Tafsir Surat : MUHAMMAD

Dan apabila dibacakan Al quran, maka dengarkanlah baik-baik,

dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat ( Al A'raaf : 204 )

::Home:: | Indonesia | English | Dutch | Sejarah | Hadist | Al Qur'an? | Adab | Al-Ma'tsurat | TAJWID | Artikel | Free Mobile Aplications | Sms Quran & Hadist
Pendidikan | Menyimak & Mengkaji | Membumikan Quran | Wawasan Quran | Memahami Quran | eBooks | Kisah Muallaf | *HadistWeb* | Tanda2 Bagi yg Ber-Akal
Tafsir Al-Azhar | Ponsel Quran | Belajar Baca | Qr.Recitation | Qr.Explorer | QuranTools | Qur’an Flash | Qurany.net | {Radio Dakwah/TV} | QuranTV-Mp3

Gunakan browser internet explorer untuk dapat mendengarkan Murotal (Audio)

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an        

    Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch
No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : MUHAMMAD
Ayat [38]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:2/2
 
21 taat dan mengucapkan perkataan yang baik (adalah lebih baik bagi mereka). Apabila telah tetap perintah perang (mereka tidak menyukainya). Tetapi jikalau mereka benar (imannya) tehadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.(QS. 47:21)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Muhammad 21
طَاعَةٌ وَقَوْلٌ مَعْرُوفٌ فَإِذَا عَزَمَ الْأَمْرُ فَلَوْ صَدَقُوا اللَّهَ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ (21)
Pada ayat ini Allah SWT. menerangkan bahwa yang lebih utama bagi mereka orang munafik adalah taat kepada Allah, mengucapkan perkataan yang makruf, daripada takut, gentar menghadapi musuh. Akan tetapi mereka tidak demikian. Hal itu adalah karena kesenangan hidup di dunia telah mempesona mereka. Mereka itu takut akan kehilangan kesenangan itu. Padahal jika mereka mengetahui, kesenangan hidup di dunia itu adalah kesenangan yang sementara dan kesenangan hidup di akhirat adalah kesenangan yang sebenarnya.
Selanjutnya diterangkan bahwa orang-orang munafik itu apabila datang perintah berperang, timbullah kebencian dalam hati mereka sehingga mereka enggan ikut berperang. Seandainya mereka mempunyai iman yang kuat di dalam dada mereka, benar-benar taat kepada Allah dan mengikuti Rasul, maka hal itu lebih baik bagi mereka, karena dengan demikian mereka dekat kepada Allah.


22 Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan dimuka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan(QS. 47:22)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Muhammad 22
فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ (22)
Dalam ayat ini Allah SWT. mencela sikap orang-orang munafik yang selalu mengejar kesenangan hidup di dunia, dengan mengatakan, "Hai orang munafik, karena kamu selalu mengejar kesenangan hidup di dunia dan kemewahannya, maka seandainya kamu berkuasa, pastilah kamu mempunyai sifat-sifat ingin mementingkan diri sendiri dengan memperlihatkan kekuasaan kepada rakyat jelata, suka mengambil dan memperkosa hak orang lain dan memutuskan hubungan silaturahmi.


23 Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka.(QS. 47:23)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Muhammad 23
أُولَئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَى أَبْصَارَهُمْ (23)
Orang-orang yang disebutkan di atas adalah orang-orang yang telah dijauhkan Allah SWT. dari rahmat-Nya karena itu Allah menghilangkan pendengaran mereka sehingga tidak dapat mengambil pelajaran dari apa yang dapat mereka dengar dan Allah membutakan mereka sehingga mereka tidak dapat mengambil manfaat dari apa yang mereka lihat.


