Tafsir Surat : AL-HAAQQAH

Get 100MB Free Web Hosting at Jabry.com

PT type=text/javascript> vBulletin_init();

Dan apabila dibacakan Al quran, maka dengarkanlah baik-baik,

dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat ( Al A'raaf : 204 )

HOME|Radio-FajriFm|Pendidikan|Adab|Muallaf Center|QuranTerjemah|eBooks|Tafsir Al-Azhar|HadistWeb|Artikel|SMSQURAN
Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an        

    Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch
No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : AL-HAAQQAH
Ayat [52]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:1/3
 
1 Hari kiamat,(QS. 69:1)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 1 - 2
الْحَاقَّةُ (1) مَا الْحَاقَّةُ (2)
Al Haqqah menurut bahasa berarti yang pasti terjadi. Hari Kiamat dinamai Al Haqqah, karena hari itu pasti terjadi. Tentang keadaan dan sifatnya tidak dapat dijelaskan dan diterangkan oleh manusia, karena pengetahuan tentang Hari Kiamat itu termasuk pengetahuan yang gaib, yang diketahui manusia hanyalah yang diterangkan Alquran saja.
Dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman:

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ (187)
Artinya:
Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang Hari Kiamat itu adalah di sisi Tuhan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui" (Q.S Al A'raf: 187)
Dan hari kiamat itu termasuk perkara yang gaib. Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ (34)
Artinya:
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia lah Yang menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.(Q.S Luqman: 34)


2 apakah hari kiamat itu?(QS. 69:2)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


3 Dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu?(QS. 69:3)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 3
وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحَاقَّةُ (3)
Apa yang dapat dijadikan sumber pengetahuan untuk mengetahui terjadinya Hari Kiamat itu? Dari pertanyaan ini dipahami bahwa tidak ada sesuatu pun yang dapat memberikan keterangan kepada manusia tentang hakikat dan bentuk kejadian yang terjadi pada Hari Kiamat, karena pengetahuan tentang Hari Kiamat itu adalah pengetahuan yang tidak dapat dicapai oleh makhluk. Tidak ada seorangpun yang dapat mengira-ngirakan keadaan Hari Kiamat itu. Kejadian dan peristiwanya lebih hebat dari yang pernah digambarkan oleh siapa pun. Karena kiamat itu tidak dapat diketahui hakikatnya, tentu orang-orang musyrik tidak dapat mengingkarinya. Jika mereka mengingkarinya berarti mereka mengingkari sesuatu yang tidak dapat mereka ketahui atau pikiran mereka tidak akan dapat mencapai pengetahuan itu.


4 Kaum Tsamud dan Aad telah mendustakan hari kiamat.(QS. 69:4)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 4
كَذَّبَتْ ثَمُودُ وَعَادٌ بِالْقَارِعَةِ (4)
Dalam ayat ini, diterangkan bahwa kaum Samud dan kaum `Ad tidak mempercayai adanya Hari Kiamat itu. Mereka tidak percaya bahwa nanti akan terjadi kehancuran dunia dan peristiwa yang dahsyat yang huru-haranya tidak tertanggungkan.


5 Adapun kaum Tsamud, maka mereka telah dibinasakan dengan kejadian yang luar biasa.(QS. 69:5)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 5
فَأَمَّا ثَمُودُ فَأُهْلِكُوا بِالطَّاغِيَةِ (5)
Kaum Samud telah dihancurkan Allah dengan "tagiah" yaitu suara petir yang mengguntur dari langit yang membinasakan semua yang ada di permukaan bumi. Disebut "tagiah" (sesuatu yang luar biasa) karena memang suara itu luar biasa; tidak seperti suara petir yang pernah terjadi. Mereka diazab oleh Tuhan karena kaum Samud itu telah bertindak melampaui batas, yang telah ditetapkan Nabi Saleh A.S. terhadap mereka. Mereka membunuh unta betina yang di perintahkan oleh Saleh kepada mereka agar menjaganya dengan baik.
Allah SWT berfirman:

كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِطَغْوَاهَا (11) إِذِ انْبَعَثَ أَشْقَاهَا (12) فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ نَاقَةَ اللَّهِ وَسُقْيَاهَا (13) فَكَذَّبُوهُ فَعَقَرُوهَا فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُمْ بِذَنْبِهِمْ فَسَوَّاهَا (14)
Artinya:
(Kaum) Samud telah mendustakan (Rasulnya) karena mereka melampaui batas, ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka, lalu Rasul Allah (Saleh) berkata kepada mereka "(Biarkanlah) unta betina Allah dan minumannya". Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu, maka Tuhan mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah menyama-ratakan mereka (dengan tanah)". (Q.S Asy Syams: 11-14)
Pada firman Allah yang lain diterangkan bahwa kaum Samud dibinasakan dengan "Sa'iqah" (petir).

