Tafsir Surat : AZ-ZUKHRUF

Get 100MB Free Web Hosting at Jabry.com

PT type=text/javascript> vBulletin_init();

Dan apabila dibacakan Al quran, maka dengarkanlah baik-baik,

dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat ( Al A'raaf : 204 )

HOME|Radio-FajriFm|Pendidikan|Adab|Muallaf Center|QuranTerjemah|eBooks|Tafsir Al-Azhar|HadistWeb|Artikel|SMSQURAN
Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an        

    Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch
No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : AZ-ZUKHRUF
Ayat [89]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:2/5
 
21 Atau adakah Kami memberikan sebuah kitab kepada mereka sebelum al-Quran lalu mereka berpegang dengan kitab itu(QS. 43:21)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zukhruf 21
أَمْ آتَيْنَاهُمْ كِتَابًا مِنْ قَبْلِهِ فَهُمْ بِهِ مُسْتَمْسِكُونَ (21)
Pada ayat ini Allah SWT menambahkan penjelasan di dalam rangka penolakan-Nya terhadap anggapan orang-orang musyrik bahwa mereka menyembah malaikat adalah kehendak Allah, dengan firman-Nya: "Apakah memang pernah kami memberikan kepada mereka sebuah kitab sebelum Alquran, lalu mereka berpegang teguh kepada kitab itu? Tidak, sama sekali tidak. Pendirian mereka itu hanya didasarkan atas dugaan dan sangkaan yang mengandung dusta; sebagaimana firman Allah SWT:

إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ
Artinya:
Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). (Q.S. Al An'am: 116)


22 Bahkan mereka berkata: `Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama, dan sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat petunjuk dengan (mengikuti) jejak mereka`.(QS. 43:22)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zukhruf 22
بَلْ قَالُوا إِنَّا وَجَدْنَا آبَاءَنَا عَلَى أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَى آثَارِهِمْ مُهْتَدُونَ (22)
Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa apa yang disangka sebagai alasan untuk mempersekutukan Allah, sama sekali tidak benar, dan tidak mempunyai alasan yang dapat diandalkan. Mereka semata-mata hanya bertaklid mengikuti dan berpegang teguh kepada apa yang telah dilakukan dan diperbuat oleh nenek moyang mereka karena mereka yakin bahwa nenek moyang mereka itu berpengetahuan luas, berpengertian mantap dan tidak akan menyesatkan orang-orang yang mengikutinya, malah akan mendapat petunjuk. Mereka memutar balikkan keadaan. Mereka sebenarnya sesat, tidak mendapat petunjuk, sebagaimana firman Allah SWT:

قَدْ ضَلُّوا وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ
Artinya:
Sesungguhnya mereka telah sesat dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. (Q.S. Al An'am: 140)


23 Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berata: `Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka`.(QS. 43:23)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zukhruf 23
وَكَذَلِكَ مَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَذِيرٍ إِلَّا قَالَ مُتْرَفُوهَا إِنَّا وَجَدْنَا آبَاءَنَا عَلَى أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَى آثَارِهِمْ مُقْتَدُونَ (23)
Dalam ayat ini Allah SWT menghibur Nabi Muhammad saw Dia menjelaskan bahwa tidak seorang Rasulpun yang diutus ke suatu negeri sebelum Muhammad mendapat sambutan dengan kata-kata yang menyenangkan hati mereka semua mendapat jawaban yang tidak enak didengar dan sangat, menjengkelkan hati. Sikap yang demikian berasal dari orang-orang yang hidup mewah, sombong dan angkuh. Mereka berkata: "Sesungguhnya kami mendapatkan bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak mereka". Jadi, kalau Muhammad mendapat jawaban seperti itu tidak perlu gusar dan merasa sesak dada. Apa yang dikatakan kepadanya telah dikatakan pula kepada Rasul-rasul sebelumnya, sebagaimana firman Allah SWT:

