Tafsir Surat : AL-MURSALAAT

Get 100MB Free Web Hosting at Jabry.com

CRIPT type=text/javascript> vBulletin_init();

Dan apabila dibacakan Al quran, maka dengarkanlah baik-baik,

dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat ( Al A'raaf : 204 )

::Home:: | Indonesia | English | Dutch | Sejarah | Hadist | Al Qur'an? | Adab | Al-Ma'tsurat | TAJWID | Artikel | Free Mobile Aplications | Sms Quran & Hadist
Radio-FajriFm | Pendidikan | Menyimak & Mengkaji | The Noble Quran | Memahami Quran | eBooks | Kisah Muallaf | *HadistWeb* | Tanda2 Bagi yg Ber-Akal
Tafsir Al-Azhar | Ponsel Quran | Belajar Baca | Qr.Recitation | Qr.Explorer | QuranTools | Qur’an Flash | Qurany.net | {Radio Dakwah/TV} | QuranTV-Mp3

Gunakan browser internet explorer untuk dapat mendengarkan Murotal (Audio)

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an        

    Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch
No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : AL-MURSALAAT
Ayat [50]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:2/3
 
21 Kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim),(QS. 77:21)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mursalaat 21
فَجَعَلْنَاهُ فِي قَرَارٍ مَكِينٍ (21)
Air yang hina yang disebut mani ini tersimpan dalam tempat yang kokoh yakni rahim ibu. Di situlah mani sang ayah dengan sel telur ibu bercampur dan mengikuti proses kejadian tahap demi tahap yang diatur dengan sangat rapih dan teliti oleh yang Maha Kuasa.


22 sampai waktu yang ditentukan,(QS. 77:22)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mursalaat 22
إِلَى قَدَرٍ مَعْلُومٍ (22)
Setelah cukup waktu yang ditetapkan, maka lahirlah calon manusia itu dalam bentuk bayi.


23 lalu Kami tentukan (bentuknya), maka Kami-lah sebaik-baik yang menentukan.(QS. 77:23)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mursalaat 23
فَقَدَرْنَا فَنِعْمَ الْقَادِرُونَ (23)
Dan dalam urusan mengatur dan menetapkan masa lamanya si anak "tersimpan" dalam rahim itu dan kemudian menetapkan bila dia harus lahir sebagai anak yang sempurna ke alam ini, adalah urusan Allah semata. Manusia boleh mengetahui lewat pikirannya, namun soal pengaturannya tetaplah di tangan Yang Maha Kuasa itu. Dan terhadap soal ini Tuhan menegaskan bahwa Dia lah sebaik-baiknya yang menentukan.
Betapa tepat, indah dan harmonisnya kejadian manusia yang diciptakan-Nya itu dapat kita bandingkan umpamanya dengan bentuk dan rupa hewan. Sekalipun jenis makhluk hewan itu tidak ada yang cacat maupun yang janggal menurut penglihatan kita, namun ciptaan dan susunan anatomi tubuh manusia tetap jauh lebih sempurna, indah dan menarik dibandingkan dengan segala makhluk hidup yang ada. Dengan merenungkan hal itu, barulah kita menyimpulkan bahwa memang Tuhanlah yang sebaik-baik menentukan.
Ayat ini mengandung ajakan bagi manusia untuk berpikir dan menyimpulkan sikap hidupnya terhadap Zat yang menjadikan itu. Apakah tidak patut manusia bersyukur dan berterima kasih kepada-Nya?. Apakah tidak selayaknya kalau manusia menanggalkan sikap ingkar dan keras kepalanya setelah ia menyadari sepenuhnya betapa kasih sayang Tuhan, betapa Tuhan telah membimbing kehidupan ini dengan mengirim Rasul-Nya guna mengajarkan ajaran tentang keesaan-Nya ?


