Tafsir Surat : ATH-THUUR

Get 100MB Free Web Hosting at Jabry.com

type=text/javascript> vBulletin_init();

Dan apabila dibacakan Al quran, maka dengarkanlah baik-baik,

dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat ( Al A'raaf : 204 )

::Home:: | Indonesia | English | Dutch | Sejarah | Hadist | Al Qur'an? | Adab | Al-Ma'tsurat | TAJWID | Artikel | Free Mobile Aplications | Sms Quran & Hadist
Pendidikan | Menyimak & Mengkaji | Membumikan Quran | Wawasan Quran | Memahami Quran | eBooks | Kisah Muallaf | *HadistWeb* | Tanda2 Bagi yg Ber-Akal
Tafsir Al-Azhar | Ponsel Quran | Belajar Baca | Qr.Recitation | Qr.Explorer | QuranTools | Qur’an Flash | Qurany.net | {Radio Dakwah/TV} | QuranTV-Mp3

Gunakan browser internet explorer untuk dapat mendengarkan Murotal (Audio)

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an        

    Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch
No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : ATH-THUUR
Ayat [49]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:1/3
 
1 Demi bukit,(QS. 52:1)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thuur 1
وَالطُّورِ (1)
Ayat ini mengutarakan bahwa Allah SWT bersumpah dengan gunung At Tur yang tinggi kedudukannya karena di atas At Tur itu Allah SWT telah berbicara dengan Nabi Musa as dan menurunkan kitab Taurat kepadanya dengan tulisan yang indah dan rapi yang berisikan hukum-hukum, hikmah, dan budi pekerti dan mudah dibaca manusia.
At Tur berarti bukit yaitu Bukit Tursina yakni sebuah bukit di Madyan tempat Nabi Musa as mendengarkan kalam Allah. At Tur dalam bahasa Suryani berarti juga bukit yang banyak pohon-pohonnya, tempat di mana Tuhan berbicara langsung dengan Nabi Musa as dan di tempat itu pula diangkat Nabi Musa menjadi Rasul. Dinamakan At Tur karena banyak pohon-pohonnya, bila tidak ada pohon-pohonnya, maka tidaklah dinamakan At Tur, akan tetapi Jabal (gunung).


2 dan Kitab yang ditulis,(QS. 52:2)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thuur 2
وَكِتَابٍ مَسْطُورٍ (2)
Kemudian Allah SWT bersumpah dengan sebuah kitab yang tertulis (bertulisan indah) dengan susunan huruf-hurufnya yang rapih. Ada yang berpendapat bahwa maksudnya ialah Lohmahfuz, dan ada pula yang berpendapat bahwa arti kitab yang tertulis indah, yaitu yang diturunkan dan dibacakan kepada manusia dengan terang-terangan.


3 Pada lembaran yang terbuka,(QS. 52:3)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thuur 3
فِي رَقٍّ مَنْشُورٍ (3)
Selanjutnya Allah SWT menerangkan dalam ayat ini bahwa kitab-kitab itu mudah bagi setiap orang mempelajari isinya. Kitab-kitab itu berisi hikmah-hikmah, hukum, kebudayaan dan budi pekerti (akhlak) karena itu ditulis pada lembaran-lembaran terbuka.


4 dan demi Baitul makmur,(QS. 52:4)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thuur 4
وَالْبَيْتِ الْمَعْمُورِ (4)
Dalam ayat ini Allah SWT bersumpah dengan \h\x521 Baitul Makmur \h yaitu Kakbah yang dikunjungi oleh puluhan ribu manusia yang datang ke sana untuk menunaikan haji, umrah, tawaf, dan lain-lain dari seluruh pelosok dunia setiap tahun. Mereka datang ke sana dengan berjuang untuk mengambil berkah ibadat mereka memohonkan terkabulnya doa mereka dari Tuhannya. Baitulmakmur berarti juga sebuah rumah di langit yang ketujuh yang setiap harinya dimasuki oleh 70 ribu malaikat untuk tawaf atau salat. Dan mereka telah masuk ke sana tidak akan kembali untuk selamanya. Hal ini ditegaskan dalam hadis Isra yaitu:

ثبت في الصحيحين: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال في حديث الإسراء بعد مجاوزته إلى السماء السابعة ثم رفع بي إلى البيت المعمور وإذا هو يدخله كل يوم سبعون ألفا لا يعودون إليه أخر ما عليهم
Artinya:
"Terdapat dalam sahih Bukhari dan Muslim bahwa Rasulullah saw bersabda dalam Hadis Isra' sesudah dia melampaui langit ke tujuh kemudian aku diangkat ke Baitulmakmur, tiba-tiba di sana kulihat 70.000 malaikat masuk setiap hari dan mereka tidak akan kembali lagi setelah itu.
(H.R. Bukhari dan Muslim)
Maksud hadis di atas bahwa para malaikat itu beribadat dan tawaf di sana itu (Baitul Makmur) seperti halnya manusia di bumi ini tawaf di Kakbah Mekah. Begitulah keadaan para malaikat itu.
Baitulmakmur itu merupakan Kakbah pengisi langit ke tujuh. Dan di sanalah Nabi Muhammad saw bertemu dengan Nabi Ibrahim Al Khalil, sedang duduk bersandar di Baitul Makmur karena ia ingat dengan Kakbah yang didirikannya dan ingat akan balasan terhadap setiap amal perbuatannya.
Baitulmakmur di atas langit ketujuh seperti Kakbah di bumi. Dan pada setiap langit itu ada Kakbahnya yang di sana penghuninya beribadat dan salat. Dan langit yang paling dekat dengan dunia dinamakan Baitul lzzah.
Kemudian berkata Qatadah, Rabi bin Anas dan As Suddi, bahwa Rasulullah saw pada suatu hari berkata kepada para sahabat:

هل تدرون البيت المعمور, قالوا: الله ورسوله أعلم, قال: فإنه مسجد في السماء بحيال الكعبة لو خر لخر عليها يصلي فيه كل يوم سبعون ألف ملك إذا خرجوا منه لم يعودوا أخر ما عليهم
Artinya:
"Tahukan kamu apakah Baitulmakmur itu? Mereka menjawab: "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui. Rasulullah berkata "Baitulmakmur ialah sebuah mesjid di langit yang setentang dengan Kakbah dan apabila (seseorang dari sana) jatuh, maka akan jatuh di atas Kakbah, di sana salat 70.000 malaikat setiap hari; apabila mereka keluar dari sana, tidak akan kembali lagi"

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Ath Thuur 4
وَالْبَيْتِ الْمَعْمُورِ (4)
(Dan demi Baitulmakmur) yang berada di langit ketiga, atau keenam atau yang ketujuh, letaknya persis berada di atas Kakbah; setiap hari diziarahi oleh tujuh puluh ribu malaikat yang melakukan tawaf dan salat di situ dan mereka tidak kembali lagi kepadanya untuk selama-lamanya.


5 dan atap yang ditinggikan (langit),(QS. 52:5)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thuur 5
وَالسَّقْفِ الْمَرْفُوعِ (5)
Dalam ayat ini Allah bersumpah dengan atap yang ditinggikan (langit) yaitu alam tinggi yang mempunyai beberapa matahari, beberapa bulan, bintang-bintang tetap, dan bintang-bintang beredar. Dan di sana juga terletak Arasy Nya dan kursi Nya; demikian juga malaikat-malaikat Nya (yang tidak pernah menolak perintah Allah SWT dan selalu patuh terhadap apa yang Allah SWT perintahkan kepada mereka). Di sana juga ada alam yang tak terhitung banyaknya hanyalah Allah SWT yang mengetahuinya, dan balatentara Allah SWT yang kita juga tak mengetahui hakikatnya kecuali Dia yang menciptakannya.
Dalam firman Allah SWT dijelaskan:

وما يعلم جنود ربك إلا هو
Artinya:
"Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu, melainkan Dia sendiri". (Q.S. Al-Muddassir: 31)
Sufyan As Tsaury, Syu'bah dan Abdul Ahwaz meriwayatkan dari Simak dari Khalid bin A'rah dari Ali bahwa As Saqful Marfu' artinya "langit" Sufyan membaca firman Allah SWT sebagai berikut:

وجعلنا السماء سقفا محفوظا وهم عن آياتها معرضون
Artinya:
Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya.
(Q.S. Al-Anbiya': 32)
Maksudnya ialah bahwa langit itu sebagai atap dan yang dimaksud dengan "terpelihara" ialah segala yang berada di langit itu dijaga .Allah SWT dengan peraturan dan hukum-hukum yang menyebabkan semuanya itu berjalan dengan teratur dan tertib.