وَأَمَّا ثَمُودُ فَهَدَيْنَاهُمْ فَاسْتَحَبُّوا الْعَمَى عَلَى الْهُدَى فَأَخَذَتْهُمْ صَاعِقَةُ الْعَذَابِ الْهُونِ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (17)
Artinya:
Dan adapun kaum Samud, maka mereka telah Kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) dari petunjuk itu, maka mereka disambar petir azab yang menghinakan disebabkan apa yang telah mereka kerjakan. (Q.S Fussilat: 17)


6 Adapun kaum Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat kencang,(QS. 69:6)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 6
وَأَمَّا عَادٌ فَأُهْلِكُوا بِرِيحٍ صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ (6)
Adapun kaum `Ad, mereka telah dibinasakan Allah dengan angin dingin yang sangat kencang.
Dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman:

فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا صَرْصَرًا فِي أَيَّامٍ نَحِسَاتٍ لِنُذِيقَهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَخْزَى وَهُمْ لَا يُنْصَرُونَ (16)
A
rtinya:
Maka Kami meniupkan angin yang amat gemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang sial, karena Kami hendak merasakan kepada mereka itu siksaan yang menghinakan dalam kehidupan dunia. Dan sesungguhnya siksaan akhirat lebih menghinakan sedang mereka tidak diberi pertolongan. (Q.S Fussilat: 16)


7 yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk).(QS. 69:7)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 7 - 8
سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وَثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ حُسُومًا فَتَرَى الْقَوْمَ فِيهَا صَرْعَى كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ خَاوِيَةٍ (7) فَهَلْ تَرَى لَهُمْ مِنْ بَاقِيَةٍ (8)
Angin dingin yang amat kencang itu bertiup di negeri mereka tidak henti-hentinya selama tujuh malam delapan hari, memusnahkan rumah-rumah, istana-istana, harta benda, binatang ternak, tanaman-tanaman dan semua yang ada di negeri mereka.
Perkataan "tujuh malam delapan hari" memberi peringatan bahwa angin kencang dingin itu benar-benar merupakan azab bagi mereka, menimpa seluruh yang ada di negeri mereka serta azab yang selama itu memusnahkan seluruh mereka.


8 Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara mereka.(QS. 69:8)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


9 Dan telah datang Firaun dan orang-orang yang sebelumnya dan (penduduk) negeri-negeri yang dijungkir balikkan karena kesalahan yang besar.(QS. 69:9)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 9 - 10
وَجَاءَ فِرْعَوْنُ وَمَنْ قَبْلَهُ وَالْمُؤْتَفِكَاتُ بِالْخَاطِئَةِ (9) فَعَصَوْا رَسُولَ رَبِّهِمْ فَأَخَذَهُمْ أَخْذَةً رَابِيَةً (10)
Dalam ayat-ayat ini, diterangkan bahwa Firaun dan Lut beserta pengikut-pengikutnya juga telah berbuat kerusakan yang besar yaitu telah mendustakan para rasul yang diutus Allah kepada mereka. Oleh karena itu mereka diazab oleh Tuhan.
Dalam ayat lain Allah SWT berfirman:

كُلٌّ كَذَّبَ الرُّسُلَ فَحَقَّ وَعِيدِ (14)
Artinya:
Semuanya telah mendustakan rasul-rasul maka sudah semestinyalah mereka mendapat hukuman yang sudah diancamkan. (Q.S Qaf: 14)

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Haaqqah 9
وَجَاءَ فِرْعَوْنُ وَمَنْ قَبْلَهُ وَالْمُؤْتَفِكَاتُ بِالْخَاطِئَةِ (9)
(Dan telah datang Firaun dan orang-orang yang mengikutinya) beserta para pengikutnya. Menurut suatu qiraat, lafal qabilahu dibaca qablahu sehingga artinya, orang-orang kafir yang sebelumnya (dan negeri-negeri yang dijungkirbalikkan) penduduknya dijungkirbalikkan berikut negeri-negeri tempat tinggal mereka; yang dimaksud adalah negeri-negeri tempat tinggal kaum Nabi Luth (karena kesalahan yang besar) karena mereka mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa besar.


