Tafsir Surat : AL-HAAQQAH

Get 100MB Free Web Hosting at Jabry.com

PT type=text/javascript> vBulletin_init();

Dan apabila dibacakan Al quran, maka dengarkanlah baik-baik,

dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat ( Al A'raaf : 204 )

::Home:: | Indonesia | English | Dutch | Sejarah | Hadist | Al Qur'an? | Adab | Al-Ma'tsurat | TAJWID | Artikel | Free Mobile Aplications | Sms Quran & Hadist
Radio-FajriFm | Pendidikan | Menyimak & Mengkaji | The Noble Quran | Memahami Quran | eBooks | Kisah Muallaf | *HadistWeb* | Tanda2 Bagi yg Ber-Akal
Tafsir Al-Azhar | Ponsel Quran | Belajar Baca | Qr.Recitation | Qr.Explorer | QuranTools | Qur’an Flash | Qurany.net | {Radio Dakwah/TV} | QuranTV-Mp3

Gunakan browser internet explorer untuk dapat mendengarkan Murotal (Audio)

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an        

    Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch
No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : AL-HAAQQAH
Ayat [52]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:2/3
 
21 Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai,(QS. 69:21)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 21
فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ (21)
Pada ayat ini, diterangkan balasan yang diterima orang-orang yang menerima catatan amalnya di tangan kanannya itu, yaitu mereka berada dalam kehidupan yang diridai. Hidup yang diridai itu adalah hidup yang dicita-citakan oleh setiap orang-orang yang beriman, yaitu hidup yang diridai Allah, diridai oleh seluruh manusia, bahkan oleh seluruh makhluk Allah, Tuhan semesta alam. Tidak ada sesuatupun yang menaruh iri, dengki, dendam kesumat dan benci kepadanya, sehingga segala sesuatu yang dihadapinya adalah baik dan menimbulkan kebaikan kepada dirinya. Tidak ada suara yang meyakinkan hatinya; tidak ada perbuatan atau sikap yang menyinggung perasaannya, semuanya enak didengar dan dirasakannya.
Dalam firman Allah SWT yang lain diterangkan bahwa jiwa yang tenang adalah jiwa yang hidup dalam kehidupan yang diridai dan termasuk kelompok hamba-hamba Allah:

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ (27) ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً (28) فَادْخُلِي فِي عِبَادِي (29) وَادْخُلِي جَنَّتِي (30)
Artinya:
Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridai-Nya Maka masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba Ku, dan masuklah ke dalam surga Nya. (Q.S Al Fajr: 27-30)


22 dalam syurga yang tinggi,(QS. 69:22)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 22 - 23
فِي جَنَّةٍ عَالِيَةٍ (22) قُطُوفُهَا دَانِيَةٌ (23)
Ayat ini menerangkan keadaan tempat yang disediakan bagi orang-orang yang beriman di akhirat nanti, yakni suatu tempat yang indah, dan nyaman dengan kebun-kebun dan taman-taman yang menyenangkan hati orang yang memandangnya, dan pohon-pohon yang berbuah rendah, mudah dipetik oleh siapa saja yang menghendakinya, baik sambil berdiri, sambil duduk maupun sambil berbaring. Dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman

مُتَّكِئِينَ فِيهَا عَلَى الْأَرَائِكِ لَا يَرَوْنَ فِيهَا شَمْسًا وَلَا زَمْهَرِيرًا (13) وَدَانِيَةً عَلَيْهِمْ ظِلَالُهَا وَذُلِّلَتْ قُطُوفُهَا تَذْلِيلًا (14)
Artinya:
Di dalamnya mereka duduk bertelekan di atas dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya (teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang bersangatan. Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya dengan semudah-mudahnya. (Q.S Al Insan: 13-14)


23 buah-buahannya dekat,(QS. 69:23)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


24 (kepada mereka dikatakan):` Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu `.(QS. 69:24)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 24
كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا أَسْلَفْتُمْ فِي الْأَيَّامِ الْخَالِيَةِ (24)
Allah SWT dan para malaikat berkata kepada orang-orang yang menerima catatan amalnya di tangan kanannya di dalam surga, "Makanlah segala macam jenis buah-buahan dan segala rupa makanan yang ditemukan di dalam surga ini, dan minum pulalah sepuas hati minuman-minuman yang enak dan menyegarkan, tidak ada sesuatupun yang dapat melarang kamu mengambilnya, semuanya itu disediakan untuk kamu sekalian".
Semuanya itu disediakan karena kamu sekalian telah beriman kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh tunduk dan menyerahkan diri kepadanya, selama kamu hidup, di dunia dahulu.
Dari perkataan "bima aslaftum" (disebabkan amal yang telah kamu kerjakan dahulu), dipahami bahwa pahala yang diterima di akhirat nanti sebagai balasan dari hasil iman dan amal perbuatan yang dilakukan selama hidup di dunia. Hal ini berarti bahwa mustahil seseorang hamba memperoleh pahala dari Allah SWT jika ia tidak beriman dan beramal.
Dari perkataan Hani-an (dengan sedap), dipahami bahwa makanan dan minuman yang diberikan di dalam surga adalah makanan dan minuman yang luar biasa enak rasanya, dan tidak pernah ada makanan dan minuman yang seenak itu dirasakan selama hidup dunia.


