Tafsir Surat : AL-INSAAN

Get 100MB Free Web Hosting at Jabry.com

type=text/javascript> vBulletin_init();

Dan apabila dibacakan Al quran, maka dengarkanlah baik-baik,

dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat ( Al A'raaf : 204 )

::Home:: | Indonesia | English | Dutch | Sejarah | Hadist | Al Qur'an? | Adab | Al-Ma'tsurat | TAJWID | Artikel | Free Mobile Aplications | Sms Quran & Hadist
Pendidikan | Menyimak & Mengkaji | Membumikan Quran | Wawasan Quran | Memahami Quran | eBooks | Kisah Muallaf | *HadistWeb* | Tanda2 Bagi yg Ber-Akal
Tafsir Al-Azhar | Ponsel Quran | Belajar Baca | Qr.Recitation | Qr.Explorer | QuranTools | Qur’an Flash | Qurany.net | {Radio Dakwah/TV} | QuranTV-Mp3

Gunakan browser internet explorer untuk dapat mendengarkan Murotal (Audio)

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an        

    Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch
No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : AL-INSAAN
Ayat [31]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:1/2
 
1 Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan yang dapat disebut?(QS. 76:1)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Insaan 1
هَلْ أَتَى عَلَى الْإِنْسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْئًا مَذْكُورًا (1)
Dalam ayat pertama ini Allah menegaskan tentang proses kejadian manusia dari tidak ada menjadi ada, pada saat manusia belum berwujud sama sekali.
Disebutkan bahwa manusia berasal dari tanah yang tiada dikenal dan disebut-sebut sebelumnya, apa dan bagaimana jenis tanah itu tidak dikenal sama sekali. Kemudian Allah meniupkan ruh kepadanya, sehingga jadilah dia makhluk yang bernyawa.


2 Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.(QS. 76:2)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Insaan 2
إِنَّا خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًا (2)
Ayat kedua ini menerangkan unsur-unsur yang membentuk manusia (setelah lewatnya masa ciptaan pertama) yakni bahwa manusia diciptakan dari sperma (nutfah) laki-laki dan ovum perempuan yang bercampur. Berasal dari sulbi laki-laki dan tulang-tulang dada perempuan dan keluar secara berpancaran (surah At Tariq: 6-7).
Maksud Allah menjadikan manusia untuk mengujinya dengan membebankan kepadanya berupa perintah (taklif) dan larangan setelah dia mencapai usia dewasa. Dengan kata lain maksud penciptaan manusia adalah untuk menjunjung tegaknya risalah Allah di atas dunia ini.
Untuk menguji mereka itu boleh pula dalam bentuk apakah mereka (manusia) bisa bersyukur pada waktu senang dan gembira, sebaliknya apakah sanggup sabar (tabah) ketika menghadapi musuh.
Maka yang dimaksud dengan "amsyaj" (bercampur) dalam ayat ini ialah bercampurnya sperma laki-laki yang berwarna keputih-putihan dengan sel telur perempuan yang kekuning-kuningan. Campuran itulah yang menghasilkan segumpal darah ( 'alaqah ) kemudian segumpal daging ( mudgah ) , lalu tulang belulang yang dibungkus dengan daging, dan seterusnya, sehingga setelah 9 bulan dalam rahim ibu lahirlah bayi yang sempurna.
Karena kelahiran manusia pada akhirnya bertujuan sebagai penjunjung amanat Allah, kepadanya dianugerahkan pendengaran, penglihatan yang memungkinkan dia menyimak dan menyaksikan kebesaran, kekuasaan dan besarnya nikmat Allah. Manusia dianugerahi, pendengaran dan akal pikirannya itu, sebagai bukti tentang kekuasaan Allah SWT. Disebutkan secara khusus pendengaran, penglihatan, karena keduanya adalah indra yang paling berfungsi mengamati ciptaan Allah yang membawa manusia mentauhidkan-Nya.
Dengan alat penglihatan, pendengaran dan dilengkapi pula dengan pikiran (akal) tersedialah dua kemungkinan bagi manusia. Apakah ia cenderung kembali kepada sifat asalnya sebagai makhluk bumi sehingga ia sama dengan makhluk lainnya seperti hewan, tumbuh-tumbuhan, atau ia cenderung untuk menjadi makhluk yang Ilahiyah, yang berpikir yang memperhatikan tentang kebesaran Nya?.
Demikianlah setelah dia menjadi manusia yang sempurna indranya yang memungkinkan dia untuk memikul beban (taklif) dari Allah, maka diberikanlah kepadanya dua alternatif jalan hidup seperti disebutkan dalam ayat berikutnya.


