Tafsir Surat : ATH-THUUR

Get 100MB Free Web Hosting at Jabry.com

type=text/javascript> vBulletin_init();

Dan apabila dibacakan Al quran, maka dengarkanlah baik-baik,

dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat ( Al A'raaf : 204 )

HOME|Radio-FajriFm|Pendidikan|Adab|Muallaf Center|QuranTerjemah|eBooks|Tafsir Al-Azhar|HadistWeb|Artikel|SMSQURAN
Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an        

    Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch
No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : ATH-THUUR
Ayat [49]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:2/3
 
21 Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.(QS. 52:21)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thuur 21
وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ (21)
Dalam ayat ini, Allah SWT menerangkan bahwa orang-orang yang beriman yang diikuti oleh anak cucu mereka dalam keimanan, akan dipertemukan Allah SWT dalam satu tingkatan dan kedudukan yang sama sebagai karunia Tuhan kepada mereka meskipun para keturunan ternyata belum mencapai-derajat tersebut dalam amal mereka. Dengan demikian, orang tua mereka menjadi senang, maka sempurnalah kegembiraan mereka karena dapat berkumpul semua bersama-sama.
Diriwayatkan bahwasanya Rasulullah bersabda:

إذا دخل الرجل الجنة سأل عن أبويه وزوجته وولده, فيقال له: إنهم لم يبلغوا درجتك وعملك فيقول: رب قد عملت لي ولهم فيؤمر بإلحاقهم به
Artinya:
Apabila seseorang memasuki surga, ada orang yang menanyakan kedua orang tuanya, istrinya, dan anaknya, maka dikatakan kepadanya: "Mereka belum sampai pada derajatmu dan amalanmu" Maka ia berkata: "Ya Tuhanku, aku telah beramal untukku dan untuk mereka". Maka (permohonannya dikabulkan Tuhan) disuruhlah mereka (orang tua, istri, anak) untuk bergabung dengan dia."
(H.R. Ibnu Mardawaih dan At Tabrany)
Ini merupakan karunia Allah SWT terhadap anak cucu yang beriman dengan berkat amal bapak-bapak mereka sebab bapakpun memperoleh karunia Allah SWT dengan berkat anak cucu mereka sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw:

إن الله ليرفع الدرجة للعبد الصالح في الجنة فيقول: يارب أنى لي هذه فيقول: باستغفار ولدك لك
Artinya:
Sesungguhnya Allah SWT mengangkat derajat seorang hamba yang saleh di surga, maka ia berkata, Tuhanku. Dari mana aku memperoleh derajat ini! Allah SWT menjawab: "Ini adalah permohonan ampun anakmu untukmu".
(H.R. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini sejalan dengan hadis Nabi sebagai berikut:

عن أبي هريرة عن رسول الله صلى الله عليه وسلم: إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث: صدقة جارية أو علم ينتفع به أو ولد صالح يدعو له
Artinya:
Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah saw bersabda: "Apabila mati seorang anak Adam, maka terputuslah amalnya kecuali tiga: amal jariah, atau ilmu yang bermanfaat atau anak yang saleh yang mendoakannya".
(H.R. Ahmad dari Abu Hurairah)
Kemudian dalam ayat ini, Allah SWT menjelaskan lagi bahwa Dia tidak mengurangi pahala amal bapak-bapak bahkan Allah SWT mengangkat kedudukan anak cucu mereka sebagai suatu karunia dari Allah SWT, meskipun amal anak cucu mereka belum sederajat dengan amal mereka. Selanjutnya Allah menerangkan keadilan Nya yaitu bahwa seseorang itu terikat pada amalnya sendiri ia tidak menanggung dosa orang lain, baik orang lain itu bapaknya atau anaknya atau siapa saja. Allah SWT menjadikan setiap amal seseorang itu sebagai pembayar utang dan orangnya sebagai barang yang terganti sedangkan barang gadaian itu belum terlepas tanggung jawab, maka sekaligus ia telah membayar hutangnya karena amal baik itu diterima oleh Allah SWT dan diangkat ke sisi Nya. Dan apabila amalnya buruk, maka ia belum membayar utangnya. Dan orang yang seperti ini adalah orang yang masih tetap tergadai dirinya, sedangkan amalnya yang buruk memberatkan dirinya pula. Dalam ayat yang sama artinya Allah SWT berfirman:

كل نفس بما كسبت رهينة إلا أصحاب اليمين
Artinya:
"Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya kecuali golongan kanan".
(Q.S. Al-muddassir: 38, 39)
Maksudnya setiap orang diminta pertanggungjawaban atas perbuatannya di hadapan Allah SWT. Tanggung jawab itu tidak akan terlepas dari mereka kecuali golongan kanan yaitu orang-orang yang berbuat baik. Mereka inilah yang akan terlepas dari tanggung jawab disebabkan oleh ketaatan mereka dalam perbuatan mereka berbakti kepada Allah SWT.


22 Dan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini.(QS. 52:22)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thuur 22
وَأَمْدَدْنَاهُمْ بِفَاكِهَةٍ وَلَحْمٍ مِمَّا يَشْتَهُونَ (22)
Selanjutnya Allah SWT menyebutkan bahwa dia menambahkan kesenangan mereka tersebut dari waktu ke waktu dengan apa yang mereka ingini, segala macam kesenangan dengan berbagai macam buah-buahan, dan berbagai macam daging yang sangat baik dan sedap, sekalipun mereka tidak memintanya.
Allah SWT menyebutkan buah-buahan dan daging dan tidak menyebutkan macam-macam makanan yang lain karena yang dua macam itu merupakan makanan yang mewah di dunia.


23 Di dalam syurga mereka saling memperebutkan piala (gelas) yang isinya tidak (menimbulkan) kata-kata yang tidak berfaedah dan tiada pula perbuatan dosa.(QS. 52:23)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thuur 23
يَتَنَازَعُونَ فِيهَا كَأْسًا لَا لَغْوٌ فِيهَا وَلَا تَأْثِيمٌ (23)
Dalam ayat ini, Allah SWT menggambarkan tentang kegembiraan mereka di surga yaitu mereka masing-masing mengambil gelas-gelas mereka. Mereka duduk sambil menarik dengan teman-teman mereka, bersenda gurau seperti terjadi dalam suatu kelompok sahabat, sebagai gambaran betapa gembiranya mereka.
Minuman-minuman di akhirat itu tidak memabukkan seperti halnya dengan minuman-minuman di dunia. Dan tidak pula menyebabkan orang berbicara melantur tak tentu arah seperti peminum-peminum di dunia. Allah SWT telah menjelaskan dalam ayat lain, yakni tentang indah rupa pemandangannya dan sedap rasa makanannya yaitu ayat yang berbunyi dalam firman-Nya:

بيضاء لذة للشاربين لا فيها غول ولا هم عنها ينزفون
Artinya:
(Warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum. Tidak ada dalam khamar itu alkohol dan mereka tiada mabuk karenanya.
(Q.S. As Shaffat: 46, 47)
Dan firman Nya:

لا يصدعون عنها ولا ينزفون
Artinya:
"Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk".
(Q.S. Al-Waqi'ah: 19)


24 Dan berkeliling di sekitar mereka anak-anak muda untuk (melayani) mereka, seakan-akan mereka itu mutiara yang tersimpan.(QS. 52:24)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thuur 24
وَيَطُوفُ عَلَيْهِمْ غِلْمَانٌ لَهُمْ كَأَنَّهُمْ لُؤْلُؤٌ مَكْنُونٌ (24)
Mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan yang muda belia sambil membawa minuman. Pelayan-pelayan itu siap senantiasa diperintah. Mereka itu seperti mutiara yang berkilauan indah dan tersimpan dalam tempat yang tersembunyi. Dalam ayat yang sama artinya Allah SWT menjelaskan:

يطوف عليهم ولدان مخلدون بأكواب وأباريق وكأس من معين
Artinya:
Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir. (Q.S. Al-Waqi'ah: 17, 18)
Dari ayat ini Qatadah barkata: "Saya mendengar khabar Rasulullah ditanya tentang pelayan surga yang seperti mutiara, maka bagaimana dengan yang dilayani?.
Rasulullah bersabda:

والذي نفسي بيده إن فضل ما بينهم كفضل القمر ليلة البدر على سائر الكواكب
Artinya:
"Demi Allah bahwa kelebihan mereka dari pelayan-pelayan itu, seperti kelebihan malam bulan purnama atas semua bintang".
(H.R. Ibnu Jasir dan Ibnu Munzir)
Dan diriwayatkan bahwa derajat yang paling rendah di surga ialah orang yang bilamana ia memanggil pelayannya, maka datanglah seribu pelayan berdiri di pintunya, dengan menjawab, Labbaik, labbaik (ya ....... ya .......)".


25 Dan sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain saling tanya-menanya.(QS. 52:25)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thuur 25
وَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ يَتَسَاءَلُونَ (25)
Kemudian Allah SWT menerangkan bahwa setiap penghuni surga itu sering datang kepada penghuni yang lain bertanya tentang keadaan baribadah di dunia dahulu yaitu meliputi hal lelah dan takutnya mereka akan azab Allah SWT tatkala mereka beribadat. Kemudian mereka memuji Allah SWT yang telah menghilangkan sedih, pilu, duka dan kegelisahan mereka. Mereka di surga tidak merasakan kesusahan dan kesukaran mencari nafkah hidup atau mencari rezeki dan segala hal yang berkenaan dengan yang semacam itu. Mereka hanya tinggal menikmati kelezatan saja.
Diriwayatkan bahwa Anas berkata sebagai berikut:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إذا دخل أهل الجنة الجنة اشتاقوا إلى الإخوان فيجيء سرير هذا حتى يحاذي سرير هذا, فيتحدثان فيتكئ ذا ويتكئ ذا فيتحدثان بما كانوا في الدنيا فيقول أحدهما لصاحبه يا فلان أتدري أي يوم غفر الله لنا, اليوم الذي كنا في موضع كذا وكذا فدعونا الله فغفر لنا
Artinya:
Bersabda Rasulullah saw: "Apabila penghuni surga memusuki surga dan mereka rindu kepada kawan-kawan mereka, maka datanglah dipan seseorang berhadapanlah dengan dipan yang lainnya keduanya duduk santai sambil bercakap-cakap dan membicarakan amal mereka di dunia dahulu. Maka berkatalah seseorang dari mereka, "Hai Anu Tahukan engkau hari apa Tuhan mengampuni kita? Pada hari itu di tempat anu, di mana kita berdoa kepada Allah SWT kemudian kita diampuni Nya".
(H.R. Al-Bazzar)


26 Mereka berkata:` Sesungguhnya kami dahulu sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab) `.(QS. 52:26)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thuur 26 - 27
قَالُوا إِنَّا كُنَّا قَبْلُ فِي أَهْلِنَا مُشْفِقِينَ (26) فَمَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا وَوَقَانَا عَذَابَ السَّمُومِ (27)
Kemudian dalam ayat ini, Allah SWT memperinci jawaban mereka. Mereka berkata bahwa sesungguhnya mereka sewaktu di dunia, pada waktu mereka di tengah-tengah keluarga mereka timbul rasa takut akan azab Allah SWT dan siksanya. Kemudian Allah SWT menghilangkan rasa takut itu dengan mengaruniakan nikmat Nya kepada mereka yaitu bahwa mereka terpelihara dari api neraka.
Perasaan takut mereka di dunia akan azab Allah SWT mendorong mereka mengerjakan segala perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangannya meskipun ketika itu mereka berada di tengah-tengah keluarga, nampaknya mereka itu tenang. Apabila mereka takut akan Allah SWT pada waktu itu, tentunya lebih-lebih lagi takutnya mereka dalam keadaan lain. Diriwayatkan bahwasanya Aisyah berkata yang artinya:
"Andaikata Allah membukakan neraka di bumi ini seujung jari saja, maka akan terbakarlah bumi dan seluruh isinya".