مَا يُقَالُ لَكَ إِلَّا مَا قَدْ قِيلَ لِلرُّسُلِ مِنْ قَبْلِكَ
Artinya:
Tidaklah ada yang dikatakan (oleh orang-orang kafir) kepadamu itu selain apa yang sesungguhnya telah dikatakan kepada Rasul-rasul sebelum kamu. (Q.S. Fussilat: 43)
Begitu pula kalau dikatakan bahwa dia tukang sihir, atau gila oleh kaumnya itupun karena Rasul-rasul sebelumnya telah dikatakan seperti itu juga oleh kaumnya sebagaimana firman Allah SWT:

كَذَلِكَ مَا أَتَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا قَالُوا سَاحِرٌ أَوْ مَجْنُونٌ (52)
Artinya:
Demikianlah, tidak seorang Rasul pun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan: "Ia adalah seorang tukang sihir atau orang gila. (Q.S. Az Zariat: 52)


24 (Rasul itu) berkata: `Apakah (kamu akan mengikutinya juga) sekalipun aku membawa untukmu (agama) yang lebih (nyata) memberi petunjuk daripada apa yang kamu dapati bapak-bapakmu menganutnya` Mereka menjawab: `Sesungguhnya kami mengingkari agama yang kamu diutus untuk menyampaikannya`.(QS. 43:24)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zukhruf 24
قَالَ أَوَلَوْ جِئْتُكُمْ بِأَهْدَى مِمَّا وَجَدْتُمْ عَلَيْهِ آبَاءَكُمْ قَالُوا إِنَّا بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ كَافِرُونَ (24)
Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa Muhammad saw menghimbau kaumnya dengan ucapan: "Apakah kamu masih tetap mengikuti jejak nenek moyang kamu, sekalipun aku membawa untukmu suatu agama yang nyata dan lebih baik daripada apa yang telah dianut oleh nenek moyangmu itu? Kaumnya menjawab dengan sombongnya bahwa mereka akan tetap mengikuti jejak nenek moyang mereka dan tidak akan mengikuti agama yang dibawanya, yakni agama yang ditugaskan kepadanya untuk menyampaikannya, dan mereka tetap akan mengingkarinya, sebagaimana firman Allah SWT:

قَالَ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا إِنَّا بِالَّذِي آمَنْتُمْ بِهِ كَافِرُونَ (76)
Artinya:
Orang-orang yang menyombongkan diri itu berkata, "Sesungguhnya kami adalah orang yang tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu. (Q.S. Al A'raf: 76)


25 Maka Kami binasakan mereka maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu.(QS. 43:25)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zukhruf 25
فَانْتَقَمْنَا مِنْهُمْ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ (25)
Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa orang-orang yang tetap membangkang dan senantiasa mendustakan Rasul-rasul yang diutus kepada mereka dan mengingkari ketuhanan Allah SWT, akan dibinasakan sebagai akibat dan kesudahan dari perbuatan mereka yang selalu mendustakan ayat-ayat Allah; kiranya hal itu dapat disaksikan dan menjadi iktibar sesuai dengan firman Nya:

فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ
Artinya:
Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (Rasul-rasul). (Q.S. An Nahl: 36)


26 Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: `Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu sembah,(QS. 43:26)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zukhruf 26
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ إِنَّنِي بَرَاءٌ مِمَّا تَعْبُدُونَ (26)
Dalam ayat ini Allah SWT memerintahkan kepada Muhammad supaya dia memperingatkan kaumnya yang fanatik kepada nenek moyangnya bahwa Nabi Ibrahim telah berlepas diri dari bapak dan kaumnya ketika dia melihat mereka tekun dan bersungguh-sungguh menyembah berhala karena yang demikian itu adalah satu hal yang tidak pantas dan membawa kepada kesesalan sebagaimana firman Allah SWT:

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ آزَرَ أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا آلِهَةً إِنِّي أَرَاكَ وَقَوْمَكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ (74)
Artinya:
Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya Azar: "Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kaummu dalam kesesatan yang nyata. (Q.S. Al An'am: 74)