3 Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.(QS. 76:3)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Insaan 3
إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا (3)
Ayat ini menerangkan bahwa sesungguhnya Allah, telah menunjuki ke jalan yang lurus, ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.
Maka dengan bimbingan wahyu-Nya yang disampaikan lewat Nabi Muhammad SAW manusia telah ditunjuki jalan yang lurus dan mana pula jalan yang sesat Allah menunjukkan kepadanya kebaikan dan kejahatan.
Dari perkataan "Sabil" yang terdapat dalam ayat ini tergambar keinginan Allah terhadap manusia yakni membimbing manusia kepada hidayah-Nya sebab Sabil lebih tepat diartikan sebagai petunjuk" dari pada jalan. Hidayah itu berupa dalil-dalil keesaan Allah dan kebangkitan Rasul yang disebutkan dalam kitab suci.
Sabil (hidayah) itu dapat ditangkap dengan pendengaran, penglihatan dan pikiran. Tuhan hendak menunjukkan kepada manusia bukti-bukti kewujudan Nya melalui penglihatan terhadap diri (ciptaan) manusia sendiri dan melalui penglihatan terhadap alam semesta, sehingga pikirannya merasa puas untuk mengimani-Nya.
Akan tetapi memang sudah merupakan kenyataan bahwa terhadap pemberian Allah itu, sebagian manusia ada yang bersyukur tetapi ada pula yang ingkar (kafir). Tegasnya ada yang menjadi mukmin yang berbahagia, ada pula yang kafir. Dengan sabil itu pula manusia bebas menentukan pilihannya antara dua alternatif yang tersedia itu.
Pada ayat lain disebutkan:

الذي خلق الموت والحياة ليبلوكم أيكم أحسن عملا وهو العزيز الغفور
Artinya:
Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
((Q.S. Al-Mulk: 2)

ولنبلونكم حتى نعلم المجاهدين منكم والصابرين ونبلوا أخباركم
Artinya:
Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu; dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.
(Q.S. Muhammad: 31)
Bahwa manusia diciptakan atas fitrah, dan hidayahnya yang terlebih dahulu diterimanya baru kemudian godaan untuk mengingkari Allah, disebutkan dalam suatu ayat:

فطرت الله التي فطر الناس عليها
Artinya:
(Tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.
(Q.S. Ar Rum: 30)
Dalam suatu hadis disebutkan:

ما من خارج يخرج إلا ببابه رايتان: راية بيد ملك وراية بيد شيطان فإن خرج لما يحب الله اتبعه الملك برايته فلم يزل تحت راية الملك حتى يرجع إلى بيته وإن خرج لما يسخط الله اتبعه الشيطان برايته فلم يزل تحت راية الشيطان حتى يرجع إلى بيته
Artinya:
"Tiada seorang pun yang keluar (rumah), kecuali di pintunya ada dua bendera: Bendera (yang satu) di tangan malaikat dan bendera (yang lain) di tangan setan. Jika seseorang keluar karena mengharapkan apa yang dicintai/disenangi Allah, niscaya ia diikuti oleh malaikat dengan benderanya. Ia senantiasa berada di bawah bendera malaikat sampai ia kembali ke rumahnya. Dan jika seseorang keluar karena mencari apa yang dimurkai Allah, niscaya ia diikuti oleh setan dengan benderanya. Ia senantiasa berada di bawah bendera setan sampai ia kembali ke rumahnya".