24 Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.(QS. 77:24)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mursalaat 24
وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ (24)
Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa terlepas dari semua itu kalau memang manusia tak mau mengubah tabiat dan karakternya, tetap saja kafir laknat?, dan lebih dari itu mereka berusaha merongrong kewibawaan Ilahi itu dengan mempersekutukan-Nya dengan makhluk lain ciptaan-Nya, dan sama sekali tidak yakin adanya hari berbangkit, hari manusia menerima ganjaran amal perbuatan baiknya, maka Tuhan mengancam untuk kedua kalinya: "Celaka besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan".


25 Bukankah Kami menjadikan bumi (tempat) berkumpul,(QS. 77:25)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mursalaat 25
أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ كِفَاتًا (25)
Setelah menyebutkan berbagai rupa nikmat Allah di sekitar proses kejadian manusia, maka dalam ayat ini Allah mengajak pula manusia dalam bentuk pertanyaan, memperhatikan dengan seksama terhadap nikmat Allah yang ada di cakrawala ini, dengan firman-Nya "Bukankah Kami telah menciptakan bumi yang terhampar dan terbentang begitu luas sebagai tempat berkumpul, tempat hidup bersama-sama mencari penghidupan atau kuburan bagi yang sudah mati.


26 orang-orang hidup dan orang-orang yang mati?,(QS. 77:26)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mursalaat 26
أَحْيَاءً ‎وَأَمْوَاتًا (26)
Gunanya bumi ini diciptakan terhampar dan tempat berkumpul adalah bukan saja untuk yang masih hidup yang tinggal di atas permukaannya, melainkan juga bagi yang telah meninggal dunia untuk dikuburkan dalam perutnya. Itulah sebabnya dikatakan bumi untuk orang yang masih hidup dan yang sudah meninggal. "Kifata" dalam bahasa Arab berarti; kuburan bagi yang meninggal dan rumah bagi yang masih hidup.


27 Dan Kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi, dan Kami beri minum kamu dengan air yang tawar?(QS. 77:27)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mursalaat 27
وَجَعَلْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ شَامِخَاتٍ وَأَسْقَيْنَاكُمْ مَاءً فُرَاتًا (27)
Yang kedua dalam ayat ini Allah mengarahkan perhatian manusia kepada penciptaan gunung, untuk apa dia jadikan? Gunung yang menjulang tinggi dari permukaan bumi, gunung itu dikatakan sebagai pasak bumi dan dengan demikian manusia merasa tenteram tinggal di bumi, artinya gunung itulah yang bertugas sebagai pasak tiang untuk menjaga keseimbangan bumi tersebut. Terkadang sebagian badan gunung-gunung itu terbenam dalam tanah atau dalam laut maupun sungai-sungai.
Yang ketiga Tuhan mengajak manusia memikirkan tentang air tawar yang diminum setiap hari, sebagai anugerah dari Allah. Dialah yang menurut ayat ini memberikan minum. Terkadang air itu tercurah dari langit yang dibawa hujan yang berasal dari gumpalan awan atau dari salju mencair dan adakalanya pula mengalir dari anak-anak sungai atau memancar dari mata air, di bawah celah-celah gunung maupun di pinggir kali, dan sebagainya.


28 Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.(QS. 77:28)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mursalaat 28
وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ (28)
Oleh karena itu kepada siapa yang masih mendustakan nikmat Allah itu terkena oleh kutukan ayat ini: "Celaka besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan".


29 (Dikatakan kepada mereka pada hari kiamat):` Pergilah kamu mendapatkan azab yang dahulunya kamu mendustakannya.(QS. 77:29)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mursalaat 29
انْطَلِقُوا إِلَى مَا كُنْتُمْ بِهِ تُكَذِّبُونَ (29)
Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang yang bernasib malang yang hendak di masukkan ke dalam neraka Jahanam, akan ditegur oleh malaikat penjaga sambil membentaknya: "Pergilah kalian kepada azab dan siksaan yang kalian dustakan ketika masih di dunia dahulu!"


