٍ أَفَلَا تَسْمَعُونَ (71)
Pada ayat ini Allah SWT menyuruh Rasul-Nya supaya bertanya kepada orang-orang yang mempersekutukan-Nya. Andai kata Allah SWT menjadikan malam ini terus menerus sepanjang masa sampai Hari Kiamat tanpa ada siang mengelilinginya, apakah di antara sembahan-sembahan mereka itu kuasa. dan mampu mendatangkan siang untuk. dapat dimanfaatkan cahayanya? Apakah kaum musyrikin itu tidak mempergunakan pendengarannya?. Mereka itu seakan-akan tuli. Kalaulah mereka itu menpergunakan akal mereka sebaik-baiknya tentunya mereka itu akan insaf dan sadar serta mengetahui dengan yakin, bahwa; hanya Allah Yang Kuasa dan dapat mendatangkan malam untuk menggantikan siang apabila di kehendaki Dan sebaliknya Dia mendatangkan siang untuk menghapuskan malam apabila Dia kehendaki dan tiada sesuatupun yang dapat melakukan yang demikian itu.
Firman Allah SWT:

وجعلنا الليل والنهار آيتين فمحونا آية الليل وجعلنا آية النهار مبصرة
Artinya:
Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang. (Q.S. Al Isra: 12)


72 Katakanlah: `Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan?`(QS. 28:72)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 72
قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ النَّهَارَ سَرْمَدًا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِلَيْلٍ تَسْكُنُونَ فِيهِ أَفَلَا تُبْصِرُونَ (72)
Ayat ini kebalikan ayat sebelumnya. Pada ayat ini Allah SWT menyuruh Rasul-Nya menanyakan keadaan orang-orang musyrik Andai kata Allah menjadikan siang itu terus menerus sepanjang masa sampai. di Hari Kiamat tanpa ada Malam silih berganti dengannya apakah ada Tuhan selain dari Allah SWT yang dapat dan mampu mendatangkan malam untuk mereka pergunakan istirahat dengan perasaan tenang?. Apakah mereka tidak memperhatikan tanda-tanda, kekuasaan Allah yang sempurna? Seakan-akan mereka tak punya pikiran. Sekeranya mereka itu memperhatikan betul-betul, tentunya mereka akan mengambil kesimpulan yang mantap bahwa tidak ada yang layak disembah kecuali Tuhan yang telah memberikan karunia dan nikmat yang tak terhingga banyaknya dan kuasa menjadikan siang dan malam itu silih berganti untuk terciptanya suatu keseimbangan. Siang dijadikan terang untuk. mencari rezeki dengan segala kemampuan yang. ada kemudian siang itu lenyap digantikan oleh malam yang suasananya digunakan untuk melepaskan lelah dan menghilangkan capek di waktu siang guna pulihnya kembali tenaga dan kekuatannya untuk dengan perasaan segar mencari rezeki lagi pada keesokan harinya.


73 Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.(QS. 28:73)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 73
وَمِنْ رَحْمَتِهِ جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (73)
Pergantian. siang dan malam dengan fungsinya masing-masing yaitu siang digunakan untuk berusaha mencari rezeki dan malam digunakan untuk istirahat melepaskan lelah, sehingga pulih kembali tenaga yang telah dipergunakan pada siang harinya, adalah suatu rahmat besar dari Allah SWT yang tak ternilai harganya, yang wajib disyukuri Sesuatu. nikmat, yang tak dapat disyukuri akan .hilang lenyap. dicabut dan ditarik kembali oleh Allah SWT. Sebaliknya nikmat yang disyukuri yaitu dengan memanfaatkan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan perintah Allah, akan bertambah terus sebagaimana firman Allah.