24 Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Quran ataukah hati mereka terkunci(QS. 47:24)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Muhammad 24
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا (24)
Apakah orang-orang munafik itu tidak memperhatikan dan memahami ajaran ajaran Allah dalam Alquran, tidak merenungkan dan memikirkannya, sehingga mereka mengetahui kesalahan sikap dan tindakan mereka selama ini? Atau telah terkunci mati hati, penglihatan mereka sehingga mereka tidak dapat lagi memahami isinya?
Sikap dan tindakan yang dilakukan oleh orang-orang munafik itu tidak saja dilakukan terhadap orang-orang yang beriman, tetapi juga dilakukan terhadap orang-orang Yahudi. Mereka menyatakan kesediaan bekerja sama dengan orang Yahudi Bani Nadir dan Bani Quraizah, bahkan mereka bersedia mengikuti sebahagian keinginan orang-orang Yahudi untuk menarik hati mereka tetapi semua janji dan kesediaan mereka itu tidak mereka tepati. Mereka terkadang tidak segan-segan mencelakakan teman yang mereka ajak bersekongkol itu dengan menggunting dalam lipatan, menohok kawan seiring. Allah SWT. berfirman:

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ نَافَقُوا يَقُولُونَ لِإِخْوَانِهِمُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَئِنْ أُخْرِجْتُمْ لَنَخْرُجَنَّ مَعَكُمْ وَلَا نُطِيعُ فِيكُمْ أَحَدًا أَبَدًا وَإِنْ قُوتِلْتُمْ لَنَنْصُرَنَّكُمْ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ (11)
Artinya:
Apakah kamu tiada memperhatikan orang-orang yang munafik yang berkata kepada saudara-saudara mereka yang kafir di antara ahli kitab "Sesungguhnya jika kamu diusir, niscaya kami pun akan keluar bersama kamu dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapa pun untuk (menyusahkan) kamu dan jika kamu diperangi, pasti kami akan membantu kamu". Allah menyaksikan bahwa sesungguhnya mereka benar-benar pendusta. (Q.S. Al Hasyr: 11)


25 Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka.(QS. 47:25)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Muhammad 25
إِنَّ الَّذِينَ ارْتَدُّوا عَلَى أَدْبَارِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْهُدَى الشَّيْطَانُ سَوَّلَ لَهُمْ وَأَمْلَى لَهُمْ (25)
Timbulnya kemunafikan itu dalam diri mereka diterangkan dalam ayat ini; "orang yang kembali kafir setelah nyata bagi mereka jalan yang lurus yang hams ditempuh dengan mengerjakan perbuatan dosa dun sesat adalah orang yang telah termakan dan terpengaruh oleh tipu daya setan-setan menjadikan perbuatan dosa dun kesesatan yang mereka kerjakan itu sebagai perbuatan baik dalam pandangan mereka, sehingga hiduplah dengan bergelimang dosa dan kesesatan. Di samping itu mereka dibuaikan oleh angan-angan yang palsu. yang sesuai dengan hawa nafsu mereka. Maka jadilah hawa nafsu itu sebagai ukuran baik atau buruknya sesuatu bagi mereka. Yang baik menurut mereka ialah yang) baik menurut hawa nafsu mereka sendiri.


26 Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka (orang-orang munafik) itu berkata kepada orang-orang yang benci kepada apa yang diturunkan Allah (orang-orang Yahudi): `Kami akan mematuhi kamu dalam beberapa urusan`, sedang Allah mengetahui rahasia mereka.(QS. 47:26)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Muhammad 26
ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا لِلَّذِينَ كَرِهُوا مَا نَزَّلَ اللَّهُ سَنُطِيعُكُمْ فِي بَعْضِ الْأَمْرِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِسْرَارَهُمْ (26)
Kesempatan orang-orang munafik itu yakni kembalinya mereka kepada kekafiran, padahal tadinya mereka telah beriman, adalah karena mereka memihak kepada orang-orang Yahudi dari Bani Nadir dan Bani Quraizab yang bersekutu dengan mereka untuk memerangi orang-orang yang beriman. Orang-orang munafik menyatakan bahwa mereka akan turut berperang di pihak Bani Nadlir dan Bani Quraizah itu menghadapi kaum Muslimin jika sekiranya suka-suku Yahudi itu diusir dari Madinah. Orang-orang Yahudi pernah menganjurkan kepada orang-orang munafik itu antara lain agar mereka memperlihatkan kekafiran mereka dengan terang-terangan. Akan tetapi, mereka tidak mematuhi seluruh anjuran itu, hanya beberapa urusan saja yang mereka patuhi. Umpamanya anjuran untuk menyatakan kekafiran dengan terus terang mereka tidak mau mematuhinya. Kekafiran itu tetap mereka rahasiakan karena mereka masih mengharapkan keuntungan dengan menyembunyikannya. Jadi, orang orang munafik itu kendatipun mereka telan kembali kepada kekafiran, kekafiran itu tetap mereka rahasiakan. Akan tetapi, Allah SWT. mengetahui tindakan yang mereka rahasiakan itu, karena tidak satu pun yang tidak diketahui-Nya. Dalam ayat yang lain Allah SWT. menerangkan cara mereka mengatur siasat dan tipu daya. Allah SWT. berfirman:

وَيَقُولُونَ طَاعَةٌ فَإِذَا بَرَزُوا مِنْ عِنْدِكَ بَيَّتَ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ غَيْرَ الَّذِي تَقُولُ وَاللَّهُ يَكْتُبُ مَا يُبَيِّتُونَ فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلًا (81)
Artinya
Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan, "(Kewajiban kami hanyalah) taat". Tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu, sebahagian mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dan yang telah mereka katakan tadi. Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah kamu dari mereka dan bertawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi pelindung." (Q.S. An Nisa: 81)


27 Bagaimanakah (keadaan mereka) apabila malaikat (maut) mencabut nyawa mereka seraya memukul muka mereka dan pungggung mereka(QS. 47:27)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Muhammad 27
فَكَيْفَ إِذَا تَوَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ (27)
Dalam ayat ini Allah SWT. memperingatkan orang-orang munafik, apakah yang akan mereka lakukan jika mereka telah dalam kemunafikannya itu. Mereka hanya dapat melakukan kemunafikan dan tipu daya mereka itu semasa mereka masih hidup, masih berkuasa, masih dalam keadaan sehat jasmani dan rohani. Bagaimana pendapat mereka bila kesehatan mereka dihilangkan Allah dengan seketika, ketuaan berangsur mendeka\Ii kehidupan mereka? Bagaimana pendapat mereka di wakin kematian mendekati mereka dan malaikat maut memukul muka dan punggung mereka; apakah yang akan mereka lakukan? Bagaimana pula pendapat mereka jika mereka mati dengan tiba-tiba, tidak ada kesempatan sedikit pun bagi mereka bertobat kepada Allah SWT. yang menentukan segala sesuatu di akhirat nanti? Jika mereka memikirkan dan merenungkan semuanya itu, tentulah mereka tidak akan melakukan perbuatan ingkar dan dosa itu.
Dalam ayat ini, disebutkan bahwa di kala malaikat akan mencabut nyawa mereka, malaikat akan memukul muka dan punggung mereka. Orang Arab amat takut dipukul di muka dan di punggung it". Oleh karena itu takut dipukul musuh di muka dan punggung itulah, mereka tidak mau pergi berperang. Ayat ini menunjuk keadaan orang-orang munafik dalam sengsara dan terhina di waktu menghadapi sakaratul maut


28 Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan (karena) mereka membenci (apa yang menimbulkan) keridhaan-Nya; sebab itu Allah menghapus (pahala) amal-amal mereka.(QS. 47:28)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Muhammad 28
ذَلِكَ بِأَنَّهُمُ اتَّبَعُوا مَا أَسْخَطَ اللَّهَ وَكَرِهُوا رِضْوَانَهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ (28)
Mereka mengalami keadaan yang demikian adalah karena mereka suka mengerjakan maksiat dan selalu ingkar kepada Allah dan memperturutkan hawa nafsu. Tidak mau mengerjakan pekerjaan yang diridai Allah. Beribadat kepada Allah hanyalah karena ria dan mg in dihargai orang. Karena itu , semua amal yang mereka kerjakan, seperti bersedekah, menolong orang-orang yang lemah, miskin dan sengsara, tidak ada guna dan faedahnya sebab amal dan perkataan baik itu baru diterima bila didasari dengan iman kepada Allah SWT. dan Rasul Nya.