30 Pergilah kamu mendapatkan naungan yang mempunyai tiga cabang,(QS. 77:30)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mursalaat 30
انْطَلِقُوا إِلَى ظِلٍّ ذِي ثَلَاثِ شُعَبٍ (30)
Gumpalan asap neraka itu bercabang tiga. Satu bagian di sebelah kanan, satu cabang di kiri dan yang ketiga di atas pundak mereka. Sehingga mereka terkepung di dalamnya tidak dapat keluar lagi. Di dalam ayat yang lain Allah berfirman:

إنا اعتدنا للظالمين نارا أحاط بهم سرادقها
Artinya:
Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka.
(Q.S. Al-Kahfi: 29)


31 yang tidak melindungi dan tidak pula menolak nyala api neraka `.(QS. 77:31)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mursalaat 31
لَا ظَلِيلٍ وَلَا يُغْنِي مِنَ اللَّهَبِ (31)
Di dalam ayat ini Allah mengatakan bahwa biarpun neraka itu disebutkan punya lindungan namun bukan melindungi mereka dari panasnya api neraka. Tiada tempat beristirahat dan tempat berteduh dari kepanasan.
Ditegaskan pula di sini bahwa lindungan mereka bukan lindungan seperti yang diperoleh seorang mukmin, karena tidak ada yang dapat menaungi mereka dari panasnya gejolak api neraka itu.
Ayat lain menerangkan:

في سموم وحميم وظل من يحموم لا بارد ولا كريم
Artinya:
Dalam (siksaan) angin yang amat panas dan air yang panas yang mendidih, dan dalam naungan asap yang hitam. Tidak sejuk dan tidak menyenangkan.
(Q.S. Al-Waqi'ah: 42-44)


32 Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana.(QS. 77:32)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mursalaat 32
إِنَّهَا تَرْمِي بِشَرَرٍ كَالْقَصْرِ (32)
Dalam ayat ini Allah menyebutkan pula bahwa mereka itu selalu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana, ke seluruh penjuru.


33 Seolah-olah ia iringan unta yang kuning.(QS. 77:33)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mursalaat 33
كَأَنَّهُ جِمَالَةٌ صُفْرٌ (33)
Dalam ayat ini Allah mengumpamakan bahwa gejolak api neraka Jahanam yang sangat dahsyat itu seolah-olah unta kuning yang sangat banyak dan bergerak cepat.


34 Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.(QS. 77:34)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mursalaat 34
وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ (34)
Pada ayat ini Allah mengulangi lagi ancamannya bahwa kecelakaan bagi orang yang mendustakan karena mereka tidak dapat mengelakkan diri dari siksaan yang begitu hebat.


35 Ini adalah hari, yang mereka tidak dapat berbicara (pada hari itu),(QS. 77:35)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mursalaat 35
هَذَا يَوْمُ لَا يَنْطِقُونَ (35)
Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa pada hari itu manusia tidak bisa berbicara, terpukau karena dahsyatnya keadaan. dan mereka tidak diizinkan berbicara, andaikata mereka diizinkan berbicarapun tidak ada gunanya.


36 dan tidak diizinkan kepada mereka minta uzur sehingga mereka (dapat) minta uzur.(QS. 77:36)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mursalaat 36
وَلَا يُؤْذَنُ لَهُمْ فَيَعْتَذِرُونَ (36)
Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa mereka tidak diizinkan untuk minta uzur, sebab hari itu bukanlah hari pembalasan diri tetapi hari untuk menerima keputusan.
Mereka dapat mengeluh dan menyesali nasib, namun untuk mengajukan sanggahan tidak mungkin lagi karena keputusan Allah tidak dapat digugat lagi. Dalam surah Al An'am ayat ke 23 orang musyrik di hari itu menyatakan, "Kami tidak mau musyrik lagi". Pada ayat An Nisa' ayat ke 42 disebutkan bahwa mereka tidak bisa menyembunyikan pembicaraannya, dan dalam ayat Az Zumar 31 disebutkan mereka orang-orang kafir berdebat di muka Allah, saling menuduh dan saling menyalahkan.