27 tetapi (aku menyembah Rabb) Yang menjadikanku; karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku`.(QS. 43:27)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zukhruf 27
إِلَّا الَّذِي فَطَرَنِي فَإِنَّهُ سَيَهْدِينِ (27)
Dalam ayat ini Ibrahim as menegaskan pendiriannya setelah dia berlepas dari bapak dan kaumnya, bahwa dia hanya menyembah Allah SWT yang menciptakannya dan yang menciptakan manusia semuanya. Dia-lah yang akan menunjukkan jalan yang baik dan benar yang akan membawa manusia kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Dia-lah yang menyediakan dan memberi makan dan minum, menyembuhkan orang-orang Sakit, Tuhan yang mematikan dan menghidupkan, Tuhan yang diharapkan mengampuni dosa di akhirat kelak. Penegasan Nabi Ibrahim as diabadikan di dalam Alquran sebagaimana firman Allah SWT:

الَّذِي خَلَقَنِي فَهُوَ يَهْدِينِ (78) وَالَّذِي هُوَ يُطْعِمُنِي وَيَسْقِينِ (79) وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ (80) وَالَّذِي يُمِيتُنِي ثُمَّ يُحْيِينِ (81) وَالَّذِي أَطْمَعُ أَنْ يَغْفِرَ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ (82)
Artinya:
(yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku, dan Tuhan-ku, Yang Dia memberi makan dan minuman kepadaku, dan apabila aku sakit Dia-lah Yang menyembuhkan aku, dan Yang akan mematikan aku, kemudian menghidupkan aku (kembali), dan yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada Hari Kiamat." (Q.S.As Syura: 78-82)


28 Dan (Ibrahim) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu.(QS. 43:28)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zukhruf 28
وَجَعَلَهَا كَلِمَةً بَاقِيَةً فِي عَقِبِهِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ (28)
Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa Ibrahim as menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal agar penduduk Mekah dapat menyadarinya, lalu meninggalkan agama nenek moyangnya yang sesat dan mengikuti agama tauhid yang dianut nenek moyang mereka yang tidak sesat yaitu Ibrahim as apalagi jika mereka mengingat bahwa Nabi Ibrahimlah kebanggaan mereka yang membangun Baitullah yang menjadi kiblat umat Islam, umat tauhid sedunia.
Berkata Qatadah: "Dari keturunan Ibrahim itu senantiasa ada yang menyembah Allah sampal Hari Kiamat".
Berkata Ibnu Araby: "Bahwasanya keturunan Ibrahim itu dapat bersambung turun-temurun beragama tauhid karena doa-doanya yang telah diperkenankan oleh Allah SWT, pertama:

إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ
Artinya:
Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia." Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman: "Janjiku (ini) tidak mengenai orang-orang yang zalim. (Q.S. Al Baqarah: 124)
dan kedua:

وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ
Artinya:
Dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala-berhala. ( Q.S. Ibrahim: 35)


29 Tetapi Aku telah memberikan kenikmatan hidup kepada mereka dan kepada bapak-bapak mereka sehingga datanglah kepada mereka kebenaran (al-Quran) dan seorang rasul yang memberi penjelasan.(QS. 43:29)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zukhruf 29
بَلْ مَتَّعْتُ هَؤُلَاءِ وَآبَاءَهُمْ حَتَّى جَاءَهُمُ الْحَقُّ وَرَسُولٌ مُبِينٌ (29)
Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa Dia telah memberikan kenikmatan kepada orang-orang musyrik dari nenek moyang mereka sejak dahulu kala, memanjangkan umur mereka, menganugerahkan beraneka ragam nikmat, tetapi mereka itu terpesona oleh nikmat yang ada pada mereka, terpengaruh oleh kehendak hawa nafsu mereka, lalu menuruti ajakan setan dan melupakan kalimat tauhid. Maka Allah SWT menjadikan dari keturunan Ibrahim orang-orang yang mengesakan Allah, menyuruh orang-orang kafir di antara mereka agar beriman kepada-Nya, maka dipilih-Nyalah Muhammad saw sebagai Rasul dan diturunkan-Nya Alquran sebagai yang berisi petunjuk ke jalan yang benar, menyeru mereka untuk berbuat kemaslahatan bagi agama dan dunia mereka, mengajak mereka kepada kebahagiaan dunia dan akhirat


