Tafsir Surat : AZ-ZUMAR

Dan apabila dibacakan Al quran, maka dengarkanlah baik-baik,

dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat ( Al A'raaf : 204 )

HOME|Radio-FajriFm|Pendidikan|Adab|Muallaf Center|QuranTerjemah|eBooks|Tafsir Al-Azhar|HadistWeb|Artikel|SMSQURAN
Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an        

    Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch
No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : AZ-ZUMAR
Ayat [75]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:2/4
 
21 Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diatur-Nya menjadi sumber-sumber di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanaman-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering lalu kami melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.(QS. 39:21)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 21
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَسَلَكَهُ يَنَابِيعَ فِي الْأَرْضِ ثُمَّ يُخْرِجُ بِهِ زَرْعًا مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَجْعَلُهُ حُطَامًا إِنَّ فِي ذَلِكَ لَذِكْرَى لِأُولِي الْأَلْبَابِ (21)
Pada ayat ini Allah SWT memerintahkan manusia memikirkan salah satu dari suatu proses kejadian di alam ini. yaitu proses turunnya hujan dan tumbuhnya tanam-tanaman di permukaan bumi ini. Kalau diperhatikan seakan-akan kejadian itu merupakan suatu siklus yang dimulai pada suatu titik-titik dalam suatu lingkaran, dimulai dari adanya sesuatu, kemudian berkembang menjadi besar, kemudian tua, kemudian meninggal atau tiada. kemudian mulai pula suatu kejadian yang baru lagi dan begitulah seterusnya sampai kepada suatu masa yang ditentukan Allah, yaitu masa berakhirnya kejadian alam ini.
Contohnya ialah air hujan yang turun dari langit menyirami permukaan bumi, sehingga bumi yang semulanya tandus dan kering, menjadi basah dan berair. Air hujan itu sebagian disimpan di dalam bumi dengan adanya akar pohon-pohonan yang ada di hutan-hutan kemudian meresap ke dalam bumi, merupakan persediaan air bagi manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan dan makhluk Tuhan yang lain di masa musim kemarau nanti. Pada bumi yang gundul dan tandus, sebahagian besar dari air hujan itu tidak dapat ditahan oleh bumi. Air itu langsung mengalir ke laut yang kadang-kadang berupa banjir besar yang menjadi malapetaka bagi manusia. Adakalanya air itu langsung dimanfaatkan oleh manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan. Maka tumbuhlah tumbuh-tumbuhan, sejak dari benih kemudian menjadi besar, berbunga yang beraneka warna, berbuah, kemudian mati, untuk tumbuh lagi. Buahnya bermanfaat bagi manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan. Ada yang dimakan, ada pula yang diolah untuk keperluan-keperluan lain. Daun tumbuh-tumbuhan yang gugur kemudian menjadi hancur bersama tanah dapat menjadi pupuk bagi bagi tanam-tanaman yang lain.
Demikianlah, dari turunnya hujan, tumbuhlah tumbuh-tumbuhan dan berkembang-biaknya binatang ternak dan sebagainya, manusia memperoleh nikmat yang tiada taranya, sejak dari nikmat berupa makanan dan minuman, juga nikmat yang berupa perasaan, seperti perasaan senang dan gembira melihat pemandangan yang indah di pegunungan yang diliputi oleh pohon-pohonan, perasaan senang melihat bunga yang sedang mekar, air yang mengalir di sungai, bunyi burung yang merdu diselingi dengan bunyi tetesan air yang jatuh dari atas tebing batu, binatang ternak yang makan di padang rumput yang sedang menghijau.
Jika dilihat proses air yang mengalir ke laut, maka air itu menguap oleh terik panas matahari, kemudian menjadi awan yang bergumpal, dihalau kembali oleh angin ke suatu tempat sehingga menurunkan hujan.
Proses kejadian yang demikian itu menjadi bahan renungan bagi orang yang mau menggunakan pikirannya. Tentu ada Zat Yang Maha Kuasa Yang mengatur semuanya itu, sehingga segala sesuatu terjadi dengan teratur dan rapi. Tidak mungkin manusia yang melakukannya. Yang melakukan semua itu tentulah zat Yang berhak disembah dan ditaati segala perintah-Nya.