لئن شكرتم لأزيدنكم
Artinya:
Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu. (Q.S. Ibrahim: 7)


74 Dan (ingatlah) hari (di waktu) Allah menyeru mereka, seraya berkata: `Dimanakah sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kamu katakan?`(QS. 28:74)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 74
وَيَوْمَ يُنَادِيهِمْ فَيَقُولُ أَيْنَ شُرَكَائِيَ الَّذِينَ كُنْتُمْ تَزْعُمُونَ (74)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa di Hari Kiamat Dia memanggil orang-orang musyrik dan berkata kepada mereka: "Di mana sekutu-sekutu Ku yang kamu sekalian telah menganggap bahwa mereka itu, adalah sekutu Ku di Dunia?. Dapatkah mereka itu melepaskan kamu sekalian dari keadaan yang menghimpitmu sekarang ini. Sengaja orang musyrik itu dipanggil pada waktu itu untuk mengikrarkan sesuatu kesaksian atas penyembahan mereka selain dari Allah SWT, dan supaya mereka mengetahui bahwa mempersekutukan Allah itu adalah sebab paling utama atas kemurkaan-Nya sebagaimana mengesakan-Nya adalah sebab utama atas rida-Nya.


75 Dan Kami datangkan dari tiap-tiap umat seorang saksi, lalu Kami berkata: `Tunjukkanlah bukti kebenaranmu`, maka tahulah mereka bahwasanya yang hak itu kepunyaan Allah dan lenyaplah dari mereka apa yang dahulunya mereka ada-adakan.(QS. 28:75)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 75
وَنَزَعْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيدًا فَقُلْنَا هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ فَعَلِمُوا أَنَّ الْحَقَّ لِلَّهِ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ (75)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa di Hari Kiamat nanti, Dia akan mendatangkan saksi atas tiap-tiap umat, tiap Rasul akan menjadi Saksi atas umatnya masing-masing, sampai di mana sambutan dan penerimaan umatnya itu kepada agama yang dibawanya dari Allah SWT. Nabi Muhammad pun akan menjadi saksi pada umatnya nanti di Hari Kiamat, sebagaimana firman Allah SWT.

فكيف إذا جئنا من كل أمة بشهيد وجئنا بك على هؤلاء شهيدا
Artinya:
Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti) apabila Kami mendatangkan seorang saksi (Rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu). (Q.S. An Nisa: 41)
Orang-orang musyrik di Hari Kiamat nanti akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan syiriknya itu, diminta keterangan dan alasan-alasan atas kebenaran perbuatan mereka itu, yang tentunya mereka itu tidak dapat sama sekali mengemukakan satu alasan dan mendatangkan satu hujah. Pada waktu itulah mereka mengetahui bahwa mereka akan diazab untuk selama-lamanya di dalam neraka yang penuh dengan api yang menyala-nyala, sesuatu tempat yang tidak akan dimasukkan ke dalamnya kecuali orang-orang celaka bernasib buruk, sebagaimana firman Allah:

لا يصلاها إلا الأشقى الذي كذب وتولى
Artinya:
Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka, yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman). (Q.S. Al Lail: 15-16)
Pada waktu itu juga sadar dan yakinlah mereka itu bahwa apa yang telah diterangkan Allah SWT melalui Nabi-Nya itulah yang benar dan lenyaplah sama sekali dari mereka segala apa yang dahulunya mereka ada-adakan di dunia seperti mendustakan Rasul yang diutus kepada mereka, mempersekutukan Allah dan sebagainya