27 Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka.(QS. 52:27)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


28 Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Sesungguhnya Dia-lah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang.(QS. 52:28)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thuur 28
إِنَّا كُنَّا مِنْ قَبْلُ نَدْعُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْبَرُّ الرَّحِيمُ (28)
Dalam ayat ini, Allah SWT menerangkan bahwa penghuni-penghuni surga itu telah memenuhi persyaratan mereka sehingga mereka mendapat kemuliaan itu. Mereka berkata bahwa mereka dahulu menyembah Allah SWT dan memohon kepada Nya. Maka Allah SWT memperkenankan dan mengabulkan permintaan mereka dan menerima ibadat mereka, karena Allah yang melimpahkan kebaikan, pemberi karunia, lagi Maha Penyayang.
Setiap orang yang beriman dan setiap orang kafir tidak akan lupa, akan apa yang telah mereka perbuat di dunia, maka akan bertambah kenikmatan orang-orang yang beriman bila mereka melihat bahwa mereka telah berpindah dari penjara dunia kealam kesenangan akhirat, dan dari kesempitan kepada kelapangan. Sebaliknya bertambahlah siksa sang kafir bilamana ia melihat bahwa dirinya telah berpindah dari kemewahan dunia ke alam kehancuran di akhirat, dan kesengsaraan neraka Jahanam.


29 Maka tetaplah memberi peringatan, dan kamu disebabkan nikmat Tuhanmu bukanlah seorang tukang tenung dan bukan pula seorang gila.(QS. 52:29)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thuur 29
فَذَكِّرْ فَمَا أَنْتَ بِنِعْمَةِ رَبِّكَ بِكَاهِنٍ وَلَا مَجْنُونٍ (29)
Dalam ayat ini, Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw untuk memberikan peringatan kepada kaumnya yang lain, dengan mengajarkan kepada mereka ayat-ayat Allah SWT tanpa menghiraukan perkataan-perkataan mereka yang tidak mengandung kebenaran. Allah menegaskan bahwa hambanya Muhammad saw bukanlah tukang tenung atau orang gila. Dengan penegasan Allah ini, terlepaslah Muhammad dari tuduhan sebagai tukang tenung dan sebagai orang gila yang mereka tuduhkan kepadanya berkat nikmat Allah kepadanya. Ayat ini adalah sanggahan terhadap tuduhan mereka itu sebab yang dikaruniakan kepada Muhammad saw adalah akal yang sehat, cita-cita yang tinggi, perbuatan yang mulia dan kebenaran kerasulannya. Hal itu sudah cukup sekali untuk menyucikan nama baik Muhammad saw dari semua tuduhan mereka.
Di antara yang menuduh Muhammad saw sebagai tukang sihir dan tenung ialah Syaibah bin Rabiah. Di antara yang menuduhnya gila ialah Uqbah bin Abu Muit.