22 Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.(QS. 39:22)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 22
أَفَمَنْ شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ فَهُوَ عَلَى نُورٍ مِنْ رَبِّهِ فَوَيْلٌ لِلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ أُولَئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ (22)
Dalam ayat ini Allah SWT menegaskan bahwa tidaklah sama orang yang telah dibukakan Allah hatinya menerima agama Islam dengan orang yang sesat hatinya, sehingga ia mengingkari kebenaran agama Islam. Hati orang tersebut telah melihat kekuasaan dan kebesaran Allah dalam keindahan dan keajaiban alam ini, lalu terbukalah hatinya menerima pancaran cahaya dari nur Ilahi. Sebaliknya orang-orang yang sesat hatinya, tidak melihat tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah SWT dalam kejadian alam ini, mereka menyangka kejadian tersebut tidak lain dari suatu proses kejadian alam itu sendiri, tanpa ada yang mengaturnya. Mereka merasa sanggup merubah atau memperbaiki proses kejadian tersebut. Hal ini disebabkan karena kebodohan dan kepicikan pandangan mereka sehingga hati mereka tetap tertutup, dan tidak memungkinkan masuknya pancaran nur Ilahi ke dalam hatinya. Kedua macam orang itu tentulah tidak sama. Pada ayat yang lain Allah SWT menegaskan tentang ketidaksamaan kedua macam orang itu. Allah SWT berfirman:

أومن كان ميتا فأحييناه وجعلنا له نورا يمشي به في الناس كمن مثله في الظلمات ليس بخارج منها
Artinya:
Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya?. (Q.S. al An'am : 122)
Berkata Ibnu `Abbas: "Di antara orang yang telah dilapangkan Allah dadanya menerima agama Islam, ialah Abu Bakar ra diriwayatkan oleh Ibnu Mardawaih dari Ibnu Mas^ud ia berkata:

تلا رسول الله صلى الله عليه وسلم هذه الآية فقلنا: يا نبي الله كيف انشرح صدره? قال: إذا دخل أنوار القلب انشرح وانفسح فقلنا: فما علامة ذلك يا رسول الله? قال: الإثابة إلى دار الخلود والتجافي عن دار الغرور, والتأهب للموت قبل نزول الموت (حديث أخرجه مردويه عن ابن مسعود)
Artinya:
Rasulullah saw membaca ayat ini, lalu kami bertanya: "Ya Nabiyallah, bagaimana hati yang terbuka itu? Beliau menjawab: "Apabila cahaya menerangi hati, maka ia menjadi terbuka dan lapang". Kami bertanya: "Apakah tanda yang demikian itu Ya Rasulullah? Beliau menjawab: "Menghadapkan diri kepada kehidupan negeri yang abadi dan menjauhkan diri dari kehidupan negeri yang penuh tipuan dan mempersiapkan diri untuk mati sebelum kematian itu datang.
Diriwayatkan oleh At Turmuzi dan Ibnu Umar, ia berkata:

أن رجلا قال: يا رسول الله أي المؤمنين أكيس? قال: أكثهم ذكرا للموت وأحسنهم له استعداد, وإذا دخب النور في القلب انفسخ واستوسع. فقالوا: ما أية ذلك يا نبي الله? قال: الإنابة إلى الخلود والتجافي عن دار الغرور, والاستعداد للموت قبل نزول الموت. (حديث أخرجه الترمذي عن ابن عمر)
Artinya:
Bahwa seorang laki-laki berkata: "Ya Rasulullah, orang mukmin yang manakah yang paling baik ? Rasulullah menjawab: "Mereka yang banyak mengingat mati dan paling banyak persiapannya untuk mati itu, dan bilamana cahaya menyinari hatinya, maka hati itu terbuka dan menjadi lapang". Para sahabat bertanya: "Apa tandanya yang demikian itu ya Nabiyallah? Nabi menjawab: "Menghadapkan diri kepada negeri yang abadi dan menjauhkan diri dari negeri yang penuh dengan tipuan dan menyiapkan diri untuk mati sebelum kematian itu datang.
Adapun orang-orang yang kasar hatinya dan membatu akan mengalami kecelakaan yang besar disebabkan sikap mereka yang keras kepala tidak mau ingat kepada-Nya. Seharusnya hati mereka menjadi lembut bila nama Tuhan disebut di hadapan mereka, tetapi muka mereka hitam muram bila mendengar nama Allah disebut dan hati mereka bertambah keras membatu.
Diriwayatkan oleh At Turmuzi dari Ibnu Umar, ia berkata: berkata Rasulullah saw:

لا تكثروا الكلام بغير ذكر الله, فإن كثرة الكلام بغير ذكر الله قسوة للقلب وإن أبعد الناس من الله القلب القاسي
Artinya:
Janganlah kamu memperbanyak pembicaraan tanpa menyebut nama Allah, karena banyak bicara tanpa menyebut nama Allah menyebabkan hati menjadi kasar. Dan sesungguhnya orang yang paling jauh dari Allah ialah orang yang kasar hatinya. (H.R. Tirmizi dari Ibnu Umar)
Pada akhir ayat ini diterangkan bahwa orang yang hatinya kasar itu adalah orang yang buta penglihatannya, mereka benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata. Setiap orang dengan mudah mengetahui keburukan mereka itu.