76 Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: `Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri`.(QS. 28:76)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 76
إِنَّ قَارُونَ كَانَ مِنْ قَوْمِ مُوسَى فَبَغَى عَلَيْهِمْ وَآتَيْنَاهُ مِنَ الْكُنُوزِ مَا إِنَّ مَفَاتِحَهُ لَتَنُوءُ بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةِ إِذْ قَالَ لَهُ قَوْمُهُ لَا تَفْرَحْ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْفَرِحِينَ (76)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa Karun itu termasuk kaum Nabi Musa. Ia Bani Israel dan salah seorang paman Nabi Musa as. Karun dinamakan juga "Munawwirin" (bercahaya) karena bentuk badannya yang simpatik. Ia paling banyak membaca kitab Taurat dari antara teman-temannya Bani Israel secara mendalam, hanya dia itu munafik seperti halnya Samiri yang munafik itu. Ia berlaku aniaya dan sombong terhadap sesamanya Bani Israel. Kekayaan melimpah-limpah yang diberikan Allah kepadanya, dan perbendaharaan harta yang cukup banyak itu, sehingga kunci-kunci tak sanggup rasanya dipikul oleh sejumlah orang-orang yang kuat karena beratnya, menyebabkan ia sangat bangga dan berlaku aniaya dan sombong terhadap sesamanya serta memandang enteng dan hina mereka itu. Berkata Ibnu `Abbas, kunci-kunci perbendaharaan harta Karun dapat dibawa oleh empat puluh laki-laki yang kuat. Sekalipun ia diperingatkan oleh kaumnya agar ia jangan terlalu membanggakan hartanya yang berlimpah-limpah, dan kekayaan yang bertumpuk-tumpuk itu, karena Allah SWT tidak menyukai orang yang terlalu membanggakan diri, tetapi peringatan itu tidak digubrisnya sama sekali dan ia tetap bangga dan menyombongkan diri. Peringatan dan larangan terlalu gembira dan bangga atas pemberian Allah itu, ditegaskan juga dalam ayat lain, sebagaimana firman-Nya:

لكي لا تأسوا على ما فاتكم ولا تفرحوا بما ءاتاكم والله لا يحب كل مختال فخور
Artinya:
(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri. (Q.S. Al Hadid: 23)
Dan firman-Nya:

إن الله لا يحب من كان مختالا فخورا
Artinya:
sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. (Q.S. an Nisa: 36)


77 Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.(QS. 28:77)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 77
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ (77)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan empat macam nasihat dan petunjuk yang ditujukan kepada Karun oleh kaumnya. Barangsiapa mengamalkan nasihat dan petunjuk itu akan memperoleh kesejahteraan di dunia dan di akhirat kelak.
1. Orang yang dianugerahi oleh Allah SWT kekayaan yang berlimpah-limpah, perbendaharaan harta yang bertumpuk-tumpuk serta nikmat yang banyak, hendaklah ia memanfaatkan di jalan Allah, patuh dan taat pada perintah-Nya, mendekatkan diri kepada-Nya untuk memperoleh pahala sebanyak-banyaknya di dunia dan di akhirat. Sabda Nabi saw:

اغتنم خمسا قبل خمس شبابك قبل هرمك وصحتك قبل سقمك وغناك قبل فقرك وفراغك قبل شغلك وحياتك قبل موتك.
Artinya:
Manfaatkan yang lima sebelum datang (lawannya) yang lima; mudamu sebelum tuanmu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu senggangmu sebelum kesibukanmu dan hidupmu sebelum matimu. (H.R. Baihaki dari Ibnu Abbas)
2. Janganlah seseorang itu meninggalkan sama sekali kesenangan dunia baik berupa makanan, minuman dan pakaian serta kesenangan-kesenangan yang lain sepanjang tidak bertentangan dengan ajaran yang telah digariskan oleh Allah SWT, karena baik untuk Tuhan, untuk diri sendiri maupun keluarga, semuanya itu mempunyai hak atas seseorang yang harus dilaksanakan. Sabda Nabi Muhammad saw:

اعمل لدنياك كأنك تعيش أبدا واعمل لآخرتك كأنك تموت غدا
Artinya:
Kerjakanlah (urusan) duniamu seakan-akan kamu akan hidup selama-lamanya. Don laksanakanlah amalan akhiratmu seakan-akan kamu akan mati besok. (H.R. Ibnu Asakir)
3. Seseorang harus berbuat baik sebagaimana Allah SWT berbuat baik kepadanya, membantu orang-orang yang berkeperluan, pembangunan mesjid. madrasah, pembinaan rumah yatim piatu di panti asuhan dengan harta yang dianugerahkan Allah kepadanya dan dengan kewibawaan yang ada padanya, memberikan senyuman yang ramah tamah di dalam perjumpaannya dan lain sebagainya.
4. Janganlah seseorang itu berbuat kerusakan di atas bumi, berbuat jahat kepada sesama makhluk Allah, karena Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. Allah SWT tidak akan menghormati mereka, bahkan Allah tidak akan memberikan rida dan rahmat-Nya.