30 Bahkan mereka mengatakan:` Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya `.(QS. 52:30)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thuur 30
أَمْ يَقُولُونَ شَاعِرٌ نَتَرَبَّصُ بِهِ رَيْبَ الْمَنُونِ (30)
Kemudian dalam ayat ini, Allah SWT menerangkan bahwa keadaan mereka semakin ingkar kepada Muhammad saw bahkan mereka mengatakan bahwa ia seorang penyair. Dan mereka akan menunggu saja saatnya ia binasa atau datangnya suatu kejadian yang membinasakannya.
Diriwayatkan bahwa suatu hari orang-orang Quraisy berkumpul di suatu tempat pertemuan yang terkenal dengan nama Darun Nadwah. Di sana terjadi tukar menukar pendapat dalam usaha mencegah dan menghalangi dakwah Muhammad saw dan dalam menghadapi bahaya yang mengancam mereka. Apakah yang akan mereka lakukan dalam menghadapi Muhammad? Berkatalah seorang dari Bani Abdud Dar, "Tunggulah kecelakaan yang akan menimpanya. Sesungguhnya dia itu seorang penyair dan akan binasa sebagaimana binasanya penyair-penyair sebelumnya yaitu Zuhair, Nabigah dan Al`Asya. Kemudian mereka bubar. Maka turunlah ayat 30 ini.


31 Katakanlah:` Tunggulah, maka sesungguhnya akupun termasuk orang yang menunggu (pula) bersama kamu `.(QS. 52:31)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thuur 31
قُلْ تَرَبَّصُوا فَإِنِّي مَعَكُمْ مِنَ الْمُتَرَبِّصِينَ (31)
Dalam ayat ini, Allah SWT menegaskan kepada Muhammad saw supaya ia mengancam mereka dengan mengajak mereka menunggu hari kehancuran mereka. Dan Muhammad saw juga menyatakan bahwa ia ikut juga menunggu seperti mereka akan datangnya ketentuan dari Tuhan supaya mereka mengetahui siapa yang berakhir dengan kebaikan dan siapa pula yang mendapat kemenangan di dunia dan di akhirat.


32 Apakah mereka diperintah oleh fikiran-fikiran mereka untuk mengucapkan tuduhan-tuduhan itu ataukah mereka kaum yang melampaui batas?(QS. 52:32)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thuur 32
أَمْ تَأْمُرُهُمْ أَحْلَامُهُمْ بِهَذَا أَمْ هُمْ قَوْمٌ طَاغُونَ (32)
Kemudian Allah SWT menerangkan dalam ayat ini apakan mereka itu diperintah oleh akal pikiran mereka untuk mengatakan perkataan-perkataan yang saling bertentangan (kontradiksi) itu? Yang jelas bahwa penyair bukan seorang tukang tenung dan bukan pula orang gila. Sebenarnya terdapat perbedaan antara orang yang hilang akalnya dengan seorang penyair yang bijaksana sebagaimana perbedaan antara orang yang mengaku-aku pembawa berita gaib dengan alasan wahyu dengan seseorang yang benar-benar membawakan wahyu Allah SWT seperti Nabi Muhammad saw.
Tegasnya mereka itu tidak berpikir dan tidak mempergunakan akal yang sehat.


33 Ataukah mereka mengatakan:` Dia (Muhammad) membuat-buatnya `. Sebenarnya mereka tidak beriman.(QS. 52:33)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thuur 33
أَمْ يَقُولُونَ تَقَوَّلَهُ بَلْ لَا يُؤْمِنُونَ (33)
Dalam ayat ini, Allah SWT menerangkan lagi bahwa mereka juga mengatakan bahwa Nabi Muhammad saw itu seorang penyair atau pengarang Alquran yang dibuat-buatnya sendiri. Karena yang mendorong mereka berkata demikian itu, adalah kekafiran mereka.