30 Dan takkala kebenaran (al-Quran) itu datang kepada mereka, mereka berkata: `Ini adalah sihir dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingkarinya`.(QS. 43:30)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zukhruf 30
وَلَمَّا جَاءَهُمُ الْحَقُّ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ وَإِنَّا بِهِ كَافِرُونَ (30)
Dalam ayat ini Allah SWT, menerangkan bahwa ketika disampaikan kepada mereka Alquran dan mukjizat sebagai bukti kebenaran Rasul, mereka itu menyambutnya dengan sambutan yang tidak baik; mereka berkata bahwa apa yang didatangkan kepada mereka itu adalah sihir dan bukan wahyu dari Allah SWT. oleh karena itu mereka mengingkarinya.


31 Dan mereka berkata: `Mengapa al-Quran ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Mekah dan Thaif) ini(QS. 43:31)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zukhruf 31
وَقَالُوا لَوْلَا نُزِّلَ هَذَا الْقُرْآنُ عَلَى رَجُلٍ مِنَ الْقَرْيَتَيْنِ عَظِيمٍ (31)
Allah SWT menerangkan bahwa mereka itu berkata, "Kedudukan kerasulan itu adalah kedudukan yang mulia, maka sepantasnyalah orang yang memangku jabatan itu ialah orang yang mulia pula, mempunyai kekayaan dan kedudukan yang tinggi, sedangkan Muhammad tidak memiliki yang demikian itu. Yang pantas menduduki jabatan ini adalah salah satu dari dua orang yang memiliki hal-hal tersebut di atas dari dua negeri yang mulia pula yaitu Al Walid bin Mugirah dari Mekah atau Urwah bin Mas'ud As Tsaqafy dari Taif.


32 Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Rabbmu Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain beberapa derajat, agar sebahagian mereka dapat mempergunakan sebahagian yang lain. Dan rahmat Rabbmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.(QS. 43:32)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zukhruf 32
أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَةَ رَبِّكَ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّا وَرَحْمَةُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ (32)
Ayat ini menunjukkan penolakan terhadap keinginan orang-orang musyrik yang tak mau menerima penunjukkan Muhammad saw itu sebagai Rasul; seakan-akan merekalah yang paling berhak dan berwenang membagi-bagi dan menentukan; siapa yang pantas menerima rahmat Tuhan. Allah menyatakan, "Sekali kali tidaklah demikian halnya, Kamilah yang berhak dan berwenang mengatur dan menentukan penghidupan hamba dalam kehidupan dunia. Kami-lah yang melebihkan sebahagian hamba atas sebahagian yang lain; ada yang kaya dan ada yang lemah, ada yang pandai dan ada yang bodoh, ada yang maju dan ada yang terbelakang karena apabila Kami menyamakan hamba di dalam hal-hal tersebut tadi, maka akan terjadilah persaingan antara mereka, satu tidak akan mau membantu yang lain, dan tidak akan terjadi yang satu dapat menundukkan yang lain. Semuanya itu akan membawa kepada kehancuran bumi dan kerusakan dunia. Kalau mereka itu tidak mampu berbuat seperti tersebut di atas mengenai keduniaan, mengapa mereka berani menentang Allah mengenai kebijaksanaan-Nya di dalam menentukan siapa yang pantas diserahi tugas kerasulan itu. Ayat ini ditutup dengan penegasan bahwa rahmat Allah dan keutamaan yang diberikan kepada orang yang telah ditakdirkan memangku jabatan kenabian dan mengikuti petunjuk wahyu dan Alquran yang telah diturunkan, jauh lebih baik dan mulia daripada kemewahan dan kekayaan dunia yang ditimbun mereka itu karena dunia dengan segala kekayaannya itu berada di tepi jurang yang akan runtuh dan akan lenyap tidak berbekas sedikitpun.


