Tafsir Surat : NUH

Dan apabila dibacakan Al quran, maka dengarkanlah baik-baik,

dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat ( Al A'raaf : 204 )

HOME|Radio-FajriFm|Pendidikan|Adab|Muallaf Center|QuranTerjemah|eBooks|Tafsir Al-Azhar|HadistWeb|Artikel|SMSQURAN
Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an        

    Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch
No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : NUH
Ayat [28]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:1/2
 
1 Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan memerintahkan): `Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih`.(QS. 71:1)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Nuh 1
إِنَّا أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ أَنْ أَنْذِرْ قَوْمَكَ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (1)
Ayat ini menerangkan bahwa Allah SWT telah mengutus Nabi Nuh A.S. kepada kaumnya untuk menyampaikan agama-Nya supaya mereka takut kepada azab Allah yang dahsyat sebelum tiba saatnya, agar mereka mendapat petunjuk dan mencari keridaan-Nya.
Nabi Nuh A.S. adalah Nabi dan Rasul Allah yang ketiga setelah Adam A.S. dan Idris A.S. Beliau diutus kepada kaumnya, karena kaumnya adalah penyembah-penyembah berhala, melakukan perbuatan-perbuatan maksiat yang dilarang Allah. Karena itu Allah SWT memerintahkan Nuh A.S. agar memberi peringatan kepada kaumnya itu agar beriman kepada Allah dan menghentikan perbuatan-perbuatan maksiat yang selalu mereka kerjakan itu.
Jika tidak mengindahkan peringatan itu, mereka akan ditimpa azab yang dahsyat sebagai akibat keingkaran mereka itu. Azab yang dahsyat yang akan menimpa mereka itu berupa banjir besar yang melanda mereka disertai topan yang sangat kencang.


2 Nuh berkata: `Hai kaumku, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu,(QS. 71:2)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Nuh 2
قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي لَكُمْ نَذِيرٌ مُبِينٌ (2)
Nuh berkata kepada kaumnya dalam rangka melaksanakan tugas kerasulannya itu, "wahai kaumku; aku peringatkan kepadamu bahwa telah menjadi Sunah Allah bahwa siksaan-Nya akan menimpa setiap orang yang ingkar kepada-Nya. Karena itu, seandainya kamu sekalian tidak mau meninggalkan penyembahan berhala dan masih mengerjakan perbuatan-perbuatan maksiat serta mengingkari seruanku, pasti sunah-Nya itu akan berlaku pula kepadamu. Kamu akan ditimpa melapetaka yang dahsyat".


3 (yaitu) sembahlah olehmu Allah, bertakwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku,(QS. 71:3)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Nuh 3
أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاتَّقُوهُ وَأَطِيعُونِ (3)
Dalam ayat ini, diterangkan isi peringatan itu, yaitu:
1. Hendaklah mereka menyembah Allah saja, Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan selain Dia. Dalam perintah menyembah Allah SWT yang disampaikan Nuh itu terkandung seluruh syariat yang disampaikan Nuh, yaitu mengerjakan segala yang wajib, segala yang sunah; baik berupa gerakan dan ketetapan hati, maupun yang berupa perbuatan anggota badan. Juga mencakup perintah menghentikan segala yang diharamkan dan dimakruhkan-Nya. Dari perintah Allah, agar mereka menyembah Allah saja, dipahami pula bahwa agama yang dianut kaum Nuh itu adalah agama syirik.
2. Hendaklah bertakwa kepada Allah, yaitu berusaha menjauhkan diri dari azab neraka dengan melaksanakan semua yang diperintahkan dan menjauhkan segala yang dilarang-Nya.
3. Menaati segala yang diperintahkan dan dilarang Nuh, melaksanakan semua yang dinasihatkannya, karena ia adalah utusan Allah kepada mereka, untuk menyampaikan agama-Nya; bukan untuk menyampaikan keinginan-keinginan dirinya. Menaati Nuh berarti menaati Allah.