23 Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.(QS. 39:23)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 23
اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا مَثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ ذَلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ (23)
Allah SWT menerangkan bahwa Dia menurunkan perkataan yang paling baik, yaitu Alquran yang mulia, sebahagian ayat-ayatnya menyerupai ayat-ayat yang lain baik dalam menjelaskan hukum-hukum, kebenaran, pelajaran, mengemukakan hujah, hikmah-hikmah, dan sebagainya, sebagaimana beberapa bahagian air menyerupai beberapa bagian udara, beberapa bagian suatu negeri menyerupai beberapa bahagian negeri yang lain. Karena ada suatu kisah diulang-ulang menyebutnya di beberapa tempat demikian pula perintah-perintah, larangan-larangan dan sebagainya. Orang-orang yang beriman biIa mereka mendengar bacaan Alquran meremang bulu romanya, dan bergoncang hatinya karena takut kepada Allah. Hal itu mendorong hati mereka mengikuti semua perintah-perintah Allah dan menghentikan larangan-larangan-Nya. Jiwa mereka menjadi hidup semangat mereka bertambah untuk melaksanakan amal-amal yang saleh dan berjihad di jalan-Nya.
Dengan Al Qur'an Allah SWT memberikan petunjuk kepada hamba-hamba-Nya, membimbing orang-orang yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus serta mempertebal iman di dalam hatinya. Tetapi orang yang disesatkan hatinya, mereka hampa dan kosong, mereka tidak akan memperoleh manfaat sedikitpun dari Alquran itu.


24 Maka apakah orang-orang yang menoleh dengan mukanya menghindari azab yang buruk pada hari kiamat (sama dengan orang mukmin yang tidak kena azab)? Dan dikatakan kepada orang-orang yang zalim: `Rasakanlah olehmu balasan apa yang telah kamu kerjakan`.(QS. 39:24)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 24
أَفَمَنْ يَتَّقِي بِوَجْهِهِ سُوءَ الْعَذَابِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَقِيلَ لِلظَّالِمِينَ ذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَكْسِبُونَ (24)
Dalam ayat ini Allah SWT menegaskan perbedaan keadaan orang yang mendapat petunjuk dengan orang yang tidak mendapat petunjuk. Orang yang sesat dan tidak mendapat petunjuk mereka dihadapkan ke neraka pada Hari Kiamat. Api neraka membakar wajah mereka dan tangan mereka itu tidak dapat menutupi wajah mereka dari panas api itu, karena kedua tangan mereka terbelenggu. Lain halnya dengan orang-orang yang beriman. Mereka selamat dari bakaran api neraka dan tidak perlu menghindarkan din dari siksa siksa seperti yang ditimpakan kepada orang-orang kafir. Pada hari itu orang-orang kafir dituding oleh para malaikat sambil berkata: "Rasakanlah olehmu azab neraka yang membakar itu, karena perbuatan-perbuatan yang telah kamu kerjakan dahulu sewaktu hidup di dunia".


25 Orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul), maka datanglah kepada mereka azab dari arah yang tidak mereka sangka.(QS. 39:25)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 25 - 26
كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَأَتَاهُمُ الْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُونَ (25) فَأَذَاقَهُمُ اللَّهُ الْخِزْيَ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَكْبَرُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ (26)
Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan azab yang pernah ditimpakan kepada orang-orang terdahulu kala yang mendustakan para Rasul yang diutus kepada mereka, seperti yang dilakukan oleh orang-orang musyrik Mekah kepada Rasulullah. Azab itu ditimpakan kepada mereka setelah berkali-kali mereka diseru ke jalan yang benar oleh para Rasul yang diutus kepada mereka, namun mereka tidak mengindahkan seruan itu.
Demikianlah mereka ditimpa azab di dunia dan di akhirat nanti mereka akan memperoleh azab yang sangat. Azab dunia jauh lebih enteng dan ringan jika dibanding dengan azab akhirat.


26 Maka Allah merasakan kepada mereka kehinaan pada kehidupan dunia. Dan sesungguhnya azab pada hari akhirat lebih besar kalau mereka mengetahui.(QS. 39:26)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


