Tafsir Surat : NUH

Dan apabila dibacakan Al quran, maka dengarkanlah baik-baik,

dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat ( Al A'raaf : 204 )

::Home:: | Indonesia | English | Dutch | Sejarah | Hadist | Al Qur'an? | Adab | Al-Ma'tsurat | TAJWID | Artikel | Free Mobile Aplications | Sms Quran & Hadist
Pendidikan | Menyimak & Mengkaji | Membumikan Quran | Wawasan Quran | Memahami Quran | eBooks | Kisah Muallaf | *HadistWeb* | Tanda2 Bagi yg Ber-Akal
Tafsir Al-Azhar | Ponsel Quran | Belajar Baca | Qr.Recitation | Qr.Explorer | QuranTools | Qur’an Flash | Qurany.net | {Radio Dakwah/TV} | QuranTV-Mp3

Gunakan browser internet explorer untuk dapat mendengarkan Murotal (Audio)

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an        

    Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch
No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : NUH
Ayat [28]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:2/2
 
21 Nuh berkata:` Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka telah mendurhakai-ku, dan telah mengikuti orang-orang yang harta dan anak-anaknya tidak menambah kepadanya melainkan kerugian belaka,(QS. 71:21)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Nuh 21
قَالَ نُوحٌ رَبِّ إِنَّهُمْ عَصَوْنِي وَاتَّبَعُوا مَنْ لَمْ يَزِدْهُ مَالُهُ وَوَلَدُهُ إِلَّا خَسَارًا (21)
Nuh A.S. mengadukan kepada Allah SWT: "Ya Tuhanku, sesungguhnya. kaumku tetap durhaka kepadaku. Mereka tidak mau mengikuti seruanku, dan tetap mengikuti pemimpin-pemimpin mereka yang terdiri dari orang-orang yang berada, yang mempunyai harta dan anak-anak yang banyak dan selalu bermegah-megah dengan harta mereka yang banyak itu, serta membangga-hanggakan anak keturunan mereka". Semua sikap dan tindakan yang dilakukan oleh pemimpin-pemimpin itu hanyalah akan menambah kerugian mereka sendiri dan memperjauh mereka dari rahmat Allah. Ayat ini memberi pengertian bahwa pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kaum Nuh. masih diperbudak oleh harta kekayaan dan merasa megah dengan keturunan yang banyak. Oleh karena itu mereka takut akan kehilangan semuanya itu, jika kaum mereka mengikuti seruan Nabi Nuh A.S.


22 Dan melakukan tipu-daya yang besar `.(QS. 71:22)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Nuh 22
وَمَكَرُوا مَكْرًا كُبَّارًا (22)
Ayat ini menerangkan bahwa pembesar-pembesar dan pemimpin-pemimpin kaum Nuh melakukan segala macam tipu daya untuk menumpas agama yang dibawa Nabi Nuh, umpamanya dengan menghalangi orang-orang yang hendak mengikuti seruan Nuh. mengadakan tindakan-tindakan yang dapat memperkokoh kedudukan berhala dan memalingkan orang dari agama yang benar yang dibawa oleh Nabi Nuh: bahkan dengan menghasut masyarakat untuk menyakiti dan menganiaya Nabi Nuh.


23 Dan mereka berkata:` Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwaa, yaghuts, yauq dan nasr `,(QS. 71:23)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Nuh 23
وَقَالُوا لَا تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا (23)
Pembesar-pembesar kaum Nuh berkata, "Hai kaumku, jangan kamu sekali-kali meninggalkan penyembahan tuhan-tuhan kamu yang telah disembah nenek moyangmu dahulu. Jangan kamu tinggalkan penyembahan wad, suwa, yagus. Ya'uq dan nasr".
Berhala-berhala tersebut adalah berhala-berhala yang paling dihormati di antara berhala-berhala kabilah-kabilah kaum Nuh. Tiap-tiap kabilah mempunyai berhala yang mereka sembah, akan tetapi berhala-berhala itu mempunyai kedudukan yang berbeda-beda.
Penyembahan berhala-berhala itu kemudian turun, yakni berpindah kepada bangsa Arab. Maka terdapat pulalah pada bangsa Arab berhala-berhala yang dinamai dengan nama-nama yang pernah dipakai oleh kaum Nuh itu.
Menurut riwayat Bukhari, Ibnul Munzir, Ibnu Mardawaih dari Ibnu `Abbas, ia berkata, "Kemudian berpindahlah berhala-berhala itu kepada bangsa Arab, maka jadilah Wad, nama kabilah Kalb; Suwa, nama berhala kabilah Huzail; Yagus, nama berhala kabilah Gutaif; Ya'uq nama berhala kabilah Hamdan dan Nasr adalah nama kabilah berhala kabilah Himiar".
Di samping itu ada berhala-berhala selain tersebut dalam ayat di atas yang disembah oleh kaum Nuh, yang kemudian berpindah pula kepada bangsa Arab, seperti Al Lata, berhala kaum Saqif di Taif Al Uzza, berhala kabilah Sulaim; Gatafan dan Jusyam; Manat berhala kabilah Khuza'ah Di Qudaid. Asaf, Nailah dan Hubal adalah berhala-berhala yang disembah penduduk Mekah.
Hubal adalah berhala yang terbesar dan teragung menurut mereka yang diletakkan di atas Kakbah. Berhala-berhala itu mereka buat sendiri untuk mereka sembah.


