Tafsir Surat : AL-QASHAASH

Get 100MB Free Web Hosting at Jabry.com

RIPT type=text/javascript> vBulletin_init();

Dan apabila dibacakan Al quran, maka dengarkanlah baik-baik,

dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat ( Al A'raaf : 204 )

::Home:: | Indonesia | English | Dutch | Sejarah | Hadist | Al Qur'an? | Adab | Al-Ma'tsurat | TAJWID | Artikel | Free Mobile Aplications | Sms Quran & Hadist
Radio-FajriFm | Pendidikan | Menyimak & Mengkaji | The Noble Quran | Memahami Quran | eBooks | Kisah Muallaf | *HadistWeb* | Tanda2 Bagi yg Ber-Akal
Tafsir Al-Azhar | Ponsel Quran | Belajar Baca | Qr.Recitation | Qr.Explorer | QuranTools | Qur’an Flash | Qurany.net | {Radio Dakwah/TV} | QuranTV-Mp3

Gunakan browser internet explorer untuk dapat mendengarkan Murotal (Audio)

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an        

    Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch
No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : AL-QASHAASH
Ayat [88]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:3/5
 
41 Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong.(QS. 28:41)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 41 - 42
وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يُنْصَرُونَ (41) وَأَتْبَعْنَاهُمْ فِي هَذِهِ الدُّنْيَا لَعْنَةً وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ هُمْ مِنَ الْمَقْبُوحِينَ (42)
Pada ayat ini Allah memberi julukan kepada Firaun dan kaumnya yang durhaka itu bahwa mereka adalah pemimpin-pemimpin yang membawa manusia ke neraka karena mereka telah menyesatkan manusia dan memaksa supaya setiap orang kafir terhadap Tuhannya bebas melakukan kelaliman sekehendak hatinya, tanpa ada rasa keadilan dan rasa kasih sayang.
Sebenarnya mereka ini telah melakukan dua kesalahan, kesalahan diri mereka sendiri dan kesalahan menyesatkan orang lain, maka pantaslah bila mereka menerima siksaan yang berlipat ganda, siksaan terhadap kesesatan sendiri dan siksaan terhadap menyesatkan orang lain, maka sekali-kali tidak akan ada penolong bagi mereka di akhirat nanti dan tak ada yang membelanya dan yang membebaskan mereka dari siksa Allah.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Qashash 41
وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يُنْصَرُونَ (41)
(Dan Kami jadikan mereka) di dunia (pemimpin-pemimpin) A-immatan dapat dibaca Tahqiq dan Tas-hil, yakni pemimpin-pemimpin dalam kemusyrikan (yang menyeru ke neraka) disebabkan seruan mereka yang mengajak kepada kemusyrikan (dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong) yaitu azab mereka tidak dapat ditolak lagi.


42 Dan Kami ikutkanlah laknat kepada mereka di dunia ini; dan pada hari kiamat mereka termasuk orang-orang yang dijauhkan (dari rahmat Allah).(QS. 28:42)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


43 Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat) sesudah Kami binasakan generasi-generasi terdahulu, untuk menjadi pelita bagi manusia dan petunjuk dan rahmat, agar mereka ingat.(QS. 28:43)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 43
وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ مِنْ بَعْدِ مَا أَهْلَكْنَا الْقُرُونَ الْأُولَى بَصَائِرَ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَرَحْمَةً لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ (43)
Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia telah menurunkan kepada Musa kitab Taurat sebagai rahmat baginya dan bagi kaumnya, yang telah lama tertindas dan teraniaya di bawah kekuasaan Firaun. Di sini nampaklah perbedaan yang besar dan nyata perlakuan Allah terhadap pemimpin-pemimpin dan kaum yang durhaka yang sombong dan takabur dan perlakuannya terhadap pemimpin yang saleh dan ikhlas serta taat kepada-Nya.
Kepada golongan pertama seperti Firaun dan kaumnya diturunkan malapetaka dan siksaan sehingga dia ditenggelamkan bersama tentaranya ke dalam laut. Kepada golongan kedua seperti Musa, Harun dan kaumnya diturunkan Kitab yang akan menjadi petunjuk bagi mereka dalam menempuh kehidupan baik di dunia maupun di akhirat. Demikianlah Sunah Allah berlaku semenjak dahulu kala. Berapa banyaknya umat-umat yang terdahulu telah dibinasakan-Nya dengan berbagai macam cara seperti yang terjadi pada kaum Nabi Nuh, Nabi Saleh, Nabi Hud dan lain-lain.
Setelah umat-umat yang durhaka itu dimusnahkan dan syariat yang dibawa Rasul-rasul itu sudah dirusak oleh orang-orang yang datang kemudian sehingga menjadi kabur dan hampir-hampir lenyap dan manusia hidup tanpa ada pedoman yang akan diikuti, maka Allah mengutus seorang Rasul yang membawa petunjuk dari Allah. Demikianlah Allah telah mengutus Musa kepada Firaun dan kaumnya dan kepada kaum Musa sendiri. Bani Israel dan menurunkan kepadanya kitab Taurat, sehingga dengan turunnya kitab itu dapatlah diselamatkan Bani Israel, sehingga mereka dapat mendirikan suatu kerajaan di Palestina yang besar pengaruhnya dan kekuasaannya sampai ke negeri Mesir yang dahulu pernah menghina dan memperbudak mereka.
Menurut riwayat sesudah turunnya kitab Taurat ini tidak ada lagi umat yang dibinasakan sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Said al Khudri yang menyatakan bahwa Allah tidak lagi membinasakan suatu kaum suatu generasi, suatu umat dan penduduk suatu negeri dengan menurunkan azab dari langit atau bumi; semenjak turunnya Taurat, kecuali penduduk suatu desa yang telah dijadikan kera.


Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Qashash 43
وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ مِنْ بَعْدِ مَا أَهْلَكْنَا الْقُرُونَ الْأُولَى بَصَائِرَ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَرَحْمَةً لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ (43)
(Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Alkitab) yaitu Taurat (sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu) yakni kaum Nabi Nuh, kaum 'Ad, kaum Tsamud dan lain-lainnya (untuk menjadi pelita bagi manusia) kedudukan lafal ayat ini menjadi Hal dari lafal Alkitab; itu adalah bentuk jamak dari lafal Bashirah yang artinya cahaya hati, maksudnya pelita hati bagi manusia (dan petunjuk) dari kesesatan bagi orang yang mengamalkannya (dan rahmat) bagi orang yang beriman kepadanya (agar mereka ingat) dapat mengambil pelajaran dari nasihat-nasihat yang terkandung di dalamnya.


44 Dan tidaklah kamu (Muhammad) berada di sisi yang sebelah barat ketika Kami menyampaikan perintah kepada Musa, dan tiada pula kamu termasuk orang-orang yang menyaksikan.(QS. 28:44)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 44
وَمَا كُنْتَ بِجَانِبِ الْغَرْبِيِّ إِذْ قَضَيْنَا إِلَى مُوسَى الْأَمْرَ وَمَا كُنْتَ مِنَ الشَّاهِدِينَ (44)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa Muhammad saw. tidak pernah berada di sisi sebelah Barat dari lembah suci suatu tempat tertentu di mana Allah SWT memberikan Musa lembaran-lembaran Taurat ketika Allah SWT membebankan kepadanya urusan-urusan kenabian. Oleh karena Muhammad itu tidaklah termasuk salah seorang dan rombongan 70 orang yang telah terpilih untuk mendengarkan secara terperinci hal-hal yang diwahyukan Allah kepada Musa as, maka Muhammad saw tidak mungkin menerangkan semuanya itu, kecuali dengan jalan wahyu dari Allah SWT. Adanya Muhammad saw dapat menyampaikan hal-hal yang gaib yang telah lama terjadi yang tidak disaksikan dan dilihatnya sama sekali, tetapi ia dapat menyaksikan semuanya itu, seakan-akan ia melihat dan mendengarnya sendiri pada hal ia adalah seorang ummi tidak dapat membaca dan menulis, dan berada di tengah-tengah kaum yang ummi pula, tidak mengetahui sedikitpun tentang hal-hal tersebut, adalah satu bukti nyata bahwa Muhammad itu benar-benar Nabi dan Rasul Allah SWT, dan hal-hal yang disampaikan dan dikisahkannya itu adalah dengan perantaraam wahyu dari Allah SWT sebagaimana firman-Nya.

أولم تأتهم بينة ما في الصحف الأولى
Artinya
Dan apakah belum datang kepada mereka bukti yang nyata dari apa yang tersebut di dalam kitab-kitab yang dahulu?. (Q.S. Taha: 133)


45 Tetapi Kami telah mengadakan beberapa generasi, dan berlalulah atas mereka masa yang panjang, dan tiadalah kamu tinggal bersama-sama penduduk Mad-yan dengan membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka, tetapi Kami telah mengutus rasul-rasul.(QS. 28:45)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 45
وَلَكِنَّا أَنْشَأْنَا قُرُونًا فَتَطَاوَلَ عَلَيْهِمُ الْعُمُرُ وَمَا كُنْتَ ثَاوِيًا فِي أَهْلِ مَدْيَنَ تَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِنَا وَلَكِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ (45)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa Dia telah mengadakan generasi demi generasi sejak Nabi Musa as sampai kepada Nabi Muhammad saw dalam waktu yang panjang yang merupakan masa kekosongan sehingga pengetahuan mereka merosot, akhlak mereka menurun dan telah menjurus kepada kehancuran dan dekadensi moral. Pada waktu itu terasa benar perlunya diutus seorang Rasul untuk membimbing dan memberi petunjuk mereka kepada jalan yang benar, maka diutuslah Nabi Muhammad saw dan dia diberi tahu oleh Allah SWT keadaan dan ikhwal nabi-nabi terdahulu, begitu juga keadaan dan hal ikhwal Nabi Musa Juga Allah menerangkan pada ayat ini bahwa tidaklah Muhammad tinggal bersama-sama penduduk Madyan menanyakan dan mempelajari kisah Nabi Musa dari orang-orang yang menyaksikan kisah itu sendiri, tetapi semuanya itu diketahui oleh Nabi Muhammad saw dengan perantaraan wahyu yang diturunkan kepadanya.


46 Dan tiadalah kamu berada di dekat gunung Thur ketika Kami menyeru (Musa), tetapi (Kami beritahukan itu kepadamu) sebagai rahmat dari Tuhanmu, supaya kamu memberi peringatan kepada kaum (Quraisy) yang sekali-kali belum datang kepada mereka pemberi peringatan sebelum kamu agar mereka ingat.(QS. 28:46)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 46
وَمَا كُنْتَ بِجَانِبِ الطُّورِ إِذْ نَادَيْنَا وَلَكِنْ رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أَتَاهُمْ مِنْ نَذِيرٍ مِنْ قَبْلِكَ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ (46)
Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Nabi Muhammad saw tidak berada di dekat gunung Tur pada waktu Allah SWT menyeru Nabi Musa, ketika terjadi munajat antara Allah SWT dan Nabi Musa pada suatu malam. Peristiwa kejadian itu diketahui oleh Muhammad saw dengan perantaraan kitab suci Alquran yang diwahyukan kepadanya sebagai rahmat dari Allah SWT di mana di dalamnya di bentangkan kisah tersebut, begitu pula hal-hal yang mendatangkan maslahat dan kebahagiaan bagi mereka di dunia dan di akhirat, agar Muhammad saw memberi peringatan kepada kaum Quraisy yang belum pernah diberikan kepada mereka, dan memberikan mereka tentang kebencian Allah SWT dan azab-Nya yang pedih yang akan ditimpakan kepada orang-orang yang mempersekutukan-Nya, orang-orang yang menyembah berhala supaya mereka sadar dari perbuatan sesat mereka, menyesali kesalahan dan dosa besar yang telah diperbuat mereka untuk dapat beriman kepada Tuhan mereka yang sebenarnya yaitu Allah SWT, mengakui keesaan-Nya, menyembah hanya kepada-Nya dan tidak kepada yang lain.


