Tafsir Surat : AL-QAMAR

Dan apabila dibacakan Al quran, maka dengarkanlah baik-baik,

dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat ( Al A'raaf : 204 )

::Home:: | Indonesia | English | Dutch | Sejarah | Hadist | Al Qur'an? | Adab | Al-Ma'tsurat | TAJWID | Artikel | Free Mobile Aplications | Sms Quran & Hadist
Pendidikan | Menyimak & Mengkaji | Membumikan Quran | Wawasan Quran | Memahami Quran | eBooks | Kisah Muallaf | *HadistWeb* | Tanda2 Bagi yg Ber-Akal
Tafsir Al-Azhar | Ponsel Quran | Belajar Baca | Qr.Recitation | Qr.Explorer | QuranTools | Qur’an Flash | Qurany.net | {Radio Dakwah/TV} | QuranTV-Mp3

Gunakan browser internet explorer untuk dapat mendengarkan Murotal (Audio)

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an        

    Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch
No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : AL-QAMAR
Ayat [55]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:1/3
 
1 Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan.(QS. 54:1)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qamar 1
اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ (1)

Allah SWT menyatakan bahwa Hari Kiamat hampir datang, pada waktu kehidupan dunia akan berakhir. Dalam ayat lain yang bersamaan maksudnya ialah Allah berfirman:
أتى أمر الله فلا تستعجلوه
Artinya:
Telah pasti datangnya ketetapan Allah maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datangnya).
(Q.S. An Nahl: 1)
dan Allah berfirman pula:
اقترب للناس حسابهم وهم في غفلة معرضون
Artinya:
Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya).
(Q.S. Al-Anbiya': 1)
Pada waktu itu bulan akan pecah bercerai-berai akibat penyimpangan dari peredarannya, sebagaimana diutarakan dalam ayat-ayat yang lain yang bersamaan maksudnya:
إذا السماء انشقت
Artinya:
Apabila langit terbelah.
dan firman Nya:
إذا الشمس كورت وإذا النجوم انكدرت
Artinya:
Apabila matahari digulung dan apabila bintang-bintang itu berjatuhan.
(Q.S. At Takwir: 1, 2)
Banyak lagi ayat-ayat lainnya yang menunjukkan kejadian-kejadian yang sangat dahsyat yang akan terjadi ketika kehancuran alam ini dengan tibanya Hari Kiamat.
Kebanyakan para ahli tafsir berpendapat bahwa kejadian yang tersebut pada ayat pertama telah terjadi dan bulan telah terbelah dua pada masa Nabi Muhammad saw, lima tahun sebelum beliau hijrah. Menurut hadis yang diriwayatkan Bukhari, Muslim dan Ibnu Jarir dari Anas bin Malik bahwa penduduk Mekah meminta kepada Nabi Muhammad saw, agar mengemukakan suatu mukjizat sebagai bukti kerasulannya maka Allah memperlihatkan kepada mereka bulan terbelah dua, sehingga mereka melihat "Jabal Nur" berada di antara dua belahan bulan tersebut. Diriwayatkan pula dari sahih Bukhari, Muslim dan dari perawi-perawi hadis lainnya dari Ibnu Masud bahwa: "Bulan telah terbelah pada masa Nabi Muhammad saw, menjadi dua belah, sebelah berada di atas bukit dan yang lain berada di bawahnya, seraya Nabi Muhammad saw berseru:
اشهدوا
Artinya:
Saksikanlah!".
Abu Daud dan Tayalisi meriwayatkan pula bahwa: "Telah terjadi pembelahan bulan pada masa Nabi Muhammad saw, maka orang-orang Quraisy berkata: Ini adalah sihir anak Abu Kabsyah". Lalu seorang dari mereka berkata: Tunggulah dahulu berita yang di bawa oleh orang-orang musafir yang tiba karena Muhammad tak sanggup menyihir semua manusia". Lalu tibalah orang-orang musafir membawa berita kejadian tersebut. Lalu dalam riwayat Baihaqi terdapat tambahan. "Lalu mereka bertanya kepada orang-orang musafir yang berdatangan dari semua penjuru; jawaban mereka: "Sungguh kami telah melihatnya", lalu Allah menurunkan ayat ini: "Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan".
Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa terbelahnya bulan itu. suatu peristiwa yang belum terjadi, alasannya ialah:
1. Berita tentang terbelahnya bulan itu ada hubungannya dengan telah dekatnya Hari Kiamat, jadi peristiwanya belum terjadi;
2. Terbelahnya bulan adalah peristiwa alam;
3. Bila dihubungkan dengan riwayat Huzaifah bin Al-Yamani. maka hadis tentang terbelahnya bulan perlu dipelajari maksud yang sebenarnya dari hadis itu.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Qamar 1
اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ (1)
(Telah dekat datangnya saat itu) dimaksud hari kiamat (dan telah terbelah bulan) menjadi dua bagian; yang satu di atas bukit Abu Qubais dan yang lainnya tampak di atas bukit Qaiqa'an; hal itu merupakan mukjizat bagi Nabi saw. yaitu sewaktu orang-orang Quraisy memintanya, lalu Nabi saw. bersabda, "Saksikanlah oleh kalian." Demikianlah menurut keterangan hadis yang diketengahkan oleh Asy Syaikhain.