4 Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala.(QS. 76:4)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Insaan 4
إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ سَلَاسِلَا وَأَغْلَالًا وَسَعِيرًا (4)
Ayat ini menerangkan bahwa sesungguhnya Allah telah menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala. Orang yang kafir di sini maksudnya orang yang mengingkari nikmat dan pemberian yang telah dianugerahkan kepadanya bahkan selain mengingkari juga membantahnya.
Azab yang disediakan bagi mereka berupa: rantai, belenggu dan neraka yang bernyala-nyala. Rantai mengikat kaki supaya tidak lari, sedang belenggu untuk merantai tangan dan leher yang diikat ke neraka. Neraka Sa'ir (yang bernyala-nyala) seperti disebutkan dalam keterangan surah yang lalu adalah neraka yang nyalanya tidak dapat dibandingkan dengan jenis api manapun di atas dunia ini.
Ayat lain menyebutkan:

إذا الأغلال في أعناقهم والسلاسل يسحبون
Artinya:
Ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka seraya mereka diseret.
(Q.S. Al-Mu'minun: 71)


5 Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebaikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur,(QS. 76:5)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Insaan 5
إِنَّ الْأَبْرَارَ يَشْرَبُونَ مِنْ كَأْسٍ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا (5)
Ayat ini menerangkan balasan Allah kepada orang yang berbuat kebaikan yaitu berupa minuman dari gelas yang berisikan air yang campurannya adalah air kafur, yaitu nama suatu mata air di surga yang airnya putih dan baunya sedap serta enak rasanya.


6 (yaitu) mata air (dalam syurga) yang daripadanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya.(QS. 76:6)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Insaan 6
عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا عِبَادُ اللَّهِ يُفَجِّرُونَهَا تَفْجِيرًا (6)
(Yaitu) mata air (dalam surga) yang darinya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya.
Jadi kafur itu berasal dari mata air yang airnya diminum oleh para hamba Allah yang muqarrabin (yang dekat kepada-Nya). Mereka dapat mengalirkan air sungai itu menurut kehendak hati tanpa ada yang menghalangi. Pokoknya bebas menikmati air itu sepuas-puasnya. Air itu akan mengalir ke tempat-tempat yang mereka kehendaki, ke dalam kamar, mahligai atau ke dalam kebun-kebun yang mereka inginkan.


7 Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.(QS. 76:7)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Insaan 7
يُوفُونَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيرًا (7)
Dalam ayat ini Allah menyebutkan beberapa sifat orang-orang abrar itu, yakni:
Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.
Menunaikan nazar adalah menepati sesuatu kewajiban yang datang dari pribadi sendiri dalam rangka menaati Allah. Berbeda dengan kewajiban syara' (agama) yang datang dari Allah, maka nazar bersifat pembebanan yang timbul karena keinginan sendiri dengan niat mensyukuri nikmat Allah. Baik nazar maupun syara' kedua-duanya hukumnya wajib dilaksanakan.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Malik, Bukhari dan Muslim dari 'Aisyah, Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
"Barang siapa yang bernazar menaati Allah, hendaklah ia mematuhi (menaati) nazar itu, (tetapi) janganlah mendurhakai-Nya (janganlah penuhi nazar itu)"
Lebih lanjut soal nazar ini disebutkan dalam beberapa hadis antara lain dapat diperoleh ketentuan, yakni:
1. Hadis riwayat Bukhari dari `Aisyah menjelaskan bahwa nazar yang bermaksud hendak menaati Allah wajib dipenuhi, sedangkan nazar dengan niat mendurhakai Allah tidak boleh dipenuhi. Demikian pula hadis-hadis riwayat Tirmizi, Abu Daud dan An Nasa'i.
2. Rasulullah SAW memerintahkan kepada Saad bin Ubadah agar membayar puasa nazar yang pernah diucapkan oleh ibunya yang telah meninggal. Demikian diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Sa'ad bin Ubadah.
Selain dari menyempurnakan janji, orang "abrar" itu adalah orang yang mau meninggalkan segala perbuatan terlarang ( muharramat ) karena takut akan dahsyatnya pembalasan yang harus diterima di Hari Kiamat akibat mengerjakannya.
Sebab pada hari itu segala kejahatan dan kedurhakaan yang pernah dikerjakan seseorang disebarluaskan. Hanyalah orang-orang yang dikasihi Tuhan saja yang selamat dari keadaan yang mengerikan itu.


