Tafsir Surat : AL-MUJAADILAH

Get 100MB Free Web Hosting at Jabry.com

Dan apabila dibacakan Al quran, maka dengarkanlah baik-baik,

dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat ( Al A'raaf : 204 )

HOME|Radio-FajriFm|Pendidikan|Adab|Muallaf Center|QuranTerjemah|eBooks|Tafsir Al-Azhar|HadistWeb|Artikel|SMSQURAN
Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an        

    Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch
No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : AL-MUJAADILAH
Ayat [22]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:2/2
 
21 Allah telah menetapkan: `Aku dan rasul-Ku pasti menang`. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.(QS. 58:21)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mujaadilah 21
كَتَبَ اللَّهُ لَأَغْلِبَنَّ أَنَا وَرُسُلِي إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ (21)
Allah SWT mengingatkan manusia akan sunah-Nya yang berlaku di seluruh masa dan tempat bahwa di dalam Lohmahfuz telah ditetapkan; Dia dan Rasul-Nya pasti menang, mengalahkan setiap orang-orang yang ingkar kepada-Nya, seperti Dia telah mengahancurkan kaum Nuh, kaum Lut, kaum Saleh, kaum Firaun dan lain-lain dengan cara bermacam-macam. Kemenangan seperti itu akan diperoleh pula oleh Nabi Muhammad SAW. dan pengikut pengikutnya, dan juga oleh setiap orang yang benar-benar melaksanakan agama Islam dengan sebaik-baiknya. Ini adalah sunah Allah yang berlaku bagi hamba-Nya.
Muqatil berkata: "Tatkala Allah SWT menaklukkan Mekah, Taif, Khaibar dan negeri-negeri yang berada di sekitarnya, sebagian kaum muslimin berkata: Kita berharap agar Allah SWT menaklukkan Persia dan Romawi di bawah kekuasaan kita. Menjawablah Abdullah bin Ubay, pemimpin orang-orang munafik: Apakah kamu sekalian mengira bahwa Persia dan Romawi akan takluk, seperti negeri-negeri lain telah takluk? Demi Allah, jumlah mereka sangat banyak, kekuasaan dan kekuatan mereka besar sekali, mungkinkah hal itu terjadi? Maka turunlah ayat ke 21 ini.
Ayat ini sama maksudnya dengan firman Allah SWT:

ولقد سبقت كلمتنا لعبادنا المرسلين إنهم لهم المنصورون وإن جندنا لهم الغالبون
Artinya:
Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi Rasul, (yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan. Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang.
(Q.S. As Shaffat: 171-173)
Pada akhir ayat ini ditegaskan lagi bahwa Allah SWT mempunyai kekuasaan yang mutlak, kuasa menolong Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman, kuasa mengalahkan orang-orang kafir. Tidak seorang pun di langit maupun di bumi yang sanggup melawan kehendak-Nya itu. Dia sangat mudah melaksanakan kehendak-Nya. Dia berfirman:

إنما أمره إذا أراد شيئا أن يقول له كن فيكون
Artinya:
Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepada-Nya: "Jadilah!", maka jadilah ia.
(Q.S. Yasin: 82)


22 Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung.(QS. 58:22)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mujaadilah 22
لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُولَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ أُولَئِكَ حِزْبُ اللَّهِ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (22)
Ayat ini menerangkan bahwa sebenarnya orang munafik itu benar-benar kafir bahkan lebih berbahaya dari orang yang terang-terangan menyatakan kekafirannya, karena tidak mungkin terjadi pada diri seseorang ia berkasih sayang dengan musuh-musuh Islam atau orang yang berusaha menghancurkan Islam dan kaum muslimin.
Yang dimaksud orang-orang munafik dalam ayat ini ialah orang-orang yang selalu berusaha dan mengadakan tipu daya dalam mencapai tujuan mereka, yaitu menghancurkan agama Islam dan kaum muslimin. Orang-orang kafir yang tidak memusuhi kaum muslimin atau orang yang tidak berusaha menghancurkan agama Islam dan kaum muslimin tidak termasuk dalam ayat ini.
Terhadap orang-orang kafir yang menjadi musuh Islam itu kaum muslimin dilarang berteman dengan mereka, karena berteman dengan mereka berarti ikut berusaha menghancurkan Islam dan kaum muslimin. Sedangkan terhadap orang-orang kafir yang tidak memusuhi kaum muslimin dan tidak berusaha menghancurkan agama Islam, dibolehkan kaum muslimin berteman dan bergaul dengan mereka, seperti yang dilakukan oleh Rasulullah sendiri dan para sahabat. Sesuai dengan firman Allah SWT:

لا ينهاكم الله عن الذين لم يقاتلوكم في الدين ولم يخرجوكم من دياركم أن تبروهم وتقسطوا إليهم إن الله يحب المقسطين
Artinya:
Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.
(Q.S. Al-Mumtahanah: 8)
Kemudian ditegaskan, seandainya ada kaum muslimin yang berteman erat dengan orang kafir yang memusuhi Islam maka sikap itu adalah sikap yang tidak wajar, karena keadaan itu tidak mungkin ada orang-orang mukmin yang benar-benar beriman kepada Allah berteman dengan orang kafir yang ingin menghancurkan Islam.
Ayat ini ditegaskan maksudnya oleh hadis Qudsi, yang diriwayatkan oleh Thabrany, Hakim dan Turmizi, bersabda Rasulullah berfirman Allah Taala:

وعزتي لا ينال رحمتي من لم يوال أوليائي ويعاد أعدائي
Artinya:
\W15 Demi keperkasaan-Ku, tidak akan memperoleh rahmat Ku orang yang tidak menyetujui pengangkatan wali-Ku dan tidak memusuhi musuh-musuh-Ku. \W15 (lihat Tafsir Al Maragi, hal. 28, juz 28, jilid X)
Menurut riwayat Ibnul Munzir dari Ibnu Juraij, ia berkata,
"Dikabarkan kepadaku bahwa Abu Quhafah memaki Nabi Muhammad SAW., karena itu Abu Bakar marah dan menempelengnya dengan keras sampai jatuh tersungkur. Maka disampaikanlah kepada Nabi SAW. hal itu, maka beliau bertanya kepada Abu Bakar: "Apakah benar engkau telah melakukannya?" Abu Bakar menjawab: "Benar". Sabda Nabi SAW., "Jangan diulangi perbuatan itu lagi". Abu Bakar menjawab, "Demi Allah, seandainya ada pedang di dekatku waktu itu, tentu aku telah membunuhnya".
Dari sebab turunnya ayat ini dan sikap Abu Bakar sebagai sahabat yang paling dekat dengan Rasulullah dan terkenal pula keimanan dan kebenarannya, dapat diambil kesimpulan bahwa sikap Abu Bakar itu adalah sikap yang ditimbulkan iman yang kuat di dalam dadanya. Tentu setiap kaum muslimin akan bersikap demikian terhadap setiap orang yang memusuhi dan ingin menghancurkan Islam dan kaum muslimin.
Diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Hatim, At Tabarani, Abu Nu'aim dan Baihaqy dari Ibnu `Abbas, ia berkata:
"Ayat ini diturunkan berhubungan dengan Abu Ubaidah bin Abdillah Al Jarrah. Bahwa dalam pertempuran perang Badar Abu Ubaidah selalu ditantang berperang tanding oleh ayahnya, Abdillah Al Jarrah, tetapi ia selalu berusaha menghindarkan diri dari perang tanding itu. Karena terus menerus dicari dan diburu oleh ayahnya itu, terpaksa ia melayaninya, sehingga Abu Ubaidah membunuh ayahnya. Berhubung dengan peristiwa itu turunlah ayat ini.
Dari riwayat ini dapat dipahami agar kaum muslimin selalu waspada di dalam setiap terjadi permusuhan dan pertempuran dengan orang-orang kafir, jangan sekali-kali berteman erat dengan mereka, karena itu akan membahayakan kaum muslimin. Hal ini telah diberi contoh oleh Abu Ubaidah yang tidak mau melakukannya, walaupun dengan ayahnya sendiri.
Allah SWT menerangkan bahwa orang-orang yang telah diterangkan sifat-sifatnya itu, yaitu kekuatan iman dan keikhlasan hati, seperti Abu Bakar, Abu Ubaidah dan lain-lain adalah orang-orang yang telah tertanam keimanan dalam hati mereka, sehingga mereka tidak tahan mendengar Allah dan Rasul-Nya dicaci maki orang atau agama Islam direndahkan.
Sebab yang lain ialah di samping iman yang kuat, Allah telah menguatkan hati dan jiwa mereka yang menimbulkan ketenangan jiwa dan ketetapan hati dalam menegakkan agama Allah. Karena itu mereka tidak dapat melakukan kerja sama dengan orang-orang yang memusuhi Islam dan kaum muslimin.
Pada akhir ayat ini diterangkan balasan yang akan mereka peroleh dari Allah SWT, yaitu:
1. Di akhirat mereka akan ditempatkan di dalam surga yang penuh kenikmatan, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya.
2. Allah rida dan menyukai perbuatan-perbuatan yang telah mereka lakukan selama hidup di dunia dan keadaan mereka di akhirat. Dan mereka pun rida dan senang terhadap balasan yang dianugerahkan Allah kepada mereka cepat atau lambat.
3. Mereka termasuk orang-orang yang dimuliakan Allah karena mereka telah bersedia mengorbankan segala yang ada pada mereka untuk meninggikan kalimat Allah dan merekalah tentara Allah.
4. Mereka termasuk orang yang "muflih", yaitu orang yang merasa dirinya telah berhasil melaksanakan tugas hidupnya sebagai hamba Allah di dunia dan di akhirat.


Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [2]
Ayat 21 s/d 22 dari [22]

[Download AUDIO] Tanda-Tanda Bagi Yang Ber-AKAL...(Akal Mencari TUHAN), 3Mb...Sip, mantap!
[E-BOOK] Tanda-tanda Bagi yg Ber-Akal 1 Mb


'Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka'.''

 

Rasullullah berkata: "Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang membaca ini dan tidak memikir dan merenungkan kandungan artinya".

(Ali 'Imran: 190-191).

Yuk kita bangun generasi qur'ani...

Create by : Muhammad Ihsan

Silahkan kirim Kritik & Saran ke : [sibinmr@gmail.com] [sibin_mr@yahoo.com]

The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani

AYO..BACK TO MASJID | Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya | Berita Islam & Aliran Sesat - Nahimunkar.com | Detikislam.com | TV Islam | VOA ISLAM : Voice of Al Islam
free counters