2 Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata:` (Ini adalah) sihir yang terus menerus `.(QS. 54:2)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qamar 2
وَإِنْ يَرَوْا آيَةً يُعْرِضُوا وَيَقُولُوا سِحْرٌ مُسْتَمِرٌّ (2)
Dalam ayat ini Allah menerangkan, bahwa jika orang-orang musyrikin melihat suatu bukti tentang kebenaran kerasulan Muhammad, mereka berpaling dan mendustakan serta mengingkarinya sambil berkata bahwa: "Ini adalah sihir yang mempesonakan kita yang akan terus menerus dilakukannya".

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Qamar 2
وَإِنْ يَرَوْا آيَةً يُعْرِضُوا وَيَقُولُوا سِحْرٌ مُسْتَمِرٌّ (2)
(Dan jika mereka melihat) yaitu orang-orang kafir Quraisy (sesuatu tanda) suatu mukjizat yang timbul dari Nabi saw. (mereka berpaling dan berkata,) "Ini adalah (sihir yang kuat) sihir yang paling kuat", berasal dari kata Al Mirrah; artinya kuat atau terus menerus.


3 Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya.(QS. 54:3)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qamar 3
وَكَذَّبُوا وَاتَّبَعُوا أَهْوَاءَهُمْ وَكُلُّ أَمْرٍ مُسْتَقِرٌّ (3)
Ayat ini menegaskan bahwa orang musyrikin mendustakan kebenaran yang disampaikan kepada mereka oleh Nabi Muhammad saw, dan mengikuti hawa nafsu saja karena kebodohannya. Pada akhir ayat ini ditegaskan: bahwa sesuatu itu akan berhenti pada sasaran yang telah ditetapkan sesuai dengan ketetapan Allah karena itu persoalan orang-orang musyrikin akan berhenti pada kehinaan di dunia dan azab yang kekal di akhirat. sedang persoalanmu hai Muhammad akan berhenti pada kemenangan di dunia dan surga di akhirat.


4 Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka beberapa kisah yang di dalamnya terdapat cegahan (dari kekafiran),(QS. 54:4)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qamar 4
وَلَقَدْ جَاءَهُمْ مِنَ الْأَنْبَاءِ مَا فِيهِ مُزْدَجَرٌ (4)
Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa sesungguhnya telah datang kepada orang-orang musyrikin yang mendustakan kerasulan Muhammad dan mengikuti hawa nafsu, beberapa kisah tentang umat-umat terdahulu yang mendustakan para Rasul sehingga Allah menurunkan azab kepada mereka, sebagaimana tersebut dalam Alquran, namun kisah-kisah itu tidak berkesan di hati mereka dan tidak dapat mencegah kekafiran, lalu Allah membinasakan mereka, sedang di akhirat nanti akan disiksa sesuai dengan perbuatan syirik yang telah melumur jiwa mereka.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Qamar 4
وَلَقَدْ جَاءَهُمْ مِنَ الْأَنْبَاءِ مَا فِيهِ مُزْدَجَرٌ (4)
(Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka beberapa kisah) berita-berita tentang dibinasakan-Nya umat-umat yang telah mendustakan rasul-rasul mereka (yang di dalamnya terdapat cegahan) bagi mereka untuk melakukan hal yang serupa. Lafal Muzdajar adalah Mashdar atau Isim yang menunjukkan arti tempat, sedangkan huruf Dal-nya merupakan pergantian dari Ta Wazan Ifta'ala. Bila dikatakan Izdajartuhu atau Zajartuhu maka artinya, aku mencegahnya dengan keras. Huruf Maa adalah Maushulah atau Maa Maushufah.


