Tafsir Surat : YAA-SIIN

Dan apabila dibacakan Al quran, maka dengarkanlah baik-baik,

dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat ( Al A'raaf : 204 )

::Home:: | Indonesia | English | Dutch | Sejarah | Hadist | Al Qur'an? | Adab | Al-Ma'tsurat | TAJWID | Artikel | Free Mobile Aplications | Sms Quran & Hadist
Pendidikan | Menyimak & Mengkaji | Membumikan Quran | Wawasan Quran | Memahami Quran | eBooks | Kisah Muallaf | *HadistWeb* | Tanda2 Bagi yg Ber-Akal
Tafsir Al-Azhar | Ponsel Quran | Belajar Baca | Qr.Recitation | Qr.Explorer | QuranTools | Qur’an Flash | Qurany.net | {Radio Dakwah/TV} | QuranTV-Mp3

Gunakan browser internet explorer untuk dapat mendengarkan Murotal (Audio)

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an        

    Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch
No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : YAA-SIIN
Ayat [83]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:3/5
 
51 Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.(QS. 36:51)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 51
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الْأَجْدَاثِ إِلَى رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ (51)
Setelah seluruh manusia mati pada tiupan sangkakala yang pertama, maka ditiuplah sangkakala kedua untuk membangkitkan seluruh manusia dari kuburnya. Waktu itu bangkitlah seluruh manusia dan hidup kembali, mereka bangun dan bergegas-gegas menemui Allah Yang Maha Kuasa untuk menerima hisab mereka.
Ayat yang lain yang dimaksud dengan ayat ini ialah firman Allah SWT:

يوم يخرجون من الأجداث سراعا كأنهم إلى نصب يوفضون
Artinya:
(Yaitu) pada hari mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala (sewaktu di dunia). (Q.S. Al Ma'arij: 43)


52 Mereka berkata: `Aduhai celakalah kami? Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat-tidur kami (kubur)?` Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya).(QS. 36:52)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 52
قَالُوا يَا وَيْلَنَا مَنْ بَعَثَنَا مِنْ مَرْقَدِنَا هَذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ (52)
Ayat ini menerangkan keheranan orang-orang kafir di waktu mereka dibangkitkan dari kubur, dengan mengatakan : "Aduhai celakalah kami, siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur) ?". Mereka heran dan tercengang karena mereka bangun dari tidur nyenyak mereka dan menghadapi malapetaka dan kesulitan yang mereka alami pada waktu itu.
Abu Saleh berkata: "Sesudah terjadi tiupan sangkakala pertama, maka diangkatlah azab dari segala isi kubur dan merasalah mereka seakan-akan sedang tidur nyenyak. Karena itu tatkala mereka dibangkitkan dari kubur setelah tiupan kedua, mereka bangun dan bertanya keheran-heranan" "Siapakah yang membangunkan kami dari tidur kami yang nyenyak itu?".
Ketika mereka heran dan tercengang itu di antara orang-orang yang beriman mengatakan kepada mereka: "Semua yang terjadi dan yang kita alami ini sesuai dengan yang dijanjikan Allah SWT yang disampaikan oleh para Rasul yang telah datang kepada kita semua, sewaktu hidup di dunia dahulu. Kepada kita dahulu telah disampaikan oleh para Rasul janji dan ancaman dan adanya hari berbangkit seperti yang sekarang ini. Karena itu kita tidak pantas heran dan tercengang, keadaan yang kita alami sekarang ini".
Menurut suatu riwayat bahwa yang dimaksud dengan bunyi sangkakala dalam ayat ini, ialah suara malaikat Israfil yang sangat keras yang menyerukan: "Wahai tulang belulang yang telah hancur lebur, Allah memerintahkan kamu semua supaya kamu berkumpul kembali seperti semula untuk menerima keputusan yang adil".
Dalam ayat ini orang-orang kafir menanyakan siapa yang membangkitkan itu dan menghidupkan kembali mereka pada hari berbangkit ini, tetapi pertanyaan mereka itu dijawab dengan menerangkan apa yang telah disampaikan kepada mereka dahulu waktu masih hidup di dunia. Hal ini memberi pengertian bahwa seakan-akan Allah SWT menyuruh mereka mengingat apa yang pernah mereka lakukan dahulu terhadap para Rasul yang diutus kepada mereka.