27 Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al quran ini setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran.(QS. 39:27)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 27 - 28
وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِي هَذَا الْقُرْآنِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ (27) قُرْآنًا عَرَبِيًّا غَيْرَ ذِي عِوَجٍ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ (28)
Allah SWT menjelaskan dalam ayat ini bahwa Dia telah membuatkan bermacam-macam contoh dalam Alquran seperti menerangkan sejarah beberapa umat yang dahulu yang mengingkari Tuhan dan malapetaka yang mereka alami. Contoh dan perumpamaan itu dikemukakan kepada mereka agar mereka mengambil pelajaran darinya, baik yang berhubungan dengan kehidupan dunia maupun yang berhubungan dengan kehidupan di akhirat nanti. Dengan berpedoman kepada Alquran, mereka dapat meluruskan kembali kepercayaan mereka yang sesat, memperbaiki tata kehidupan mereka yang kacau, sehingga menjadi kehidupan yang beradab. Tidaklah sukar bagi mereka memahami Alquran itu, karena diturunkan dalam bahasa Arab, bahasa mereka sendiri. Tidak ada sesuatu yang bertentangan di dalamnya. Isinya jelas dan tegas baik yang berhubungan dengan akidah, hukum, budi pekerti dan sebagainya. Jika mereka mau beriman dan mengikuti petunjuk Alquran, pastilah mereka dapat menjaga diri dari malapetaka yang mungkin menimpa mereka dan tentulah mereka akan taat hanya kepada Allah saja.


28 (Ialah) Al quran dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa.(QS. 39:28)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


29 Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang laki-laki (budak) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat yang dalam perselisihan dan seorang budak yang menjadi milik penuh dari seorang laki-laki (saja). Adakah kedua budak itu sama halnya? Segala puji bagi Allah tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.(QS. 39:29)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 29
ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا رَجُلًا فِيهِ شُرَكَاءُ مُتَشَاكِسُونَ وَرَجُلًا سَلَمًا لِرَجُلٍ هَلْ يَسْتَوِيَانِ مَثَلًا الْحَمْدُ لِلَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ (29)
Allah membuat suatu perumpamaan untuk menjelaskan perbedaan antara syirik dengan tauhid. Untuk itu Allah SWT mengumpamakan dua orang budak. Budak yang satu dimiliki oleh beberapa orang tuan, mereka berserikat dalam memilikinya. Sedang budak yang lain hanya dimiliki oleh seorang tuan saja, tidak ada orang lain yang memilikinya. Pada suatu saat budak pertama mendapat perintah dari tuan-tuannya itu dan perintah berbeda-beda, seperti tuan pertama memerintahkan membersihkan pekarangan rumahnya, tuan yang kedua menyuruh mencangkul kebunnya, tuan yang ketiga menyuruh membersihkan rumahnya dan sebagainya. Perintah ini diberikan pada saat yang sama. Perintah tuan yang manakah yang harus dikerjakan oleh budak tersebut? Tidak mungkin budak itu melaksanakan tiap-tiap perintah dari tuannya itu dalam waktu yang sama. Demikianlah seterusnya sehingga budak itu selalu kebingungan dalam menaati perintah-perintah dari masing-masing tuannya.
Adapun budak yang kedua yang hanya dimiliki oleh seorang tuan, ia dapat melaksanakan perintah tuannya dengan baik, ia tidak akan bingung dalam melaksanakan perintah itu, dan tuannya pun berlega hati karena budaknya itu dapat melaksanakan perintahnya dengan baik.
Samakah keadaan kedua budak tersebut dan sama pulakah keadaan tuan dari masing-masing budak itu?.
Demikianlah halnya dengan orang yang beragama tauhid dan orang yang beragama syirik. Orang yang beragama tauhid tidak pernah bingung dalam melaksanakan perintah dan larangan dari Tuhannya, karena perintah dan larangan itu bersumber dari Yang Maha Satu, Yang Maha Esa. Seorang yang beragama. syirik selalu dalam keadaan bingung, perintah tuhannya yang manakah yang akan diikutinya. Sebaliknya orang yang beragama tauhid hanya menyembah Tuhan Yang Esa, sedang orang yang beragama syirik selalu bingung, tuhan mereka yang manakah yang lebih patut disembah dari tuhan-tuhan yang lain.
Setelah Allah SWT menerangkan kebatilan syirik, Dia menegaskan bahwa segala puji hanyalah teruntuk bagi-Nya saja, tidak untuk yang lain, hanya Dia sajalah yang berhak disembah. Tetapi kebanyakan manusia tidak mau mengetahuinya.


30 Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula).(QS. 39:30)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 30 - 31
إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ (30) ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عِنْدَ رَبِّكُمْ تَخْتَصِمُونَ (31)
Allah SWT menerangkan bahwa semua manusia akan kembali kepada Tuhan dan di Hari Kiamat nanti manusia antara yang satu dengan yang lain akan saling berbantah-bantahan dan saling tuduh menuduh. Pada Hari Kiamat orang-orang musyrik berusaha membela diri mereka masing-masing, tetapi Nabi Muhammad dapat menolak alasan mereka itu, dengan menyatakan bahwa dakwah telah disampaikan kepada mereka, tetapi mereka mengingkari dan mendustakannya. Karena itu mereka mohon ampunan kepada Allah, tetapi permohonan mereka tidak dapat diterima, karena pada hari itu tobat tidak dapat diterima lagi.
Di antara perbantahan antara orang-orang musyrik dengan sembahan-sembahan mereka itu disebutkan dalam ayat ini. Mereka berkata kepada pemimpin-pemimpin mereka: "Kami ikuti kamu, tetapi kamu menyesatkan kami". Para pemimpin menjawab: "Kami juga telah ditipu oleh setan-setan dan nenek moyang kita dahulu".
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Abu Hurairah Rasulullah saw berkata:

من كان عنده مظلمة لأخيه من عرض أو مال فليتحلله اليوم قبل ألا يكون دينار ولا درهم إن كان له عمل صالح أخذ منه بقدر مظلمته وإن لم يكن حسنات أخذ من سيئات صاحبه فحملت عليه. حديث رواه البخاري
Artinya:
Barangsiapa yang mempunyai kesalahan terhadap sandarannya baik berupa kehormatan atau harta, maka hendaklah ia selesaikan dengan saudaranya itu di dunia. sebelum datang hari yang tidak berguna lagi padanya dinar dan dirham. Jika ia punya amal saleh maka dia ambil daripadanya sebesar kesalahannya. Jika tidak punya kebaikan diambil dosa temannya itu lalu dibebankan kepadanya.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah Rasulullah saw bersabda:

أتدون من المفلس قالوا: المفلس فينا من لا درهم له ولا متاع فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم إن المفلس من يأتي يوم القيامة بصلاة وزكاة وصيام. ويأتي قد شتم هذا, وقذف هذا, وأكل مال هذا وسفك دم هذا ويعطى هذا من حسناته وهذا من حسناته, فإن فنيت حسناته قبل أن يقضي ما عليه أخذ من خطاياهم فطرحت عليه ثم طرح في النار. (حديث أخرجه مسلم)
Artinya:
Tahukah kamu sekalian siapakah orang yang bangkrut itu? Para sahabat menjawab: "Grang yang bangkrut di kalangan kami ialah orang yang tidak mempunyai uang dirham dan harta". Berkata Nabi saw: "Orang yang bangkrut ialah orang yang datang pada Hari Kiamat membawa pahala salat. zakat, puasa dan membawa kesalahan mencaci si anu, menuduh si anu memakan harta si anu, menumpahkan darah si anu, memukul si anu. Kemudian diberikanlah sebahagian dari kebaikannya kepada si anu dan sebahagian lagi kepada si anu dan sebahagian lagi kepada si anu. Jika habis kebaikannya sebelum menyelesaikan kesalahan orang-orang itu kemudian ditimpakan kepadanya. dan kemudian ia dilemparkan ke dalam neraka".


31 Kemudian sesungguhnya kamu pada hari kiamat akan berbantah-bantah di hadapan Tuhanmu.B(QS. 39:31)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


32 Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah dan mendustakan kebenaran ketika datang kepadanya? Bukankah di neraka Jahannam tersedia tempat tinggal bagi orang-orang yang kafir?(QS. 39:32)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 32
فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ كَذَبَ عَلَى اللَّهِ وَكَذَّبَ بِالصِّدْقِ إِذْ جَاءَهُ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِلْكَافِرِينَ (32)
Tidak ada orang yang lebih zalim dari pada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah, dengan mengadakan sesembahan yang lain, atau dengan mengatakan bahwa para malaikat itu adalah anak-anak putri Allah, dan mendustakan kebenaran Alquran, yang dibawa oleh Muhammad saw utusan Allah, yang mengajak kepada ketauhidan, yang melaksanakan amar makruf nahi mungkar dan memberitahukan akan datangnya hari berbangkit dan hari pembalasan. Mereka bersikap mendustakan itu justru ketika kebenaran datang kepada mereka, seolah-olah mereka menutup akal dan pancaindra mereka sama sekali untuk mengadakan penyelidikan atau membedakan mana yang hak dan mana yang batil seperti yang biasa dilakukan oleh manusia yang sadar dan wajar. Semua itu timbul karena sifat kesombongan dan keangkuhan. Maka Allah SWT menyampaikan ancaman yang keras dalam bentuk pertanyaan; "Bukankah di neraka Jahanam tersedia tempat tinggal bagi orang-orang yang kafir?". Cara menyampaikan ancaman dengan bentuk pertanyaan itu sering dijumpai dalam Alquran, karena faedahnya besar sekali bagi mereka yang sedang mencari kebenaran. Pertanyaan itu menimbulkan kejutan atau paling sedikit perhatian bagi mereka yang lengah dan lalai Dan sesuai dengan Sunatullah, maka setelah Allah menyampaikan ancaman terhadap orang-orang kafir itu, memberi kabar gembira dan pujian kepada Nabi Muhammad saw yang membawa kebenaran itu dan kepada para sahabat dan pengikutnya yang membenarkannya, yang selalu hidup bertakwa kepada-Nya.