78 Karun berkata: `Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku`. Dan apakah ia tidak mengetahui bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu tentang dosa-dosa mereka.(QS. 28:78)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 78
قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ عِنْدِي أَوَلَمْ يَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ أَهْلَكَ مِنْ قَبْلِهِ مِنَ الْقُرُونِ مَنْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُ قُوَّةً وَأَكْثَرُ جَمْعًا وَلَا يُسْأَلُ عَنْ ذُنُوبِهِمُ الْمُجْرِمُونَ (78)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan reaksi Karun atas nasihat-nasihat dan petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh kaumnya. Dengan bangga ia berkata: "Harta yang diberikan Allah kepadaku, adalah karena ilmu yang ada padaku, Allah SWT mengetahui hal itu, karena itu ia rida padaku dan memberikan harta itu kepadaku. Tidak sedikit manusia apabila ditimpa bahaya, ia kembali kepada Tuhan, berdoa sepenuh hatinya, semua doa yang diketahuinya dibacanya dengan harapan supaya bahaya yang menimpanya itu hilang lenyap. Dan apabila maksudnya itu tercapai, ia lupa kepada Tuhan yang mencabut bahaya itu dari padanya, dan mengaku bahwa hal itu terjadi karena kepintarannya, karena perhitungannya yang tepat dan sebagainya, sebagaimana firman Allah SWT:

فإذا مس الإنسان ضر دعانا ثم إذا خولنا نعمة منا قال إنما أوتيته على علم
Artinya:
Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat dari Kami, ia berkata: "Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku". (Q.S. Az Zumar: 49)
Pengakuan seperti tersebut di atas ditolak oleh Allah SWT dengan firman-Nya: "Apakah ia lupa" ataukah ia tidak pernah mengetahui bahwa Allah SWT telah membinasakan umat dahulu sebelum dia, padahal mereka itu jauh lebih kuat dan lebih banyak harta yang dikumpulkannya. Sekiranya Allah SWT memberikan seseorang harta kekayaan dan lainnya, hanya karena kepintaran, kebaikan yang ada padanya yang menyebabkan Allah rida kepadanya, tentunya Allah SWT tidak membinasakan orang-orang dahulu yang jauh lebih kaya dan kuat serta lebih pintar dari dia, karena orang yang diridai Allah itu, tentunya tidak akan dibinasakan-Nya. Tidaklah ia menyaksikan nasib Firaun yang mempunyai kerajaan besar dan pengikutnya yang banyak dengan sekejap mata dibancurkan oleh Allah SWT.
Pada akhir ayat ini Allah SWT menegaskan bahwa apabila Dia hendak mengazab orang-orang yang bergelimang dosa itu, Dia tidak akan menanyakan berapa banyaknya dosa yang telah diperbuat, begitu juga jenisnya, karena Dia Maha Mengetahui semuanya itu. Dalam ayat lain ditegaskan juga sebagai berikut:

فيومئذ لا يسئل عن ذنبه إنس ولا جان
Artinya:
Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya. (Q.S. Ar Rahman: 39)