6 dan laut yang di dalam tanahnya ada api,(QS. 52:6)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thuur 6
وَالْبَحْرِ الْمَسْجُورِ (6)
Di dalam ayat ini Allah SWT bersumpah, wahai bahril masjur (laut yang di dalamnya ada api) yakni laut yang tertahan dari banjir karena kalau laut itu dilepaskan, ia akan menenggelamkan semua yang ada di atas bumi sehingga hewan dan tumbuh-tumbuhan semuanya akan habis musnah. Maka rusaklah aturan alam dan tidaklah ada hikmah alam ini dijadikan.
Sebagian ulama berpendapat dan menetapkan bahwa lapisan bumi itu seluruhnya seperti semangka, dan kulitnya seperti kulit semangka itu artinya bahwa perbandingan kulit bumi dan api yang ada di dalam kulitnya itu seperti kulit semangka dengan isinya, yang dimakan itu. Sebab itu sekarang kita berada di atas api yang besar, yakni di atas laut yang dibawahnya penuh dengan api dan laut itu tertutup dengan kulit bumi dari segala penjurunya. Dari waktu ke waktu api itu naik ke atas laut yang tampak pada waktu gempa dan pada waktu gunung berapi meletus; seperti gunung berapi Fisofius yang meletus di Italia pada tahun 1909 M yang telah menelan kota Mozaina, dan gempa ini yang telah terjadi di Jepang pada tahun 1952 M yang memusnahkan kota-kotanya sekaligus.
Menurut Jumhur bahwa yang dimaksud dalam ayat ini ialah laut bumi. Akan tetapi mereka berbeda pendapat dalam kata "masjur" di antara pendapatnya ialah berarti; dinyalakan api di Hari Kiamat seperti dalam Alquran:

وإذا البحار فجرت
Artinya:
Dan apabila lautan dijadikan meluap.
(Q.S. Al-Infithar: 3)


7 sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi,(QS. 52:7)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thuur 7
إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ لَوَاقِعٌ (7)
Kemudian Allah SWT menyebutkan isi sumpah Nya yaitu bahwa azab-azab Hari Kiamat diperuntukkan bagi semua yang mendustakan para Rasul. Azab tersebut pasti akan terjadi.


8 tidak seorangpun yang dapat menolaknya,(QS. 52:8)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thuur 8 - 9
مَا لَهُ مِنْ دَافِعٍ (8) يَوْمَ تَمُورُ السَّمَاءُ مَوْرًا (9)
Dalam ayat-ayat ini, Allah SWT menerangkan bahwa azab tersebut tak seorangpun yang dapat menolaknya. Dan tidak pula ada jalan untuk keluar dari azab itu yang merupakan balasan bagi orang-orang yang telah menodai dirinya dengan perbuatan syirik dan dosa, dan yang telah menodai jiwanya dengan dusta terhadap para Rasul dan hari kebangkitan.
Kemudian diterangkan dalam ayat ini bahwa azab yang tidak dapat dihindarkan itu terjadi pada suatu hari tatkala langit berguncang di tempatnya.


9 pada hari ketika langit benar-benar bergoncang,(QS. 52:9)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thuur 8 - 9
مَا لَهُ مِنْ دَافِعٍ (8) يَوْمَ تَمُورُ السَّمَاءُ مَوْرًا (9)
Dalam ayat-ayat ini, Allah SWT menerangkan bahwa azab tersebut tak seorangpun yang dapat menolaknya. Dan tidak pula ada jalan untuk keluar dari azab itu yang merupakan balasan bagi orang-orang yang telah menodai dirinya dengan perbuatan syirik dan dosa, dan yang telah menodai jiwanya dengan dusta terhadap para Rasul dan hari kebangkitan.
Kemudian diterangkan dalam ayat ini bahwa azab yang tidak dapat dihindarkan itu terjadi pada suatu hari tatkala langit berguncang di tempatnya.


10 dan gunung benar-benar berjalan.(QS. 52:10)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thuur 10
وَتَسِيرُ الْجِبَالُ سَيْرًا (10)
Dalam ayat ini Allah SWT menambahkan bahwa pada Hari Kiamat itu gunung-gunung berpindah dari tempatnya, berjalan seperti jalannya awan, dan terbang ke udara lalu jatuh ke bumi terpecah-pecah, kemudian hancur menjadi debu laksana bulu yang diterbangkan angin.
Berguncangnya langit dan beterbangannya gunung-gunung ialah sebagai pemberitahuan dan peringatan kepada manusia bahwa mereka tidak akan dapat kembali ke dunia, karena ia telah musnah dan telah terjadi alam baru yaitu alam akhirat.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Ath Thuur 10
وَتَسِيرُ الْجِبَالُ سَيْرًا (10)
(Dan gunung-gunung benar-benar berjalan) maksudnya, menjadi debu yang beterbangan, demikian itu adalah hari kiamat.