4 niscaya Allah akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu sampai kepada waktu yang ditentukan. Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu mengetahui`.(QS. 71:4)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Nuh 4
يَغْفِرْ لَكُمْ مِنْ ذُنُوبِكُمْ وَيُؤَخِّرْكُمْ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى إِنَّ أَجَلَ اللَّهِ إِذَا جَاءَ لَا يُؤَخَّرُ لَوْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (4)
Dalam ayat ini , disebutkan janji Allah kepada kaum Nuh, seandainya mereka mengikuti seruan Nuh dengan ikhlas, yaitu:
1. Allah akan mengampuni segala dosa mereka. Dengan arti hapusnya dosa-dosa yang pernah mereka lakukan, seakan-akan mereka tidak pernah berbuat dosa. Karena dengan berimannya mereka dan mengikuti agama yang dibawa Nuh, berarti mereka telah berbuat, dan kembali ke jalan yang benar.
2. Allah SWT akan memanjangkan umur mereka. Maksudnya ialah, sekalipun menurut takdir Allah umur mereka telah ditentukan dan terbatas, namun jika mereka beriman, Allah akan memanjangkan umur mereka dengan menghentikan kedatangan azab yang dijanjikan itu. Melakukan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. karena Dia Maha Kuasa dan Maha Menentukan segala sesuatu menurut yang dikehendaki-Nya.
Sehubungan dengan masalah menangguhkan kedatangan ajal, yakni memanjangkan umur yang disebut dalam ayat ini, sebagian ahli tafsir menyatakan bahwa Allah akan mengubah takdir yang telah ditentukan-Nya, jika Dia menghendakinya. Karena itu taat kepada Allah dan melakukan perbuatan-perbuatan takwa serta menghubungkan silaturahmi dapat memanjangkan umur manusia, Nabi Muhammad SAW bersabda:

صلة الرحم تزيد في العمر
Artinya:
"Mempererat hubungan silaturahmi itu menambah panjangnya umur" (lihat Tafsir Al Maragi, hal. 80, juz 29, jilid X)
Jika hal ini dihubungkan dengan ilmu jiwa akan lebih jelas pemahamannya. Menurut ilmu jiwa, ada hubungan timbal balik antara jasmani seseorang dengan jiwa (rohani) nya. Kesehatan rohani besar pengaruhnya kepada kesehatan jasmani; begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, maka orang yang sehat adalah orang yang sehat jasmani dan rohaninya. Pada umumnya orang yang tekun mengerjakan amal saleh dan menghubungkan silaturahmi adalah orang yang sehat jasmaninya. Dengan perkataan lain, bahwa takwa kepada Allah dapat menghilangkan penyakit-penyakit rohani. Jika rohani sehat tentulah jasmani sehat pula dan umurpun akan panjang.
Pada akhir ayat ini Allan SWT menegaskan bahwa Dia telah menetapkan ajal semua manusia, yang terdapat di Ummul Kitab (Lohmahfuz). Jika ajal itu telah datang sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan, maka kedatangannya itu tidak dapat ditangguhkan atau tidak pula dapat dipercepat walau sesaat pun. Kemudian Allah SWT menegaskan, "Hai orang-orang kafir, jika kamu mempunyai ilmu tentulah kamu akan meyakini bahwa ketentuan ajal itu hanyalah di tangan Allah. Sebaliknya jika kamu tidak mempunyai ilmu, tentulah kamu tidak akan mempercayai bahwa ketentuan ajal itu di tangan Allah, dan seterusnya kamu tetap tidak beriman kepada Allah dan tetap tidak menaati Rasul-Nya".