24 Dan sesudahnya mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia); dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kesesatan.(QS. 71:24)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Nuh 24
وَقَدْ أَضَلُّوا كَثِيرًا وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا ضَلَالًا (24)
Pembesar-pembesar dan pemimpin-pemimpin kaum Nuh itu yang menyesatkan manusia dari jalan Allah, menarik manusia dengan segala macam tipudaya, sehingga mereka pun menyembah pula. Demikianlah orang-orang yang datang sesudah mereka, mengikuti jejak mereka, seperti yang diikuti orang-orang Arab Jahiliyah. Karena itulah Ibrahim A.S. berdoa kepada Allah SWT, seperti yang diterangkan pada ayat berikut:

وإذ قال إبراهيم رب اجعل هذا البلد آمنا واجنبني وبني أن نعبد الأصنام رب إنهن أضللن كثيرا من الناس فمن تبعني فإنه مني ومن عصاني فإنك غفور رحيم
Artinya:
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala. Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barang siapa yang mengikutiku, maka, sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barang siapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (Q.S. Ibrahim: 35, 36)
Pada akhir ayat ini, Nuh A.S. berdoa, agar Allah SWT menimpakan kepada kaumnya yang zalim itu azab yang sangat, dengan menjadikan mereka bertambah sesat dari jalan-Nya. Doa ini dimohonkan Nabi Nuh A.S. kepada Allah, setelah ia berpendapat bahwa kaumnya tidak dapat lagi diberi peringatan walau dengan jalan apapun.


25 Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan lalu dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Allah.(QS. 71:25)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Nuh 25
مِمَّا خَطِيئَاتِهِمْ أُغْرِقُوا فَأُدْخِلُوا نَارًا فَلَمْ يَجِدُوا لَهُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْصَارًا (25)
Ayat ini menerangkan bahwa disebabkan keingkaran-keingkaran dan dosa-dosa yang telah dilakukan kaum Nuh, maka mereka ditenggelamkan Allah dalam banjir yang dahsyat. Dalam keadaan demikian tidak seorang pun yang dapat menghindarkan mereka dari azab Allah, sedang dewa-dewa yang mereka sembah itu tidak dapat menolong diri mereka dari kehancuran, apalagi menolong orang lain.
Dalam ayat-ayat yang sebelum ayat ini, seperti surah Hud, telah diterangkan bahwa setelah Nabi Nuh berpendapat bahwa kaumnya tidak mungkin memperkenankan seruannya, maka atas wahyu Allah beliau mulai membuat kapal. Setelah kapal selesai banjirpun datang, sehingga Nub dan keluarganya beserta orang-orang yang beriman dengannya dapat diselamatkan dengan kapal itu.


26 Nuh berkata:` Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.(QS. 71:26)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Nuh 26
وَقَالَ نُوحٌ رَبِّ لَا تَذَرْ عَلَى الْأَرْضِ مِنَ الْكَافِرِينَ دَيَّارًا (26)
Pada waktu terjadinya banjir itu Nabi Nuh berdoa kepada Allah agar Dia memusnahkan seluruh orang-orang kafir dengan menenggelamkan mereka. Permohonan Nuh ini dikabulkan Allah SWT.