33 Dan sekiranya bukan karena hendak menghindari manusia menjadi umat yang satu (dalam kekafiran), tentulah Kami buatkan bagi orang-orang yang kafir kepada (Rabb) Yang Maha Pemurah loteng-loteng perak bagi rumah mereka dan (juga) tangga-tangga (perak) yang mereka menaikinya`.(QS. 43:33)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zukhruf 33
وَلَوْلَا أَنْ يَكُونَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً لَجَعَلْنَا لِمَنْ يَكْفُرُ بِالرَّحْمَنِ لِبُيُوتِهِمْ سُقُفًا مِنْ فِضَّةٍ وَمَعَارِجَ عَلَيْهَا يَظْهَرُونَ (33)
Allah SWT menerangkan bahwa sekiranya sebahagian besar dari orang-orang yang bodoh berpendapat bahwa orang-orang kafir yang diberi harta yang banyak suatu pertanda bahwa Kami cinta kepada mereka, niscaya telah Kami jadikan atap dan tangga rumah mereka terbuat dari perak.


34 Dan (Kami buatkan pula) pintu-pintu (perak) bagi rumah-rumah mereka dan (begitu pula) dipan-dipan yang mereka bertelekan atasnya.(QS. 43:34)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zukhruf 34 - 35
وَلِبُيُوتِهِمْ أَبْوَابًا وَسُرُرًا عَلَيْهَا يَتَّكِئُونَ (34) وَزُخْرُفًا وَإِنْ كُلُّ ذَلِكَ لَمَّا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةُ عِنْدَ رَبِّكَ لِلْمُتَّقِينَ (35)
Begitu juga pintu-pintu rumah mereka, dan tempat tidur yang di atasnya mereka berbaring, Kami jadikan pula dari perak. Semuanya itu adalah perhiasan di mana manusia berbangga-bangga atasnya; semuanya itu hanya merupakan kesenangan kehidupan dunia yang sifatnya sementara, dan tidak dapat bertahan kecuali hanya beberapa saat saja lalu hilang lenyap, sedangkan kehidupan akhirat yang penuh dengan kesenangan dan kenikmatan yang beraneka ragam dan tak terhitung banyaknya serta kekal abadi telah dipersiapkan untuk orang-orang yang bertakwa kepada Allah, yang tidak menyekutukan-Nya, yang tidak berbuat maksiat melanggar perintah Nya, tetapi taat dan patuh melaksanakan perintah-Nya dan mengutamakan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia. Firman Allah SWT:

بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا (16) وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى (17)
Artinya:
Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi, sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. (Q.S. Al A'la: 16-17)


35 Dan (Kami buatkan pula) perhiasan-perhiasan (dari emas untuk mereka). Dan semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia, dan kehidupan akhirat itu di sisi Rabbmu adalah bagi orang-orang yang bertaqwa.(QS. 43:35)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zukhruf 34 - 35
وَلِبُيُوتِهِمْ أَبْوَابًا وَسُرُرًا عَلَيْهَا يَتَّكِئُونَ (34) وَزُخْرُفًا وَإِنْ كُلُّ ذَلِكَ لَمَّا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةُ عِنْدَ رَبِّكَ لِلْمُتَّقِينَ (35)
Begitu juga pintu-pintu rumah mereka, dan tempat tidur yang di atasnya mereka berbaring, Kami jadikan pula dari perak. Semuanya itu adalah perhiasan di mana manusia berbangga-bangga atasnya; semuanya itu hanya merupakan kesenangan kehidupan dunia yang sifatnya sementara, dan tidak dapat bertahan kecuali hanya beberapa saat saja lalu hilang lenyap, sedangkan kehidupan akhirat yang penuh dengan kesenangan dan kenikmatan yang beraneka ragam dan tak terhitung banyaknya serta kekal abadi telah dipersiapkan untuk orang-orang yang bertakwa kepada Allah, yang tidak menyekutukan-Nya, yang tidak berbuat maksiat melanggar perintah Nya, tetapi taat dan patuh melaksanakan perintah-Nya dan mengutamakan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia. Firman Allah SWT:

بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا (16) وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى (17)
Artinya:
Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi, sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. (Q.S. Al A'la: 16-17)


36 Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran (Rabb) Yang Maha Pemurah (al-Quran), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.(QS. 43:36)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zukhruf 36
وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ (36)
Ayat ini menerangkan bahwa barangsiapa yang tidak mau membiasakan diri mengingat Allah dan berpa1ing dari ajaran Alquran yang telah disampaikan kepada Muhammad saw serta berusaha tidak mengacuhkannya dan telah terpengaruh oleh kesenangan hidup di dunia, maka Allah akan menjadikan setan sebagai teman eratnya, baik berupa jin maupun manusia, selain itu yang selalu mendampingi dan mempengaruhinya, sehingga tertanamlah dalam pikirannya anggapan yang tidak baik, yaitu memandang perbuatan buruk sebagai perbuatan baik. Karena itu, hatinya makin lama semakin kuat dan rapat, sehingga tidak ada suatu celah pun yang mungkin dimasuki cahaya Ilahi.
Ayat yang lain sama artinya dengan ayat ini, ialah firman Allah SWT:

وَنُقَلِّبُ أَفْئِدَتَهُمْ وَأَبْصَارَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوا بِهِ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَنَذَرُهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ (110)
Artinya:
Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka, seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Alquran ) pada permulaannya dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatan yang sangat. (Q.S. Al An'am: 110)
Makin lama setan mendampingi seseorang, makin lama pula ia bergelimang dalam kesesatan dan semakin kuat pula tutup yang menutup hatinya. Di dalam hadis dijelaskan sebagai berikut:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم، إن المؤمن إذا أذنب ذنبا كانت نقطة سوداء في قلبه وإن تاب ونزع واستعتب ثقل قلبه وإن زاد زادت حتى تعلو قلبه
Artinya:
Bersabda Rasulullah saw: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman, apabila ia mengerjakan perbuatan dosa terdapatlah titik hitam di dalam hatinya, jika ia bertobat, mencabut perbuatan dan menyesal, cemerlanglah hatinya, dan jika ditambahnya mengerjakan perbuatan buruk, bertambahlah titik hitam itu hingga tertutuplah hatinya". (H.R. Tirmizi, Ibnu Jarir dan Tobari dari Abu Hurairah)
Menurut Az Zajjaj, arti ayat ini ialah "Barang siapa yang berpaling dari Alquran dan tidak mengikuti petunjuknya pasti mendapat siksaan dari Allah SWT; akan didekatkan kepadanya setan yang terus menerus menggodanya agar ia menempuh jalan yang sesat".
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Muhammad bin Usman Al Makhzumi bahwa orang-orang Quraisy berkata: "Dampingkanlah kepada setiap sahabat Muhammad seorang dari kita untuk mempengaruhinya". Maka mereka mendampingkan kepada Abu Bakar, Talhah bin Ubaidillah. Maka datanglah Talhah kepada Abu Bakar, waktu itu ia sedang berada di tengah-tengah kaum Quraisy, lalu Abu bakar bertanya: "Apa yang kamu serukan kepadaku?" Talhah menjawab: "Aku menyeru engkau untuk menyembah Al Lata dan Al Uzza. Abu Bakar bertanya: "Apa Al La-ta itu ?". Talhah menjawab: "Anak anak laki-laki Allah!". Abu Bakar bertanya : "Apa Al 'Uzza itu?". Talhah menjawab: "Anak-anak perempuan Allah!", lalu Aba Bakar bertanya lagi, "Siapakah ibu mereka?". Talhah terdiam dan tidak dapat menjawabnya. Berkata kepada teman-temannya: "Jawablah pertanyaan orang ini", teman-temannya itu terdiam pula maka Talhah berkata: "Berdirilah hai Abu Bakar, aku mengakui bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasul Allah", maka turunlah ayat ini.
Dalam hadis yang diriwayatkan Muslim diterangkan:

قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ مَعَ كُلِّ مُسْلِمٍ قَرِيْنًا مِنَ الْجِنِّ
Artinya:
Bersabda Rasulullah saw: "Sesungguhnya bersama setiap orang muslim ada pendamping yaitu jin. (H.R. Tirmizi, Ibnu Jarir dan Tobari dari Abu Hurairah)


37 Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.(QS. 43:37)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zukhruf 37
وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ مُهْتَدُونَ (37)
Dalam ayat ini diterangkan akibat bagi seseorang yang selalu didampingi setan, yaitu setan itu selalu berusaha menghambat mereka menempuh jalan lurus, jalan yang diridai Allah, serta berusaha menimbulkan kesyirikinan dan anggapan pada pikiran orang itu bahwa jalan sesat yang ditempuhnya itu adalah jalan yang benar dan setiap kebenaran yang disampaikan kepadanya dianggap sebagai jalan yang sesat.


38 Sehingga apabila orang-orang yang berpaling itu datang kepada Kami (di hari kiamat) dia berkata: `Aduhai, semoga (jarak) antaraku dan kamu seperti jarak antara masyrik dan maghrib, maka syaitan itu adalah sejahat-jahat teman (yang menyertai manusia)`.(QS. 43:38)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zukhruf 38
حَتَّى إِذَا جَاءَنَا قَالَ يَا لَيْتَ بَيْنِي وَبَيْنَكَ بُعْدَ الْمَشْرِقَيْنِ فَبِئْسَ الْقَرِينُ (38)
Dalam ayat ini diterangkan akibat yang akan dialami oleh orang-orang yang selalu didampingi setan itu di Hari Kiamat nanti. Allah SWT menyatakan, "Demikianlah keadaan orang-orang itu selama hidup di dunia. Keyakinan dan anggapan mereka itu barulah berubah pada saat itu, ketika mereka datang menghadap Kami pada Hari Kiamat. Pada saat itulah, mereka baru menyadari kesesalan mereka selama hidup di dunia. Mereka berkata kepada setan yang menjadi pendampingnya itu: "Alangkah senang dan bahagianya aku sekarang, seandainya aku tidak berdekatan dengan engkau selama hidup di dunia jarakku dengan engkau jauh waktu itu, sejauh jarak antara timur dan barat. Engkau hai setan adalah teman yang paling buruk karena engkau benar-benar telah menyesatkan aku sehingga aku ditimpa azab yang hina ini yang akan selalu aku tanggung".


39 (Harapanmu itu) sekali-kali tidak akan memberi manfaat kepadamu di hari itu karena kamu telah menganiaya (dirimu sendiri). Sesungguhnya kamu bersekutu dalam azab itu.(QS. 43:39)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zukhruf 39
وَلَنْ يَنْفَعَكُمُ الْيَوْمَ إِذْ ظَلَمْتُمْ أَنَّكُمْ فِي الْعَذَابِ مُشْتَرِكُونَ (39)
Selanjutnya Allah SWT mengatakan kepada mereka: "Hai orang-orang yang berpaling dari agamaku selama hidup di dunia, kamu bersama setan pendampingmu itu sama-sama pantas ditimpa azab yang pedih pada hari ini. Semasa hidup di dunia kamu bersama-sama telah menentang agama Ku dan telah sama-sama menikmati kehidupan duniawi. Karena itu pantas pula kamu bersama-sama merasakan azab ini. Pada hari ini alasan apapun yang kamu kemukakan untuk dapat mengurangi atau membebaskan kamu dari azab ini tidak akan diterima dan penyesalan itu tidak ada gunanya lagi.