34 Maka hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal Al quran itu jika mereka orang-orang yang benar.(QS. 52:34)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thuur 34
فَلْيَأْتُوا بِحَدِيثٍ مِثْلِهِ إِنْ كَانُوا صَادِقِينَ (34)
Kemudian dalam ayat ini, Allah SWT menjawab semua yang dituduhkan oleh mereka itu dan membiarkan mereka untuk berbicara sesama mereka karena kalau Muhammad saw itu dituduh penyair, maka di tengah-tengah mereka itu banyak penyair yang fasih.
Atau kalau dia dituduh tukang tenung, bukankah di tengah-tengah mereka juga banyak tukang-tukang tenung yang ahli? Atau kalau ia dituduh mengada-adakan, bukankah di tengah-tengah mereka itu juga banyak ahli pidato, lancar berbicara dengan keindahan tutur katanya, dan sebagainya? Maka mengapakah mereka tidak sanggup membuat suatu karangan mengenai Alquran bila mereka memang orang-orang yang benar dalam tuduhan mereka? Bahkan mereka mempunyai tokoh-tokoh ahli yang punya kemampuan besar dalam berpidato, bersyair, dan telah banyak pengalaman bekerja dengan menggunakan gaya bahasa puitis atau prosa. Dan mereka mengetahui benar sejarah bangsa Arab lebih dari pengetahuan Muhammad saw? Walaupun demikian, nyatanya mereka masih tidak mampu membuat suatu surah pun seperti Alquran meskipun mereka semua bersatu bergotong royong.


35 Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?(QS. 52:35)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thuur 35
أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَ (35)
Dalam ayat ini, Allah mengejek dengan menyatakan apakah orang-orang kafir itu mengingkari Allah Pencipta yang menjadikan semesta alam ini. Atau kemungkinan mereka menganggap bahwa mereka itu diciptakan sebagus itu tanpa adanya pencipta? Namun, akal menetapkan bahwa setiap yang ada berasal dari tiada. Ini menunjukkan suatu akibat bahwa ada yang mengadakannya.
Ataukah mereka menganggap bahwa diri mereka sendiri yang menciptakan mereka? Anggaplah mereka seperti ini tentulah bertentangan dengan akal yang sehat, sebab setiap sesuatu itu harus ada yang menyebabkan adanya dan yang mengadakannya.


36 Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu?; Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan).(QS. 52:36)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thuur 36
أَمْ خَلَقُوا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بَلْ لَا يُوقِنُونَ (36)
Kemudian dalam ayat ini Allah SWT mengejek dengan menyatakan kalau mereka itu menciptakan diri mereka sendiri, apakan juga mereka berani berkata bahwa mereka menciptakan alam semesta ini (langit dan bumi), sedangkan pada keduanya terdapat segala penyebab kehidupan mereka? Aneh sekali kalau mereka beranggapan demikian.
Namun, pastilah mereka itu tidak dapat meyakinkan diri mereka sendiri dan mereka tidak konsekwen terhadap apa yang mereka katakan, karena bila mereka ditanyai siapa yang menjadikan mereka dan siapa yang menjadikan langit dan bumi, pasti mereka akan berkata, "Allahlah yang menjadikan itu". Tetapi sesungguhnya bila mereka meyakininya, tidaklah mereka itu akan mengingkari ke-Esa-an Allah SWT.


37 Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Tuhanmu atau merekakah yang berkuasa?(QS. 52:37)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thuur 37
أَمْ عِنْدَهُمْ خَزَائِنُ رَبِّكَ أَمْ هُمُ الْمُسَيْطِرُونَ (37)
Selanjutnya dinyatakan dalam ayat ini dalam bentuk mengejek, apakah mereka bertindak selaku penguasa dan di tangan mereka perbendaharaan Tuhan? Kemudian mereka menganugerahkan jabatan kenabian kepada siapa yang mereka kehendaki dan memilih orang-orang yang mereka senangi? Ataukah mereka itu orang-orang yang berkuasa sehingga mereka mengatur urusan alam semesta, kemudian mereka menjadikan sesuatu atas kehendak dan kemauan mereka? Kenyataannya bahwa mereka bukanlah seperti itu. Akan tetapi Allah-lah Yang Maha Kuasa, yang mengatur menjadikan semuanya yang dikehendaki-Nya.
Diriwayatkan oleh Imam Bukahri dari Az Zuhry, dari Muhammad bin Jubair bin Mut'im bapaknya berkata:
"Saya mendengar Nabi Muhammad saw membaca surah At Tur ketika salat Magrib. Ketika telah sampai pada ayat 35-37 ini, jantungku hampir terasa melayang. Dan Jubair bin Mut'im telah datang kepada Nabi Muhammad saw seusai perang Badar dalam Kemp. tahanan. Saat itu dia masih seorang musyrik. Kemudian dia mendengarkan ayat ini yang akhirnya oleh sebab ayat ini ia masuk Islam".