27 Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir.(QS. 71:27)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Nuh 27
إِنَّكَ إِنْ تَذَرْهُمْ يُضِلُّوا عِبَادَكَ وَلَا يَلِدُوا إِلَّا فَاجِرًا كَفَّارًا (27)
Dalam ayat ini, diterangkan sebab-sebab yang mendorong Nabi Nuh berdoa kepada Allah agar Dia memusnahkan seluruh orang-orang kafir, yaitu:
1. Jika ada di antara mereka yang dibiarkan tinggal, tentulah yang tinggal itu akan berusaha menyesatkan hamba-hamba Allah yang beriman.
2. Jika ada di antara mereka yang tinggal tentulah akan menurunkan anak-anak yang kafir pula yang akan herusaha menjadikan orang-orang lain menjadi kafir seperti mereka.
Nabi Nuh A.S. berkesimpulan bahwa orang-orang kafir yang berada di zamannya itu tidak mungkin lagi akan beriman. Kesimpulannya ini berdasarkan pengalaman dan penghayatannya selama bergaul dengan mereka, yaitu 950 tahun lamanya Oleh karena itulah dia berdoa kepada Tuhan agar seluruh orang kafir itu ditenggelamkan tanpa meninggalkan seseorangpun di antara mereka.
Pada ayat yang lain Allah SWT berfirman:

ونصرناه من القوم الذين كذبوا بآياتنا إنهم كانوا قوم سوء فأغرقناهم أجمعين
Artinya:
Dan Kami telah menolongnya (Nuh) dari kaum yang telah mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat, maka Kami tenggelamkan mereka semuanya. (Q.S. Al-Anbiya': 77)
Dari alasan kedua di atas. Nuh mengisyaratkan kepada kaum muslimin akan peranan orang tua dalam mendidik anaknya. Dinyatakan bahwa pada umumnya orang-orang kafir menurunkan keturunan kafir pula, orang muslim akan menurunkan orang muslim pula. Tetapi tidak semua orang kafir menurunkan kafir dan tidak semua orang Islam menurunkan keturunan orang muslim pula.
Hal ini terbukti pada saat ini, sebagian besar penduduk dunia adalah orang-orang kafir, padahal nenek moyang mereka dahulu, yaitu Nuh bersama-sama orang di atas kapal adalah orang-orang yang beriman.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Nuh 27
إِنَّكَ إِنْ تَذَرْهُمْ يُضِلُّوا عِبَادَكَ وَلَا يَلِدُوا إِلَّا فَاجِرًا كَفَّارًا (27)
(Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir) lafal faajiran dan kaffaaran berasal dari yafjuru dan yakfuru. Nabi Nuh berdoa demikian setelah ada wahyu mengenai keadaan mereka yang telah disebutkan tadi yakni, bahwa mereka tidak akan beriman, kecuali hanya orang-orang yang telah beriman kepadanya.


28 Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan `.(QS. 71:28)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Nuh 28
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا تَبَارًا (28)
Setelah Nuh A.S berdoa kepada Allah agar membinasakan orang-orang kafir, beliau pun berdoa untuk keselamatan diri dan kedua orang ibu bapaknya serta seluruh orang-orang yang beriman, dengan mengatakan, "Wahai Tuhanku, ampunilah dosa-dosaku, hapuskan dosa dan kesalahan-kesalahanku baik yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui, ampunilah dosa kedua orang tuaku, demikian pula dosa-dosa orang-orang yang beriman yang ikut dengan bahteraku dan ampunilah dosa setiap orang yang beriman yang ada pada setiap masa".
Pada akhir ayat, Nuh memohon lagi kepada Allah, agar menambah kesesatan orang-orang kafir, sehingga mereka merasakan balasan dan azab Allah yang tidak dapat diperkirakan beratnya di Hari Kiamat nanti.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Nuh 28
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا تَبَارًا (28)
(Ya Rabbku! Ampunilah aku, ibu bapakku) kedua orang tua Nabi Nuh termasuk orang-orang yang beriman (orang yang masuk ke dalam rumahku) atau mesjidku (dengan beriman, dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan) hingga hari kiamat nanti (dan janganlah Engkau tambahkan kepada orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.") Atau kehancuran, akhirnya mereka benar-benar dibinasakan.


Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [2]
Ayat 21 s/d 28 dari [28]

[Download AUDIO] Tanda-Tanda Bagi Yang Ber-AKAL...(Akal Mencari TUHAN), 3Mb...Sip, mantap!
[E-BOOK] Tanda-tanda Bagi yg Ber-Akal 1 Mb


'Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka'.''

 

Rasullullah berkata: "Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang membaca ini dan tidak memikir dan merenungkan kandungan artinya".

(Ali 'Imran: 190-191).

Daftar Lembaga Tahfidz dan Ilmu Al-Qur'an

Yuk kita bangun generasi qur'ani...

Create by : Muhammad Ihsan

Silahkan kirim Kritik & Saran ke : [sibinmr@gmail.com] [sibin_mr@yahoo.com]

The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani

AYO..BACK TO MASJID | Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya | Risalah Islam | Author | TV Islam | Kupas Alam Ghoib (JIN/Kesurupan,dll)
Counter Powered by  RedCounter
free counters
Bloggerian Top Hits