10 Maka (masing-masing) mereka mendurhakai rasul Tuhan mereka, lalu Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat keras.(QS. 69:10)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 9 - 10
وَجَاءَ فِرْعَوْنُ وَمَنْ قَبْلَهُ وَالْمُؤْتَفِكَاتُ بِالْخَاطِئَةِ (9) فَعَصَوْا رَسُولَ رَبِّهِمْ فَأَخَذَهُمْ أَخْذَةً رَابِيَةً (10)
Dalam ayat-ayat ini, diterangkan bahwa Firaun dan Lut beserta pengikut-pengikutnya juga telah berbuat kerusakan yang besar yaitu telah mendustakan para rasul yang diutus Allah kepada mereka. Oleh karena itu mereka diazab oleh Tuhan.
Dalam ayat lain Allah SWT berfirman:

كُلٌّ كَذَّبَ الرُّسُلَ فَحَقَّ وَعِيدِ (14)
Artinya:
Semuanya telah mendustakan rasul-rasul maka sudah semestinyalah mereka mendapat hukuman yang sudah diancamkan. (Q.S Qaf: 14)


11 Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik (sampai ke gunung) Kami bawa (nenek moyang) kamu ke dalam bahtera,(QS. 69:11)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Haaqqah 11
إِنَّا لَمَّا طَغَى الْمَاءُ حَمَلْنَاكُمْ فِي الْجَارِيَةِ (11)
(Sesungguhnya Kami tatkala air naik) naik ke atas, sehingga segala sesuatu termasuk gunung-gunung dan lain-lainnya semuanya tenggelam yaitu, pada masa banjir besar (Kami bawa kalian) bapak moyang kalian, karena kalian pada zaman itu masih berada di dalam tulang sulbi mereka (ke dalam bahtera) atau perahu yang dibuat oleh Nabi Nuh. Akhirnya, selamatlah Nabi Nuh beserta orang-orang yang beriman bersamanya yang berada di dalam bahtera itu, sedangkan yang lainnya semua mati tenggelam.


12 agar Kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar.(QS. 69:12)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 11 - 12
إِنَّا لَمَّا طَغَى الْمَاءُ حَمَلْنَاكُمْ فِي الْجَارِيَةِ (11) لِنَجْعَلَهَا لَكُمْ تَذْكِرَةً وَتَعِيَهَا أُذُنٌ وَاعِيَةٌ (12)
Ayat-ayat ini menerangkan azab yang telah ditimpakan kepada kaum Nuh, sehingga semua mereka musnah; yang tinggal hanyalah yang ikut bersama Nabi Nuh A.S. menaiki bahtera.
Diterangkan bahwa setelah air menggenangi seluruh negeri disertai hembusan angin topan yang dahsyat, Allah memerintahkan agar Nabi Nuh dan orang-orang yang beriman bersamanya menaiki bahtera yang telah disediakan, agar mereka tidak termasuk orang-orang yang tenggelam.
Berdasarkan keterangan ini, sebahagian mufassir berpendapat, bahwa Nabi Nuh merupakan bapak manusia kedua setelah Adam. Karena beliau bersama orang-orang yang bersamanya yang tinggal, yang kemudian menurunkan seluruh manusia yang ada sekarang.
Allah SWT menyelamatkan semua orang-orang yang beriman dari banjir dan topan itu, serta menenggelamkan dan memusnahkan orang-orang yang ingkar kepada Nuh, agar peristiwa itu dijadikan dan pelajaran oleh orang-orang yang datang kemudian. Dengan demikian Allah SWT memperlihatkan kepada manusia kekuasaan dan kebesaran-Nya.
Dengan menceritakan kisah itu, agar telinga orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah, dapat mendengar dan mengambil manfaat dari wahyu wahyu yang diturunkan Allah dan mengamalkannya.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Haaqqah 12
لِنَجْعَلَهَا لَكُمْ تَذْكِرَةً وَتَعِيَهَا أُذُنٌ وَاعِيَةٌ (12)
(Agar Kami jadikan peristiwa itu) atau perbuatan ini, yaitu diselamatkan-Nya orang-orang yang beriman dan ditenggelamkan-Nya orang-orang yang kafir (peringatan bagi kalian) pelajaran (dan agar diperhatikan) supaya hal itu tetap diingat (oleh telinga yang mau mendengar) mau menerima apa yang didengarnya.