33 Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa.(QS. 39:33)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 33
وَالَّذِي جَاءَ بِالصِّدْقِ وَصَدَّقَ بِهِ أُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ (33)
Adapun orang yang membawa kebenaran yaitu Muhammad saw dan orang-orang yang membenarkannya, yaitu para sahabat dan pengikutnya sampai Hari Kiamat, mereka itu selalu bertakwa kepada Allah tidak menyembah patung dan berhala, selalu menunaikan kewajiban syariatnya, melaksanakan amar makruf nahi mungkar sambil mengharapkan pahala-Nya dan takut azab-Nya, maka mereka itulah yang dimaksudkan golongan orang-orang yang bertakwa.


34 Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki pada sisi Tuhan mereka. Demikianlah balasan orang-orang yang berbuat baik,(QS. 39:34)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 34
لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ عِنْدَ رَبِّهِمْ ذَلِكَ جَزَاءُ الْمُحْسِنِينَ (34)
Mereka akan memperoleh pahala dan kehormatan pada sisi Tuhan yang selalu mereka taati dan menyembah kepada-Nya. Mereka di dalam surga akan memperoleh apa saja yang mereka kehendaki pada sisi Tuhan mereka, seperti dijelaskan dalam beberapa hadis yang sahih bahwa dalam surga itu mereka akan menjumpai berbagai nikmat yang belum pernah dilihat oleh mata, dan belum pernah didengar oleh telinga dan belum pernah terbayang dalam hati. Itulah balasan bagi mereka yang selalu mengutamakan amal kebaikan, dengan hati yang tulus ikhlas dalam keadaan sembunyi atau terang-terangan, yang selalu mengawasi amal perbuatan dan ucapan mereka, baik mengenai soal berat atau ringan, yang besar maupun yang kecil, terhadap semuanya itu mereka menghadapinya dengan penuh rasa tanggung jawab. Kemudian Allah SWT menerangkan pula kesudahan mereka yang balk, yaitu:


35 agar Allah menutupi (mengampuni) bagi mereka perbuatan yang paling buruk yang mereka kerjakan dan membalas mereka dengan upah yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.(QS. 39:35)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 35
لِيُكَفِّرَ اللَّهُ عَنْهُمْ أَسْوَأَ الَّذِي عَمِلُوا وَيَجْزِيَهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ الَّذِي كَانُوا يَعْمَلُونَ (35)
Semua rahmat, pahala dan karunia yang dilimpahkan Allah kepada mereka itu, agar Allah mengampuni bagi mereka perbuatan yang paling buruk yang pernah mereka kerjakan di dunia. Allah SWT tidak membalas dengan azab tentang dosa-dosa dan kesalahan mereka, bahkan Allah menutupi dosa dan perbuatan mereka yang buruk itu dan membalas dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. Dalam ayat ini didahulukan ampunan dosa dari pada pemberian pahala, karena menolak kemudaratan harus didahulukan dari pada menarik kemanfaatan.


36 Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya. Dan mereka mempertakuti kamu dengan (sembahan-sembahan) yang selain Allah? Dan siapa yang disesatkan Allah maka tidak seorangpun pemberi petunjuk baginya.(QS. 39:36)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 36
أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ وَيُخَوِّفُونَكَ بِالَّذِينَ مِنْ دُونِهِ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ (36)
Dalam ayat ini Allah SWT memberikan jaminan bahwa barangsiapa yang bertawakkal kepada-Nya maka Dia adalah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya dan menghindarkan bahaya dari mereka dan melaksanakan cita-cita yang jadi idaman mereka, seperti tersebut dalam firman Allah:

ومن يتوكل على الله فهو حسبه إن الله بالغ أمره قد جعل الله لكل شيء قدرا
Artinya:
Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (Q.S. At Talaq: 3)
Tentang perintah untuk bertawakkal ini dalam ayat dikemukakan dalam bentuk pertanyaan, supaya lebih menyentuh dalam hati, sehingga terasa lebih mantap, seperti sesuatu yang lebih jelas dan terang keadaannya, sehingga tak dapat diingkari lagi. Dan kaum musyrikin itu menakut-nakuti Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya seperti tersebut dalam sebuah hadis, baliwa mereka berkata kepada Nabi saw "Mengapa kamu mencaci maki tuhan-tuhan kami? Jika kamu terus-menerus mencaci mereka, maka berhala itu akan menjadikan kamu orang gila atau kamu akan ditimpa bencana yang besar". Dan diriwayatkan oleh Qatadah bahwa Khalid bin Walid datang kepada patung Uzza untuk memecahkannya dengan kampaknya. Maka datanglah (kuncen) juru kunci yang. menjaganya sambil memberi peringatan: "Awas Khalid, patung itu sangat gagah perkasa, tidak dapat dikalahkan oleh siapapun". Lalu oleh Khalid dipotong hidungnya. Ternyata patung itu tidak dapat membela dirinya apalagi memberi manfaat kepada penyembahnya. karena setiap kemanfaatan dan kemudaratan itu, tidak akan sampai melainkan dengan izin dan kehendak Allah SWT. Dan barangsiapa yang berserah diri dan bertawakal kepada Allah, maka Dia-lah yang akan memberi kecukupan dalam keperluannya, seperti dalam firman-Nya:

فسيكفيكم الله
Artinya:
Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. (Q.S. Al Baqarah: 137)
Dan firman Allah mengenai Ibrahim:

وكيف أخاف ما أشركتم ولا تخافون أنكم أشركتم بالله ما لم ينزل به عليكم سلطانا
Artinya:
Bagaimana aku takut kepada sembahan-sembahan yang kamu persekutukan (dengan Allah), padahal kamu tidak takut mempersekutukan Allah dengan sembahan-sembahan yang Allah sendiri tidak menurunkan hujah kepadamu untuk mempersekutukan-Nya. (Q.S. Al An'am : 81)
Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, sehingga mengikuti ajakan hawa nafsunya dan senang melihat pelanggaran, kefasikan dan mendurhakai Rasul-Nya, maka tidak seorangpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.


37 Dan barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorangpun yang dapat menyesatkannya. Bukankah Allah Maha Perkasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) mengazab?(QS. 39:37)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 37
وَمَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُضِلٍّ أَلَيْسَ اللَّهُ بِعَزِيزٍ ذِي انْتِقَامٍ (37)
Dan barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah dan dimudahkan baginya untuk menempuh jalan-jalan kebahagiaan dengan mengekang hawa nafsunya dan mencintai amal kebaikan, maka tidak seorangpun yang dapat menyesatkannya dan memalingkannya dari tujuannya yang baik, atau memaksanya kepada perbuatan maksiat, karena tidak ada yang dapat membendung arus kehendak Allah atau menentang, kekuasaan-Nya. Karena itu dikatakan: "Bukankah Allah Maha Perkasa yang tidak dapat dikalahkan, lagi mempunyai kekuasaan untuk mengazab orang-orang yang memusuhi Rasul-Nya?". Kemudian Allah mengemukakan beberapa hujah atas kekuasaan dan keesaan-Nya dan menegaskan kebodohan kaum musyrikin penyembah berhala yang tidak mempunyai ciptaan apa-apa.


38 Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: `Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?`, Niscaya mereka menjawab: `Allah`. Katakanlah: `Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmat-Nya? Katakanlah:` Cukuplah Allah bagiku `. Kepada-Nyalah bertawakkal orang-orang yang berserah diri.(QS. 39:38)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 38
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلْ أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ أَرَادَنِيَ اللَّهُ بِضُرٍّ هَلْ هُنَّ كَاشِفَاتُ ضُرِّهِ أَوْ أَرَادَنِي بِرَحْمَةٍ هَلْ هُنَّ مُمْسِكَاتُ رَحْمَتِهِ قُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ عَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ الْمُتَوَكِّلُونَ (38)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa kaum musyrikin itu mengakui adanya Tuhan Pencipta alam, Yang Maha Bijaksana, karena dalil-dalil kebenarannya tidak dapat diingkari lagi. Dan sungguh jika mereka ditanya: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi, niscaya mereka menjawab: "Allah". Jika demikian mengapa mereka menyembah kepada selain Allah, atau mempersekutukan-Nya dengan yang lainnya, dan mereka telah dikenal sejak dahulu kala sebagai orang-orang yang cerdas pikirannya, akan tetapi karena mereka secara taklid buta mengikuti saja kebiasaan nenek moyangnya, maka mereka tidak bertindak sesuai dengan pikirannya yang sehat bahkan melakukan perbuatan orang-orang jahil secara tidak sadar. Allah SWT menyuruh Nabi-Nya, menyampaikan kritik yang mengandung kecaman yang pedas dalam bentuk pertanyaan: "Coba terangkan olehmu kepada-Ku tentang patung-patung berhala-berhala itu, yang kamu sembah selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudaratan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudaratan itu, atau jika Allah hendak melimpahkan rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmat-Nya? Apabila mereka ternyata tidak dapat berbuat demikian, maka apa faedahnya menyembah mereka yang sama sekali tidak berdaya itu. Bukankah lebih baik menyembah Tuhan Yang Maha Esa saja yang dapat melindungi hamba-hamba-Nya dan mencukupi segala kebutuhan mereka?"
Muqatil meriwayatkan, ketika turun ayat ini Rasulullah saw bertanya kepada mereka dengan perintah Allah kepadanya, lalu mereka menjawab: "Memang berhala-berhala itu tidak dapat menghalang-halangi kehendak Allah, akan tetapi mereka itu dapat memberi syafaat kepada kami". Maka turunlah firman Allah yang artinya: "katakanlah, cukuplah Allah bagiku dalam segala urusanku tentang mendatangkan kemanfaatan dan menolak kemudaratan, dan aku sama sekali tidak takut terhadap ancaman berhala-berhalamu dan hanya kepada Allahlah orang-orang yang berserah diri bertawakkal. Sebagaimana tersebut juga dalam sebuah hadis: "Barangsiapa yang ingin menjadi manusia yang paling kuat, hendaklah ia bertawakkal kepada Allah, dan barangsiapa yang ingin menjadi manusia terkaya, maka hendaklah ia lebih percaya kepada yang berada di tangan Allah dari pada yang berada di tangannya sendiri, dan barangsiapa yang ingin menjadi manusia yang terhormat, maka ia hendaklah bertakwa kepada Allah.
Dan Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas dari Nabi saw sabdanya: "Peliharalah (agama) Allah nanti kamu menemui-Nya di hadapanmu ingatlah Allah pada saat bersenang-senang, nanti Allah akan mengingatmu dalam kesempitan, dan jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, dan jika kamu meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada-Nya. dan ketahuilah, bahwa jika seluruh umat manusia sepakat untuk membuat mudarat kepadamu dengan sesuatu, yang Allah belum memastikannya kepadamu. niscaya mereka tidak dapat membuat mudarat kepadamu, dan jika mereka semuanya sepakat untuk menyampaikan suatu kemanfaatan kepadamu, yang Allah belum memastikannya untukmu. maka mereka sama sekali tidak dapat berbuat manfaat kepadamu; qalani (di Lohmahfuz) telah diangkat, buku Catatan amal telah kering. beramallah karena Allah dengan rasa syukur dan penuh keyakinan. dan ketahuilah bahwa dalam kesabaran untuk menahan kebencian terdapat banyak kebaikan dan setiap kesusahan ada jalan keluarnya dan tiap kesulitan ada kemudahannya. Ayat ini seperti firman Allah mengenai Nabi Hud as:

إن نقول إلا اعتراك بعض إلهتنا بسوء قال إني أشهد الله واشهدوا أني برئ مما تشركون
Artinya:
Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu." Hud menjawab: "Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. (Q.S. Al Hud: 54)
Dan setelah Rasulullah saw mengemukakan argumen yang tidak dapat dibantah lagi oleh kaum musyrikin, maka Allah SWT memerintahkan beliau supaya menyampaikan ancaman berikut ini:


39 Katakanlah:` Hai kaumku, bekerjalah sesuai dengan keadaanmu, sesungguhnya aku akan bekerja (pula), maka kelak kamu akan mengetahui,(QS. 39:39)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 39
قُلْ يَا قَوْمِ اعْمَلُوا عَلَى مَكَانَتِكُمْ إِنِّي عَامِلٌ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ (39)
Katakanlah: "Hai kaumku, bekerjalah sesuai dengan anggapanmu, bahwa kamu mempunyai kekuatan dan ketrampilan, dan peraslah keringatmu dalam membuat makar dan tipu dayamu, karena akupun bekerja pula dalam mengokohkan dan menyiarkan agamaku, nanti kamu akan mengetahui, siapakah di antara kita yang lebih baik kesudahannya.


40 siapa yang akan mendapat siksa yang menghinakannya dan lagi ditimpa oleh azab yang kekal `.(QS. 39:40)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 40
مَنْ يَأْتِيهِ عَذَابٌ يُخْزِيهِ وَيَحِلُّ عَلَيْهِ عَذَابٌ مُقِيمٌ (40)
Siapakah di antara kita yang mendapat siksa yang hina dan siapakah di antara kita yang akan ditimpa oleh azab yang kekal, kami atau kamu?".


Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [4]
Ayat 21 s/d 40 dari [75]

[Download AUDIO] Tanda-Tanda Bagi Yang Ber-AKAL...(Akal Mencari TUHAN), 3Mb...Sip, mantap!
[E-BOOK] Tanda-tanda Bagi yg Ber-Akal 1 Mb


'Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka'.''

 

Rasullullah berkata: "Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang membaca ini dan tidak memikir dan merenungkan kandungan artinya".

(Ali 'Imran: 190-191).

Yuk kita bangun generasi qur'ani...

Create by : Muhammad Ihsan

Silahkan kirim Kritik & Saran ke : [sibinmr@gmail.com] [sibin_mr@yahoo.com]

The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani

AYO..BACK TO MASJID | Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya | Berita Islam & Aliran Sesat - Nahimunkar.com | Detikislam.com | TV Islam | VOA ISLAM : Voice of Al Islam
free counters