53 Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami.(QS. 36:53)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 53
إِنْ كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ (53)
Allah SWT menerangkan bagaimana mudahnya bagi-Nya membangkitkan seluruh manusia yang pernah ada dahulu sebelum datangnya Hari Kiamat. Cukup dengan satu bunyi saja, maka hiduplah kembali seluruh manusia, dan berkumpul di hadapan Allah untuk diperhitungkan dan diputuskan perkara mereka.
Ayat yang lain yang maksudnya sama dengan ayat ini ialah; Firman Nya:

وما أمر الساعة إلا كلمح البصر أو هو أقرب إن الله على كل شيء قدير
Artinya:
Tidak adalah kejadian Hari Kiamat itu, melainkan seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Q.S. An Nahl: 77)
Dan firman Nya:

فإنما هي زجرة واحدة فإذا هم بالساهرة
Artinya:
Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah dengan satu kali tiupan saja, maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi. (Q.S. An Naziat: 13-14)


54 Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan.(QS. 36:54)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 54
فَالْيَوْمَ لَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَلَا تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (54)
Kemudian Allah SWT menerangkan bahwa pada Hari Kiamat itu, setiap manusia akan menerima balasan semua perbuatan yang telah dilakukannya selama hidup di dunia, perbuatan baik dibalas dengan pahala yang berlipat ganda dan perbuatan buruk dan jahat akan dibalas dengan siksa yang seimbang dengan perbuatan itu. Sebagaimana sifat Allah SWT yang memberikan keputusan dengan adil maka pada hari itu pun Dia memberi keputusan dengan adil, karena itu seseorang tidak akan menerima pahala kebaikan yang dikerjakan orang lain, sebaliknya seseorang tidak akan menerima azab karena perbuatan jahat yang dilakukan orang lain.


55 Sesungguhnya penghuni syurga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).(QS. 36:55)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 55
إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ (55)
Allah SWT menerangkan bahwa orang-orang yang. beriman dibalas Allah dengan pahala yang berlipat ganda, berupa surga yang penuh kenikmatan, di dalamnya mereka merasakan kesenangan dan kenikmatan yang belum pernah mereka rasakan, keindahan yang belum pernah mereka lihat dan suara yang menyejukkan kalbu yang belum pernah mereka dengar. Waktu itu tidak terpikir olehnya azab yang sedang diderita orang-orang kafir yang terbenam dalam neraka. Yang dirasakan dan diingatnya hanyalah kegembiraan, kepuasan hati, bersama teman-temannya di dalam surga.


56 Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan.(QS. 36:56)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 56
هُمْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلَالٍ عَلَى الْأَرَائِكِ مُتَّكِئُونَ (56)
Di dalam surga orang-orang yang beriman dan istri-istri mereka berada dalam taman-taman dengan pohon yang rindang, duduk di atas sofa dan tempat-tempat tidur, berbincang-bincang sambil menikmati berbagai macam rezeki yang mereka peroleh dari Tuhan mereka.
Dari perkataan "mereka dan istri-istri mereka" dipahami bahwa orang-orang yang beriman dalam surga memperoleh nikmat yang tiada taranya dan kenikmatan itu diperolehnya dalam berbagai macam bentuk. Ada yang dalam bentuk langsung mereka nikmati, seperti memperoleh tempat yang nyaman dan indah, merasakan makanan-makanan yang lezat dan sebagainya. Ada pula dalam bentuk pemenuhan keinginan dan cita-cita mereka sebagai anggota atau kepala keluarga. Selama hidup di dunia mereka mencita-citakan keluarga yang berbahagia, mempunyai istri yang cantik dart setia. Keinginan-keinginan mereka yang seperti itu dipenuhi Allah dalam surga nanti.
Bahkan dalam ayat yang lain diterangkan bahwa anak cucu mereka yang beriman ditinggikan Allah derajatnya sebagai derajat bapak-bapak dan ibu-ibu mereka, dan mereka dikumpulkan dengan orang-orang tua mereka di dalam surga, tanpa membeda-bedakan pemberian nikmat kepada masing-masing anggota keluarga itu. Allah SWT berfirman:

والذين ءامنوا واتبعتهم ذريتهم بإيمان ألحقنا بهم ذريتهم وما ألتناهم من عملهم من شيء كل امرئ بما كسب رهين
Artinya:
Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya. (Q.S. At Tur: 21)
Dari ayat ini dipahami pula agar setiap mukmin selalu berusaha untuk menjadikan suami, istri, anak-anak mereka dan keluarga mereka, menjadi orang-orang yang beriman yang baik agar cita-cita mereka yang berhubungan dengan keluarga mereka disampaikan Allah di akhirat nanti.


57 Di syurga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta.(QS. 36:57)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 57
لَهُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ وَلَهُمْ مَا يَدَّعُونَ (57)
Orang-orang yang beriman akan memakan bermacam-macam buah-buahan yang lezat di dalam surga, dan mereka akan memperoleh semua yang mereka inginkan.


58 (Kepada mereka dikatakan): `Salam`, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.(QS. 36:58)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 58
سَلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ (58)
Yang mereka inginkan itu ialah salam dan Allah yang disampaikan kepada mereka untuk memuliakan mereka.
Salam ini langsung disampaikan Allah atau mungkin dengan perantaraan malaikat, seperti firman Allah SWT:

الذين تتوفاهم الملائكة طيبين يقولون سلام عليكم ادخلوا الجنة بما كنتم تعملون
Artinya:
(Yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Salamun alaikum", masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan. (Q.S. An Nahl: 32)
Salam berarti selamat dan sejahtera, terpelihara dari segala yang tidak disenangi memperoleh semua yang diingini sehingga orang itu memperoleh kenikmatan jasmani dan rohani yang tiada bandingannya.


59 Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir): `Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, hai orang-orang yang berbuat jahat.(QS. 36:59)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 59
وَامْتَازُوا الْيَوْمَ أَيُّهَا الْمُجْرِمُونَ (59)
Dalam ayat ini Allah SWT, memerintahkan kepada orang-orang kafir agar segera berpisah dari orang-orang yang beriman dan masuk ke dalam neraka sebagai tempat yang telah disediakan bagi mereka.
Perintah ini disampaikan Allah SWT, sewaktu seluruh manusia telah selesai berhisab di padang mahsyar. Orang-orang yang beriman diperintahkan masuk ke dalam surga dan orang-orang kafir diperintahkan masuk ke dalam neraka.
Ayat lain yang searti dengan ayat ini, ialah firman Allah SWT:

احشروا الذين ظلموا وأزواجهم وما كانوا يعبدون من دون الله فاهدوهم إلى صراط الجحيم
Artinya:
(Kepada malaikat diperintahkan): "Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah selain Allah; maka tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka". (Q.S. As Saffat: 22-23)


60 Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu`,(QS. 36:60)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 60
أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَنْ لَا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ (60)
Keadaan mereka, (orang-orang kafir) digiring masuk neraka itu, Allah SWT menghardik dan mengingatkan mereka kepada perbuatan-perbuatan dosa yang pernah mereka kerjakan di dunia dengan mengatakan: "Bukankah dahulu pernah Aku wasiatkan kepadamu agar kamu jangan sekali-kali menyembah setan". Di samping itu telah Aka kemukakan kepadamu bukti-bukti yang kuat, akal pikiran, Aku utus Rasul kepadamu dengan membawa kitab yang berisi petunjuk ke jalan kebahagiaan dunia dan akhirat. Sebenarnya dengan hidayah dan pengutusan Rasul itu telah cukup sebagai alasan bagimu untuk tidak mengikuti godaan setan. Tetapi semuanya itu tidak kamu hiraukan, sehingga jadilah nasibmu seperti keadaan sekarang ini".
Kemudian Allah SWT menerangkan sebab Dia melarang manusia mengikuti setan, yaitu karena Setan itu merupakan musuh yang nyata bagi manusia, permusuhan manusia dengan setan telah berlangsung sejak dahulu kala, yaitu sejak setan menyesatkan Adam dan Hawa, sehingga mereka dikeluarkan Allah SWT dari Surga. Sejak itu setan selalu berusaha dan berdaya upaya menyesatkan manusia.