8 Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.(QS. 76:8)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Insaan 8
وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا (8)
Selanjutnya ayat ini menerangkan bahwa orang "abrar" ini memberikan makanan yang sangat diperlukan dan disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.
Memberikan makan kepada orang miskin, anak yatim dan tawanan (pada musim perang) berarti pula memberikan bantuan dan sokongan kepada orang yang memerlukan. Disebutkan di sini makanan, karena makanan itu merupakan kebutuhan pokok hidup seseorang. Boleh jadi pula memberikan makanan berarti berbuat baik kepada orang yang sangat membutuhkannya dengan cara dan bentuk apapun. Boleh jadi pula yang dimaksud dengan memberikan makanan berarti pula berbuat baik kepada makhluk yang sangat memerlukannya dengan cara dan bentuk apapun. Disebutkan secara khusus memberikan makanan karena inilah bentuk ihsan (kebaikan) yang paling tinggi nilainya.
Bentuk insan lain yang juga tinggi nilainya disebutkan dalam ayat lain, yakni:

يقول أهلكت مالا لبدا أيحسب أن لم يره أحد ألم نجعل له عينين ولسانا وشفتين وهديناه النجدين فلا أقتحم العقبة
Artinya:
Dia mengatakan: "Aku telah menghabiskan harta yang banyak". Apakah dia menyangka bahwa tiada seorang pun yang melihatnya? Bukankah Kami telah memberikan kepadanya dua buah mata, lidah dan dua buah bibir. Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan. Maka tidaklah sebaiknya (dengan bertanya itu) ia menempuh jalan yang mendaki lagi sukar?.
(Q.S. Al-Balad: 6-11)
Dari ayat ini dapat diambil kesimpulan memberikan bantuan (pertolongan) diutamakan kepada orang yang kuat berusaha mencari keperluan hidupnya, namun penghasilannya tidak memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Atau miskin juga berarti orang yang tidak berharta sama sekali dan karena keadaan fisiknya tidak memungkinkan untuk berusaha mencari nafkah hidup.
Adapun orang yang ditawan, selain tawanan perang musuh dapat pula berarti: orang yang sedang dipenjarakan (karena melanggar ketentuan syara' atau berbuat kesalahan), atau budak yang belum dapat memerdekakan dirinya dan yang patut dibantu. Dengan demikian bantuan berupa makanan kepada orang yang memerlukan tidaklah harus dilihat dari sudut agama apa yang dipeluk orang tersebut, tidak harus dia beragama Islam. (Tafsir Khazin, VII: 159)
Disebutkan bahwa latar belakang turunnya ayat ke 8 ini adalah demikian. Seorang laki-laki Ansar bernama Abu Dahdah pada suatu hari mengerjakan puasa. Ketika saat datang berbuka, datanglah berkunjung ke rumahnya seorang miskin, seorang anak yatim, dan seorang yang sedang dalam tawanan. Ketiga-tiganya dijamu oleh Abu Dahdah dengan tiga potong roti. Untuk keluarga dan anak-anaknya hanya tinggal sepotong roti saja lagi (padahal dia hendak berbuka puasa). Untuk menghargai perasaan insaniah dan ingin menolong orang seperti dicontohkan Abu Dahdah, Allah menurunkan ayat di atas.
Riwayat lain mengatakan bahwa sahabat Ali bin Abi Thalib R.A. mendapat upah bekerja dengan seorang Yahudi berupa Karung gandum. Sepertiga gandum itu dimasak, ketika siap dihidangkan datanglah seorang miskin memintanya. Tanpa berpikir panjang Ali langsung saja memberikannya. Kemudian dimasaknya sepertiga lagi. Setelah siap dimakan, datang pula seorang anak yatim meminta bubur gandum itu. Alipun memberikannya. Kali ketiga sisa gandum itu dimasak semuanya, dan secara kebetulan datang pula seorang tawanan yang masih musyrik dan mohon dikasihani. Ali memberikan lagi sisa bubur gandum itu, sehingga untuk dia sendiri tidak ada lagi. Demikianlah untuk menghargai sikap sosial itulah Allah menurunkan ayat ke 8 ini. (Tafsir Al-Qasimy, XVIII: 6012)
Yang perlu diingat oleh seseorang yang hendak beramal sosial seperti itu adalah keikhlasan dan kejujuran hati dalam mengerjakannya tanpa pamrih.


