Tafsir Surat : AS-SAJDAH

Get 100MB Free Web Hosting at Jabry.com

type=text/javascript> vBulletin_init();

Dan apabila dibacakan Al quran, maka dengarkanlah baik-baik,

dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat ( Al A'raaf : 204 )

::Home:: | Indonesia | English | Dutch | Sejarah | Hadist | Al Qur'an? | Adab | Al-Ma'tsurat | TAJWID | Artikel | Free Mobile Aplications | Sms Quran & Hadist
Pendidikan | Menyimak & Mengkaji | Membumikan Quran | Wawasan Quran | Memahami Quran | eBooks | Kisah Muallaf | *HadistWeb* | Tanda2 Bagi yg Ber-Akal
Tafsir Al-Azhar | Ponsel Quran | Belajar Baca | Qr.Recitation | Qr.Explorer | QuranTools | Qur’an Flash | Qurany.net | {Radio Dakwah/TV} | QuranTV-Mp3

Gunakan browser internet explorer untuk dapat mendengarkan Murotal (Audio)

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an        

    Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch
No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : AS-SAJDAH
Ayat [30]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:1/2
 
1 Alif laam miim.(QS. 32:1)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah As Sajdah 1
الم (1)
Lihat Tafsir Alif Lam Mim pada Jilid I.


2 Turunnya Al quran yang tidak ada keraguan padanya, (adalah) dari Tuhan semesta alam.(QS. 32:2)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah As Sajdah 2
تَنْزِيلُ الْكِتَابِ لَا رَيْبَ فِيهِ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ (2)
Ayat ini menerangkan bahwa Alquran yang diturunkan kepada Muhammad ini benar-benar wahyu dari Allah, Tuhan semesta alam. Alquran ini bukanlah buatan tukang sihir, bukan gubahan tukang tenung, dan bukan pula buatan Muhammad, tidak ada keraguan padanya sedikitpun.
Ayat ini merupakan bantahan bagi dakwaan orang-orang kafir yang menyatakan bahwa Alquran ini adalah syair yang dibuat oleh penyair, ada yang mengatakan gubahan tukang tenung, ada yang mengatakan bahwa Alquran itu hanyalah dongengan-dongengan purbakala saja, dan ada pula yang mengatakan bahwa dia adalah buatan Muhammad.
Allah SWT berfirman:

وقالوا أساطير الأولين اكتتبها فهي تملى عليه بكرة وأصيلا
Artinya:
Dan mereka berkata: "Dongengan-dongengan orang-orang dahulu dimintanya supaya dituliskan, maka dibacakanlah dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang. (Q.S. Al Furqan: 5)


3 Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan: `Dia Muhammad mengada-adakannya`. Sebenarnya Al quran itu adalah kebenaran (yang datang) dari Tuhanmu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu; mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk.(QS. 32:3)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah As Sajdah 3
أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ بَلْ هُوَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أَتَاهُمْ مِنْ نَذِيرٍ مِنْ قَبْلِكَ لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ (3)
Ayat ini menerangkan bahwa sikap orang-orang musyrik seperti yang diterangkan ayat di atas adalah sikap yang tidak layak. Tidak pantas mereka menuduh Muhammad telah melakukan kedustaan dengan mengatakan bahwa ia telah membuat-buat Alquran, pada hal mereka telah mengetahui benar keadaan Muhammad, sejak ia masih kecil sampai ia dewasa dan diangkat menjadi Rasul. Rahkan mereka memberi gelar dengan "Al-Amin" (orang kepercayaan) karena mereka sangat percaya kepada Muhammad. Tetapi tiba-tiba mereka menuduhnya sebagai pendusta.
Karena itu Allah SWT menegaskan bahwa segala yang disampaikan Muhammad itu adalah benar. Alquran benar-benar berasal dari Allah dan diturunkan kepadanya untuk memperingatkannya akan azab akhirat yang akan ditimpakan kepada orang-orang yang mengingkari Rasul yang diutus kepada mereka. Alquran berisi pelajaran dan petunjuk yang menunjukkan jalan menuju kebahagiaan abadi.
Pada ayat yang lain dinyatakan pula sikap orang-orang musyrik itu terhadap Alquran. Allah SWT berfirman:

وقال الذين كفروا إن هذا إلا إفك افتراه وأعانه عليه قوم آخرون
Artinya:
Dan orang-orang kafir berkata: "Alquran ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad, dan dia dibantu oleh kaum yang lain". (Q.S. Al Furqan: 4)