37 Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.(QS. 77:37)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mursalaat 37
وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ (37)
Dalam ayat ini Allah mengulangi lagi ancaman-Nya, bahwa kecelakaan besarlah di hari itu bagi orang yang mendustakan. Sebab Rasul telah mengajak mereka supaya beriman dan mengancam dengan memperingatkan mereka dengan akan datangnya azab yang mereka hadapi itu. Sayang mereka tidak mau menerima dan mendengarkan ajakan itu.


38 Ini adalah hari keputusan; (pada hari ini) Kami mengumpulkan kamu dan orang-orang yang terdahulu.(QS. 77:38)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mursalaat 38
هَذَا يَوْمُ الْفَصْلِ جَمَعْنَاكُمْ وَالْأَوَّلِينَ (38)
Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa hari ini adalah hari keputusan! Inilah hari yang memisahkan antara kebenaran dan kebatilan, hari ketika diungkapkan kebenaran dan kepalsuan seseorang.
Di hari itu Allah menghimpun semua manusia yang pernah hidup di dunia ini sejak zaman Adam sampai akhir masa, pada suatu hari dan pada tempat yang satu. Tujuannya untuk memberikan suatu keputusan hukum buat mereka siapa yang salah dan siapa yang benar, sehingga masing-masing orang memperoleh haknya.


39 Jika kamu mempunyai tipu daya, maka lakukanlah tipu dayamu itu terhadap-Ku.(QS. 77:39)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mursalaat 39
فَإِنْ كَانَ لَكُمْ كَيْدٌ فَكِيدُونِ (39)
Dalam ayat ini Allah menantang dengan cara mengejek orang-orang kafir dan orang-orang yang merasa mempunyai kekuatan membela diri, untuk menggunakan kepandaian dan tipu dayanya guna menyelamatkan diri dari siksaan-Nya.
Ayat ini memberikan suatu pelajaran keras bagi orang-orang yang menentang agama Islam, yang selalu menipu dan mempermainkan orang-orang yang beriman, kelak pada saatnya mereka akan mengetahui betapa lemahnya alasan mereka yang suka mengolok-olokkan agama itu.


40 Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.(QS. 77:40)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mursalaat 40
وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ (40)
Dalam ayat ini Allah mengulangi lagi ancaman-Nya bahwa kecelakaan besarlah di hari berbangkit bagi orang-orang yang mendustakan-Nya. Kecelakaan buat mereka di hari berbangkit karena waktu itulah terbukti kelemahan dan mereka berhadapan dengan Allah yang mereka dustai. Pada saat seperti itu terbukti betapa batalnya dakwaan yang mereka yakini selama ini.


Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [3]
Ayat 21 s/d 40 dari [50]

[Download AUDIO] Tanda-Tanda Bagi Yang Ber-AKAL...(Akal Mencari TUHAN), 3Mb...Sip, mantap!
[E-BOOK] Tanda-tanda Bagi yg Ber-Akal 1 Mb


'Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka'.''

 

Rasullullah berkata: "Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang membaca ini dan tidak memikir dan merenungkan kandungan artinya".

(Ali 'Imran: 190-191).





Yuk kita bangun generasi qur'ani...

Create by : Muhammad Ihsan

Silahkan kirim Kritik & Saran ke : [sibinmr@gmail.com] [sibin_mr@yahoo.com]

The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani

AYO..BACK TO MASJID | Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya | Berita Islam & Aliran Sesat - Nahimunkar.com | Detikislam.com | TV Islam | VOA ISLAM : Voice of Al Islam
Counter Powered by  RedCounter
free counters
Bloggerian Top Hits