47 Dan agar mereka tidak mengatakan ketika azab menimpa mereka disebabkan apa yang mereka kerjakan:` Ya Tuhan kami, mengapa Engkau tidak mengutus seorang rasul kepada kami, lalu kami mengikuti ayat-ayat Engkau dan jadilah kami termasuk orang-orang mukmin `.(QS. 28:47)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 47
وَلَوْلَا أَنْ تُصِيبَهُمْ مُصِيبَةٌ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ فَيَقُولُوا رَبَّنَا لَوْلَا أَرْسَلْتَ إِلَيْنَا رَسُولًا فَنَتَّبِعَ آيَاتِكَ وَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ (47)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa salah satu hikmah diutusnya Muhammad saw kepada mereka yaitu untuk menolak alasan-alasan dan mematikan hujah-hujah mereka, ketika mereka nanti ditimpa kemurkaan Allah dan mendapat siksa yang pedih atas kekafiran mereka terhadap Allah dan dosa-dosa yang telah diperbuat mereka. Kalau Muhammad belum diutus sedang siksaan menimpa mereka, mereka akan mengemukakan alasan dan hujah. Mereka akan berkata "Wahai Tuhan kami! Kenapa tidak diutus seorang rasul kepada kami sebelum kemurkaan-Mu menimpa kami, dan azab-Mu diturunkan kepada kami, agar kami dapat mengikuti petunjuk-petunjuk-Mu, mengamalkan ayat-ayat yang ada di dalam kitab-Mu yang diturunkan kepada Rasul itu, sehingga kami percaya atas ketuhanan-Mu dan membenarkan Rasul yang Engkau utus itu ? Oleh sebab itu jauh sebelum mereka dimurkai dan diazab oleh Allah SWT, Muhammad saw telah diutus kepada mereka untuk memberi peringatan dan ancaman kepada mereka dengan kemurkaan dan azab yang akan ditimpakan kepada mereka kalau mereka itu tetap dalam agama nenek moyang mereka, menyembah berhala, mempersekutukan Allah SWT, maka tidak ada jalan lagi bagi mereka untuk mengemukakan alasan-alasan dan hujah mereka itu Memang begitulah Sunatullah yang berlaku pada tiap-tiap umat. hal seperti ini ditegaskan juga dalam ayat lain dalam Alquran Firman Allah SWT:

رسلا مبشرين ومنذرين لئلا يكون للناس على الله حجة بعد الرسل
Artinya
(Mereka Kami utus) selaku Rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya Rasul-rasul itu" (Q.S. An Nisa: 165)
Dan firman-Nya:

وما كنا معذبين حتى نبعث رسولا
Artinya:
Dan Kami tidak akan mengazab sebelum kami mengutus seorang Rasul. (Q.S. Al Isra: 15)
Sebagaimana hikmahnya diutus rasul-rasul, yaitu untuk membendung dan menolak alasan yang akan dikemukakan mereka, begitu juga hikmah diturunkannya kitab Suci Alquran yaitu untuk menolak hujah mereka, yang akan mengatakan bahwa tidak berimannya mereka ialah karena kitab Samawi diturunkan hanya kepada dua golongan saja yaitu kaum Yahudi dan Nasrani, sebagaimana firman Allah SWT:

أن تقولوا إنما أنزل الكتاب على طائفتين من قبلنا وإن كنا عن دراستهم لغافلين
Artinya:
(Kami turunkan Alquran itu) agar kamu (tidak) mengatakan "Bahwa kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan saja sebelum kami, dan sesungguhnya kami tidak memperhatikan apa yang mereka baca". (Q.S. Al An'am: 156)


48 Maka tatkala datang kepada mereka kebenaran dari sisi Kami, mereka berkata:` Mengapakah tidak diberikan kepadanya (Muhammad) seperti yang telah diberikan kepada Musa dahulu? `Dan bukankah mereka itu telah ingkar (juga) kepada apa yang diberikan kepada Musa dahulu?; Mereka dahulu telah berkata:` Musa dan Harun adalah dua ahli sihir yang bantu membantu `. Dan mereka (juga) berkata:` Sesungguhnya kami tidak mempercayai masing-masing mereka itu `.(QS. 28:48)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 48
فَلَمَّا جَاءَهُمُ الْحَقُّ مِنْ عِنْدِنَا قَالُوا لَوْلَا أُوتِيَ مِثْلَ مَا أُوتِيَ مُوسَى أَوَلَمْ يَكْفُرُوا بِمَا أُوتِيَ مُوسَى مِنْ قَبْلُ قَالُوا سِحْرَانِ تَظَاهَرَا وَقَالُوا إِنَّا بِكُلٍّ كَافِرُونَ (48)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa ketika Muhammad diutus kepada kaum Quraisy yang belum pernah didatangi sebelumnya oleh seorang pemberi peringatan kepada mereka, dengan dibekali kitab Suci Alquran, ketika mereka menyombongkan diri, menentang dan memperlihatkan kesesatan mereka, seraya berkata: "Apakah ia tidak mendatangkan mukjizat sebagaimana halnya Nabi Musa ? Musa mendatangkan mukjizat, seperti tongkat menjadi ular, lautan terbelah, tangannya menjadi putih tak bercacat, dinaungi oleh awan dan lain-lain seperti ucapan mereka yang dikisahkan dalam firman Allah SWT:

لولا أنزل عليه كنز أو جاء معه ملك
Artinya:
Mengapa tidak diturunkan kepadanya perbendaharaan (kekayaan) atau datang bersama-sama dengan dia seorang malaikat. (Q.S. Hud: 12)
Ucapan mereka itu dijawab bahwa mereka yang durhaka dan sombong di masa Musa, telah ingkar juga kepada apa yang diberikan kepada Musa dahulu, seperti mukjizat dan lainnya, bahkan mereka telah berkata bahwa Musa dan Harun itu adalah dua ahli sihir yang saling bantu-membantu dan menandaskan bahwa mereka itu tidak mempercayai sama sekali Musa dan Harun. Apakah orang-orang kafir Quraisy akan mengikuti apa yang telah diperbuat mereka ? Mengingkari apa yang didatangkan Muhammad ? dan mengatakan bahwa baik Musa maupun Muhammad keduanya adalah ahli sihir, dan tidak akan mempercayai keduanya dan apa-apa yang dibawa keduanya? Mengenai kata "keduanya adalah ahli sihir pada ayat ini Said bin Jubair, Mujahid dan Ibnu zaid berpendapat bahwa yang dimaksud dengan "keduanya adalah ahli sihir" ialah Musa dan Harun dan ini adalah ucapan orang-orang Yahudi pada permulaan kerasulan, sedang Ibnu Abbas dan Al Hassan berpendapat bahwa yang dimaksud dengan keduanya adalah ahli sihir" yaitu Musa dan Muhammad saw dan ini adalah ucapan orang-orang musyrikin bangsa Arab.


49 Katakanlah:` Datangkanlah olehmu sebuah kitab dari sisi Allah yang kitab itu lebih (dapat) memberi petunjuk daripada (Taurat dan Al quran) niscaya aku mengikutinya, jika kamu sungguh orang-orang yang benar `.(QS. 28:49)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 49
قُلْ فَأْتُوا بِكِتَابٍ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ هُوَ أَهْدَى مِنْهُمَا أَتَّبِعْهُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (49)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa Dia menyuruh Muhammad menawarkan kepada orang-orang kafir Quraisy yang mengatakan bahwa Musa dan Muhammad itu keduanya adalah ahli sihir, dan kitab Taurat dan Alquran adalah sihir belaka, untuk mendatangkan sebuah kitab dari sisi Allah yang lebih dapat memberi petunjuk dan mendatangkan kemaslahatan dari kitab Taurat dan Alquran, dan menegaskan kepada mereka bahwa dia bersedia akan meninggalkan kitab sucinya apabila mereka itu benar dalam pengakuan mereka, benar-benar dapat mendatangkan kitab yang dimaksud.


50 Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu), ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.(QS. 28:50)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 50
فَإِنْ لَمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءَهُمْ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِنَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ (50)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa kalau mereka itu tidak dapat memenuhi tawaran Muhammad dan tidak dapat menjawab tantangannya, yaitu mendatangkan kitab dari sisi Allah yang lebih menjamin kebahagiaan dari kitab Taurat dan Alquran, maka itu berarti bahwa pembangkangan mereka sesungguhnya hanyalah dorongan hawa nafsu mereka belaka, mengikuti ajakan setan yang tidak beralasan sama sekali. Orang-orang yang hanya mengikuti hawa nafsunya menuruti bujukan setan tanpa ada petunjuk dari Allah SWT sedikitpun, adalah orang-orang yang sangat sesat bahkan paling sesat. Oleh sebab itu Allah SWT melarang mengikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan dari jalan yang benar. Dan orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, sebagaimana firman Allah SWT:

ولا تتبع الهوى فيضلك عن سبيل الله إن الذين يضلون عن سبيل الله لهم عذاب شديد بما نسوا يوم الحساب
Artinya:
Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan (Q.S. Sad: 26)
Ayat 50 ini, ditutup dengan suatu penegasan bahwa Allah SWT tidak akan memberi petunjuk orang-orang yang zalim yaitu orang-orang yang selalu meninggalkan perintah Allah dan melanggar larangan-Nya, mendustakan Rasul-Nya, mengikuti kemauan hawa nafsu mereka, lebih mengutamakan ketaatan kepada setan dari pada ketaatan kepada Allah SWT. Orang-orang zalim itu, akan mendapat azab yang amat pedih di akhirat kelak sebagaimana firman Allah SWT:

ومن يظلم منكم نذقه عذابا كبيرا
Artinya:
Barangsiapa di antara kamu yang berbuat zalim, niscaya Kami rasakan kepadanya azab yang besar. (Q.S. Al Furqan: 19)
Dan firman-Nya:

فويل للذين ظلموا من عذاب يوم أليم
Artinya:
Lalu kecelakaan yang besarlah bagi orang-orong yang zalim, yakni siksaan hari yang pedih (kiamat) (Q.S. Az Zukhruf: 65)


51 Dan sesungguhnya telah Kami turunkan berturut-turut perkataan ini (Al quran) kepada mereka agar mereka mendapat pelajaran.(QS. 28:51)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 51
وَلَقَدْ وَصَّلْنَا لَهُمُ الْقَوْلَ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ (51)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa Dia menurunkan Alquran itu berturut-turut, susul-menyusul; sebagian demi sebagian sesuai dengan keadaan dan suasana menurut kebijaksanaan yang telah digariskannya, tidak seperti halnya kitab-kitab Samawi sebelumnya seperti kitab Taurat yang diturunkan sekaligus dan tidak berangsur-angsur, dilakukan yang demikian itu adalah supaya mudah selalu dibaca dan diingat untuk dapat memperoleh pelajaran-pelajaran, dapat memantapkan pengertian dan menguatkan iman dalam hati, sebagaimana firman Allah SWT:

وقال الذين كفروا لولا نزل عليه القرءان جملة واحدة كذلك لنثبت به فؤادك ورتلناه ترتيلا
Artinya:
Berkatalah orang-orang yang kafir, "Mengapa Alquran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja ?", Demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (teratur dan benar)". (Q.S. Al furqan: 32)


52 Orang-orang yang telah Kami datangkan kepada mereka Al Kitab sebelumnya Al quran, mereka beriman (pula) dengan Al quran itu.(QS. 28:52)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 52
الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِهِ هُمْ بِهِ يُؤْمِنُونَ (52)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa orang-orang ahli kitab yang percaya kepada kitab Taurat dan Injil, dan kemudian mereka mengalami kedatangan Muhammad saw, mereka percaya juga kepada Kitab Alquran, karena mereka itu menemukan di dalam kitab Samawi mereka berita yang menggembirakan tentang Alquran dan sesuainya sifat-sfat Alquran yang ada dijelaskan di dalam kitab mereka. Hal ini dijelaskan pula di dalam ayat yang lain, sebagaimana firman Allah SWT:

وإن من أهل الكتاب لمن يؤمن بالله وما أنزل إليكم وما أنزل إليهم خاشعين لله
Artinya:
Dan sesungguhnya di antara ahli kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka, sedang mereka berendah hati kepada Allah. (Q.S. Ali Imran: 199)
Dan firman-Nya.

الذين آتيناهم الكتاب يتلونه حق تلاوته أولئك يؤمنون به
Artinya:
orang-orang yang telah Kami berikan Al kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. (Q.S. Al Baqarah: 121)


53 Dan apabila dibacakan (Al quran itu) kepada mereka, mereka berkata:` Kami beriman kepadanya; sesungguhnya Al quran itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami, sesungguhnya kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan (nya).(QS. 28:53)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 53
وَإِذَا يُتْلَى عَلَيْهِمْ قَالُوا آمَنَّا بِهِ إِنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّنَا إِنَّا كُنَّا مِنْ قَبْلِهِ مُسْلِمِينَ (53)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa-apabila dibawakan kepada mereka kitab Alquran, mereka membenarkan bahwa Alquran itu benar-benar diturunkan dari Allah SWT, bahkan mereka telah membenarkannya sebelum diturunkan, karena mereka telah menemukan sifat-sifat Muhammad dan sifat-sifat Alquran di dalam Kitab Samawi mereka. Kepercayaan Ahli Kitab kepada Kitab Alquran sudah lama sejak dulu. Nenek moyang mereka membaca uraian Alquran di dalam kitabnya, yang kemudian diikuti oleh anak cucunya jauh sebelum Alquran itu diturunkan.


54 Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan.(QS. 28:54)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 54
أُولَئِكَ يُؤْتَوْنَ أَجْرَهُمْ مَرَّتَيْنِ بِمَا صَبَرُوا وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (54)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa orang-orang yang percaya kepada Alquran sesudah mereka percaya kepada kitab-kitab samawi sebelumnya, akan diberikan pahala dua kali lipat. Pahala atas kepercayaan mereka kepada kitab-kitab Suci mereka, dan pahala atas kepercayaan mereka kepada Alquran, karena kesabaran dan ketabahan mempertahankan kedua kepercayaan mereka itu yang tentunya sangat berat, bahkan kadang-kadang mendapat perlakuan yang tidak wajar, karena mereka mengikuti Muhammad saw dan menganut agamanya.
Ada tiga macam orang yang mendapat pahala dua kali lipat sebagaimana dijelaskan di dalam sabda Nabi Muhammad saw:

ثلاثة يؤتون أجرهم مرتين : رجل من أهل الكتاب أمن بنبيه وأدرك النبي /50 فأمن به واتبعه وصدقه فله أجران , وعبد مملوك أدى حق الله عز وجل وحق سيده فله أجران , ورجل كانت له أمة فغذاها فأحسن غذاءها ثم أدبها ثم أعتقها وتزوجها فله أجران.
Artinya:
Tiga macam orang yang diberi pahala, masing-masing dua kali lipat. Seorang ahli Kitab yang percaya kepada Nabinya, kemudian ia mendapati masa (Muhammad saw) maka ia beriman pula kepadanya dan mengikutinya serta membenarkannya maka baginya dua pahala. Hamba sahaya laki-laki yang menunaikan hak Allah Azza Wa jalla dan hak tuannya, maka baginya dua pahala. Dan seorang yang mempunyai hamba sahaya perempuan lalu ia memberi makan, maka diberinya pendidikan yang baik, kemudian ia memerdekakannya lalu menikahinya, maka baginya dua pahala. (H.R. Muslim dari Abu Musa Al Asy'ari)
Selain dari kesabaran dan ketabahan mereka, mereka juga mempunyai beberapa sifat yang menjadikan mereka dekat kepada Allah SWT antara lain :
1. Mereka menolak kejahatan dengan kebaikan. Apa yang didengar mereka yang menyakitkan hati, berupa cacian dan sebagainya, mereka sambut dengan tenang dan memaafkannya. Atau mereka berbuat suatu kejahatan, mereka cepat-cepat berbuat kebaikan untuk menghapuskan kejahatan itu, seperti yang pernah dianjurkan Nabi Muhammad saw kepada Sahabat Muaz bin Jabal. sabda Nabi :