4 Allahlah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada id antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arsy. Tidak ada bagi kamu selain daripada-Nya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafaat. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?(QS. 32:4)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah As Sajdah 4
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ مَا لَكُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا شَفِيعٍ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ (4)
Ayat ini menerangkan bahwa Tuhan yang telah menurunkan Alquran kepada Muhammad saw itu adalah Tuhan Pencipta langit dan bumi dan segala sesuatu yang ada di antara keduanya dalam enam masa. Yang dimaksud dengan enam masa dalam ayat ini bukanlah hari (masa) yang dikenal seperti sekarang ini, tetapi adalah hari sebelum adanya langit dan bumi. Hari pada waktu sekarang ini adalah setelah adanya langit dan bumi serta telah adanya peredaran bumi mengelilingi matahari dan sebagainya.
Setelah Allah menciptakan langit dan bumi, maka Dia pun bersemayam di atas Arasy, sesuai dengan kekuasaan dan kebesaran-Nya".
Allah SWT menegaskan bahwa tidak seorangpun yang dapat mengurus segala urusannya, menolak bahaya, malapetaka dan siksa. Dan tidak seorangpun yang dapat memberi syafaat ketika azab menimpanya, kecuali Allah semata, karena Dialah Yang Maha Kuasa menentukan segala sesuatu.
Kemudian Allah SWT memperingatkan: "Apakah kamu hai manusia tidak dapat mengambil pelajaran dan memikirkan apa yang selalu kamu lihat itu? Kenapa kamu masih juga menyembah selain Allah?


5 Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.(QS. 32:5)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah As Sajdah 5
يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ (5)
Hanya Allah sendirilah yang mengurus, mengatur, mengadakan dan melenyapkan segala yang ada dalam dunia ini. Segala yang terjadi itu adalah sesuai dengan kehendak dan ketetapan-Nya, tidak ada sesuatupun yang menyimpang dari kehendak-Nya itu. Pengaturan itu dimulainya dari langit hingga sampai ke bumi, kemudian urusan itu naik kembali kepada-Nya.
Semua yang tersebut pada ayat ini merupakan gambaran dari kebesaran dan kekuasaan Allah, agar manusia mudah memahaminya.
Kemudian Dia menggambarkan pula waktu yang digunakan Allah SWT mengurus, mengatur dan menyelesaikan segala urusan alam semesta ini, yaitu selama sehari, tetapi ukuran sehari itu sama lamanya dengan 1000 tahun dari ukuran tahun yang dikenal manusia di dunia ini.
Perkataan seribu tahun dalam bahasa Arab tidak selamanya berarti 1000 dalam arti sebenarnya, tetapi kadang-kadang digunakan untuk menerangkan banyaknya sesuatu jumlah atau lamanya waktu yang diperlukan. Dalam ayat ini bilangan seribu itu digunakan untuk menyatakan lamanya waktu kehidupan alam semesta ini. Sejak Allah menciptakannya pertama kali sampai kehancurannya di hari kiamat, kemudian kembalinya segala urusan ke tangan Allah, yaitu hari berhisab menempuh waktu yang lama sekali, sukar manusia menghitungnya.
Dalam ayat yang lain digunakan perkataan ribuan itu untuk menerangkan lamanya waktu yang terpakai, seandainya manusia naik menghadap Allah, sekalipun para malaikat hanya sehari saja, Allah SWT berfirman:

تعرج الملائكة والروح إليه في يوم كان مقداره خمسين ألف سنة
Artinya:
Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun. (Q.S. Al Ma'arij: 4)
Ada pula yang berpendapat bahwa maksud ayat ini ialah segala urusan dunia ini kembali kepada Allah di hari kiamat dalam waktu satu hari, yang sama lamanya dengan 1.000 tahun waktu di dunia ini.
Sebagian mufassir yang lain menafsirkan ayat ini: "Para malaikat naik kepada Allah ke langit dalam satu hari. Jika jarak itu ditempuh selain oleh malaikat, maka ia memerlukan waktu 1.000 tahun.
Rasulullah saw. dalam malam mi'raj pernah naik ke langit bersama malaikat Jibril menghadap Allah. Jarak itu ditempuh dalam waktu kurang lebih setengah malam.