38 Ataukah mereka mempunyai tangga (ke langit) untuk mendengarkan pada tangga itu (hal-hal yang ghaib)? Maka hendaklah orang yang mendengarkan di antara mereka mendatangkan suatu keterangan yang nyata.(QS. 52:38)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thuur 38
أَمْ لَهُمْ سُلَّمٌ يَسْتَمِعُونَ فِيهِ فَلْيَأْتِ مُسْتَمِعُهُمْ بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ (38)
Dalam ayat ini, Allah SWT menyatakan dalam bentuk mengejek, apakah mereka mempunyai tangga untuk naik ke langit, kemudian mereka dapat mendengarkan perkataan malaikat tentang masalah-masalah gaib yang diwahyukan?
Sebenarnya mereka hanya berpegang kepada hawa nafsu mereka saja. Juga mereka mengakui hal itu, maka cobalah mereka mengemukakan suatu pembuktian yang nyata, yang menerangkan kebenaran suatu pembukuan yang nyata, yang menerangkan kebenaran pengakuan mereka itu seperti pembuktian yang dibawa oleh Muhammad saw dari Tuhannya.


39 Ataukah untuk Allah anak-anak perempuan dan untuk kamu anak-anak laki-laki?(QS. 52:39)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thuur 39
أَمْ لَهُ الْبَنَاتُ وَلَكُمُ الْبَنُونَ (39)
Dalam ayat ini, Allah SWT mengejek mereka apakah menurut mereka Tuhan mempunyai anak-anak perempuan yaitu yang dinamakan malaikat, sedangkan mereka mempunyai anak-anak laki-laki? Dalam ayat ini Allah berfirman:

تلك إذا قسمة ضيزى
Artinya:
"Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil".
(Q.S. An Najm: 22)
Ini merupakan kelengkapan penjelasan bahwa barang siapa yang berpendapat seperti itu, jelaslah bahwa dia tidak termasuk orang-orang yang mempunyai pikiran yang sehat.


40 Ataukah kamu meminta upah kepada mereka sehingga mereka dibebani dengan hutang?(QS. 52:40)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thuur 40
أَمْ تَسْأَلُهُمْ أَجْرًا فَهُمْ مِنْ مَغْرَمٍ مُثْقَلُونَ (40)
Dalam ayat ini, Allah SWT mengejek mereka perlukah Muhammad saw meminta upah kepada orang-orang musyrik, sedangkan dia diutus Allah SWT kepada mereka untuk mengesakan Tuhan dan taat kepada Nya? Andaikata demikian, tidaklah upah yang diminta Muhammad saw itu memberatkan beban mereka sehingga mereka tidak dapat memenuhi seruan Muhammad?


Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [3]
Ayat 21 s/d 40 dari [49]

[Download AUDIO] Tanda-Tanda Bagi Yang Ber-AKAL...(Akal Mencari TUHAN), 3Mb...Sip, mantap!
[E-BOOK] Tanda-tanda Bagi yg Ber-Akal 1 Mb


'Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka'.''

 

Rasullullah berkata: "Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang membaca ini dan tidak memikir dan merenungkan kandungan artinya".

(Ali 'Imran: 190-191).

Yuk kita bangun generasi qur'ani...

Create by : Muhammad Ihsan

Silahkan kirim Kritik & Saran ke : [sibinmr@gmail.com] [sibin_mr@yahoo.com]

The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani

AYO..BACK TO MASJID | Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya | Berita Islam & Aliran Sesat - Nahimunkar.com | Detikislam.com | TV Islam | VOA ISLAM : Voice of Al Islam
free counters