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Nuh 4
يَغْفِرْ لَكُمْ مِنْ ذُنُوبِكُمْ وَيُؤَخِّرْكُمْ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى إِنَّ أَجَلَ اللَّهِ إِذَا جَاءَ لَا يُؤَخَّرُ لَوْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (4)
(Niscaya Allah akan mengampuni sebagian dosa-dosa kalian) huruf min di sini dapat dianggap sebagai huruf zaidah, karena sesungguhnya Islam itu mengampuni semua dosa yang terjadi sebelumnya; yakni semua dosa kalian. Sebagaimana dapat pula dianggap sebagai min yang mengandung makna sebagian, hal ini karena mengecualikan hak-hak yang bersangkutan dengan orang lain (dan menangguhkan kalian) tanpa diazab (sampai kepada waktu yang ditentukan) yaitu ajal kematiannya. (Sesungguhnya ketetapan Allah) yang memutuskan untuk mengazab kalian, jika kalian tidak beriman kepada-Nya (apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kalian mengetahui) seandainya kalian mengetahui hal tersebut, niscaya kalian beriman kepada-Nya.


5 Nuh berkata: `Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang,(QS. 71:5)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Nuh 5 - 6
قَالَ رَبِّ إِنِّي دَعَوْتُ قَوْمِي لَيْلًا وَنَهَارًا (5) فَلَمْ يَزِدْهُمْ دُعَائِي إِلَّا فِرَارًا (6)
Dalam ayat-ayat ini, diterangkan bahwa Nuh mengadukan sikap kaumnya kepada Allah dengan menyatakan, "Wahai Tuhanku; aku telah melaksanakan tugasku sesuai dengan kesanggupanku setiap saat, siang dan malam, tetapi mereka tidak menghiraukannya. Semakin aku seru mereka, semakin mereka menjauhiku dan lari dari kebenaran.


6 maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran).(QS. 71:6)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


7 Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (ke mukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat.(QS. 71:7)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Nuh 7
وَإِنِّي كُلَّمَا دَعَوْتُهُمْ لِتَغْفِرَ لَهُمْ جَعَلُوا أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِمْ وَاسْتَغْشَوْا ثِيَابَهُمْ وَأَصَرُّوا وَاسْتَكْبَرُوا اسْتِكْبَارًا (7)
Nuh A.S. mengadukan, "Wahai Tuhanku, setiap kali aku menyeru mereka agar mengakui ke-Esaan Engkau, tidak lagi menyembah tuhan-tuhan yang lain selain Engkau, sehingga dengan demikian Engkau mengampuni dosa-dosa mereka, merekapun menyumbatkan anak jari ke lubang telinga mereka agar mereka tidak mendengar seruanku. Bahkan mereka menutup muka mereka sebagai pernyataan benci melihatku. Setiap kali aku menyeru mereka, semakin bertambah kesombongannya dan kecongkakan mereka kepadaku.


8 Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan,(QS. 71:8)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Nuh 8 - 9
ثُمَّ إِنِّي دَعَوْتُهُمْ جِهَارًا (8) ثُمَّ إِنِّي أَعْلَنْتُ لَهُمْ وَأَسْرَرْتُ لَهُمْ إِسْرَارًا (9)
Nuh A.S. mengadu kepada Allah, "Wahai Tuhanku segala macam cara telah aku lakukan untuk menyeru mereka ke jalan Engkau. Adakalanya aku menghubungi tiap-tiap mereka seorang-seorang tanpa yang lain mengetahuinya. Adakalanya dengan terang-terangan di hadapan umum dan adakalanya kedua cara itu aku lakukan bersamaan; tetapi mereka tetap menampiknya, seakan-akan usahaku itu tidak bermanfaat bagi mereka sedikitpun.
Dari ayat ini dipahami bahwa Nuh A.S. telah melaksanakan tugas tanpa menghiraukan bahaya yang mungkin mengancam jiwanya, untuk mencari keridaan Allah. Dipahami pula bahwa Nuh A.S. sangat cinta kepada kaumnya. Ia ingin kaumnya mengikuti jalan yang lurus, sehingga terhindar dari azab Allah. Ia melaksanakan tugasnya dengan taat dan penuh mengabdikan kepada Allah disertai keimanan yang kuat terhunjam di dalam dadanya.