6 Yang demikian itu ialah Tuhan Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.(QS. 32:6)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah As Sajdah 6 - 7
ذَلِكَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ (6) الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ وَبَدَأَ خَلْقَ الْإِنْسَانِ مِنْ طِينٍ (7)
Ayat ini menerangkan bahwa Tuhan yang menciptakan, mengatur dan mengurus langit dan bumi serta segala yang ada padanya itu, adalah Tuhan Yang Maha Mengetahui. Dia Maha Mengetahui segala yang gaib, yang tersembunyi dalam hati, yang akan terjadi, yang telah terjadi, mengetahui segala yang dapat dilihat dan yang tidak dapat dilihat oleh mata. Dialah Tuhan Yang Maha Kuasa, Maha kekal rahmat-Nya dan Dia pulalah Yang menciptakan seluruh makhluk dengan bentuk yang baik, serasi serta dengan faedah dan kegunaan yang hanya Dia saja yang mengetahuinya.
Jika diperhatikan seluruh makhluk yang ada di alam ini sejak dari yang besar sampai kepada yang sekecil-kecilnya akan timbul dugaan bahwa di antara makhluk itu ada yang besar faedahnya dan ada pula yang dirasa tidak berfaedah dan tidak berguna sama sekali, bahkan dapat menimbulkan bahaya kepada manusia, seperti ular berbisa, hama-hama penyakit menular, tanaman yang mengandung racun dan sebagainya. Dugaan ini akan timbul jika masing-masing makhluk itu dilihat secara terpisah, tidak dalam satu kesatuan alam semesta ini.
Tetapi jika makhluk-makhluk itu dilihat dalam satu kesatuan alam semesta, yang antara satu dengan yang lain mempunyai hubungan erat, akan terlihat bahwa semua makhluk itu ada faedahnya dan kegunaannya dalam menjaga keseimbangan dan kelestarian alam ini. Bahkan terlihat dengan nyata bahwa usaha-usaha sebagian manusia baik secara sengaja atau tidak yang merusak dan membunuh sebagian makhluk hidup, menimbulkan pencemaran alam ini, sehingga kelestariannya terganggu pula. Salah satu contoh ialah dengan adanya obat pembunuh hama, banyak cacing dan bakteri yang musnah. Akibatnya proses pembusukan sampah menjadi terganggu pula. Padahal bakteri dan cacing itu dianggap binatang yang tidak ada gunanya sama sekali. Penggundulan gunung dan penebangan hutan mengakibatkan tanah menjadi kurus, banyak terjadi banjir di musim hujan, dan tanah menjadi kering pada musim kemarau.
Berdasarkan hal yang di atas nyatalah bahwa segala sesuatu yang diciptakan Allah, ada faedahnya, tetapi banyak manusia yang tidak mau memperhatikannya.
Kemudian ayat ini menerangkan bahwa Dia menciptakan manusia dari tanah. Maksudnya ialah Allah menciptakan Adam dari tanah kemudian menciptakan anak cucu Adam dari saripati tanah yang diperoleh oleh ayah dan ibu dari makanan berupa hewan dan tumbuh-tumbuhan yang semuanya berasal dari tanah.


7 Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah.(QS. 32:7)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah As Sajdah 6 - 7
ذَلِكَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ (6) الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ وَبَدَأَ خَلْقَ الْإِنْسَانِ مِنْ طِينٍ (7)
Ayat ini menerangkan bahwa Tuhan yang menciptakan, mengatur dan mengurus langit dan bumi serta segala yang ada padanya itu, adalah Tuhan Yang Maha Mengetahui. Dia Maha Mengetahui segala yang gaib, yang tersembunyi dalam hati, yang akan terjadi, yang telah terjadi, mengetahui segala yang dapat dilihat dan yang tidak dapat dilihat oleh mata. Dialah Tuhan Yang Maha Kuasa, Maha kekal rahmat-Nya dan Dia pulalah Yang menciptakan seluruh makhluk dengan bentuk yang baik, serasi serta dengan faedah dan kegunaan yang hanya Dia saja yang mengetahuinya.
Jika diperhatikan seluruh makhluk yang ada di alam ini sejak dari yang besar sampai kepada yang sekecil-kecilnya akan timbul dugaan bahwa di antara makhluk itu ada yang besar faedahnya dan ada pula yang dirasa tidak berfaedah dan tidak berguna sama sekali, bahkan dapat menimbulkan bahaya kepada manusia, seperti ular berbisa, hama-hama penyakit menular, tanaman yang mengandung racun dan sebagainya. Dugaan ini akan timbul jika masing-masing makhluk itu dilihat secara terpisah, tidak dalam satu kesatuan alam semesta ini.
Tetapi jika makhluk-makhluk itu dilihat dalam satu kesatuan alam semesta, yang antara satu dengan yang lain mempunyai hubungan erat, akan terlihat bahwa semua makhluk itu ada faedahnya dan kegunaannya dalam menjaga keseimbangan dan kelestarian alam ini. Bahkan terlihat dengan nyata bahwa usaha-usaha sebagian manusia baik secara sengaja atau tidak yang merusak dan membunuh sebagian makhluk hidup, menimbulkan pencemaran alam ini, sehingga kelestariannya terganggu pula. Salah satu contoh ialah dengan adanya obat pembunuh hama, banyak cacing dan bakteri yang musnah. Akibatnya proses pembusukan sampah menjadi terganggu pula. Padahal bakteri dan cacing itu dianggap binatang yang tidak ada gunanya sama sekali. Penggundulan gunung dan penebangan hutan mengakibatkan tanah menjadi kurus, banyak terjadi banjir di musim hujan, dan tanah menjadi kering pada musim kemarau.
Berdasarkan hal yang di atas nyatalah bahwa segala sesuatu yang diciptakan Allah, ada faedahnya, tetapi banyak manusia yang tidak mau memperhatikannya.
Kemudian ayat ini menerangkan bahwa Dia menciptakan manusia dari tanah. Maksudnya ialah Allah menciptakan Adam dari tanah kemudian menciptakan anak cucu Adam dari saripati tanah yang diperoleh oleh ayah dan ibu dari makanan berupa hewan dan tumbuh-tumbuhan yang semuanya berasal dari tanah.