61 dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.(QS. 36:61)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


62 Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar di antaramu. Maka apakah kamu tidak memikirkan?(QS. 36:62)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 62
وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنْكُمْ جِبِلًّا كَثِيرًا أَفَلَمْ تَكُونُوا تَعْقِلُونَ (62)
Ayat ini menerangkan pengaruh dan akibat godaan setan kepada manusia, yaitu mereka ingkar dan tidak menaati Allah, bahkan banyak di antara mereka yang mempersekutukan Nya.
Alangkah lemahnya hati manusia, sehingga mereka dapat tergoda oleh setan. Padahal mereka telah dianugerahi akal, pikiran, perasaan, kemampuan jasmani dan rohani, demikian pula taufik dan hidayah berupa agama yang disampaikan Rasul kepada mereka. Sebenarnya dengan semua anugerah yang diberikan itu manusia dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana jalan yang lurus dan mana jalan yang Sesat, mana perbuatan dosa dan mana amal yang saleh. Tetapi mereka lalai dan selalu memperturutkan hawa nafsunya.


Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Yaa siin 62
وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنْكُمْ جِبِلًّا كَثِيرًا أَفَلَمْ تَكُونُوا تَعْقِلُونَ (62)
(Sesungguhnya setan itu telah menyesatkan sebagian besar di antara kalian) lafal Jibillan adalah bentuk jamak dari Jabiilun seperti wazan Qadiimun, artinya makhluk. Menurut qiraat yang lain dibaca Jibullan dengan harakat Dhammah pada huruf Ba. (Maka apakah kalian tidak memikirkan?) tentang permusuhan setan dan penyesatannya; atau azab yang bakal menimpa mereka, yang karenanya mereka lalu mau beriman. Dikatakan kepada mereka di akhirat nanti:


63 Inilah Jahannam yang dahulu kamu di ancam (dengannya).(QS. 36:63)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 63
هَذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ (63)
Allah SWT menyatakan kepada orang-orang kafir itu : "Hai orang-orang kafir, inilah neraka Jahanam yang pernah Aku janjikan kepadamu dan janji itu telah disampaikan oleh Rasul yang telah diutus kepadamu semasa hidup di dunia dahulu. Tetapi kamu tidak mempercayainya, bahkan kamu ingkar dan durhaka kepada Ku dart menyembah Tuhan selain Ku.


64 Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya.(QS. 36:64)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 64
اصْلَوْهَا الْيَوْمَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ (64)
Hal orang-orang kafir masukan dan rasakanlah pada hari ini kepanasan api neraka itu. Tetaplah di dalamnya sebagai balasan dari keingkaran dan perbuatan dosa yang telah kamu kerjakan dahulu.
Dari ayat-ayat ini dipahami, seakan-akan Allah memperingatkan kepada orang-orang kafir yang sedang diazab itu bahwa mereka tidak perlu lagi menyesal, putus asa dart bersedih hati karena azab yang sedang mereka alami. Azab itu diberikan kepada mereka, merupakan ketetapan Tuhan yang tidak mungkin dirubah lagi. Karena kepada mereka sewakatu hidup di dunia telah disampaikan bermacam-macam peringatan dan bermacam-macam cobaan, tetapi mereka tetap ingkar. Karena itu dan terimalah azab yang sedang ditimpakan itu.


65 Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.(QS. 36:65)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 65
الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (65)
Ayat ini menyatakan bahwa orang-orang kafir pada hari mereka menerima azab dalam neraka itu mengingkari semua perbuatan-perbuatan jahat yang telah mereka lakukan selama hidup di dunia, bahkan mereka bersumpah bahwa mereka tidak pernah melakukan perbuatan-perbuatan itu, sebagaimana diterangkan dalam firman Allah:

قالوا والله ربنا ما كنا مشركين
Artinya:
Mereka mengatakan: "Demi Allah, Tuhan kami tiadalah kami mempersekutukan Allah". (Q.S. Al An'am: 23)
Dan dalam firman Allah:

إنا أنذرناكم عذابا قريبا يوم ينظر المرء ما قدمت يداه ويقول الكافر ياليتني كنت ترابا
Artinya:
Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: "Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah". (Q.S. An Naba': 40)
Karena itu Allah SWT mengunci mati mulut-mulut mereka sehingga mereka tidak dapat mengucapkan sepatah katapun dan Allah SWT memerintahkan agar seluruh anggota badan mereka, seperti tangan, kaki mereka, dan sebagainya menjadi saksi atas perbuatan itu dan semua anggota badan mereka itu menerangkan dengan sejelas-jelasnya.
Ada riwayat yang menerangkan bahwa pada waktu itu orang-orang kafir mengingkari dengan sangat segala perbuatan jahat yang telah mereka lakukan di dunia. Karena itu tetangga-tetangga keluarga mereka dart sanak famili mereka menyatakan persaksian mereka dengan sumpah bahwa mereka benar-benar telah melakukan perbuatan jahat dan dosa selama hidup di dunia, seperti mempersekutukan Allah dan sebagainya. Mendengar persaksian itu mereka berkata: "Aku tidak akan menerima persaksian dari siapa pun selain dari persaksian yang aku sendiri yang menyatakannya". Maka Allah pun menutup mulut mereka dan memerintahkan kepada anggota-anggota tubuh mereka: "Berbicaralah engkau". Malta anggota-anggota tubuh mereka itu menuturkan semua yang telah mereka kerjakan itu.
Banyak ayat-ayat Alquran yang menerangkan tentang persaksian anggota tubuh manusia terhadap perbuatan-perbuatan yang telah mereka lakukan selama hidup di dunia ini, di antaranya ialah firman Allah SWT:

يوم تشهد عليهم ألسنتهم وأيديهم وأرجلهم بما كانوا يعملون
Artinya:
Pada hari (ketika) lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. (Q.S. an Nur: 24)
Adapun Allah menjadikan tangan dan kaki berbicara sebagai saksi, adalah karena tanganlah yang mengerjakan perbuatan itu, sedang kaki ikut menyaksikan apa yang dikerjakan oleh tangan itu. Jadi perbuatan tangan merupakan suatu ikrar atau pengakuan sedangkan perkataan kaki merupakan persaksian.
Jika semua perbuatan buruk seorang manusia dibukakan dan diungkapkan selama hidup di dunia dan diketahui oleh orang banyak maka mereka merasa malu dan merasa sukar menyembunyikan muka mereka. Bahkan banyak pula di antara manusia yang membunuh dirinya karena tidak sanggup menahan rasa malu itu. Di akhirat nanti mereka akan mengalami apa yang mereka tidak sanggup mengalami dart menanggungnya semasa hidup di dunia.
Di samping anggota jasmani menjadi saksi di akhirat nanti maka roh dan jiwapun akan menjadi saksi pada hari itu. Persaksian roh dart jiwa akan lebih lengkap dari persaksian anggota badan, karena roh dart jiwa itu di samping mengetahui apa yang diketahui anggota, juga ia merasakan apa yang tidak sanggup anggota badan merasakannya.
Persaksian roh dan jiwa ini dipahami dari firman Allah SWT:

اقرأ كتابك كفى بنفسك اليوم عليك حسيبا
Artinya:
Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu. (Q.S. Al Isra': 14)


66 Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; lalu mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Maka betapakah mereka dapat melihat (nya).(QS. 36:66)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


67 Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami robah mereka di tempat mereka berada; maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak (pula) sanggup kembali.(QS. 36:67)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