9 kemudian sesungguhnya aku (menyeru) mereka (lagi) dengan terang-terangan dan dengan diam-diam,(QS. 71:9)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


10 maka aku katakan kepada mereka:` Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun,(QS. 71:10)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Nuh 10
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10)
Nuh A.S. menyeru kepada kaumnya agar beriman kepada Allah, karena dengan pernyataan iman kepada-Nya itu berarti memohonkan ampun kepada-Nya.
Dengan beriman, berarti mereka telah meninggalkan agama syirik, agama yang berlawanan dengan agama tauhid dan bertentangan dengan naluri manusia.
Dalam ayat ini diterangkan bahwa Nuh A.S. telah menyampaikan kepada kaumnya bahwa Tuhan yang disembah itu adalah Tuhan Yang Maha Pengampun terhadap hamba-Nya. Karena itu dengan berimannya mereka sekalian; Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka.


11 niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat,(QS. 71:11)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Nuh 11 - 12
يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (12)
Dalam ayat ini, diterangkan bahwa Nuh A.S. telah menyampaikan kepada kaumnya janji Allah seandainya mereka beriman kepada-Nya, yaitu:
1. Dia akan menurunkan hujan yang lebat, yang dapat menyuburkan tanah-tanah mereka, sehingga menghasilkan tanaman-tanaman dan buah-buahan yang mereka perlukan serta mendatangkan kebahagiaan kepada mereka.
2. Dia akan menganugerahkan kepada mereka harta kekayaan yang banyak, yang beraneka rupa dan ragamnya.
3. Dia akan menganugerahkan anak-anak yang akan melanjutkan keturunan mereka, sehingga mereka tidak punah.
4. Dia akan menyuburkan tanah-tanah mereka, sehingga kebun-kebun menjadi dan dapat memberi manfaat kepada mereka.
5. Dia akan mengadakan sungai-sungai yang mengalir, yang dengan mudah mengairi kebun-kebun mereka, sehingga tanam-tanaman hidup subur dan menghijau.
Janji Allah SWT yang diberikan-Nya kepada kaum Nuh, seandainya mereka beriman adalah janji yang sesuai dengan keadaan kaum Nuh waktu itu. Kaum Nuh adalah kaum yang termasuk cikal bakal umat manusia sekarang ini. Perkembangan kebudayaan mereka masih taraf permulaan belum berkembang seperti yang sekarang ini. Tetapi janji itu tidak menarik hati mereka sedikit pun. Hal ini menunjukkan keingkaran mereka yang sangat dalam memperkenankan seruan Nuh A.S.
Dalam janji itu terkandung sesuatu pengertian bahwa Allah SWT., menyuruh mereka mempergunakan akal pikiran mereka. Mereka seakan-akan disuruh memikirkan faedah hujan bagi mereka. Hujan akan menyuburkan bumi tempat mereka berdiam, menghasilkan tanam-tanaman dan buah-buahan yang mereka perlukan. Sebagian hasil pertanian mereka jual dan sebagian mereka makan sendiri, sehingga menambah kekayaan mereka. Hujan akan mengalirkan air di sungai-sungai, yang bermanfaat bagi mereka. Jika mereka mau menggunakan pikiran mereka dengan cara yang demikian. tentulah mereka akan sampai kepada kesimpulan tentang siapa yang menurunkan hujan itu, sehingga bumi menjadi subur dan siapa yang menyuburkan bumi sehingga menghasilkan keperluan-keperluan hidup mereka. Akhirnya. mereka sampai kepada suatu kesimpulan yang sama dengan seruan yang disampaikan Nuh A.S. kepada mereka, yaitu beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa yang menciptakan semua keperluan-keperluan mereka itu.


12 dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.(QS. 71:12)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


13 Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?(QS. 71:13)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Nuh 13
مَا لَكُمْ لَا تَرْجُونَ لِلَّهِ وَقَارًا (13)
Pada ayat ini kaum Nuh diperingatkan lagi akan kebesaran Tuhan yang menciptakan semua keperluan mereka itu. Apakah mereka tidak pernah merasa khawatir, seandainya nikmat-nikmat yang telah dilimpahkan kepada mereka itu dihentikan, dapatkah mereka menciptakannya sendiri, tanpa pertolongan Allah kepada mereka. Bagaimana seandainya Tuhan Yang Kuasa yang wajib disembah itu marah kepada mereka, sehingga Dia menimpakan azab-Nya.