8 Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani).(QS. 32:8)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah As Sajdah 8
ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ مَاءٍ مَهِينٍ (8)
Ayat ini menerangkan bahwa Allah SWT mengadakan keturunan manusia yang pertama itu beranak dengan adanya nutfah yang berasal dari pertemuan sel sperma laki-laki dengan sel telur perempuan.


9 Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.(QS. 32:9)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah As Sajdah 9
ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِنْ رُوحِهِ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ (9)
Kemudian di dalam rahim wanita, Allah menyempurnakan kejadian nutfah itu, sehingga berbentuk manusia. Kemudian ditiupkan roh ke dalamnya.
Dengan demikian bergeraklah bayi yang kecil itu. Setelah nyata kepadanya tanda-tanda hidup, Allah menganugerahkan kepadanya pendengaran, penglihatan, akal, perasaan dan sebagainya.
Manusia pada permulaan hidupnya di dalam rahim ibunya, sekalipun telah dianugerahi mata, telinga, otak, tetapi ia belum lagi dapat melihat, mendengar dan berpikir. Hal itu baru diperolehnya setelah ia lahir, dan semakin lama pancainderanya itu dapat berfungsi dengan sempurna.
Hanya sedikit manusia yang mau mensyukuri nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepadanya itu.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah As Sajdah 9
ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِنْ رُوحِهِ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ (9)
(Kemudian Dia menyempurnakannya) menyempurnakan penciptaan Adam (dan meniupkan ke dalam tubuhnya sebagian dari roh-Nya) yakni Dia menjadikannya hidup dapat merasa atau mempunyai perasaan, yang sebelumnya ia adalah benda mati (dan Dia menjadikan bagi kalian) yaitu anak cucunya (pendengaran) lafal as-sam'a bermakna jamak sekalipun bentuknya mufrad (dan penglihatan serta hati) (tetapi kalian sedikit sekali bersyukur) huruf maa adalah huruf zaidah yang berfungsi mengukuhkan makna lafal qaliilan, yakni sedikit sekali.


10 Dan mereka berkata: `Apakah bila kami telah lenyap (hancur) di dalam tanah, kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru. Bahkan (sebenarnya) mereka ingkar akan menemui Tuhannya.(QS. 32:10)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah As Sajdah 10
وَقَالُوا أَئِذَا ضَلَلْنَا فِي الْأَرْضِ أَئِنَّا لَفِي خَلْقٍ جَدِيدٍ بَلْ هُمْ بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ كَافِرُونَ (10)
Ayat ini menerangkan tentang pertanyaan orang-orang musyrik kepada Rasulullah saw. Pertanyaan itu menunjukkan keingkaran dan kesombongan mereka, yaitu: "Apakah apabila daging dan tulang belulang kami telah hancur menjadi tanah, mungkinkah kami dihidupkan lagi seperti semula?".
Dari pertanyaan mereka tergambar bahwa menurut mereka mustahil orang itu dapat hidup kembali setelah mati dan setelah tubuhnya hancur menjadi tanah. Mereka tidak dapat menggambarkan dalam pikirannya bagaimana besarnya kekuasaan Allah. Jika mereka ingin mencapai kebenaran, mereka dapat mencari bukti-bukti kekuasaan dan kebesaran Allah pada kejadian makhluk ini. Mereka dahulu tidak ada, kemudian menjadi ada. Tentu menciptakan kembali yang pernah ada lebih mudah bagi Allah. Sebenarnya jika mereka mau berpikir tentu mereka sampai kepada kesimpulan bahwa segala sesuatu itu adalah sama mudahnya bagi Allah, tidak ada yang sukar bagi-Nya.
Orang-orang musyrik itu hanya mengingkari kekuasaan Allah SWT, tetapi juga mereka mengingkari adanya hari kebangkitan yaitu hari semua manusia dihadapkan di hadapan Allah untuk diadili.