79 Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menhendaki kehidupan dunia: `Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar`.(QS. 28:79)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 79
فَخَرَجَ عَلَى قَوْمِهِ فِي زِينَتِهِ قَالَ الَّذِينَ يُرِيدُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا يَا لَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَا أُوتِيَ قَارُونُ إِنَّهُ لَذُو حَظٍّ عَظِيمٍ (79)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa pada suatu hari Karun keluar ke tengah-tengah kaumnya dengan pakaian yang megah dan perhiasan yang berlebih-lebihan, dalam suatu iring-iringan yang lengkap dengan pengawal, hamba sahaya dan inang pengasuh untuk mempertontonkan ketinggian dan kebesarannya kepada manusia. Yang demikian itu adalah sifat yang amat tercela, kebanggaan yang terkutuk, bagi orang yang berakal dan berpikiran sehat Hal itu menyebabkan kaumnya terbagi dua. Pertama orang-orang yang mementingkan kehidupan duniawi yang selalu berpikir dan berusaha sekuat tenaga bagaimana caranya supaya bisa hidup mewah di dunia ini, karena menurut anggapan mereka hidup yang demikian itu adalah kebahagiaan. Mereka itu berharap semoga kiranya, dapat juga memiliki sebagaimana yang dimiliki Karun yaitu harta yang bertumpuk-tumpuk dan kekayaan yang berlebih-lebihan, karena yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar. Dengan demikian mereka akan hidup senang, berbuat sekehendak hatinya merasakan kenikmatan dunia dengan segala variasinya Keinginan seperti ini, sampai sekarang tetap ada, bahkan tumbuh dengan suburnya di tengah-tengah masyarakat kita. Di mana-mana kita dapat menyaksikan bahwa tidak sedikit orang yang berkeinginan keras untuk memiliki seperti apa yang telah dimiliki orang-orang kaya, pengusaha besar dan lainnya, seperti rumah besar dengan perabot serba lux, mobil mewah, tanah dan sawah ladang yang berpuluh-puluh bahkan beratus hektar, sekalipun dengan jalan yang tidak wajar, yang tidak sesuai dengan peraturan negara dan hukum agama, yang menyebabkan timbulnya kecurangan di mana-mana yang merugikan negara dan bangsa.


80 Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: `Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang-orang yang sabar.`(QS. 28:80)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 80
وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ اللَّهِ خَيْرٌ لِمَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا وَلَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الصَّابِرُونَ (80)
Kedua orang-orang yang berilmu dan berpikiran waras menganggap bahwa cara berpikir orang-orang yang termasuk golongan pertama tadi sangat keliru dan dianggapnya satu bencana besar dan kerugian yang nyata, karena mereka lebih mementingkan kehidupan dunia yang fana dari kehidupan akhirat yang kekal abadi itu. Golongan kedua berpendapat bahwa pahala di sisi Allah bagi orang-orang yang percaya kepada Allah dan Rasul-Nya serta beramal saleh, jauh lebih baik dari harta golongan pertama yang bertumpuk-tumpuk itu, karena apa yang di sisi Allah kekal abadi, sedang apa yang dimiliki manusia akan lenyap dan musnah, sebagaimana firman Allah SWT:

ما عندكم ينفد وما عند الله باق
Artinya:
Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang di sisi Allah adalah kekal. (Q.S. An Nahl: 96)
Ayat 80 diakhiri satu penjelasan bahwa yang dapat menerima baik dan mengamalkan nasihat-nasihat tersebut di atas, hanyalah orang-orang yang sabar dan tekun mematuhi perintah Allah menjauhi larangan-Nya dan menerima baik apa yang telah diherikan Allah kepadanya serta membelanjakannya untuk kepentingan diri dan masyarakat.


Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [5]
Ayat 61 s/d 80 dari [88]

[Download AUDIO] Tanda-Tanda Bagi Yang Ber-AKAL...(Akal Mencari TUHAN), 3Mb...Sip, mantap!
[E-BOOK] Tanda-tanda Bagi yg Ber-Akal 1 Mb


'Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka'.''

 

Rasullullah berkata: "Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang membaca ini dan tidak memikir dan merenungkan kandungan artinya".

(Ali 'Imran: 190-191).

Daftar Lembaga Tahfidz dan Ilmu Al-Qur'an

Yuk kita bangun generasi qur'ani...

Create by : Muhammad Ihsan

Silahkan kirim Kritik & Saran ke : [sibinmr@gmail.com] [sibin_mr@yahoo.com]

The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani

AYO..BACK TO MASJID | Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya | Risalah Islam | Author | TV Islam | Kupas Alam Ghoib (JIN/Kesurupan,dll)
Counter Powered by  RedCounter
free counters
Bloggerian Top Hits