29 Atau apakah orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka(QS. 47:29)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Muhammad 29
أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ أَنْ لَنْ يُخْرِجَ اللَّهُ أَضْغَانَهُمْ (29)
Apakah orang munafik itu mengira bahwa dalam permusuhan dan niat jahat terhadap orang-rang yang beriman yang terpendam dalam hati mereka itu tidak akan diketahui? Apakah mereka mengira bahwa Allah SWT. tidak mengetahuinya sehingga Dia tidak memberitahukannya kepada Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman? Allah SWT. Yang Maha Mengetahui segala sesuatu, akan memberitahukan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman tentang semua rahasia jahat mereka itu.
Mengenai rahasia dan rencana jahat orang-rang munafik itu diterangkan panjang lebar dalam surat At-Taubah.
Di antaranya ialah firman Allah SWT.:

الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ (67)
Artinya:
Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebahagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang mungkar dan melarang berbuat yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah. sebab itu Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik. (Q.S. At Taubah: 67)


30 Dan kalau Kami menghendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu sehingga kamu benar-benar dapat mengenal mereka dengan tanda-tandanya. Dan kamu benar-benar akan mengenal mereka dari kiasan-kiasan perkataan mereka dan Allah mengetahui perbuatan-perbuatan kamu(QS. 47:30)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Muhammad 30
وَلَوْ نَشَاءُ لَأَرَيْنَاكَهُمْ فَلَعَرَفْتَهُمْ بِسِيمَاهُمْ وَلَتَعْرِفَنَّهُمْ فِي لَحْنِ الْقَوْلِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ أَعْمَالَكُمْ (30)
Allah SWT. menyatakan kepada Rasulullah saw: "Hal Muhammad, jika Kami menghendaki untuk memperkenalkan kepadamu pribadi-pribadi orang munafik itu sehingga kamu mengenal seorang demi seorang berdasarkan tanda tanda yang ada pada mereka, tentulah tidak sukar bagi Kami melakukannya.
Tetapi Kami tidak berbuat demikian, agar tidak disakiti keluarga mereka yang beribadat kepada Kami. Sekalipun demikian, kamu dapat mengetahui orang orang munafik itu dengan memperhatikan ungkapan-ungkapan dan cara-cara mereka berbicara. Mereka tidak mau berbicara secara tegas dan jelas, melainkan selalu memakai isyarat-isyarat dan sindiran-sindiran serta kiasan-kiasan yang kurang jelas maksudnya dan mereka berbuat dan bertindak tidak sesuai dengan yang mereka katakan.
Orang munafik di masa Rasulullah saw. bila berbicara selalu menggunakan kata kata yang muluk-muluk dan menyenangkan hati pendengarnya, tetapi dalam hati mereka terkandung maksud-maksud jahat. Berkata Al-Kalbi: Setelah turunnya ayat ini, maka Rasulullah saw. mengetahui orang-orang munafik, bila berbicara dengan beliau, sedang Anas r.a, mengatakan, "Allah SWT. memberitahukan orang-orang munafik kepada Rasulullah dengan perantara wahyu atau dengan tanda-tanda yang ditampakkannya kepada beliau".
Sehubungan dengan orang-orang munafik itu Usman bin Affan berkata, "Tidak ada suatu rahasia yang tersembunyi dalam hati seorang, kecuali Allah menampakkannya pada air muka dan ucapan lahirnya".
Pada akhir ayat ini Allah SWT. menyatakan bahwa keadaan orang-orang mukmin tidak sama dengan orang-orang munafik itu dan bahwa Dia akan membalas amal perbuatan orang-orang mukmin sesuai dengan maksud niatnya masing-masing, karena Dia mengetahui amal perbuatan mereka.