11 Katakanlah:` Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa) mu akan mematikan kamu; kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan.(QS. 32:11)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah As Sajdah 11
قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ (11)
Ayat ini menolak anggapan orang-orang musyrik bahwa tidak ada hari itu dengan mengatakan: "Hai orang-orang musyrik sesungguhnya malaikat yang bertugas mencabut nyawa manusia, benar-benar menjaga waktu, maka mereka mencabut nyawa orang itu tepat pada waktunya, tidak mundur sesaatpun, dan tidak pula dicepatkan walaupun sesaat. Hal ini berlaku pula bagi semua orang-orang musyrik itu, mereka tidak dapat lari dari ketetapan Allah itu. Kemudian mereka dibangkitkan kembali di hari Kiamat dan diadili segala perbuatan mereka dengan adil.


12 Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): `Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin`.(QS. 32:12)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah As Sajdah 12
وَلَوْ تَرَى إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُو رُءُوسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ (12)
Allah memberitahukan kepada Rasul-Nya: "Hai Rasul, sekiranya engkau melihat orang-orang yang mengingkari hari itu, ketika mereka menundukkan kepala mereka kepada Allah karena malu atas segala tindakan dan perbuatan mereka dalam hidup di dunia, seraya berkata: "Wahai Tuhan kami, kami telah melihat kenyataan bahwa hari Kiamat itu benar-benar terjadi dan kami telah merasakan pula malapetaka yang menimpa kami pada hari ini. Wahai Tuhan kami, berilah kesempatan kepada kami untuk kembali ke dunia agar kami dapat mengikuti semua petunjuk Rasul, kami telah benar-benar meyakini apa yang dahulu kami dustakan. Pada saat ini, kami telah mengakui pula bahwa Engkaulah Tuhan yang berhak disembah, Engkaulah yang menghidupkan dan mematikan, Engkau pulalah yang membangkitkan kembali, seperti sekarang ini".
Ayat yang lain yang searti dengan ayat ini, ialah firman Allah SWT:

ولو ترى إذ وقفوا على النار فقالوا ياليتنا نرد ولا نكذب بآيات ربنا ونكون من المؤمنين
Artinya:
Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: "Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman". (tentu lah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan). (Q.S. Al An'am: 27)


13 Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk (bagi) nya, akan tetapi telah tetaplah perkataan (ketetapan) daripada-Ku: `Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka Jahannam itu dengan jin dan manusia bersama-sama.(QS. 32:13)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah As Sajdah 13
وَلَوْ شِئْنَا لَآتَيْنَا كُلَّ نَفْسٍ هُدَاهَا وَلَكِنْ حَقَّ الْقَوْلُ مِنِّي لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ (13)
Allah SWT menerangkan: "Jikalau Dia menghendaki semua manusia mendapat ilham, dan hidayat untuk beriman dan beramal saleh, tentu hal itu tidak sukar bagi-Nya. Akan tetapi hal itu tidak sesuai dengan Sunatullah yang dahulu berlaku di alam ini. Aturan dan hukum Tuhan yang berlaku di alam ini adalah aturan dan hukum yang paling sempurna. Menurut aturan dan hukum itu ialah menempatkan segala sesuatu di tempatnya, seperti menempatkan mata, telinga, hati, tangan, kaki dan sebagainya berada di tempat yang layak dan wajar, sesuai dengan keagungan dan fungsinya.
Di antara Sunatullah itu ialah Dia akan mengisi neraka Jahannam dengan jin dan manusia yang layak bertempat tinggal di sana dan layak menjadi penghuninya, sebagaimana Dia akan memenuhi surga dengan orang-orang yang layak pula bertempat tinggal di sana.
Jika manusia memperhatikan Sunatullah yang berlaku di alam ini, akan nampak suatu keserasian dan kerapihan di dalamnya. Ikan yang hidup di dalam air, ia mempunyai sirip, insang dan berdarah dingin. Demikian pula lalat, ular, burung dan sebagainya. Jika dipalingkan pula mata ke cakrawala luas, maka di dalamnya terdapat pula Sunatullah yang sangat rapi pula, sehingga planet-planet itu tidak berbenturan antara yang satu dengan yang lain.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah As Sajdah 13
وَلَوْ شِئْنَا لَآتَيْنَا كُلَّ نَفْسٍ هُدَاهَا وَلَكِنْ حَقَّ الْقَوْلُ مِنِّي لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ (13)
(Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk baginya) sehingga ia memperoleh petunjuk untuk beriman dan mengerjakan ketaatan atas kemauan sendiri (akan tetapi telah tetaplah perkataan daripada-Ku) yaitu, ("Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka Jahanam itu dengan jin) maksudnya bangsa jin (dan manusia semuanya) malaikat penjaga neraka mengatakan kepada mereka jika mereka dimasukkan ke dalamnya.