14 Padahal Dia sesungguhnya telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian.(QS. 71:14)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Nuh 14
وَقَدْ خَلَقَكُمْ أَطْوَارًا (14)
Dalam ayat ini kaum Nuh diingatkan lagi akan kebesaran dan kekuasaan Allah. Agar mereka melihat kepada diri sendiri. Mereka selaku manusia mengalami tahap-tahap kejadian. Mula-mula dari setetes air mani, kemudian menjadi segumpal darah, kemudian manjadi segumpal daging. Setelah sempurna kejadian mereka, merekapun dilahirkan. Mulai dari seorang bayi yang tidak tahu sesuatupun sampai menjadi manusia yang dewasa, kemudian menurunkan keturunan. Akhirnya mereka meninggal dunia.
Mengenai tahap-tahap kejadian manusia ini diterangkan pula dalam firman Allah SWT:

هو الذي خلقكم من تراب ثم من نطفة ثم من علقة ثم يخرجكم طفلا ثم لتبلغوا أشدكم لتكونوا شيوخا ومنكم من يتوفى من قبل ولتبلغوا أجلا مسمى ولعلكم تعقلون
Artinya:
Dialah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes air mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahaminya. (Q.S. Al-Mu'minun: 67)


15 Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat?(QS. 71:15)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Nuh 15
أَلَمْ تَرَوْا كَيْفَ خَلَقَ اللَّهُ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا (15)
Dalam ayat ini Nuh A.S. menyuruh kaumnya memperhatikan langit yang terdiri atas tujuh tingkat. Ayat ini dapat berarti khusus untuk kaum Nuh dan dapat pula berarti umum (untuk seluruh manusia); karena dalam ayat ini terdapat perkataan "alam tarau" (tidakkah kamu perhatikan) Memperhatikan, di sini dengan akal, dengan mempergunakan otak Karena itu cara memperhatikan yang diperintahkan itu adalah dengan cara yang lazim digunakan dalam dunia ilmu pengetahuan.
Ayat ini khusus berhubungan dengan kaum Nuh, yang tingkat pengetahuan mereka belum seperti tingkat pengetahuan manusia sekarang. Mereka, dalam memperhatikan segala sesuatu belum lagi mempunyai alat, belum mempunyai metode penyelidikan yang tinggi. Mereka baru mempergunakan pancaindra mereka. Dengan mata mereka melihat langit yang biru kehijau-hijauan yang dipenuhi oleh bintang-bintang yang berserakan, yang berbeda tinggi rendahnya.
Mereka baru mengetahui bahwa langit itu bertingkat-tingkat, seakan-akan bintang-bintang itu merupakan tingkat-tingkatnya.
Ayat ini juga berarti umum, ialah bahwa ayat ini ditujukan kepada umat Nabi Muhammad yang telah mempunyai tingkat kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang jauh melebihi kaum Nuh. Kepada manusia sekarangpun diperintahkan merenungkan dan memikirkan kebesaran dan kekuasaan Tuhan yang ada di langit dan di bumi, agar dapat menambah kuat iman kepada Allah SWT.
Dalam ayat lain Allah SWT berfirman:

أو لم ير الذين كفروا أن السماوات والأرض كانتا رتقا ففتقناهما وجعلنا من الماء كل شيء حي أفلا يؤمنون
Artinya:
Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air. Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?". (Q.S. Al-Anbiya': 30)
Dari ayat ini, dipahami bahwa perintah memikirkan dan merenungkan kekuasaan dan kebesaran Allah itu tertuju kepada seluruh manusia, baik yang tinggi tingkat pengetahuannya maupun yang rendah tingkat pengetahuannya. Seluruh manusia sanggup dan mampu melakukannya, sehingga dengan memperhatikan itu menambah kuat imannya kepada Allah. Tuhan Yang Maha Esa Ayat ini juga mengajarkan kepada manusia bagaimana cara menentukan agama yang diridai Allah di antara agama-agama yang ada. Caranya ialah dengan merenungkan kejadian alam ini kita akan sampai kepada penciptanya. Pencipta alam ini adalah Yang Maha Tahu, dan Maha Kuasa. Mustahil pencipta alam ini bodoh, tidak mengetahui mana yang mudarat, mana yang manfaat. Dialah yang menentukan segala sesuatu. Dia adalah Zat yang Maha Esa, tidak berserikat dengan sesuatupun. Karena Dia Maha Mengetahui segala sesuatu, maka agama yang benar adalah agama yang mengakui keesaan Tuhan dan mengakui bahwa ibadat yang benar ialah ibadat yang langsung ditujukan kepada-Nya, tidak menggunakan perantara, seperti minta rezeki kepada Allah dengan perantaraan kuburan seseorang keramat, dan sebagainya.


16 Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita?(QS. 71:16)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Nuh 16
وَجَعَلَ الْقَمَرَ فِيهِنَّ نُورًا وَجَعَلَ الشَّمْسَ سِرَاجًا (16)
Nabi Nuh telah menerangkan kepada kaumnya bahwa Allah SWT yang hendak disembah itu menciptakan bulan sebagai cahaya bagi manusia dan matahari sebagai pelita.
Dari susunan ini dipahami bahwa:
1. Keadaan matahari berbeda dengan keadaan bulan; baik kedudukannya di antara planet, sifat cahayanya, maupun faedah cahayanya.
2. Matahari termasuk induk planet, yang mempunyai anak-anak planet dan bulan termasuk anak planet matahari yang beredar mengitarinya.
3. Matahari memancarkan sinar sendiri, sedang bulan mendapat cahaya dari matahari. Cahaya yang dipancarkan bulan berasal dari sinar matahari yang lebih dipantulkannya ke bumi. Karena itu sinar matahari lebih keras dan terang dari cahaya bulan.
4. Kedua sinar itu mempunyai faedah bagi manusia. tetapi bentuk faedahnya berbeda-beda.
Dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman:

هو الذي جعل الشمس ضياء والقمر نورا وقدره منازل لتعلموا عدد السنين والحساب ما خلق الله ذلك إلا بالحق يفصل الآيات لقوم يعلمون
Artinya:
Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang yang mengetahui"


17 Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya,(QS. 71:17)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Nuh 17
وَاللَّهُ أَنْبَتَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ نَبَاتًا (17)
Nabi Nuh A.S. telah menerangkan kepada kaumnya bahwa Allah SWT Yang Maha Esa dan wajib disembah itu adalah Tuhan yang menumbuhkan mereka seperti juga manusia yang lain -dari tanah. Yakni manusia termasuk mereka diciptakan dari nutfah (air mani), dan nutfah itu dari darah, sedang darah berasal dari sari makanan. Makanan itu adalah dari tumbuh-tumbuhan yang berasal dari zat-zat yang berbeda dalam tanah atau dari daging hewan. Sedang makanannya dari tumbuh-tumbuhan pula.
Dari nutfah yang berasal dari tanah itulah mereka tumbuh menjadi manusia yang dalam perlengkapan tubuhnya dan perjalanan hidupnya serupa dengan tanaman. Yakni tanaman atau pohon mempunyai batang, dahan, ranting dan daun. Demikian pula manusia. Manusia mempunyai badan, kepala, tangan dan kaki. Tanaman mempunyai alat-alat untuk mengatur pernapasan dan peredaran makanan. demikian pula manusia. Tanaman dalam perjalanan hidupnya mengalami berbagai macam proses dan perubahan. Dia tumbuh. Berkembang biak kemudian mati. demikian pula manusia. Manusia juga hidup. tumbuh, berketurunan, kemudian mati. Tanam-tanaman dalam perjalanan hidupnya ada yang mengalami nasib yang baik dan ada yang mengalami nasib yang buruk, ada yang subur dan ada pula yang merana. ada yang cepat berbuah dan ada pula yang lambat: demikian pula manusia. Manusia dan tumbuh-tumbuhan sama-sama memerlukan makanan, minuman dan sinar matahari. Akan tetapi kaum Nuh tidak mengambil pelajaran dari proses penciptaan manusia itu. Oleh karena itu mereka mengingkari Tuhan dan tidak mempercayai kebesaran-Nya. Dan inilah yang diingatkan oleh Nabi Nuh A.S. kepada mereka dalam ayat ini.