5 itulah suatu hikmat yang sempurna maka peringatan-peringatan itu tiada berguna (bagi mereka).(QS. 54:5)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qamar 5
حِكْمَةٌ بَالِغَةٌ فَمَا تُغْنِ النُّذُرُ (5)
Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa kisah tersebut mengandung hikmah yang sangat tinggi nilainya dalam memberi petunjuk bagi manusia kepada jalan yang benar akan tetapi hikmah-hikmah dan peringatan yang terkandung dalam kisah-kisah itu tidak berguna lagi bagi mereka karena hati nurani mereka telah terkunci mati.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Qamar 5
حِكْمَةٌ بَالِغَةٌ فَمَا تُغْنِ النُّذُرُ (5)
(Itulah suatu hikmah) merupakan Khabar dari Mubtada yang tidak disebutkan, atau menjadi Badal dari lafal Maa, atau dari lafal Muzdajir (yang sempurna) maksudnya, hikmah yang lengkap (tetapi tiada berguna) tidak ada gunanya bagi mereka (peringatan-peringatan itu) lafal An Nudzur adalah bentuk jamak dari lafal Nadziirun yang bermakna Mundzirun, yakni hal-hal yang dijadikan peringatan buat mereka. Lafal Maa boleh dikatakan sebagai huruf Nafi atau Istifham Inkari; jika dianggap sebagai Istifham Inkari berarti kedudukannya sebagai Maf'ul Muqaddam.


6 Maka berpalinglah kamu dari mereka. (Ingatlah) hari (ketika) seorang penyeru (malaikat) menyeru kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari pembalasan),(QS. 54:6)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qamar 6
فَتَوَلَّ عَنْهُمْ يَوْمَ يَدْعُ الدَّاعِي إِلَى شَيْءٍ نُكُرٍ (6)
Pada ayat ini Allah memerintahkan Rasul Nya agar tidak mengadakan perdebatan dengan mereka karena tidak ada faedahnya sebab itu hendaklah berpaling dari orang-orang musyrikin, pendusta-pendusta itu. Jangan berdebat dengan mereka, karena mereka sudah sampai ke tingkat tidak mau tunduk kepada bukti dan kebenaran, maka sudah pantas bagimu tidak menasihati mereka lagi. Allah mengetahui bahwa Rasulullah saw, tidak bosan terhadap persoalan mereka dan jengkel karena kecongkakan mereka. Allah SWT mengingatkan kepada manusia bahwa akan terjadi hari berbangkit, yang pada hari itu malaikat akan memanggil manusia datang ke suatu tempat yang sangat berbahaya dan dibenci oleh orang-orang musyrik, karena besarnya huru-hara di tempat itu, yaitu padang mahsyar.
Kemudian Allah menerangkan keadaan orang-orang kafir pada hari itu dengan firman Nya.