13 Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup,(QS. 69:13)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 13
فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ نَفْخَةٌ وَاحِدَةٌ (13)
Diterangkan, apabila Allah SWT berkehendak mendatangkan Hari Kiamat itu, maka diperintahkan-Nyalah malaikat Israfil meniup sangkakala pertama.
Dalam ayat lain Allah SWT berfirman:

إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ (82)
Artinya:
Sesungguhnya perintah-Nya, apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia. (Q.S Yasin: 82)
Dan sebagaimana firman Allah SWT:

وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الْأَجْدَاثِ إِلَى رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ (51)
Artinya:
Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. (Q.S Yasin: 51)


14 dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur.(QS. 69:14)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 14
وَحُمِلَتِ الْأَرْضُ وَالْجِبَالُ فَدُكَّتَا دَكَّةً وَاحِدَةً (14)
Pada saat itu berguncanglah seluruh bumi, dan gunung-gunung terangkat dari tempat-tempatnya, keduanya berbenturan. Berguncangnya bumi dan bergeraknya gunung menandakan bahwa telah terjadi gempa yang dahsyat, yang menghancurkan seluruh yang ada di permukaan bumi, termasuk manusia yang berdiam di atasnya. Pada firman Allah yang lain diterangkan:

وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الْأَرْضَ بَارِزَةً وَحَشَرْنَاهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَدًا (47)
Artinya:
Dan ingatlah akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan melihat bumi itu datar dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak Kami tinggalkan dari mereka. (Q.S Al Kahfi: 47)


15 Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat,(QS. 69:15)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 15 - 16
فَيَوْمَئِذٍ وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ (15) وَانْشَقَّتِ السَّمَاءُ فَهِيَ يَوْمَئِذٍ وَاهِيَةٌ (16)
Pada terjadinya Hari Kiamat itu, langit dalam keadaan lemah. Jika diperhatikan hukum-hukum Allah yang berlaku di ruang angkasa, maka yang dikemukakan ayat ini adalah sesuai dengan hukum itu. Masing-masing planet di ruang angkasa itu mempunyai daya tarik menarik. Dengan adanya daya tarik menarik itu maka seluruh planet-planet itu seakan-akan terpaku di tempatnya, tidak jatuh dan tidak bergoyang. Seandainya salah satu planet saja dari planet yang banyak itu bergeser dari falaknya maka hilanglah keseimbangan tarik menarik yang ada antara planet-planet itu, sehingga planet yang kecil tertarik oleh planet yang besar. Terjadilah tabrakan antara planet-planet itu yang menghancurkan seluruh alam ini.


16 dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi amat lemah.(QS. 69:16)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


17 Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.(QS. 69:17)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 17
وَالْمَلَكُ عَلَى أَرْجَائِهَا وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَئِذٍ ثَمَانِيَةٌ (17)
Pada Hari Kiamat itu para malaikat berada di segenap penjuru langit. Dan delapan orang malaikat menjunjung Allah di atas kepalanya. Persoalan malaikat dan Arasy ini adalah persoalan yang gaib, tidak seorangpun yang mengetahuinya. Tidak dijelaskan bentuk Arasy yang dipikul para malaikat itu, ke mana mereka membawanya. Karena itu kita menerima semuanya itu berdasarkan iman kita kepada Allah.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Haaqqah 17
وَالْمَلَكُ عَلَى أَرْجَائِهَا وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَئِذٍ ثَمَانِيَةٌ (17)
(Dan malaikat-malaikat) lafal al-malaku adalah bentuk jamak dari lafal malaa'ikah, artinya malaikat-malaikat (berada di penjuru-penjuru langit) berada di seantero langit. (Dan diangkatlah Arasy Rabbmu di atas mereka) oleh malaikat-malaikat tersebut (pada hari itu yang jumlahnya ada delapan malaikat) ada delapan malaikat atau delapan barisan malaikat.


18 Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).(QS. 69:18)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Haaqqah 18
يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لَا تَخْفَى مِنْكُمْ خَافِيَةٌ (18)
(Pada hari itu kalian dihadapkan) untuk menjalani hisab (tiada yang tersembunyi) dapat dibaca laa takhfaa dan laa yakhfaa (dari keadaan kalian barang sedikit pun) yaitu dari hal-hal yang kalian rahasiakan.