14 Maka rasailah olehmu (siksa ini) disebabkan kamu melupakan akan pertemuan dengan harimu ini (Hari Kiamat); sesungguhnya Kami telah melupakan kamu (pula) dan rasakanlah siksa yang kekal, disebabkan apa yang selalu kamu kerjakan`.(QS. 32:14)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah As Sajdah 14
فَذُوقُوا بِمَا نَسِيتُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَذَا إِنَّا نَسِينَاكُمْ وَذُوقُوا عَذَابَ الْخُلْدِ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (14)
Oleh karena oran-orang musyrik mendustakan hari itu, memandangnya sebagai suatu yang mustahil terjadi, dan karena mereka yakin bahwa mereka tidak akan bertemu dengan Tuhan pada hari Kiamat, mereka merasakan azab yang ditimpakan itu. Pada waktu pintu tobat telah tertutup, Allah SWT menyatakan, bahwa Dia tidak akan memperhatikan lagi permintaan mereka. Pada akhir ayat ini Allah SWT menyebutkan bentuk azab yang ditimpakan kepada orang-orang kafir itu, yaitu azab yang kekal di dalam neraka, karena tindakan dan perbuatan mereka itu.


15 Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami, adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, sedang mereka tidak menyombongkan diri.(QS. 32:15)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah As Sajdah 15
إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ (15)
Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Alquran dan mengakui bahwa Muhammad itu adalah Rasul Allah adalah orang-orang yang apabila diperingatkan kepada mereka ayat-ayat itu dan dibacakan sebagian ayat-ayat itu di hadapan mereka, mereka lalu bersujud kepada Allah, bertasbih memuji-Nya seperti mengucapkan kalimat "Subhanallahi wa bihamdihi, subanalldhil azim".
Melakukan yang demikian itu adalah sebagian tanda ketaatan dan ketundukan mereka, dan sebagai tanda bahwa mereka benar-benar menghayati ajaran dan petunjuk ayat-ayat yang dibacakan kepada mereka. Tidak sedikitpun terdapat sikap angkuh dan sombong dalam menghambakan diri kepada Allah dan mereka senang dan khusyuk dalam beribadat itu.


16 Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.(QS. 32:16)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah As Sajdah 16
تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (16)
Pada ayat ini Allah menerangkan tanda-tanda lain lagi bagi orang-orang yang beriman, yaitu mereka mengurangi tidur, mereka sering bangun di pertengahan malam melakukan salat malam, berdoa kepada Allah SWT mengharapkan agar dihindarkan dari siksaan-Nya dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang telah mereka peroleh dari Allah.
Banyak ayat-ayat Alquran dan hadis-hadis Nabi saw yang menerangkan keutamaan dan manfaat salat malam itu, terutama untuk beribadat kepada Allah untuk menambah kekuatan iman di dalam dada.
Salat tahajud dapat mengangkat manusia ke tempat yang terpuji, sebagaimana
Allah SWT berfirman:

ومن الليل فتهجد به نافلة لك عسى أن يبعثك ربك مقاما محمودا
Artinya:
Dan pada sebagian malam hari bersalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. (Q.S. Al Isra': 79)
Pada ayat yang lain Allah SWT menerangkan bahwa salat dan membaca Alquran di malam hari itu dapat menguatkan jiwa sehingga jiwa itu akan dapat menerima sesuatu yang lebih berat dan besar dari-Nya. Allah SWT berfirman:

ياأيها المزمل قم الليل إلا قليلا نصفه أو انقص منه قليلا أو زد عليه ورتل القرءان ترتيلا إنا سنلقي عليك قولا ثقيلا إن ناشئة الليل هي أشد وطئا وأقوم قيلا
Artinya:
Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah untuk salat di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dan seperdua itu sedikit atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Alquran itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat, sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. (Q.S. Al Muzammil: 1-6)
Diriwayatkan oleh lbnu Jarir Al Hakim dan Ibnu Mardawaihi bahwa Mu'az bin Jabal bertanya kepada Rasulullah saw:

يا نبي الله أخبرني عما يدخلني الجنة ويباعدني عن النار. قال: لقد سألت عن عظيم وإنه يسير على من يسره الله تعالى عليه. تعبد الله ولا تشرك به شيئا وتقيم الصلاة وتؤتي الزكاة وتصوم رمضان وتحج البيت. ثم قال: ألا أدلك على أبواب الخير, الصوم جنة, والصدقة تطفئ الخطيئة, وصلاة الرجل في جوف الليل; ثم قال: تتجافى .. إلى آخرها.
Artinya:
Ya Nabi Allah, beritahukanlah kepadaku perbuatan yang dapat memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkan aku dari api neraka. Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya engkau benar-benar telah menanyakan sesuatu yang besar, sesungguhnya perbuatan itu mudah dilakukan oleh orang yang dimudahkan Allah baginya: "Engkau menyembah Allah, tidak memperserikatkan-Nya dengan sesuatupun, mendirikan salat, menunaikan zakat, puasa pada bulan Ramadhan, berhaji ke Baitullah", kemudian Rasulullah meneruskan sabdanya: "Maukah engkau aku tunjukkan kepadamu pintu kebaikan? Puasa itu adalah perisai, sedekah menghapuskan kesalahan, dan salat pada pertengahan malam, kemudian beliau membaca: "Tatajafa... sampai akhir". (H.R. Ibnu Jarir, Hakim dan Ibnu Mardawaih)
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu `Abbas berkata: maksud "lambung mereka jauh dari tempat tidur mereka" ialah beribadat kepada Allah adakalanya bangun dengan mengingat Allah, adakalanya salat, berdiri, duduk atau tidur, mereka selalu mengingat Allah.


17 Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.(QS. 32:17)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah As Sajdah 17
فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (17)
Ayat ini menerangkan bahwa seseorang tidak dapat mengetahui betapa besar kebahagiaan dan kesenangan yang akan diberikan Allah kepadanya di akhirat nanti, dan betapa enaknya dan nyamannya tinggal di dalam surga itu, sebagai balasan perbuatan baik yang telah dikerjakan selama hidup di dunia.
Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dan imam-imam hadis yang lain dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda:

يقول الله تعالى: أعددت لعبادي الصالحين ما لا عين رأت ولا أذن سمعت ولا خطر على قلب بشر إلا ما أطلعتكم عليه; اقرءوا إن شئتم: فلا تعلم نفس ما أخفي لهم من قرة أعين.
Artinya:
Allah SWT berfirman: "Aku telah menyediakan untuk hamba-hamba-Ku yang saleh apa yang belum pernah mala melihatnya, belum pernah telinga mendengarnya dan belum pernah tergores di dalam hati manusia. kecuali apa yang telah Aku kemukakan kepadamu. Bacalah. jika kamu menghendakinya "Fala ta'lamu nafs.. sampai akhir".
Diriwayatkan oleh Firyabi, Ibnu Abi Syaibah, Ibnu Jarir, At Tabrani, Al Hakim dan dinyatakan sebagai hadis sahih dari Ibnu Masud ia berkata: "Sesungguhnya termaktub dalam Taurat bahwa Allah menjanjikan kepada orang-orang yang jauh lambung mereka dari tempat tidurnya, apa yang belum dilihat mata, belum didengar telinga, belum tergores dalam hati manusia malaikat yang dekat kepada Tuhan tidak mengetahuinya demikian pula para Rasul yang diutusnya, sesungguhnya itu terdapat pula di dalam Alquran, sebagai yang tersebut dalam ayat ini.


18 Maka apakah orang yang beriman seperti orang yang fasik (kafir)? Mereka tidak sama.(QS. 32:18)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah As Sajdah 18
أَفَمَنْ كَانَ مُؤْمِنًا كَمَنْ كَانَ فَاسِقًا لَا يَسْتَوُونَ (18)
Pada ayat ini diterangkan bahwa Allah SWT, setelah menerangkan sifat-sifat orang kafir dan sifat-sifat orang-orang mukmin, menyuruh membandingkan kedua sifat itu, apakah orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah, tidak percaya kepada janji dan ancaman-Nya, mengingkari perintah-perintah dan larangan-larangan-Nya itu sama dengan orang-orang yang mengikuti ayat-ayat Allah, mengakui kebenaran janji dan ancaman-Nya mengikuti perintah-perintahnya dan menghentikan larangan-larangannya? Allah SWT menegaskan bahwa kedua mereka itu sama sekali tidak sama, amat besar perbedaannya di sisi Allah, orang yang tidak berpengetahuan dan tidak mempunyai pandangan yang tajam saja, dapat membedakan kedua macam golongan itu. Firman Allah yang lain yang sama isinya dengan ayat ini, ialah:

أم حسب الذين اجترحوا السيئات أن نجعلهم كالذين آمنوا وعملوا الصالحات سواء محياهم ومماتهم ساء ما يحكمون
Artinya:
Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka? Amat buruklah apa yang mereka sangka itu. (Q.S. Al Jasiyah: 21)
Dan firman Allah SWT:

أم نجعل الذين آمنوا وعملوا الصالحات كالمفسدين في الأرض أم نجعل المتقين كالفجار
Artinya:
Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi? Patutkah (pula) Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat maksiat? (Q.S. Sad: 28)


19 Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, maka bagi mereka syurga-syurga tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang telah mereka kerjakan.(QS. 32:19)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah As Sajdah 19
أَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ جَنَّاتُ الْمَأْوَى نُزُلًا بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (19)
Pada ayat ini dijelaskan perbedaan kedua gologan itu dan perbedaan keadaan mereka di akhirat nanti. Orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mengerjakan amal saleh, mereka akan diberi ganjaran pahala yang berlipat ganda di akhirat nanti. Mereka akan tinggal di rumah-rumah yang baik dengan taman-taman yang indah, sebagai balasan keimanan dan amal saleh mereka yang mereka perbuat selama hidup di dunia.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah As Sajdah 19
أَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ جَنَّاتُ الْمَأْوَى نُزُلًا بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (19)
(Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, maka bagi mereka surga tempat kediaman) arti kata nuzulan asalnya adalah tempat yang disediakan untuk para tamu (sebagai pahala terhadap apa yang telah mereka kerjakan.)


20 Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir), maka tempat mereka adalah neraka. Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan (lagi) ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: `Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya`.(QS. 32:20)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah As Sajdah 20
وَأَمَّا الَّذِينَ فَسَقُوا فَمَأْوَاهُمُ النَّارُ كُلَّمَا أَرَادُوا أَنْ يَخْرُجُوا مِنْهَا أُعِيدُوا فِيهَا وَقِيلَ لَهُمْ ذُوقُوا عَذَابَ النَّارِ الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تُكَذِّبُونَ (20)
Adapun orang-orang yang kafir, mengingkari Allah dan Rasul-Nya mengerjakan perbuatan-perbuatan jahat mereka akan dibalasi dengan siksa neraka di akhirat nanti, setiap mereka mendekati pintu neraka itu hendak keluar, mereka dikembalikan ke dalamnya lagi.
Ada riwayat yang mengatakan, jika neraka itu diibaratkan dengan kawah atau kepundan gunung berapi, maka orang-orang kafir berada di dasar kawah gunung berapi itu. Nyala. api dari kawah itu sedemikian berbahaya dan setiap saat menyemburkan bunga api keluar. Dalam gambaran itu terbawa pula orang-orang katir yang sedang di azab, mereka terlempar ke mulut kawah itu, kemudian, mereka dibenamkan lagi ke dasarnya, sehingga mereka tidak mempunyai kesempatan sedikitpun untuk ke luar dari neraka itu.
Di saat mereka dibenamkan kembali ke dalam neraka itu, dikatakan kepada mereka: "Rasakanlah olehmu azab neraka yang dahulu kamu tidak mempercayainya sedikitpun sewaktu hidup di dunia.


Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [2]
Ayat 1 s/d 20 dari [30]

[Download AUDIO] Tanda-Tanda Bagi Yang Ber-AKAL...(Akal Mencari TUHAN), 3Mb...Sip, mantap!
[E-BOOK] Tanda-tanda Bagi yg Ber-Akal 1 Mb


'Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka'.''

 

Rasullullah berkata: "Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang membaca ini dan tidak memikir dan merenungkan kandungan artinya".

(Ali 'Imran: 190-191).

Daftar Lembaga Tahfidz dan Ilmu Al-Qur'an

Yuk kita bangun generasi qur'ani...

Create by : Muhammad Ihsan

Silahkan kirim Kritik & Saran ke : [sibinmr@gmail.com] [sibin_mr@yahoo.com]

The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani

AYO..BACK TO MASJID | Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya | Risalah Islam | Author | TV Islam | Kupas Alam Ghoib (JIN/Kesurupan,dll)
Counter Powered by  RedCounter
free counters
Bloggerian Top Hits