31 Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar diantara kamu; dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.(QS. 47:31)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Muhammad 31
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَ أَخْبَارَكُمْ (31)
Allah menyatakan bahwa mensyariatkan perang dan kewajiban kewajiban berat yang lain itu, Dia menguji keimanan kaum Muslimin hingga diketahui siapa yang berjihad di jalan-Nya dan siapa yang tidak, siapa yang sabar dan siapa yang tidak dan dengan cobaan itu pula akan bertambah kuat iman orang yang sabar dan dapat pula diketahui makin berkurangnya iman orang yang ragu-ragu.


32 Sesungguhnya orang-orang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah serta memusuhi rasul setelah petunjuk itu jelas bagi mereka, mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun. Dan Allah akan menghapuskan (pahala) amal-amal mereka.(QS. 47:32)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Muhammad 32
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَشَاقُّوا الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْهُدَى لَنْ يَضُرُّوا اللَّهَ شَيْئًا وَسَيُحْبِطُ أَعْمَالَهُمْ (32)
Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang mengingkari ke Esaan Allah, menghalang-halangi manusia mengikuti agama Allah yang di bawa oleh Muhammad, Rasul-Nya, menantang dan menyakiti Rasul itu setelah dikemukakan kepada mereka bukti-bukti yang kuat, maka segala tindakan mereka itu tidak akan menimbulkan mudarat kepada Allah dan kepada perkembangan agama-Nya karena Allah Maha Kuasa, kehendak-Nya pasti terlaksana. Dia menolong Rasul-Nya dan mengazab setiap orang yang menentang-Nya. Segala usaha mereka itu tidak akin berarti sedikitpun.
Yang dimaksud dengan "orang yang menghalang-halangi manusia di jalan Allah" dalam ayat ini ialah orang-orang yang menghalangi orang lain masuk Yang dimaksud dengan "orang yang menghalang-halangi manusia di jalan Islam dengan berbagai macam cara atau orang yang berusaha memusnahkan Islam dan kaum Muslimin, baik dengan terang-terangan maupun dengan sembunyi-sembunyi.
Diriwayatkan ayat ini turun berhubungan dengan orang-orang Yahudi dari suku Bani Quraizah dan suku Bani Nadir yang kafir; mereka menghalang halangi menusia menganut agama Allah setelah datang kepada mereka bukti-bukil yang nyata yang terdapat dalam Taurat dan mukjizat-mukjizat yang dikemukakan Rasulullah. Tindakan mereka itu tidak bermanfaat sedikit pun terhadap rencana dan kehendak-Nya, tetapi akan memberi mudarat kepada diri mereka sendiri, dengan batalnya semua amal mereka dan azab yang akan diterimanya di akhirat nanti disebabkan perbuatan mereka itu. Ayat ini juga berhubungan dengan Bani Sa'ad yang telah menganut agama Islam, tetapi mereka selalu dihalang-halangi dan difitnah oleh orang-orang Yahudi sehingga mengadukan hal itu kepada Rasulullah saw. Rasulullah menjawab pengaduan itu dengan ayat ini, yang menyatakan bahwa tindakan orang-orang Yahudi itu tidak akan memberi mudarat kepada Allah, tetapi akan memberi mudarat kepada diri mereka sendiri.