19 Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata:` Ambillah, bacalah kitabku (ini) `.(QS. 69:19)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 19
فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَيَقُولُ هَاؤُمُ اقْرَءُوا كِتَابِيَهْ (19)
Ayat ini menggambarkan hamba Allah yang beriman dan beramal saleh pada Hari Kiamat. Ketika itu mereka merasa gembira, karena jarak perjalanan yang akan ditempuhnya untuk mencapai tujuan yang dicita-citakannya semakin pendek tersisa, ia semakin dekat kepada tempat yang disediakan Allah baginya.
Perasaan gembira yang demikian sebenarnya telah mereka rasakan sejak roh mereka berpisah dengan jasad, ketika itu mereka telah melihat tanda-tanda keberuntungan, sebagaimana firman Allah SWT:

الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ طَيِّبِينَ يَقُولُونَ سَلَامٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (32)
Artinya:
(yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Salamun `alaikum masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan". (Q.S An Nahl: 32)
Mereka selalu ingat janji Allah dalam firman Nya:

لَا يَحْزُنُهُمُ الْفَزَعُ الْأَكْبَرُ وَتَتَلَقَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ هَذَا يَوْمُكُمُ الَّذِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ (103)
Artinya:
Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar (pada hari kiamat), dan mereka disambut oleh para malaikat. (Malaikat berkata): "Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu". (Q.S Al Anbiya': 103)
Maka hari yang mereka tunggu-tunggu itupun tibalah dan mereka menerima catatan amalnya dengan tangan kanannya yang disodorkan dari sebelah kanannya, maka meledaklah kegembiraan dalam hati mereka, iapun ingin agar catatan amalnya itu dibaca oleh teman-temannya yang sama keadaannya dengan mereka, dengan mengatakan "Hai teman-temanku yang sama-sama memperoleh keridaan Allah, inilah catatan bahwa kita sama, ambillah dan bacalah isinya, tentu kamu akan mengetahui bahwa kita semua mendapatkan buku catatan dari sebelah kanan sama-sama akan mendapat pahala dari Allah SWT. Maka mereka pun bersama-sama bergembira.



20 Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku.(QS. 69:20)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 20
إِنِّي ظَنَنْتُ أَنِّي مُلَاقٍ حِسَابِيَهْ (20)
Dengan bangga dan penuh kepuasan mereka berkata: "Aku telah yakin bahwa Tuhan akan menghisabku dan bahwa aku akan mempertanggungjawabkan seluruh perbuatanku hari ini, karena itulah aku selama hidup di dunia beriman kepada Allah SWT dan melaksanakan perintah-perintah-Nya serta menjauhi larangan-arangan Nya yang disampaikan Nabi Muhammad SAW. Aku pun yakin bahwa Tuhanku akan menghisab dan menimbang amal perbuatanku.
Berkata Dahhak: "Setiap perkataan 'zan' (ragu-ragu) yang berhubungan dengan orang-orang yang beriman, yang terdapat dalam Alquran berarti yakin, dan dari orang-orang yang kafir berarti ragu-ragu".
Berkata Hasan: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman mempunyai keyakinan (zan) yang paling baik kepada Tuhannya, lalu mereka membaguskan amalnya untuk akhirat, sedangkan orang-orang kafir mempunyai keragu-raguan (zan) yang paling buruk terhadap Tuhannya; maka ia mempunyai amal yang buruk pula untuk akhirat".
Demikian pula dalam ayat ini, Perkataan "zanantu" berarti "aku yakin" bukan "aku ragu", atau "aku menduga". Arti yang seperti ini terdapat pula pada firman Allah SWT:

لَوْلَا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ ظَنَّ الْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بِأَنْفُسِهِمْ خَيْرًا وَقَالُوا هَذَا إِفْكٌ مُبِينٌ (12)
Artinya:
Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak berprasangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan mengapa tidak berkata "Ini adalah suatu berita bohong yang nyata". (Q.S An Nur: 12)


Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [3]
Ayat 1 s/d 20 dari [52]

[Download AUDIO] Tanda-Tanda Bagi Yang Ber-AKAL...(Akal Mencari TUHAN), 3Mb...Sip, mantap!
[E-BOOK] Tanda-tanda Bagi yg Ber-Akal 1 Mb


'Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka'.''

 

Rasullullah berkata: "Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang membaca ini dan tidak memikir dan merenungkan kandungan artinya".

(Ali 'Imran: 190-191).

Yuk kita bangun generasi qur'ani...

Create by : Muhammad Ihsan

Silahkan kirim Kritik & Saran ke : [sibinmr@gmail.com] [sibin_mr@yahoo.com]

The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani

AYO..BACK TO MASJID | Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya | Berita Islam & Aliran Sesat - Nahimunkar.com | Detikislam.com | TV Islam | VOA ISLAM : Voice of Al Islam
free counters