وأتبع السيئة الحسنة تمحها
Artinya:
Iringilah kejahatan itu dengan kebaikan, maka kejahatan itu, hapus dengan kebaikan. (H.R. Tirmizi dari Muaz bin Jabal)
2. Mereka nafkahkan apa yang telah di rezekikan Allah kepada mereka. Di dalam usaha mereka, mereka memperoleh rezeki halal lalu di nafkahkan di jalan Allah, baik yang hukumnya wajib seperti mengeluarkan zakat, membelanjai rumah tangga, maupun yang berupa tatawwu' seperti mendermakan kepada pembangunan mesjid, madrasah, pengajian, pembinaan dan pemeliharaan anak yatim dan lain sebagainya yang diridai Allah SWT sesuai dengan anjuran bernafkah yang disebutkan di dalam firman-Nya:

وأنفقوا في سبيل الله
Artinya:
Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah. (Q.S. Al Baqarah: 195)
Dan firman-Nya:

يا أيها الذين آمنوا أنفقوا من طيبات ما كسبتم
Artinya:
Hai orang-orang yang beriman; nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik (halal). (Q.S. Al Baqarah: 267)


55 Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: `Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil`.(QS. 28:55)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 55
وَإِذَا سَمِعُوا اللَّغْوَ أَعْرَضُوا عَنْهُ وَقَالُوا لَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ لَا نَبْتَغِي الْجَاهِلِينَ (55)
Mereka apabila mendengar dari seseorang perkataan yang tidak bermanfaat baik mengenai urusan dunia maupun mengenai urusan akhirat, seperti cacian, cemoohan, mendustakan Rasul dan sebagainya, mereka berpaling daripadanya dan tidak bergaul dengannya. Apabila mereka dikasari atau disakiti baik dengan kata-kata atau perbuatan, mereka tidak membalasnya dengan yang serupa, tetapi mereka menghadapinya dengan tenang dan berkata "Bagi kami amal-amal kami, kamu tidak akan diberi pahala dan tidak pula di ganjar karenanya, dan bagimu amal-amalmu, kami tidak akan menuntut sedikitpun dari perbuatan itu, dan tidak akan berusaha membalasnya, selamat tinggal buat kamu, kami tidak ingin berbuat seperti orang-orang jahat sebagaimana kamu berbuat. Sejalan dengan ayat ini, firman Allah SWT:

وإذا مروا باللغو مروا كراما
Artinya:
Dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya. (Q.S. Al Furqan: 72)
Diriwayatkan oleh Muhammad bin Ishak bahwa telah berkunjung kepada Rasulullah saw di Mekah dua puluh orang lebih, dari kaum Nasara Habasyah setelah mereka itu mendengar berita tentang beliau. Mereka mendapati beliau dalam mesjid, maka duduklah mereka bersama-sama beliau lalu berbicara dan bertanya kepada beliau, sedang di sekeliling Kakbah pada waktu itu berada tokoh kaum Quraisy di tempat berkumpulnya, beliau menyeru mereka untuk beriman kepada Allah dan membacakan kepada mereka Alquran. Setelah mereka mendengar ayat-ayat Alquran dibacakan, mereka menangis tersedu-sedu dengan spontan beriman kepada Allah SWT serta percaya kepada beliau dan membenarkannya, dan telah mengetahui bahwa sifat-sifat yang mereka saksikan pada diri. beliau sama persis dengan sifat-sifat yang telah diterangkan di dalam kitab Samawi mereka. Ketika mereka meninggalkan Muhammad mereka dicegat oleh Abu Jahal bin Hisyam dan beberapa orang Quraisy dan berkata kepada mereka: "Semoga Allah menggagalkanmu, kalian diutus oleh teman seagama kalian hanya untuk mengetahui sifat-sifat pribadi Muhammad lalu memberitahukan kepadanya, tetapi hanya beberapa saat saja kalian sudah terpengaruh lalu meninggalkan agama kalian dan membenarkan apa yang dikatakan Muhammad itu. Kami tidak melihat suatu rombongan yang lebih bodoh dari kalian". Mendengar kata-kata pedas dan tajam dari Abu Jahal bin Hisyam, mereka menjawab : "Selamat tinggal buat kamu, kami tidak akan membalas dan berbuat jahat kepadamu. Bagi kami amal-amal kami, dan bagimu amal-amal kamu".


56 Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau mendapat petunjuk.(QS. 28:56)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 56
إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ (56)
pada ayat-ayat ini Allah menerangkan bahwa Muhammad saw tidak dapat menjadikan kaumnya sampai mereka taat dan menganut agama yang dibawanya sekalipun ia berusaha sekuat tenaga dan kemampuannya. la hanya berkewajiban menyampaikan dan Allah-lah yang akan memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya. Dia-lah yang mempunyai kebijaksanaan yang mendalam dan alasan yang cukup. Hal tersebut di atas ditegaskan pula pada ayat lain di dalam Alquran sebagaimana firman-Nya:

ليس عليك هداهم ولكن الله يهدي من يشاء
Artinya:
Bukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufik) siapa yang dikehendaki-Nya. (Q.S. Al Baqarah: 272)
Dan firman-Nya:

وما أكثر الناس ولو حرصت بمؤمنين
Artinya:
Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya. (Q.S. Yusuf: 103)
Berkata Abu Ishak Az Zajjaj : "Para ahli tafsir telah sepakat mengatakan bahwa ayat 56 ini diturunkan mengenai diri Abu Talib. Diriwayatkan oleh Abd bin Hamid, Muslim, Tirmizi dan Baihaqi dari Abu Hurairah bahwa ketika Abu Talib (paman Nabi saw) didalam keadaan sakaratulmaut, Nabi saw mendatanginya dan berkata: "Wahai paman ucapkanlah : "La ilaha illallah" saya akan menjadi saksi bagimu di Hari Kiamat nanti di sisi Allah". Abu Talib menjawab: "Andaikata, saya tidak akan dicemoohkan oleh kaum Quraisy yang akan mengatakan: "Tidak ada yang membawanya (menurut kemauan kemenakannya) kecuali karena keluh kesah dan penderitaannya menghadapi maut itu, niscaya saya akan menyambut baik ajakanmu itu", maka diturunkanlah ayat ini oleh Allah SWT. Pada akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa Dia lebih mengetahui orang-orang yang bersedia menerima hidayah itu, maka Ia berikanlah kepada mereka itu. Di antara mereka itu ialah orang-orang Ahli Kitab yang pernah dikisahkan peristiwanya, sebaliknya orang-orang yang tidak mempunyai kesediaan seperti sebagian kaum dan kerabat Nabi saw, tidak akan diberikan hidayah kepadanya.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Qashash 56
إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ (56)
Ayat berikut ini diturunkan berkenaan dengan keinginan Nabi saw. akan keimanan pamannya yaitu Abu Thalib. (Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi) supaya ia mendapat hidayah (tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya dan Allah lebih mengetahui) yakni mengetahui (orang-orang yang mau menerima petunjuk) .


57 Dan mereka berkata: `Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami akan diusir dari negeri kami`. Dan apakah Kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) untuk menjadi rezki (bagimu) dari sisi Kami? Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.(QS. 28:57)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 57
وَقَالُوا إِنْ نَتَّبِعِ الْهُدَى مَعَكَ نُتَخَطَّفْ مِنْ أَرْضِنَا أَوَلَمْ نُمَكِّنْ لَهُمْ حَرَمًا آمِنًا يُجْبَى إِلَيْهِ ثَمَرَاتُ كُلِّ شَيْءٍ رِزْقًا مِنْ لَدُنَّا وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ (57)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa sebagian dari orang-orang musyrik Mekah mengemukakan alasan yang tidak bernilai dan tidak dapat diterima oleh pikiran yang sehat. Mereka berkata: "Jika kami mengikuti petunjuk yang diberikan Muhammad kepada kami, dan cahaya (agama) yang diturunkan kepadanya, kami khawatir akan diusir dari negeri kami, dan orang-orang musyrik dan tokoh-tokoh bangsa Arab akan menghajar kami serta menghadapi kami dengan kekerasan yang tak dapat kami menangkisnya. Mereka lebih takut kepada makhluk daif dari Tuhan yang menciptakan mereka, Tuhan yang mempunyai kekuasaan yang tertinggi. Mereka tidak pernah menggambarkan azab yang akan ditimpakan kepada mereka oleh Allah SWT. Tuhan yang berbuat menurut kehendak-Nya. Mereka lupa bahwa mereka itu berada di negeri yang aman di daerah Haram yang sangat dihormati sejak adanya di mana di datangkan ke tempat itu buah-buahan yang bermacam-macam, berasal dari segala macam tumbah-tumbuhan untuk menjadi rezeki bagi mereka dari sisi Allah. Apakah mereka mengira akan tetap aman dan sejahtera di daerah Haram yang aman itu ? Sekalipun mereka tetap di dalam kekafiran dan kemusyrikan mereka, ataukah mereka merasa tidak aman dan sejahtera di negeri yang aman itu sekalipun mereka itu sudah masuk Islam menganut agama yang hak ? Tidak sedikit di antara mereka itu yang tidak tahu di mana letak kebaikan dan kebahagiaan mereka.
Mereka seharusnya mengetahui bahwa rezeki yang berlimpah-limpah itu datangnya dari Allah SWT, karena Dialah yang patut ditakuti dan ditaati bukan manusia, makhluk yang bersifat lemah dan kekurangan. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu Abbas bahwa ayat ini diturunkan mengenai diri Harits bin Usman bin Abdul Manaf ketika ia dan beberapa orang Quraisy lainnya mendatangi Nabi saw dan berkatalah ia kepadanya, kami telah mengetahui bahwa apa yang engkau katakan itu, benar, tetapi yang menghalangi kami mengikuti ialah orang-orang Arab akan sepakat memusuhi kami dan mengusir dari negeri kami, dan kami tidak mempunyai kesanggupan sedikitpun melawan mereka.


Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Qashash 57
وَقَالُوا إِنْ نَتَّبِعِ الْهُدَى مَعَكَ نُتَخَطَّفْ مِنْ أَرْضِنَا أَوَلَمْ نُمَكِّنْ لَهُمْ حَرَمًا آمِنًا يُجْبَى إِلَيْهِ ثَمَرَاتُ كُلِّ شَيْءٍ رِزْقًا مِنْ لَدُنَّا وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ (57)
(Dan mereka berkata) yaitu kaumnya, ("Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami akan diusir dari negeri kami") kami akan diusir dengan cepat daripadanya. Maka Allah swt. berfirman, (Dan apakah Kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram yang aman) maksudnya, mereka hidup dengan aman di dalamnya dari segala serangan dan pembunuhan, tidak sebagaimana yang terjadi di kalangan orang-orang Arab lainnya yang saling serang menyerang dan saling bunuh membunuh (yang didatangkan) dapat dibaca Tujba dan Yujba (ke tempat itu buah-buahan dari segala penjuru) dari berbagai penjuru (sebagai rezeki) bagi mereka (dari sisi Kami?) dari hadirat Kami (tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui) bahwa apa yang Kami katakan itu adalah benar.


