Al-Qur'an Online + Tafsir + Asbabun Nuzul

SEJARAH PENULISAN AL QUR'AN

HOME|Radio-FajriFm|Pendidikan|Adab|Muallaf Center|QuranTerjemah|eBooks|Tafsir Al-Azhar|HadistWeb|Artikel|SMSQURAN

Dan apabila dibacakan Al quran, maka dengarkanlah baik-baik,

dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat ( Al A'raaf : 204 )

 

Pertama: Penulisan Al Qur'an di masa Rasulullah saw.

Atas perintah Nabi saw., Al Qur'an ditulis oleh penulis-penulis
wahyu di atas pelepah kurma, kulit binatang, tulang dan batu.
Semuanya ditulis teratur seperti yang Allah wahyukan dan belum
terhimpun dalam satu mushaf. Di samping itu ada beberapa sahabat
yang menulis sendiri beberapa juz dan surat yang mereka hafal
dari Rasulullah saw.

Kedua: Penulisan Al Qur'an di masa Abu Bakar As Shiddiq.

Atas anjuran Umar ra., Abu Bakar ra. memerintahkan kepada Zaid
bin Tsabit untuk mengumpulkan ayat-ayat Al Qur'an dari para
penulis wahyu menjadi satu mushaf.

Ketiga: Penulisan Al Qur'an di masa Usman bin 'Affan.

Untuk pertama kali Al Qur'an ditulis dalam satu mushaf. Penulisan
ini disesuaikan dengan tulisan aslinya yang terdapat pada Hafshah
bt. Umar. (hasil usaha pengumpulan di masa Abu Bakar ra.).
Dalam penulisan ini sangat diperhatikan sekali perbedaan
bacaan (untuk menghindari perselisihan di antara ummat).
Usman ra. memberikan tanggung jawab penulisan ini kepada Zaid
Bin Tsabit, Abdullah Bin Zubair, Sa'id bin 'Ash dan Abdur-Rahman
bin Al Haris bin Hisyam.
Mushaf tersebut ditulis tanpa titik dan baris.
Hasil penulisan tersebut satu disimpan Usman ra. dan sisanya
disebar ke berbagai penjuru negara Islam.

Keempat: Pemberian titik dan baris, terdiri dari tiga pase;

Pertama: Mu'awiyah bin Abi Sofyan menugaskan Abul Asad Ad-dualy
untuk meletakkan tanda bacaan (i'rab) pada tiap kalimat
dalam bentuk titik untuk menghindari kesalahan dalm membaca.

Kedua: Abdul Malik bin Marwan menugaskan Al Hajjaj bin Yusuf
untuk memberikan titik sebagai pembeda antara satu
huruf dengan lainnya (Baa'; dengan satu titik di bawah,
Ta; dengan dua titik di atas, Tsa; dengan tiga titik di
atas). Pada masa itu Al Hajjaj minta bantuan kepada Nashr
bin 'Ashim dan Hay bin Ya'mar.

Ketiga: Peletakan baris atau tanda baca (i'rab) seperti: Dhammah,
Fathah, Kasrah dan Sukun, mengikuti cara pemberian baris
yang telah dilakukan oleh Khalil bin Ahmad Al Farahidy.

 

[Download AUDIO] Tanda-Tanda Bagi Yang Ber-AKAL...(Akal Mencari TUHAN), 3Mb...Sip, mantap!
[E-BOOK] Tanda-tanda Bagi yg Ber-Akal 1 Mb


'Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka'.''

 

Rasullullah berkata: "Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang membaca ini dan tidak memikir dan merenungkan kandungan artinya".

(Ali 'Imran: 190-191).

Yuk kita bangun generasi qur'ani...

Create by : Muhammad Ihsan

Silahkan kirim Kritik & Saran ke : [sibinmr@gmail.com] [sibin_mr@yahoo.com]

The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani

AYO..BACK TO MASJID | Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya | Berita Islam & Aliran Sesat - Nahimunkar.com | Detikislam.com | TV Islam | VOA ISLAM : Voice of Al Islam
free counters