9 Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.(QS. 76:9)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Insaan 9
إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا (9)
Ayat ini menerangkan keikhlasan orang-orang "abrar" yang menyatakan bahwa mereka memberikan makanan kepada orang miskin, anak yatim dan tawanan hanyalah untuk mengharapkan keridaan Allah semata-mata, tidak menghendaki balasan dan tidak pula mengharapkan ucapan terima kasih.
Jadi di saat hendak memulai usaha sosial itu hendaklah hati dan lidah berniat ikhlas karena Allah tanpa dicampuri oleh perasaan lain yang ingin menerima balasan yang setimpal atau mengharapkan pujian dan sanjungan orang lain.


10 Sesungguhnya kami takut akan azab suatu hari yang (di hari itu orang-orang bermuka) masam, penuh kesulitan (yang datang) dari Tuhan kami.(QS. 76:10)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Insaan 10
إِنَّا نَخَافُ مِنْ رَبِّنَا يَوْمًا عَبُوسًا قَمْطَرِيرًا (10)
Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang abrar adalah orang yang mengerjakan segala perbuatan kebaikan seperti tersebut di atas karena takut pada azab Allah yang ditimpakan pada suatu hari yang penuh kesulitan dan manusia bermuka masam.
Artinya kami berbuat sosial membantu orang lain seperti memberi makanan dan lain-lain, adalah dengan harapan agar Tuhan mengasihi kami dan memelihara kami dengan kasih sayang-Nya dari siksaan Hari Kiamat pada saat manusia datang menemui Tuhan dengan wajah masam karena berbagai macam kesulitan.


11 Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati.(QS. 76:11)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Insaan 11
فَوَقَاهُمُ اللَّهُ شَرَّ ذَلِكَ الْيَوْمِ وَلَقَّاهُمْ نَضْرَةً وَسُرُورًا (11)
Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa sebagai balasan kepada mereka. Dia memelihara mereka dari kesusahan hari itu dan memberikan kepada mereka kejernihan wajah dan kegembiraan hati. Hal itu tampak pada wajah mereka kegembiraan yang berseri-seri menandakan kepuasan hati karena anugerah Allah yang telah mereka terima. Dalam ayat yang lain yang serupa maksudnya Allah berfirman:

وجوه يومئذ مسفرة ضاحكة مستبشرة
Artinya:
Banyak muka pada hari itu berseri-seri, tertawa dan bergembira ria.
(Q.S. 'Abasa: 38, 39)


12 Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) syurga dan (pakaian) sutera,(QS. 76:12)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Insaan 12
وَجَزَاهُمْ بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا (12)
Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa Allah memberi mereka ganjaran karena kesabaran mereka dengan surga dan pakaian sutera.
Artinya oleh karena kesabaran mereka dalam berbuat kebaikan ketabahan mereka menahan diri dari godaan nafsu, dan terkadang-kadang harus menahan lapar, kurang pakaian (karena berbuat sosial dalam keadaan miskin), maka Allah membalas yang demikian itu dengan kenikmatan surga dalam bentuk yang lain berupa pakaian yang terbuat dari sutera.
Ayat ini sama artinya dengan firman Allah yang lain:

جنات عدن يدخلونها يحلون فيها من أساور من ذهب ولؤلؤا ولباسهم فيها حرير
Artinya:
(Bagi mereka) surga Adn, mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutera.
(Q.S. Fathir: 33)


13 di dalamnya mereka duduk bertelekan di atas dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya (teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang bersangatan.(QS. 76:13)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Insaan 13
مُتَّكِئِينَ فِيهَا عَلَى الْأَرَائِكِ لَا يَرَوْنَ فِيهَا شَمْسًا وَلَا زَمْهَرِيرًا (13)
Dalam ayat ini Allah menerangkan keadaan ahli surga bahwa mereka duduk bertelekan di atas dipan. Mereka tidak merasakan teriknya matahari dan tidak pula dinginnya udara.
Dipan-dipan dalam surga itu dikatakan tidak pernah ditimpa terik matahari, tidak disentuh oleh udara dingin yang menusuk sumsum tulang seperti halnya di dunia ini, akan tetapi di sana hanya ada satu iklim sejuk yang tak pernah berubah. Tidak ada yang merasakan panas maupun dingin.


14 Dan naungan (pohon-pohon syurga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya.(QS. 76:14)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Insaan 14
وَدَانِيَةً عَلَيْهِمْ ظِلَالُهَا وَذُلِّلَتْ قُطُوفُهَا تَذْلِيلًا (14)
Tumbuhnya pohon yang sangat rindang dan menyejukkan itu melindungi orang-orang "abrar" sehingga makin bertambahlah kenikmatan yang mereka peroleh. Demikian pula buah-buahan yang lezat cita rasanya, dan mudah dipetik. Mereka menikmati sambil berbaring duduk, atau berdiri sesuka hati mereka.