7 sambil menundukkan pandangan-pandangan mereka ke luar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang berterbangan,(QS. 54:7)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qamar 7
خُشَّعًا أَبْصَارُهُمْ يَخْرُجُونَ مِنَ الْأَجْدَاثِ كَأَنَّهُمْ جَرَادٌ مُنْتَشِرٌ (7)
Ayat ini menerangkan bahwa, mereka akan keluar dari kubur dalam keadaan pandangan mereka tunduk karena tidak sanggup memandang kedahsyatan yang terjadi pada hari itu yaitu ketika mereka bersama-sama keluar dari kubur dan tergopoh-gopoh menuju ke tempat hisab, sesuai dengan panggilan; laksana belalang-belalang yang beterbangan di udara.
Dalam ayat lain yang bersamaan maksudnya ialah Allah berfirman:

يوم يكون الناس كالفراش المبثوث
Artinya:
Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang beterbangan.
(Q.S. Al-Qari'ah: 4)


8 mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata:` Ini adalah hari yang berat `.(QS. 54:8)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qamar 8
مُهْطِعِينَ إِلَى الدَّاعِي يَقُولُ الْكَافِرُونَ هَذَا يَوْمٌ عَسِرٌ (8)
Selanjutnya Allah menerangkan bahwa mereka datang segera memenuhi seruan, tidak ada yang menentang seruan itu tidak ada pula yang terlambat memenuhinya, seraya mereka berkata: "Ini adalah hari yang sangat berbahaya dan tempat yang mencelakakan".


9 Sebelum mereka, telah mendustakan (pula) kaum Nuh maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan:` Dia seorang gila dan dia sudah pernah diberi ancaman `.(QS. 54:9)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qamar 9
كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ فَكَذَّبُوا عَبْدَنَا وَقَالُوا مَجْنُونٌ وَازْدُجِرَ (9)
Pada ayat ini Allah menyatakan bahwa sebelumnya umat Muhammad kaum Nuh telah terlebih dahulu mendustakan kerasulan Nuh as. Seakan-akan mereka ikutan bagi umat-umat sesudah mereka dalam mendustakan para Rasul. Mereka mendustakan kerasulan hamba Kami Nuh dan mengatakan gila serta mengancam dan menakut-nakuti supaya Nuh menghentikan dakwahnya, jika tidak, mereka akan merajamnya.


10 Maka dia mengadu kepada Tuhannya:` Bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu menangkanlah (aku) `.(QS. 54:10)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qamar 10
فَدَعَا رَبَّهُ أَنِّي مَغْلُوبٌ فَانْتَصِرْ (10)
Allah menyatakan bahwa Nuh as berdoa kepada Tuhannya. Isi doanya antara lain ialah Nuh mengemukakan bahwa kaumnya telah menggagalkan dan dia tidak mempunyai kesanggupan untuk mengalahkan mereka. Nuh memohon supaya Allah memberikannya kemenangan dan menurunkan siksaan kepada orang-orang yang mengingkari Allah.


11 Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah.(QS. 54:11)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qamar 11
فَفَتَحْنَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ بِمَاءٍ مُنْهَمِرٍ (11)
Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah mencurahkan air yang banyak dari langit sesuai dengan permintaan mereka yang bertahun-tahun. Ayat ini mengisahkan bahwa Allah telah memperkenankan doa Nabi Nuh as.


12 Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata-air-mata-air maka bertemulah air-air itu untuk satu urusan yang sungguh telah ditetapkan.(QS. 54:12)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qamar 12
وَفَجَّرْنَا الْأَرْضَ عُيُونًا فَالْتَقَى الْمَاءُ عَلَى أَمْرٍ قَدْ قُدِرَ (12)
Allah menyatakan bahwa Dia telah menjadikan bumi seluruhnya. Dipancarkan Nya mata-mata air di permukaannya, kemudian bertemulah dua air tersebut, yaitu air yang diturunkan dari langit dan air yang dipancarkan dari bumi, menurut cara yang telah Allah tentukan.


13 Dan Kami angkut Nuh ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku,(QS. 54:13)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qamar 13
وَحَمَلْنَاهُ عَلَى ذَاتِ أَلْوَاحٍ وَدُسُرٍ (13)
Allah SWT menyatakan bahwa Dia menyelamatkan Nuh dari malapetaka topan dengan memerintahkan Nuh beserta pengikutnya naik ke bahtera yang telah disiapkan sebelumnya. Maksud ayat ini sejalan dengan firman Allah dalam surah Al Ankabut:

فأنجيناه وأصحاب السفينة
Artinya:
Maka Kami selamatkan Nuh dan penumpang-penumpang bahtera itu.
(Q.S. Al-Ankabut: 15)


14 yang berlayar dengan pemeliharaan Kami sebagai balasan bagi orang-orang yang diingkari (Nuh).(QS. 54:14)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qamar 14
تَجْرِي بِأَعْيُنِنَا جَزَاءً لِمَنْ كَانَ كُفِرَ (14)
Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa meskipun topan sangat dahsyat disertai hujan yang sangat lebat dan gelombang air bah laksana gunung besarnya, namun bahtera Nabi Nuh berjalan di bawah pengawasan Allah sebagai balasan Tuhan kepada Nabi Nuh yang didustakan kerasulannya oleh kaumnya.