25 Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata:` Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini),(QS. 69:25)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 25
وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيَهْ (25)
Ayat ini menerangkan keadaan orang yang kafir di akhirat nanti, sewaktu mereka menerima catatan amal perbuatan mereka yang mereka kerjakan selama hidup di dunia. Dikatakan bahwa orang-orang yang disampaikan kepadanya catatan amal perbuatannya dari sebelah kiri dan menerimanya dengan tangan kiri, lalu membaca catatan amalnya itu, timbullah ketakutan dalam hatinya karena berdasarkan catatan itu, pasti ia dimasukkan ke dalam neraka. Ia berkata, "Alangkah jeleknya perbuatanku dan alangkah bahagianya aku seandainya amalku yang berisi seperti ini tidak diberikan kepadaku, aku tidak menyangka bahwa semua perbuatanku di dunia tercatat dalam kitab ini.
Keadaan orang-orang kafir waktu menerima catatan amalnya adalah dalam keadaan ketakutan yang sangat, seakan-akan mereka telah ditimpa azab yang sangat. Padahal mereka belum ditimpakan azab tersebut. Hal ini memberi pengertian bahwa azab rohani itu lebih berat dari azab jasmani.


26 dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku,(QS. 69:26)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 26
وَلَمْ أَدْرِ مَا حِسَابِيَهْ (26)
Pernyataan bahwa azab rohani itu lebih berat dirasakan dari azab jasmani diperkuat oleh perkataan orang-orang kafir itu: "Alangkah bahagianya aku, jika aku tidak mengetahui catatan amalku, sehingga aku tidak mengetahui azab yang akan ditimpakan kepadaku nanti di dalam neraka.


27 wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu.(QS. 69:27)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 27
يَا ‎لَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَ (27)
Ayat ini seakan-akan memberi pengertian bahwa orang-orang kafir itu tidak mengetahui sedikit pun bahwa akan terjadi hari kiamat, akan terjadi kehidupan setelah kematian, yang waktu itu amal baik dibalasi pahala yang berlipat ganda sedang perbuatan jahat dibalasi dengan siksa yang pedih. Oleh karena itu mereka mengatakan, "Alangkah baiknya seandainya mati yang telah menimpa diriku di dunia dahulu, merupakan akhir seluruh kehidupanku, tidak dibangkitkan lagi seperti sekarang ini, sehingga aku tidak menemui hari yang sangat berat penderitaannya ini".
Tetapi sebenarnya orang-orang kafir itu telah mengetahui dengan yakin selama mereka hidup di dunia akan adanya hari yang seperti ini. Memang demikianlah sifat-sifat orang kafir yang selalu mengingkari keyakinan mereka, sebagaimana firman Allah SWT:

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ (172)
Artinya:
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) "Bukankah Aku ini Tuhanmu? "Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (ke Esaan Tuhan).(Q.S Al A'raf: 172)
Mereka mengharapkan yang demikian itu yakni dengan kematian itu selesailah urusan mereka semata-mata karena takut disiksa, bukan karena mereka tidak mengetahui bahwa akan ada nanti hari kiamat dan hari berhisab.


28 Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku.(QS. 69:28)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 28 - 29
مَا أَغْنَى عَنِّي مَالِيَهْ (28) هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيَهْ (29)
Ayat ini menerangkan jalan pikiran orang-orang kafir sewaktu mereka hidup di dunia, yaitu menurut mereka yang menentukan keadaan dan derajat seseorang itu ialah pangkat, kekuasaan, dan harta. Dengan harta mereka akan dapat memperoleh segala yang mereka inginkan dan dengan pangkat dan kekuasaan mereka dapat memuaskan hawa nafsu mereka. Setelah mereka berada di akhirat nyatalah bagi mereka kekeliruan jalan pikiran semacam itu, sehingga terucap juga di mulut mereka perasaan hati mereka di waktu itu dengan mengatakan: "Harta yang aku miliki sewaktu berada di dunia dahulu tidak dapat menolong dan menolak dari siksa Allah, demikian pula kekuasaan yang telah aku miliki di dunia telah lenyap pada saat ini, sehingga aku tidak mempunyai seorang penolong pun".
Anggapan orang-orang kafir waktu di dunia bahwa yang menentukan segala sesuatu itu adalah harta dan kekuasaan, diterangkan dalam firman Allah SWT:

وَكَانَ لَهُ ثَمَرٌ فَقَالَ لِصَاحِبِهِ وَهُوَ يُحَاوِرُهُ أَنَا أَكْثَرُ مِنْكَ مَالًا وَأَعَزُّ نَفَرًا (34)
Artinya:
Dan dia mempunyai kekayaan yang besar, maka ia berkata kepada kawannya (yang mukmin) ketika ia bercakap-cakap dengan dia: "Harta, lebih banyak daripada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat. (Q.S Al Kahfi: 34)
Dan firman Allah SWT:

وَقَالُوا نَحْنُ أَكْثَرُ أَمْوَالًا وَأَوْلَادًا وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَ (35)
Artinya:
Dan mereka berkata: "Kami lebih banyak mempunyai harta dan anak-anak (dari kamu) dan kami sekali-kali tidak akan diazab". (Q.S Saba' :35)


29 Telah hilang kekuasaanku daripadaku `.(QS. 69:29)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


30 (Allah berfirman):` Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya.(QS. 69:30)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 30 - 32
خُذُوهُ فَغُلُّوهُ (30) ثُمَّ الْجَحِيمَ صَلُّوهُ (31) ثُمَّ فِي سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُونَ ذِرَاعًا فَاسْلُكُوهُ (32)
Karena sikap orang-orang kafir yang demikian itu dan berdasarkan catatan amalnya, maka Allah SWT berkata kepada malaikat Zabaniyah, agar dilaksanakan hukuman kepada orang-orang kafir itu:
1. Agar memegang mereka dan membelenggu tangannya ke lehernya.
2. Dalam keadaan demikian, lemparkanlah mereka ke dalam neraka.
3. Dalam neraka itu belitkanlah ke badan mereka rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.
Dari ayat ini boleh jadi terpahami adanya kemungkinan orang-orang kafir itu akan lari, sehingga mereka harus dibelenggu, seakan-akan Allah memerlukan yang demikian agar mereka tidak melarikan diri. Maksudnya bukan demikian tetapi untuk menunjukkan bahwa pada waktu kiamat itu mereka dalam keadaan menderita, terhina dan tidak dapat melepaskan diri sedikitpun dari keadaan yang demikian, kemudian di dalam neraka penderitaannya ditambah lagi yaitu dengan membelenggu mereka. Hal ini memberi pengertian bahwa orang-orang kafir itu di dalam neraka nanti tidak mempunyai suatu carapun untuk mengurangi dan meringankan rasa azab yang pedih itu.


31 Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.(QS. 69:31)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


32 Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.(QS. 69:32)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


33 Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar.(QS. 69:33)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 33 - 34
إِنَّهُ كَانَ لَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ (33) وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ (34)
Ayat-ayat ini menerangkan beberapa sebab yang menyebabkan orang-orang kafir ditimpa azab yang sangat pedih itu, yaitu karena:
1. Mereka tidak beriman kepada Allah, Tuhan Yang Maha Agung. Mereka mempersekutukan Allah dengan makhluk-Nya, melakukan larangan-larangan Allah, enggan beribadat dan menyerahkan diri kepada-Nya.
2. Mereka tidak mendorong dirinya dan orang lain untuk memberi makan fakir miskin.
Dalam ayat ini, disebut keharusan memberi makan fakir miskin setelah seorang beriman kepada Allah SWT. Hal ini menunjukkan betapa tingginya nilai perbuatan memberi makan fakir miskin di sisi Allah, sehingga dalam firman Allah yang lain dinyatakan bahwa orang yang tidak memberi makan fakir miskin itu adalah orang yang mendustakan agama.
Allah SWT berfirman:

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ (1) فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ (2) وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ (3)
Artinya:
Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. (Q.S Al Ma'un: 1-3)
Atau dengan perkataan lain dapat dikatakan bahwa tanda seorang yang benar benar beriman kepada Allah, ialah ia senang berusaha membantu orang-orang fakir miskin, karena usaha itu merupakan perwujudan dari imannya.