15 Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kaca,(QS. 76:15)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Insaan 15 - 16
وَيُطَافُ عَلَيْهِمْ بِآنِيَةٍ مِنْ فِضَّةٍ وَأَكْوَابٍ كَانَتْ قَوَارِيرَ (15) قَوَارِيرَ مِنْ فِضَّةٍ قَدَّرُوهَا تَقْدِيرًا (16)
Setelah menggambarkan makanan, pakaian dan tempat tinggal, maka pada ayat-ayat berikut ini Allah menerangkan pula bentuk kenikmatan lain, makanan dan minuman yang dihidangkan kepada mereka di dalam bermacam bentuk, bejana yang terbuat dari perak juga sejumlah gelas yang sangat bening laksana kaca yang berkilauan. Bejana dan gelas-gelas itu bening sekali seolah-olah kaca yang sangat indah dan tinggi sekali nilainya.
Hadis riwayat Ibnu Abi Hatim dari Ibnu `Abbas menerangkan lebih lanjut:

ليس في الجنة شيء إلا قد أعطيتم في الدنيا شبهه إلا قوارير من فضة
Artinya:
Tidak ada sesuatupun dalam surga, melainkan di dunia telah dianugerahkan Allah kepadamu sesuatw yang mirip dengan itu, kecuali kaca-kaca terbuat dan perak.
(HR. Ibnu Hatim dari Ibnu `Abbas)
Dalam sebuah ayat lain disebutkan pula:

يطاف عليهم بصحاف من ذهب وأكواب وفيها ما تشتهيه الأنفس وتلذ الأعين وأنتم فيها خالدون
Artinya:
Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya.
(Q.S. Az Zukhruf: 71)
Kemudian disebutkan jenis minuman yang dihidangkan itu yakni:


16 (yaitu) kaca-kaca (yang terbuat) dari perak yang telah diukur mereka dengan sebaik-baiknya.(QS. 76:16)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Insaan 15 - 16
وَيُطَافُ عَلَيْهِمْ بِآنِيَةٍ مِنْ فِضَّةٍ وَأَكْوَابٍ كَانَتْ قَوَارِيرَ (15) قَوَارِيرَ مِنْ فِضَّةٍ قَدَّرُوهَا تَقْدِيرًا (16)
Setelah menggambarkan makanan, pakaian dan tempat tinggal, maka pada ayat-ayat berikut ini Allah menerangkan pula bentuk kenikmatan lain, makanan dan minuman yang dihidangkan kepada mereka di dalam bermacam bentuk, bejana yang terbuat dari perak juga sejumlah gelas yang sangat bening laksana kaca yang berkilauan. Bejana dan gelas-gelas itu bening sekali seolah-olah kaca yang sangat indah dan tinggi sekali nilainya.
Hadis riwayat Ibnu Abi Hatim dari Ibnu `Abbas menerangkan lebih lanjut:

ليس في الجنة شيء إلا قد أعطيتم في الدنيا شبهه إلا قوارير من فضة
Artinya:
Tidak ada sesuatupun dalam surga, melainkan di dunia telah dianugerahkan Allah kepadamu sesuatw yang mirip dengan itu, kecuali kaca-kaca terbuat dan perak.
(HR. Ibnu Hatim dari Ibnu `Abbas)
Dalam sebuah ayat lain disebutkan pula:

يطاف عليهم بصحاف من ذهب وأكواب وفيها ما تشتهيه الأنفس وتلذ الأعين وأنتم فيها خالدون
Artinya:
Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya.
(Q.S. Az Zukhruf: 71)
Kemudian disebutkan jenis minuman yang dihidangkan itu yakni:


17 Di dalam syurga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe.(QS. 76:17)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Insaan 17
وَيُسْقَوْنَ فِيهَا كَأْسًا كَانَ مِزَاجُهَا زَنْجَبِيلًا (17)
Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya jahe. Maksudnya penduduk surga dihidangi minuman yang terbuat dari "zanjabil", yakni sejenis tumbuhan yang lezat cita rasanya dan tumbuh di daerah Timur Tengah dahulu kata. Biasanya Zanjabil digunakan untuk berharum-haruman dan orang-orang Arab menyukainya. Ada pula yang mengatakan nama dari Baitul Ma'ruf. (Tafsir Khazin, VII: 160, 161)
Minuman, makanan, mata air, buah-buahan dan lain-lain dalam surga disebutkan Alquran, satupun tidak ada tandingannya di dunia kecuali yang namanya mirip kata Ibnu `Abbas.