68 Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian (nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan?(QS. 36:68)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 68
وَمَنْ نُعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ أَفَلَا يَعْقِلُونَ (68)
Orang-orang kafir berkata: "Jika umur kami dipanjangkan Tuhan, tentulah kami berbuat segala macam kebaikan yang diperintahkan Allah". Allah SWT menjawab ucapan mereka itu dengan mengatakan: "Semakin panjang umur orang-orang kafir itu, maka semakin lemahlah ia dan semakin tidak berdaya melakukan apa yang dikatakannya itu".
Apakah orang-orang kafir tidak mempergunakan akalnya bahwa semakin panjang dan tua umur seseorang semakin lemahlah ia baik jasmani maupun rohaninya dan semakin tidak mampu ia berbuat. Allah telah memberinya umur yang cukup kepada mereka, yang dengan umur itu sebenarnya mereka telah dapat berbuat banyak, dapat beramal saleh, dapat menuntut ilmu yang cukup, dapat beribadat dengan baik dan sebagainya. Tetapi mereka tidak mempergunakan umur mereka itu dengan sebaik-baiknya. Allah mengutus para Rasul kepada mereka yang membawa petunjuk ke jalan yang lurus, tetapi mereka tidak mengikuti Rasul dan petunjuk itu bahkan mereka mendustakan dan mengingkarinya.


69 Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al quran itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan,(QS. 36:69)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 69
وَمَا عَلَّمْنَاهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْبَغِي لَهُ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ وَقُرْآنٌ مُبِينٌ (69)
Dalam ayat ini, Allah membantah tuduhan kaum kafir yang mengatakan bahwa Alquran adalah syair yang diciptakan oleh Nabi Muhammad sendiri. Dengan demikian. menurut tuduhan mereka, Muhammad adalah seorang penyair. Hal ini dibantah keras dalam ayat ini, karena Alquran wahyu Allah yang membawa kebenaran. Sedang Nabi Muhammad menyampaikannya kepada umat manusia.
Alquran jauh berbeda dengan syair yang berkembang di tanah Arab ketika itu.
Pertama Karena syair mementingkan khayal, sehingga apa yang tersebut dalam syair itu kadang-kadang benar dart kadang-kadang merupakan hal-hal yang tidak benar, hanya sekadar menyenangkan hati orang-orang yang mendengarnya. Sehingga timbullah ucapan yang mengatakan bahwa "syair" yang paling baik ialah yang paling bohong". Sedang Alquran membawa ajaran-ajaran yang seluruhnya benar, karena ia berfungsi sebagai petunjuk bagi manusia, membimbing mereka kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.
Kedua Bahwa dekat sebelum diutusnya Muhammad saw, menjadi Nabi dan Rasul, di antara penyair menggunakan syair-syair tersebut sebagai mata pencaharian. Mereka menciptakan syair-syair untuk memuji orang-orang yang berkuasa. Semakin senang hati yang dipuji itu karena syair tersebut, semakin besar pula hadiah yang akan mereka terima. Dengan demikian, prinsip mereka menciptakan syair tersebut adalah "asal Bapak senang". Mereka tak segan-segan memutar balikkan kenyataan. Yang salah, mereka katakan benar. Yang buruk mereka katakan baik. Sedang Nabi Muhammad jauh sekali dari sifat semacam itu. Beliau menyampaikan Alquran tanpa mengharapkan upah apapun dari manusia. Yang benar ditegakkan, yang salah dibasmi. Ditegaskannya mana yang halal, dan mana yang batil. Dengan demikian, Alquran bukanlah syair, dan Nabi Muhammad bukanlah penyair. Bahkan, kedudukan sebagai penyair suatu hal yang tidak patut bagi seorang Nabi dan Rasul Allah.
Allah SWT menegaskan, bahwa ia tidak mengajarkan syair kepada Muhammad. Ia hanyalah mewahyukan Alquran kepadanya, untuk disampaikan kepada umat manusia. Tuduhan kaum musyrik dart kaum kafir bahwa Muhammad adalah penyair, adalah tuduhan yang tidak patut dart tidak diterima akal yang sehat.
Kemudian Allah menegaskan lagi, bahwa Alquran yang disampaikan oleh Muhammad saw adalah pelajaran dan kitab suci yang memberikan penerangan kepada umat manusia untuk mencapai kebahagiaan lahir dan batin, dunia dan akhirat.
Kaum musyrik mengatakan Alquran itu syair, karena kata-kata dart kalimat-kalimat yang terdapat dalam Alquran demikian indah dan itu. Bahkan kadang-kadang mereka mengatakan Alquran adalah sihir, karena kata-kata dan susunan kalimat Alquran memang mempesona siapa saja yang mendengarnya. Akan tetapi tuduhan mereka ini sama sekali tidak benar. Namun demikian, Alquran bukanlah sihir. Dan bukan pula syair, karena syair, adalah susunan yang terikat kepada pola-pola tertentu, sedang Alquran tidaklah demikian.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Yaa siin 69
وَمَا عَلَّمْنَاهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْبَغِي لَهُ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ وَقُرْآنٌ مُبِينٌ (69)
(Dan Kami tidak mengajarkan kepadanya) yakni kepada Nabi saw. (tentang syair) ayat ini diturunkan sebagai sanggahan terhadap perkataan orang-orang kafir, karena mereka telah mengatakan, bahwa sesungguhnya Alquran yang didatangkan olehnya adalah syair (dan bersyair itu tidak layak) tidak mudah (baginya.) (Alquran itu tiada lain) apa yang diturunkan kepadanya, tiada lain (hanyalah pelajaran) nasihat (dan Kitab yang memberi penerangan) yang menjelaskan tentang hukum-hukum dan lain-lainnya.