11 Maka kecelakaan yang besarlah di hari itu bagi orang-orang yang mendustakan,(QS. 52:11)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thuur 11 - 12
فَوَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ (11) الَّذِينَ هُمْ فِي خَوْضٍ يَلْعَبُونَ (12)
Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan kepada siapa azab itu ditimpakan setelah terjadinya guncangan langit dan beterbangan gunung-gunung yaitu kepada orang-orang pendusta yang berkecimpung dalam kebatilan dan selalu menolak kebenaran yang tidak ingat akan adanya hari perhitungan dan tidak pernah takut akan adanya siksaan Tuhan.


12 (yaitu) orang-orang yang bermain-main dalam kebatilan,(QS. 52:12)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


13 pada hari mereka didorong ke neraka Jahannam dengan sekuat-kuatnya.(QS. 52:13)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thuur 13
يَوْمَ يُدَعُّونَ إِلَى نَارِ جَهَنَّمَ دَعًّا (13)
Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang yang berbuat kejahatan tersebut, pada hari itu mereka dihardik dan didorong dengan paksa ke dalam neraka Jahanam.


14 (Dikatakan kepada mereka):` Inilah neraka yang dahulu kamu selalu mendustakannya `.(QS. 52:14)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thuur 14
هَذِهِ النَّارُ الَّتِي كُنْتُمْ بِهَا تُكَذِّبُونَ (14)
Setelah mereka dekat dengan neraka itu, para penjaga menegaskan dengan ejekan, "Inilah neraka, yang dahulu kamu dustakan di dunia". Pendustaan mereka terhadap neraka berarti dusta mereka terhadap rasul yang telah membawa berita tentang neraka itu. Dengan wahyu yang telah diturunkan kepadanya.


15 Maka apakah ini sihir? Ataukah kamu tidak melihat?(QS. 52:15)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thuur 15
أَفَسِحْرٌ هَذَا أَمْ أَنْتُمْ لَا تُبْصِرُونَ (15)
Karena itu dalam ayat ini Allah SWT mengejek mereka, yaitu orang-orang musyrik yang ketika di dunia dahulu menganggap Muhammad saw tukang sihir yang menyihir akal dan menutup mata mereka. Allah mengejek mereka ketika mereka di azab di akhirat. "Apakah yang mereka lihat dengan mata kepala mereka sekarang ini, seperti azab yang diberitahukan kepada mereka di dunia itu, ataukah mereka masih terlena oleh sihir seperti dahulu mereka menganggap Muhammad menyihir mereka di dunia, ataukah mata mereka tidak melihat apa-apa?" Sesungguhnya azab itu telah menjadi kenyataan, mata mereka tidak kena sihir dan tidak pula ditutupi.
Jelasnya apakah dalam penglihatan mereka ada keraguan ataukah mata mereka sedang sakit? Tidak, kedua-duanya tidak, yang mereka lihat itu adalah kenyataan.


16 (Rasakanlah panas apinya); maka baik kamu bersabar atau tidak, sama saja bagimu; kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan.(QS. 52:16)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thuur 16
اصْلَوْهَا فَاصْبِرُوا أَوْ لَا تَصْبِرُوا سَوَاءٌ عَلَيْكُمْ إِنَّمَا تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (16)
Ketika mereka tidak dapat mengingkari kenyataan dan mengakui bahwa itu bukan sihir dan bukan pula akibat salah lihat mata, Allah memerintahkan kepada mereka supaya masuk ke dalam api neraka untuk merasakan panasnya api neraka. Kemudian Allah SWT menjelaskan bahwa bersabar atau tidak, keadaannya serupa bagi mereka. Karena seorang yang tidak sabar akan sesuatu, maka ia berusaha untuk menolaknya baik dengan menjauhinya ataupun dengan mengatasinya. Namun, lain halnya dengan hari kebangkitan sebab azab di akhirat tidak serupa dengan azab di dunia karena orang yang diazab di dunia, bila ia bersabar ia akan mendapat manfaat dari kesabarannya, baik manfaat yang berupa balasan di akhirat nanti maupun pujian di dunia tentang kesabarannya dan ketabahannya.
Dan kalau dia tidak sabar dengan pengertian berkeluh kesah tentulah ia dicela dan dianggap benci atau kekanak-kanakan. Akan tetapi kesabaran di akhirat tidak ada manfaatnya karena akhirat bukan tempat beramal tetapi untuk mendapat ganjaran.
Pada akhir ayat ini Allah SWT menegaskan bahwa manusia itu akan menerima pembalasan dari Allah. Jika perbuatan mereka di dunia baik, mereka akan menerima balasan yang baik pula di akhirat. Dan jika perbuatan mereka di dunia jahat, mereka di akhirat akan menerima-balasan kejahatannya.
Dalam ayat lain, Allah SWT berfirman:

ولا يظلم ربك أحدا
Artinya:
"Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang jua pun".
(Q.S. Al-Kahfi: 49)
Tegasnya Allah SWT akan membalas setiap orang sesuai dengan perbuatannya. Balasan itu akan diterima sabar atau tidak, dan pasti terlaksana.


17 Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam syurga dan kenikmatan,(QS. 52:17)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thuur 17
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَنَعِيمٍ (17)
Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa orang-orang yang takut akan murka Tuhannya, mereka mengerjakan ibadat kepada Nya baik dengan terang-terangan atau tidak, melaksanakan kewajiban-kewajibannya terhadap Tuhan, dan menjalankan peraturan-peraturan agama, tidak mengerjakan suatu perbuatan maksiat yakni tiada menodai dirinya dengan dosa dan tidak menodai jiwanya dengan kemunafikan.
Kepada mereka Tuhan memberikan balasan dengan surga, di dalamnya mereka bersenang-senang. Mereka mendapat apa yang belum pernah mereka lihat, belum pernah mereka dengar, dan belum pernah diterangkan oleh seorang manusia pun. Semuanya itu sebagai balasan atas perbuatan baik mereka selama hidup di dunia. Mereka menjauhi kelezatan-kelezatan yang duniawi yang terlarang serta bersabar atas cobaan-cobaan yang menimpa mereka dengan harapan agar mendapat rida Allah SWT.


18 mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka; dan Tuhan mereka memelihara mereka dari azab neraka.(QS. 52:18)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thuur 18
فَاكِهِينَ بِمَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ وَوَقَاهُمْ رَبُّهُمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ (18)
Dalam ayat ini, Allah SWT menerangkan bahwa hati mereka tidak pernah terganggu oleh segala macam waswas atau dihinggapi oleh perasaan lelah. Mereka berada dalam kesenangan dan kenikmatan serta kelezatan; muka mereka berseri-seri, ceria, dan riang gembira Mereka telah diselamatkan oleh Tuhannya dari azab. Mereka kini merasakan segala kenikmatan dan jauh dari kesengsaraan. Itulah kesenangan yang benar dan nikmat yang abadi.


19 (Dikatakan kepada mereka):` Makan dan minumlah dengan enak sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan `,(QS. 52:19)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thuur 19
كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (19)
Dalam ayat ini, Allah SWT membolehkan mereka memakan dan meminum apa yang telah diberikan oleh Tuhan berupa segala makanan dan minuman yang baik-baik. Mereka tidak lagi khawatir akan bahaya yang akan menimpa mereka seperti halnya apa yang mereka saksikan di dunia tentang adanya bahaya makanan dan minuman. Semua itu sebagai balasan bagi mereka terhadap segala amal baik mereka. Dan sebagai balasan atas kesungguhan mereka di dunia dalam berbakti kepada Allah SWT. Mereka betul-betul merasa nikmat di akhirat itu.
Diriwayatkan bahwa Rabi' bin Khaisan melakukan salat sepanjang malam. Lalu seorang bertanya kepadanya mengapa ia melelahkan dirinya seperti itu. Maka jawabannya bahwa ia memerlukan istirahat di akhirat nanti. Dalam ayat yang sama artinya Allah SWT berfirman:

كلوا وشربوا هنيئا بما أسلفتم في الأيام الخالية
Artinya:
(Kepada mereka di katakan): "Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu".
(Q.S. Al-Haqqah: 24)
Perkataan "hanian" dalam ayat ini berarti kesejahteraan makanan dan minuman dari segala apa yang membahayakan.
Sebab orang yang makan di dunia kadang-kadang takut akan ada penyakit dan lain-lain sebagainya sehingga ia kurang tenang dan kurang enak makan. Atau ia takut akan segera habisnya makanan itu sehingga ia harus mencarinya lagi. Atau karena payah, lalu kemudian harus memasak lagi hingga matang dan bisa dimakan. Hal-hal seperti ini tidak akan ditemui di surga.
Perkataan "bima kuntum ta'malun" dalam ayat ini berarti sebagai balasan yang telah kamu perbuat di dunia adalah sebagai isyarat bahwa Allah SWT telah memenuhi apa yang telah dijanjikan oleh Nya di dunia. Sebab, tidak ada nikmat di dunia yang bisa diperoleh tanpa adanya susah payah dahulu. Berlainan halnya dengan nikmat di akhirat. Nikmat di akhirat sebagai balasan atas iman dan amal saleh di dunia sebagaimana dijelaskan oleh Allah di dalam firman Nya:

يمنون عليك أن أسلموا قل لا تمنوا علي إسلامكم بل الله يمن الله عليكم أن هداكم للإيمان إن كنتم صادقين
.
Artinya:
Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka Katakanlah: "Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepada Ku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan".
(Q.S. Al-Hujurat: 17)


20 mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli.(QS. 52:20)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thuur 20
مُتَّكِئِينَ عَلَى سُرُرٍ مَصْفُوفَةٍ وَزَوَّجْنَاهُمْ بِحُورٍ عِينٍ (20)
Kemudian Allah SWT menyebutkan apa yang mereka nikmati misalnya kasur-kasurnya (dipan-dipannya). Mereka duduk di dipan-dipan yang berbaris-baris dengan santai tanpa suatu apa pun yang membebani hati mereka. Tidak ada satu masalah pun yang mesti mereka pecahkan waktu itu, sebab barangsiapa yang duduk, sedangkan ia menghadapi suatu masalah atau di bebani pikiran oleh suatu masalah berarti pikiran dan hatinya tidak tenteram. Pada ayat ini dipergunakan kata-kata yajlis (duduk) bukan kata-kata yattaki' (duduk santai). Dengan maksud untuk menjelaskan keadaan duduk seseorang yang diliputi kepuasan dan ketenteraman. Maka keadaan di surga itu menunjukkan suatu keadaan yang tenang, tanpa kesusahan, tanpa beban dun tanpa masalah. Dalam ayat yang sama artinya dikatakan:

على سرر متقابلين
Artinya:
"Duduk berhadap-hadapan di atas dipan."
(Q.S. Al-Hijr: 47)
Duduk santai sekadar ungkapan sebagai salah satu contoh tentang kebebasan yang sebenarnya di dalam surga sebagaimana di sabdakan oleh Nabi Muhammad saw:

إن الرجل ليتكئ مقدار أربعين سنة ما يتحول عنه ولا يمله يأتيه بما اشتهت نفسه ولذت عينه
Artinya:
"Seorang laki-laki di dalam surga duduk santai selama 40 (empat puluh) tahun tidak berpindah dan tidak membosankannya; datang kepadanya (tanpa diusahakan) apa-apa yang diingini oleh dirinya dan disenangi oleh matanya".
(H.R. Ibnu Abi Hatim)
Kemudian diterangkan bahwa mereka di sana menikmati pasangan-pasangan mereka. Allah SWT telah memberi mereka istri-istri yang cantik yang bermata jeli.


Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [3]
Ayat 1 s/d 20 dari [49]

[Download AUDIO] Tanda-Tanda Bagi Yang Ber-AKAL...(Akal Mencari TUHAN), 3Mb...Sip, mantap!
[E-BOOK] Tanda-tanda Bagi yg Ber-Akal 1 Mb


'Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka'.''

 

Rasullullah berkata: "Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang membaca ini dan tidak memikir dan merenungkan kandungan artinya".

(Ali 'Imran: 190-191).

Daftar Lembaga Tahfidz dan Ilmu Al-Qur'an

Yuk kita bangun generasi qur'ani...

Create by : Muhammad Ihsan

Silahkan kirim Kritik & Saran ke : [sibinmr@gmail.com] [sibin_mr@yahoo.com]

The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani

AYO..BACK TO MASJID | Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya | Risalah Islam | Author | TV Islam | Kupas Alam Ghoib (JIN/Kesurupan,dll)
Counter Powered by  RedCounter
free counters
Bloggerian Top Hits