15 Dan sesungguhnya telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?(QS. 54:15)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qamar 15
وَلَقَدْ تَرَكْنَاهَا آيَةً فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ (15)
Kemudian pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia menyelamatkan bahtera yang membawa Nuh as dan pengikutnya agar menjadi iktibar bagi manusia sesudah mereka sepanjang masa. Sehingga mereka dapat mencegah diri mereka menempuh jalan yang membawa kepada kesesatan berupa kekafiran dan mendustakan terhadap Rasul-rasul Allah. Dan telah diriwayatkan bahwa Allah telah memelihara bahtera Nuh tersebut sekian lama di atas bukit \h091 "Judi". \x
Menurut Qatadah, "Allah telah memeliharanya di "Baqirda" suatu tempat di dataran tersebut, sehingga dapat disaksikan oleh sebagian umat di akhir zaman.
Dalam ayat lain yang bersamaan maksudnya Allah berfirman:

إنا لما طغا الماء حملناكم في الجارية لنجعلها لكم تذكرة وتعيها أذن واعية
Artinya:
Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik (sampai ke gunung) Kami bawa (nenek moyang), kamu ke dalam bahtera, agar Kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar.
(Q.S. Al-Haqqah: 11, 12)
Selanjutnya pada akhir ayat ini dalam bentuk pertanyaan Allah menegaskan; masih adakah orang-orang yang mau mempergunakan akal pikirannya untuk merenungkan dan memperhatikan akibat yang ditimpakan kepada orang-orang yang mendustakan dan mengingkari keesaan Allah.


16 Maka alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.(QS. 54:16)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qamar 16
فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ (16)
Allah SWT mengancam orang-orang yang mendustakan para Rasul dan tidak mengambil iktibar terhadap dahsyatnya siksaan Tuhan dan ancaman-ancamannya yang ditujukannya kepada orang-orang yang tidak mengindahkan seruan para Rasul.


17 Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?(QS. 54:17)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qamar 17
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ (17)
Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia yang menurunkan Alquran dengan mempermudah pembacaan dan pengertiannya yang penuh mengandung ibarat dan tamsil untuk dijadikan pelajaran bagi orang yang hendak merenungkannya.
Dalam ayat yang lain yang bersamaan maksudnya Allah berfirman:

وذكر فإن الذكرى تنفع المؤمنين
Artinya:
Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.
dan seperti firman Nya:

كتاب أنزلناه إليك مبارك ليدبروا آياته وليتذكر أولوا الألباب
Artinya:
Ini adalah sebuah Kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.
(Q.S. Az Zariyat: 55)
dan firman Nya:

فإنما يسرناه بلسانك لتبشر به المتقين وتنذر به قوما لدا
Artinya:
Maka sesungguhnya telah Kami mudahkan Alquran itu dengan bahasamu, agar kamu dapat memberi kabar gembira dengan Alquran itu kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang.
(Q.S. Shad: 29)
Dahhak telah meriwayatkan bahwa Ibnu `Abbas berkata: "Andaikata Allah tidak memudahkan Alquran bagi lidah manusia niscaya tidak seorang pun dari manusia yang dapat berbicara dengan pembicaraan Allah".
Pada akhir ayat ini Allah SWT memperingatkan manusia adakah terdapat orang-orang yang mengambil dari isi Alquran dengan mengamalkan perintah Nya dan menjauhi larangan Nya.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Qamar 17
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ (17)
(Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Alquran untuk pelajaran) Kami telah memudahkannya untuk dihafal dan Kami telah mempersiapkannya untuk mudah diingat (maka adakah orang yang mengambil pelajaran?) yang mau mengambilnya sebagai pelajaran dan menghafalnya. Istifham di sini mengandung makna perintah yakni, hafalkanlah Alquran itu oleh kalian dan ambillah sebagai nasihat buat diri kalian. Sebab tidak ada orang yang lebih hafal tentang Alquran selain daripada orang yang mengambilnya sebagai nasihat buat dirinya.