70 supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir.(QS. 36:70)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 70
لِيُنْذِرَ مَنْ كَانَ حَيًّا وَيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكَافِرِينَ (70)
Dalam ayat ini, selanjutnya Allah SWT menjelaskan, bahwa fungsi Alquran antara lain untuk memberikan peringatan kepada umat manusia yang hati dan pikirannya hidup, di samping itu menerangkan kepastian adanya kelelapan azab terhadap orang-orang kafir.
Orang-orang yang hati, pikiran dan semangatnya tetap hidup pastilah mengambil Alquran sebagai pedomannya yang utama, karena Alquran membawa ajaran yang melenyapkan kebodohan dan kebekuan, menyembuhkan penyakit-penyakit mental yang merusak hidup manusia, lahir dan batin. Ia menjadi rahmat bagi orang-orang yang bertakwa.
Sebaliknya orang-orang yang hati, pikiran dan semangatnya sudah mati dan membeku, tak man mengambil pelajaran dan bimbingan dari Alquran karena godaan setan sudah membelenggu demikian rupa.
Di samping itu, di antara pemuka-pemuka kaum kafir dan musyrik itu dalam hati mereka telah mengakui kebenaran dan kemukjizatan Alquran, akan tetapi mereka tidak berani mengemukakan pengakuan itu, karena takut akan kehilangan pengaruh di antara kaumnya, atau kehilangan sumber penghasilan mereka.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Yaa siin 70
لِيُنْذِرَ مَنْ كَانَ حَيًّا وَيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكَافِرِينَ (70)
(Supaya dia memberi peringatan) dengan Alquran itu; lafal Liyundzira dapat pula dibaca Litundzira artinya supaya kamu memberi peringatan dengan Alquran itu (kepada orang-orang yang hidup) hatinya, maksudnya tanggap terhadap apa-apa yang dinasihatkan kepada mereka; mereka adalah orang-orang mukmin (dan supaya pastilah ketetapan) azab (terhadap orang-orang kafir) mereka diserupakan orang mati, karena mereka tidak tanggap terhadap apa-apa yang dinasihatkan kepada mereka.


Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [5]
Ayat 51 s/d 70 dari [83]

[Download AUDIO] Tanda-Tanda Bagi Yang Ber-AKAL...(Akal Mencari TUHAN), 3Mb...Sip, mantap!
[E-BOOK] Tanda-tanda Bagi yg Ber-Akal 1 Mb


'Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka'.''

 

Rasullullah berkata: "Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang membaca ini dan tidak memikir dan merenungkan kandungan artinya".

(Ali 'Imran: 190-191).

Daftar Lembaga Tahfidz dan Ilmu Al-Qur'an

Yuk kita bangun generasi qur'ani...

Create by : Muhammad Ihsan

Silahkan kirim Kritik & Saran ke : [sibinmr@gmail.com] [sibin_mr@yahoo.com]

The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani

AYO..BACK TO MASJID | Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya | Risalah Islam | Author | TV Islam | Kupas Alam Ghoib (JIN/Kesurupan,dll)
Counter Powered by  RedCounter
free counters
Bloggerian Top Hits