58 Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang telah Kami binasakan, yang sudah bersenang-senang dalam kehidupannya; maka itulah tempat kediaman mereka yang tiada didiami (lagi) sesudah mereka, kecuali sebahagian kecil. Dan Kami adalah Pewaris (nya).(QS. 28:58)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 58
وَكَمْ أَهْلَكْنَا مِنْ قَرْيَةٍ بَطِرَتْ مَعِيشَتَهَا فَتِلْكَ مَسَاكِنُهُمْ لَمْ تُسْكَنْ مِنْ بَعْدِهِمْ إِلَّا قَلِيلًا وَكُنَّا نَحْنُ الْوَارِثِينَ (58)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa banyak penduduk negeri yang telah hidup bersenang-senang dengan kekayaan berlimpah-limpah, tetapi karena mereka itu selalu membuat kerusakan dari tidak mensyukuri nikmat Allah, maka Allah SWT menghancurkan, negeri mereka itu dan hanya sedikit saja rumah-rumah mereka yang tinggal. Allah SWT tidak akan menghancurkan suatu negeri, selama penduduk negeri itu berbuat kebaikan, sebagaimana firman Allah SWT:

وما كان ربك ليهلك القرى بظلم وأهلها مصلحون
Artinya:
Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan. (Q.S. Hud: 117)
Setelah kaum itu hancur, tempat itu telah kosong dan tidak dimakmurkan lagi, hingga kembalilah negeri itu .kepada pemiliknya yang hakiki, yaitu Allah SWT. Allah SWT berfirman.

وضرب الله مثلا قرية كانت ءامنة مطمئنة يأتيها رزقها رغدا من كل مكان فكفرت بأنعم الله فأذاقها الله لباس الجوع والخوف بما كانوا يصنعون
Artinya:
Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat. (Q.S. An Nahl: 112)


59 Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.(QS. 28:59)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 59
وَمَا كَانَ رَبُّكَ مُهْلِكَ الْقُرَى حَتَّى يَبْعَثَ فِي أُمِّهَا رَسُولًا يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِنَا وَمَا كُنَّا مُهْلِكِي الْقُرَى إِلَّا وَأَهْلُهَا ظَالِمُونَ (59)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa sesuai dengan Sunah-Nya pada hamba-hamba-Nya Ia tidak pernah membinasakan suatu kota, kecuali Ia lebih dahulu mengutus seorang Rasul ke kota itu untuk membacakan kepada penduduknya ayat-ayat Allah yang membawa kebenaran, menyeru dan memberi peringatan kepada mereka supaya mereka itu beriman kepada Allah SWT, kemudian mereka itu tidak mengindahkan Rasul dan seruannya. Sejalan dengan ayat ini firman Allah SWT:

وما كنا معذبين حتى نبعث رسولا
Artinya
Dan Kami tidak akan mengazab, sebelum Kami mengutus seorang Rasul. (Q.S. Al Isra: 15)
Sesudah Allah SWT mengutus Rasul untuk membimbing penduduk kota itu ke jalan yang benar, memberi petunjuk kepada kebenaran, tetapi mereka itu tetap melakukan kelaliman dan mendustakan Rasul, mengingkari ayat-ayat Allah SWT, barulah Allah SWT membinasakan kota-kota itu beserta penduduknya.


60 Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?(QS. 28:60)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 60
وَمَا أُوتِيتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَزِينَتُهَا وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَى أَفَلَا تَعْقِلُونَ (60)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa apa yang diberikan manusia itu baik berupa harta benda maupun berupa keturunan kesemuanya itu hanya merupakan kesenangan duniawi dengan segala perhiasannya belum tentu menjamin keselamatan dan kebahagiaan mereka, tetapi pahala yang ada di sisi Allah SWT yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang taat kepada-Nya adalah lebih baik, karena yang demikian itu, kekal dan abadi. Berbeda dengan kesenangan duniawi yang dipujanya itu karena waktunya terbatas sekali, dan sesudah itu habislah riwayatnya sebagaimana firman Allah SWT:

وما عند الله خير للأبرار
Artinya:
Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti. (Q.S. Ali Imran: 198)
Dan firman-Nya:

ما عندكم ينفد وما عند الله باق
Artinya:
Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. (Q.S. An Nahl: 96)
Pada ayat lain ditegaskan pula sebagai berikut:

بل تؤثرون الحياة الدنيا والآخرة خير وأبقى
Artinya:
Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. (Q.S. Al A'la: 17-18)
Ayat ini ditutup dengan peringatan dari Allah SWT, kenapa mereka tidak mau mempergunakan akalnya, berpikir secara mendalam sehingga mereka itu mengetahui mana yang baik dan mana yang tidak baik? Apakah kehidupan dunia dengan segala bentuknya yang fana dalam waktu yang sangat pendek lebih baik dari pada kehidupan ukhrawi yang kekal dan abadi itu.


Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [5]
Ayat 41 s/d 60 dari [88]

[Download AUDIO] Tanda-Tanda Bagi Yang Ber-AKAL...(Akal Mencari TUHAN), 3Mb...Sip, mantap!
[E-BOOK] Tanda-tanda Bagi yg Ber-Akal 1 Mb


'Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka'.''

 

Rasullullah berkata: "Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang membaca ini dan tidak memikir dan merenungkan kandungan artinya".

(Ali 'Imran: 190-191).





Yuk kita bangun generasi qur'ani...

Create by : Muhammad Ihsan

Silahkan kirim Kritik & Saran ke : [sibinmr@gmail.com] [sibin_mr@yahoo.com]

The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani

AYO..BACK TO MASJID | Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya | Berita Islam & Aliran Sesat - Nahimunkar.com | Detikislam.com | TV Islam | VOA ISLAM : Voice of Al Islam
Counter Powered by  RedCounter
free counters
Bloggerian Top Hits