18 kemudian Dia mengembalikan kamu ke dalam tanah dan mengeluarkan kamu (daripadanya pada hari kiamat) dengan sebenar-benarnya.(QS. 71:18)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Nuh 18
ثُمَّ يُعِيدُكُمْ فِيهَا وَيُخْرِجُكُمْ إِخْرَاجًا (18)
Dalam ayat ini, Nuh A.S. menerangkan kepada kaumnya bahwa mereka tidak memperhatikan tumbuh-tumbuhan atau tanaman itu. Semula ia berwujud biji yang kemudian tumbuh di tanah yang subur, mulai dari kecil sampai kepada besar kemudian mati. Ada yang panjang umurnya dan ada pula yang pendek. Demikian pulalah halnya dengan manusia. Ia lahir, kemudian tumbuh menjadi besar dan tua bangka, setelah itu mereka diwafatkan oleh Allah, bersatu kembali dengan tanah di dalam kubur dan sebagainya. Pada Hari Kiamat mereka dibangkitkan kembali untuk perhitungan amal dan perbuatan mereka.


19 Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan,(QS. 71:19)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Nuh 19 - 20
وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ بِسَاطًا (19) لِتَسْلُكُوا مِنْهَا سُبُلًا فِجَاجًا (20)
Allah SWT menegaskan lagi nikmat yang telah dilimpahkan-Nya kepada manusia, yaitu Dia telah menciptakan bumi sedemikian rupa, luas dan terhampar sehingga mudah bagi mereka melaksanakan kehidupan. Dimudahkan Nya bagi manusia membuat jalan-jalan yang dapat mereka lalui, mendatangi negeri-negeri yang berjauhan letaknya.


20 supaya kamu menjalani jalan-jalan yang luas di bumi itu `.(QS. 71:20)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Nuh 19 - 20
وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ بِسَاطًا (19) لِتَسْلُكُوا مِنْهَا سُبُلًا فِجَاجًا (20)
Allah SWT menegaskan lagi nikmat yang telah dilimpahkan-Nya kepada manusia, yaitu Dia telah menciptakan bumi sedemikian rupa, luas dan terhampar sehingga mudah bagi mereka melaksanakan kehidupan. Dimudahkan Nya bagi manusia membuat jalan-jalan yang dapat mereka lalui, mendatangi negeri-negeri yang berjauhan letaknya.


Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [2]
Ayat 1 s/d 20 dari [28]

[Download AUDIO] Tanda-Tanda Bagi Yang Ber-AKAL...(Akal Mencari TUHAN), 3Mb...Sip, mantap!
[E-BOOK] Tanda-tanda Bagi yg Ber-Akal 1 Mb


'Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka'.''

 

Rasullullah berkata: "Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang membaca ini dan tidak memikir dan merenungkan kandungan artinya".

(Ali 'Imran: 190-191).

Yuk kita bangun generasi qur'ani...

Create by : Muhammad Ihsan

Silahkan kirim Kritik & Saran ke : [sibinmr@gmail.com] [sibin_mr@yahoo.com]

The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani

AYO..BACK TO MASJID | Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya | Berita Islam & Aliran Sesat - Nahimunkar.com | Detikislam.com | TV Islam | VOA ISLAM : Voice of Al Islam
free counters