40 Maka apakah kamu dapat menjadikan orang yang pekak bisa mendengar atau (dapatkah) kamu memberi petunjuk kepada orang yang buta (hatinya) dan kepada orang yang tetap dalam kesesatan yang nyata(QS. 43:40)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zukhruf 40
أَفَأَنْتَ تُسْمِعُ الصُّمَّ أَوْ تَهْدِي الْعُمْيَ وَمَنْ كَانَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ (40)
Dalam ayat ini Allah SWT menanyakan kepada Rasulullah: "Apakah engkau hai Muhammad dapat memberi pengajaran dengan menyampaikan aya-ayat Alquran kepada orang-orang yang telah terkunci mati hati, pendengaran dan penglihatannya?. Atau apakah engkau dapat memberi petunjuk dan menjadikan beriman orang-orang yang telah lama bergelimang dalam kesesatan?".
Pertanyaan Allah SWT pada ayat di atas bukanlah dimaksud untuk menanyakan sesuatu kepada Nabi Muhammad saw, tetapi untuk menegaskan tugas beliau sebagai Rasul Allah. Sebagai Rasul Allah beliau tidak mampu menjadikan orang-orang kafir beriman kepada Allah karena yang menentukan segala Sesuatu adalah Allah. Tugas beliau hanyalah menyampaikan agama Allah yang terdapat dalam Alquran.
Rasulullah saw, telah berusaha dengan sekuat tenaga menyampaikan agama Allah kepada penduduk Mekah, tetapi seruan itu selalu mendapat tantangan dari mereka. Tantangan itu tidak saja berupa perkataan, tetapi berupa tindakan dan penganiayaan yang mereka lakukan kepada beliau dan para sahabat yang telah menyatakan keimanannya. Mereka memboikot dan tidak mau berhubungan dengan orang-orang yang telah beriman. Bahkan beberapa kali Rasulullah terpaksa hijrah untuk menghindarkan tindakan dan penganiayaan orang-orang musyrik Mekah itu. Rasulullah dan para sahabat telah merasakan sikap ingkar orang-orang musyrik seakan-akan semua seruan yang telah dilakukan itu tidak ada faedahnya sedikitpun, hampir-hampir Rasulullah berputus asa dalam melaksanakan tugas yang dibebankan Allah kepadanya itu. Dengan turunnya ayat ini, hati Rasulullah merasa terhibur karena Allah SWT menegaskan bahwa tugas beliau hanyalah menyampaikan agama Allah saja. Berhasil tidaknya tugas itu bukanlah tanggung-jawab beliau. tetapi adalah urusan Allah.
Ayat lain yang searti dengan ayat ini ialah firman Allah SWT:

لَيْسَ عَلَيْكَ هُدَاهُمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ
Artinya:
Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah lah yang memberi petunjuk (memberi hidayat) siapa yang dikehendaki-Nya. (Q.S. Al Baqarah: 272)


Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [5]
Ayat 21 s/d 40 dari [89]

[Download AUDIO] Tanda-Tanda Bagi Yang Ber-AKAL...(Akal Mencari TUHAN), 3Mb...Sip, mantap!
[E-BOOK] Tanda-tanda Bagi yg Ber-Akal 1 Mb


'Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka'.''

 

Rasullullah berkata: "Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang membaca ini dan tidak memikir dan merenungkan kandungan artinya".

(Ali 'Imran: 190-191).

Yuk kita bangun generasi qur'ani...

Create by : Muhammad Ihsan

Silahkan kirim Kritik & Saran ke : [sibinmr@gmail.com] [sibin_mr@yahoo.com]

The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani

AYO..BACK TO MASJID | Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya | Berita Islam & Aliran Sesat - Nahimunkar.com | Detikislam.com | TV Islam | VOA ISLAM : Voice of Al Islam
free counters