18 (Yang didatangkan dari) sebuah mata air syurga yang dinamakan salsabil.(QS. 76:18)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Insaan 18
عَيْنًا فِيهَا تُسَمَّى سَلْسَبِيلًا (18)
Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa minuman ini didatangkan dari sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil.
Artinya mereka minum dari campuran zanjabil itu berasal dari sebuah sungai disebut namanya salsabil. Perkataan ini sendiri dalam bahasa Arab berarti "minuman atau makanan yang lezat" dan juga berarti "anak air yang mengalir". Tetapi mufassir Ibnul Araby menegaskan: "Aku tidak mendengar satu perkataan pun seperti salsabil ini melainkan di dalam Alquran saja". Dari keterangan di atas ini kita hanya dapat menyimpulkan bahwa nama seperti salsabil, zanjabil dan sebagainya diberikan keterangan sedemikian rupa yang tidak ada bandingannya dengan yang ada di atas dunia ini, dan mengenai surga itu kita telah yakin bahwa dia adalah: Sesuatu yang baik dan penuh nikmat yang mata belum pernah melihatnya, telinga belum pernah mendengarnya". Oleh karena itu kita tak dapat memastikan apakah betul-betul demikian makna yang dikehendaki ayat di atas.


19 Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka mutiara yang bertaburan.(QS. 76:19)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Insaan 19
وَيَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُخَلَّدُونَ إِذَا رَأَيْتَهُمْ حَسِبْتَهُمْ لُؤْلُؤًا مَنْثُورًا (19)
Kemudian dilanjutkan lagi bahwa mereka dikelilingi pelayan-pelayan muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka mutiara yang bertaburan.
Disebutkan pula pelayan-pelayan surga yang muda belia dan tetap selamanya muda akan datang dan berkeliling guna melayani segala keperluan sesuai dengan permintaan mereka. Mereka tetap muda, cerah dan berseri-seri dan tidak pernah jemu dan lelah melayani penghuni surga itu.
Begitu menarik wajah pelayan itu, cerah dan gembira, sehingga yang memandangnya melihat bagaikan mutiara bertebaran.


20 Dan apabila kamu melihat di sana (syurga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar.(QS. 76:20)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Insaan 20
وَإِذَا رَأَيْتَ ثَمَّ رَأَيْتَ نَعِيمًا وَمُلْكًا كَبِيرًا (20)
Dan apabila kamu melihat surga di sana, niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar.
Kalau dilihat surga itu menurut penuturan ini bagaikan sebuah kerajaan besar, yang tiada taranya, sehingga banyak penafsiran yang saling berbeda tentang pengertian kerajaan besar itu. Yang terpenting bagi kita ialah beriman dan percaya tentang adanya surga yang tidak dapat dilukiskan.


Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [2]
Ayat 1 s/d 20 dari [31]

[Download AUDIO] Tanda-Tanda Bagi Yang Ber-AKAL...(Akal Mencari TUHAN), 3Mb...Sip, mantap!
[E-BOOK] Tanda-tanda Bagi yg Ber-Akal 1 Mb


'Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka'.''

 

Rasullullah berkata: "Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang membaca ini dan tidak memikir dan merenungkan kandungan artinya".

(Ali 'Imran: 190-191).

Daftar Lembaga Tahfidz dan Ilmu Al-Qur'an

Yuk kita bangun generasi qur'ani...

Create by : Muhammad Ihsan

Silahkan kirim Kritik & Saran ke : [sibinmr@gmail.com] [sibin_mr@yahoo.com]

The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani

AYO..BACK TO MASJID | Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya | Risalah Islam | Author | TV Islam | Kupas Alam Ghoib (JIN/Kesurupan,dll)
Counter Powered by  RedCounter
free counters
Bloggerian Top Hits