34 Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin.(QS. 69:34)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


35 Maka tiada seorang temanpun baginya pada hari ini di sini.(QS. 69:35)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 35 - 36
فَلَيْسَ لَهُ الْيَوْمَ هَا هُنَا حَمِيمٌ (35) وَلَا طَعَامٌ إِلَّا مِنْ غِسْلِينٍ (36)
Dalam ayat-ayat ini diterangkan keadaan penghidupan orang musyrik di dalam neraka yang menyala-nyala, yaitu:
1. Mereka tidak mempunyai seorang teman atau seorang penolong pun. Sebagaimana diketahui bahwa manusia itu adalah makhluk sosial. Hidup manusia yang berbahagia adalah jika mereka dapat memenuhi kepentingan pribadinya dan kepentingan hidup dalam pergaulan bermasyarakat. Jika manusia di dunia dalam keadaan biasa merasa tersiksa hidup sendirian tentu di akhirat mereka lebih tersiksa lagi.
2. Makanan mereka adakah darah dan nanah suatu makanan yang tidak termakan oleh orang yang selama mereka hidup di dunia.


36 Dan tiada (pula) makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah.(QS. 69:36)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


37 Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa.(QS. 69:37)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 37
لَا يَأْكُلُهُ إِلَّا الْخَاطِئُونَ (37)
Pada ayat ini, dinyatakan bahwa makanan yang dimakan oleh orang-orang kafir yang terdiri dari darah dan nanah itu adalah makanan yang sangat jijik dan tiada termakan oleh siapa pun. Hal ini menunjukkan gambaran kehidupan neraka yang penuh kehinaan.


38 Maka Aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat.(QS. 69:38)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 38 - 40
فَلَا أُقْسِمُ بِمَا تُبْصِرُونَ (38) وَمَا لَا تُبْصِرُونَ (39) إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ (40)
Menurut Muqatil bahwa ayat-ayat ini diturunkan berhubungan dengan sikap pembesar-pembesar Quraisy ketika mendengar bacaan ayat-ayat Alquran, seperti perkataan Al Walid bin Mugirah "Sesungguhnya Muhammad seorang tukang sihir", perkataan Abu Jahal: "Muhammad seorang penyair", dan perkataan Uqbah: "Muhammad seorang tukang tenung" Maka turunlah ayat ini membantah perkataan-perkataan itu.
Allah SWT menegaskan kepada orang-orang musyrik Mekah dengan bersumpah dengan makhluk-Nya, baik yang dapat dilihat, diketahui dan dirasakan dengan pancaindera maupun makhluk-Nya yang tidak nampak, tidak diketahui dan dirasakan dengan pancaindera bahwa Alquran yang diturunkan kepada Muhammad itu benar-benar berasal dari-Nya, bukan perkataan Muhammad atau perkataan yang diada-adakan Muhammad kemudian dikatakan sebagai firman Allah.
Dari perkataan "bima tubsirun' (segala yang dapat kamu lihat) dipahami sebenarnya orang-orang musyrik Quraisy berdasarkan pengetahuan yang ada pada mereka seperti pengetahuan mereka tentang Muhammad, pengetahuan mereka tentang gaya bahasa, dan keindahan bahasa Arab yang terdapat dalam Alquran, dan isi Alquran itu sendiri, seharusnya dapat meyakinkan bahwa Alquran itu berasal dari Allah SWT, bukan buatan Muhammad. Dan dari petkataan "wama la tubsirun" (dan apa yang tidak kamu lihat) dipahami bahwa banyak hal-hal yang tidak diketahui oleh orang-orang musyrik Mekah, jika mereka mengetahui yang demikian itu tentu akan dapat menambah keyakinan dan kepercayaan mereka kepada Muhammad.


39 Dan dengan apa yang tidak kamu lihat.(QS. 69:39)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


40 Sesungguhnya Al quran itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia,(QS. 69:40)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [3]
Ayat 21 s/d 40 dari [52]

[Download AUDIO] Tanda-Tanda Bagi Yang Ber-AKAL...(Akal Mencari TUHAN), 3Mb...Sip, mantap!
[E-BOOK] Tanda-tanda Bagi yg Ber-Akal 1 Mb


'Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka'.''

 

Rasullullah berkata: "Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang membaca ini dan tidak memikir dan merenungkan kandungan artinya".

(Ali 'Imran: 190-191).





Yuk kita bangun generasi qur'ani...

Create by : Muhammad Ihsan

Silahkan kirim Kritik & Saran ke : [sibinmr@gmail.com] [sibin_mr@yahoo.com]

The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani

AYO..BACK TO MASJID | Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya | Berita Islam & Aliran Sesat - Nahimunkar.com | Detikislam.com | TV Islam | VOA ISLAM : Voice of Al Islam
Counter Powered by  RedCounter
free counters
Bloggerian Top Hits