33 Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu`(QS. 47:33)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Muhammad 33
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَلَا تُبْطِلُوا أَعْمَالَكُمْ (33)
Dalam ayat ini Allah SWT. menyatakan bahwa hendaklah orang-orang -yang beriman taat kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya dengan tidak menghiraukan sikap dan tindakan orang-orang kafir itu. Dia berkata, "Wahai orang-orang yang beriman mengakui keesaan dan kekuasaan Allah yang mempunyai sifat-sifat yang sempurna, taatlah kepada-Ku, berimanlah kepada Rasul yang Ku utus dengan melaksanakan ajaran agama Ku yang disampaikan kepada kamu dan janganlah kamu berbuat dan bersikap yang menyebabkan batalnya pahala amal yang telah kamu perbuat".
Menurut Abu Aliyah: "Semula para sahabat berpendapat bahwa tidak ada satu dosa yang dapat merusak pengakuan seseorang yang mengatakan bahwa, "Tidak ada Tuhan selain Allah", sebagaimana tidak ada manfaat sesuatu amal yang didasarkan kepada syirik hingga turunnya ayatini. Setelah turunnya ayat ini, para sahabat merasa khawatir, kalau-kalau amal-amal mereka akan batal karena sesuatu perbuatan dosa.
Ibnu Umar r.a berkata, "Kami sekalian sahabat Rasulullah saw. berpendapat bahwa perbuatan baik akan diterima Allah hingga turunnya ayat ini. Setelah turunnya ayat ini, kami bertanya, "Apa sajakah yang membatalkan pahala amal-amal kita?. Maka Rasulullah menjawab, "Dosa besar, kejahatan dan perbuatan keji". Maka apabila salah seorang sahabat kami mengerjakan suatu dosa yang disebutkan itu, kami berkata, "Sesungguhnya telah hapus pahala amalnya" hingga turun ayat yang artinya "Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa orang yang mempersekutukan Dia dengan sesuatu, tetapi Dia mengampuni selain dari itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. "Maka kami menghentikan pembicaraan tentang itu".
Ada ahll tafsir yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan taat kepada Allah ialah mengamalkan isi Alquran dan yang dimaksud dengan taat kepada Rasul ialah mengikuti dan melaksanakan hadis-hadis beliau.


34 Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah kemudian mereka mati dalam keadaaan kafir, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampun kepada mereka.(QS. 47:34)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Muhammad 34
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ مَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَهُمْ (34)
Ayat ini menerangkan bahwa orang yang mengingkari kekuasaan dan ke Esaan Allah, mengingkari seruan Rasul-Nya, menghalang-halangi manusia dari jalan Allah, kemudian ia mati dalam keadaan kafir itu, maka Allah sekali-kali tidak akan mengampuni dosa-dosanya karena pintu tobat dan ampunan Allah hanya ada sewaktu masih hidup di dunia, jika seseorang telah mati, maka semuanya telah tertutup baginya.
Sebagian ahli tafsir menerangkan bahwa ayat ini diturunkan berhubungan dengan orang-orang kafir yang mati dalam perang Badar yang dikubur dalam sebuah sumur. Lepas dari benar atau tidaknya bahwa ayat ini diturunkan sehubungan dengan orang-orang kafir yang mati dalam perang Badar itu, melainkan berlaku bagi semua manusia, pada tempat, dalam keadaan dan waktu ia hidup. Setiap orang yang mati dalam keadaan kafir, tidak akan diampuni Allah dosa-dosanya.


35 Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang di atas dan Allah-(pun) beserta kamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi (pahala) amal-amalmu.(QS. 47:35)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Muhammad 35
فَلَا تَهِنُوا وَتَدْعُوا إِلَى السَّلْمِ وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ وَاللَّهُ مَعَكُمْ وَلَنْ يَتِرَكُمْ أَعْمَالَكُمْ (35)
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu telah mengetahui adanya perintah melaksanakan jihad dan mengetahui pula bahwa Allah SWT. pasti menolong orang-orang yang beriman, maka hendaklah kamu merasa dirimu kuat, jangan sekali-kali merasa lemah, jangan sekali-kali kamu mengajak musuh berdamai. Kuatkan dan teguhkann hatimu, kamu adalah orang-orang yang berderajat tinggi di sisi Allah. Allah tetap bersama kamu dan tidak akan mengurangi pahalamu sedikitpun, sedangkan Allah tidak akan bersama orang kafir, apalagi menolong mereka, karena mereka sebenarnya adalah makhluk Allah yang rendah derajatnya.