18 Kaum Aad pun telah mendustakan (pula). Maka alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.(QS. 54:18)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qamar 18
كَذَّبَتْ عَادٌ فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ (18)
Pada ayat ini Allah menyatakan bahwa kaum `Ad mendustakan Nabi mereka, Hud as tentang risalah Allah yang dibawanya kepada mereka sebagaimana kaum Nuh terhadap Nabinya. Kepada kaum-kaum yang mendustakan para Rasul itu Allah menurunkan azabnya yang sangat dahsyat atau kekafiran mereka terhadap Allah dan pembangkangan mereka terhadap seruan-seruan Rasul. Hal tersebut hendaknya menjadi iktibar bagi orang-orang yang datang kemudian.


19 Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang pada hari nahas yang terus menerus,(QS. 54:19)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qamar 19
إِنَّا أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا صَرْصَرًا فِي يَوْمِ نَحْسٍ مُسْتَمِرٍّ (19)
Ayat ini menerangkan bahwa Allah menghembuskan angin yang sangat kencang pada hari naas, yang terus menerus yang tidak membawa mereka pada kebaikan sedikit pun. Hal tersebut merupakan azab Allah kepada kaum `Ad di kala bergelimpangan dalam kesesatan dan kedurhakaan.
Dalam ayat-ayat yang lain yang bersamaan maksudnya Allah berfirman:

فأرسلنا عليهم ريحا صرصرا في أيام نحسات
Artinya:
Maka Kami meniupkan angin yang amat gemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang sial.
(Q.S. Fussilat: 16)
dan firman Nya:

سخرها عليهم سبع ليال وثمانية أيام حسوما
Artinya:
Yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus.
(Q.S. Al-Haqqah: 7)


20 yang menggelimpangkan manusia seakan-akan mereka pokok korma yang tumbang.(QS. 54:20)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qamar 20
تَنْزِعُ النَّاسَ كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ مُنْقَعِرٍ (20)
Pada ayat ini Allah menyatakan bahwa angin itu melemparkan mereka dari tempat-tempat mereka, sehingga mereka menjadi seperti batang kurma yang jatuh roboh terbongkar dengan akar-akarnya oleh tiupan angin. Ayat ini menunjukkan bahwa angin itu memisahkan kepala mereka dari tubuh mereka, sehingga berdirilah tubuh-tubuh tanpa kepala sedangkan mereka mempunyai batang tubuh yang besar dan tegap. Mereka berusaha tetap berdiri agar mereka jangan diterbangkan angin, sedangkan angin itu menjadikan tubuh mereka kering dan keras seperti kayu karena terlampau dingin.


Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [3]
Ayat 1 s/d 20 dari [55]

[Download AUDIO] Tanda-Tanda Bagi Yang Ber-AKAL...(Akal Mencari TUHAN), 3Mb...Sip, mantap!
[E-BOOK] Tanda-tanda Bagi yg Ber-Akal 1 Mb


'Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka'.''

 

Rasullullah berkata: "Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang membaca ini dan tidak memikir dan merenungkan kandungan artinya".

(Ali 'Imran: 190-191).

Daftar Lembaga Tahfidz dan Ilmu Al-Qur'an

Yuk kita bangun generasi qur'ani...

Create by : Muhammad Ihsan

Silahkan kirim Kritik & Saran ke : [sibinmr@gmail.com] [sibin_mr@yahoo.com]

The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani

AYO..BACK TO MASJID | Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya | Risalah Islam | Author | TV Islam | Kupas Alam Ghoib (JIN/Kesurupan,dll)
Counter Powered by  RedCounter
free counters
Bloggerian Top Hits