36 Sesungguhnya kehidupan dunia hanya permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman serta bertaqwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu.(QS. 47:36)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Muhammad 36
إِنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَإِنْ تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا يُؤْتِكُمْ أُجُورَكُمْ وَلَا يَسْأَلْكُمْ أَمْوَالَكُمْ (36)
Allah SWT. menganjurkan dan mendorong orang-orang yang beriman agar berjihad di jalan Allah dan menafkahkan harta di jalan-Nya, seakan-akan mengatakan, "Wahai orang-orang yang beriman, berjuanglah di jalan Allah untuk menghancurkan musuh-musuh Allah dan musuh-musuhmu, yaitu orang-orang kafir Mekah, janganlah sekali-kali terpesona oleh kehidupan dunia yang menyebabkan kamu meninggalkan jihad itu karena kehidupan dunia itu hanyalah sementara, hanya sebagai permainan dan senda gurau. Semua yang ada di dun Ia ini akan hilang lenyap, kecuali ketaatan dan ibadat kepada Allah karena ketaatan dan ibadat itu menjadi sebab untuk memperoleh kehidupan yang sebenarnya nanti di akhirat". Dan ayat ini dipahamkan bahwa jihad di jalan Allah termasuk perbuatan ibadat yang menunjukkan ketaatan dan kepatuhan kepada Allah. Karena itu lakukanlah jihad i(u sebagaimana melakukan ibadat-ibadat yang lain.
Selanjutnya Allah menyatakan, "Perbuatan yang merupakan persiapan hidup yang sebenarnya di akhirat nanti ialah beriman kepada Allah, melaksanakan segala perintah dan menjauhkan semua larangan-Nya dan menafkahkan harta di jalan-Nya sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw. Yang dituntut dari harta yang dinafkahkan itu hanyalah sebagian kecil saja dari penghasilan tidak semuanya dan diberikan sebagai zakat, sedekah dan sebagainya. Jika kamu melaksanakan yang demikian, Allah SWT. akan membalasmu dengan balasan yang berlipat ganda berupa ketenteraman hidup di dunia, surga di akhirat nanti".


37 Jika Dia meminta harta kepadamu lalu mendesak kamu (supaya memberikan semuanya) niscaya kamu akan kikir dan Dia akan menampakkan kedengkianmu.(QS. 47:37)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Muhammad 37
إِنْ يَسْأَلْكُمُوهَا فَيُحْفِكُمْ تَبْخَلُوا وَيُخْرِجْ أَضْغَانَكُمْ (37)
Dalam ayat ini Allah SWT. menerangkan salah satu dari sifat manusia yang tercela yaitu "kikir" dan "Sangat mencintai dan menginginkan harta" Allah SWT. mengatakan kepada mereka, "Wahai manusia, seandainya Allah meminta sebagian hartamu dan mendesakmu berulang-ulang agar kamu memberikannya, tentulah kamu tidak akan memberikannya karena kamu terlalu tamak kepada harta. Allah mengetahui yang demikian itu. Semakin sering permintaan itu diulang-ulang kepadamu, semakin bertambah pula rasa benci dan dengki yang telah ada di hatimu".
Sifat kikir itu telah menjadi tabiat manusia. Ia tidak mau dan sukar melepaskan sebahagian hartanya kepada orang lain dengan hati yang ikhlas, padahal sebenarnya hak-hak yang diperolehnya itu berasal dari anugerah Allah SWT. kepadanya
Mengenai tabiat kikir ini disebutkan pada firman Allah yang lain:

وَالصُّلْحُ خَيْرٌ وَأُحْضِرَتِ الْأَنْفُسُ الشُّحَّ
Artinya:
"....dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir (Q.S. An Nisa: 128)
Dalam ayat yang lain dinyatakan jika manusia dapat menghilangkan atau mengurangi sifat kikirnya itu, maka ia akan menjadi orang yang beruntung hidup di dunia dan di akhirat.
Allah SWT. berfirman:

وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Artinya:
Siapa yang terpelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Q.S. Al Hasyr: 9)


38 Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka diantara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan(Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan menganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).(QS. 47:38)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Muhammad 38
هَا أَنْتُمْ هَؤُلَاءِ تُدْعَوْنَ لِتُنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَمِنْكُمْ مَنْ يَبْخَلُ وَمَنْ يَبْخَلْ فَإِنَّمَا يَبْخَلُ عَنْ نَفْسِهِ وَاللَّهُ الْغَنِيُّ وَأَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ وَإِنْ تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُونُوا أَمْثَالَكُمْ (38)
Ayat ini menegaskan maksud ayat yang sebelumnya yang mencela perbuatan kikir. Allah SWT. berfirman, "Kamu, hai orang-orang yang beriman, dituntut untuk menafkahkan hartamu di jalan Allah, berjihad memerangi musuh Allah dun membela agama-Nya. Barang siapa di antara kamu kikir, tidak mau menafkahkan hartanya di jalan Allah, maka kekikirannya itu akan memberi kemudaratan kepada dirinya sendiri karena kikir itu mengurangi pahala bahkan dapat menghapuskannya, menjauhkan diri dari keridaan Allah dan surga.
Sebenarnya Allah SWT. tidak memerlukan hartamu dan harta yang kamu nafkahkan karena Dia Maha Kaya, kamulah yang sangat memerlukannya Kamu dianjurkan bernafkah dan berjihad itu, hanyalah agar kamu mendapat pahala dan balasan yang baik.
Kemudian Allah SWT. mengancam mereka dengan mengatakan, "Jika kamu berpaling dan kembali menjadi kafir setelah beriman, maka Allah akan menghancurkan kamu, kemudian mengganti kamu dengan kaum yang lain yang tidak seperti kamu yang bersedia bernafkah, berjihad, melaksanakan perintah, dan menjauhkan diri dari larangan-Nya.
Diriwayatkan oleh Baihaqi, Tirmizi dan lain-lainnya dari Abu Hurairah berkata:

تلا رسول الله صلى الله عليه وسلم هذه الآية إلى أخرها، فقالوا : يا رسول الله من هؤلاء الذين إن تولينا استبدلوا بنا ثم لا يكونون أمثالنا فضرب رسول الله علة منكب سلمان ثم قال : هذا قومه والذي نفسي بيده لو أن هذا الدين تعلق بالثريا لتناوله رجال من فارس
Artinya:
Rasulullah saw. membaca ayat ini sampai akhir, maka para sahabat bertanya: "Ya Rasulullah! Siapakah orang-oraig itu yang jika kami berpaling, mereka akan menggantikan kami dan mereka tidak seperti kami?". Maka Rasulullah menepuk bahu Salman, kemudian berkata, "Inilah orangnya bersama kaumnya, demi Allah yang diriku di tangan-Nya, seandainya agama itu tergantung di bintang Surayya, dia akan dicapai oleh arang-orang dari Persia". (lihat Tafsir Al Maragi hal. 79 juz 26, jilid IX).


Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [2]
Ayat 21 s/d 38 dari [38]

[Download AUDIO] Tanda-Tanda Bagi Yang Ber-AKAL...(Akal Mencari TUHAN), 3Mb...Sip, mantap!
[E-BOOK] Tanda-tanda Bagi yg Ber-Akal 1 Mb


'Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka'.''

 

Rasullullah berkata: "Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang membaca ini dan tidak memikir dan merenungkan kandungan artinya".

(Ali 'Imran: 190-191).

Daftar Lembaga Tahfidz dan Ilmu Al-Qur'an

Yuk kita bangun generasi qur'ani...

Create by : Muhammad Ihsan

Silahkan kirim Kritik & Saran ke : [sibinmr@gmail.com] [sibin_mr@yahoo.com]

The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani

AYO..BACK TO MASJID | Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya | Risalah Islam | Author | TV Islam | Kupas Alam Ghoib (JIN/Kesurupan,dll)
Counter Powered by  RedCounter
free counters
Bloggerian Top Hits