[ASBABUN NUZUL] Surat : AT-TAUBAH

Dan apabila dibacakan Al quran, maka dengarkanlah baik-baik,

dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat ( Al A'raaf : 204 )

::Home:: | Indonesia | English | Dutch | Sejarah | Hadist | Al Qur'an? | Adab | Al-Ma'tsurat | TAJWID | Artikel | Free Mobile Aplications | Sms Quran & Hadist
Radio-FajriFm | Pendidikan | Menyimak & Mengkaji | The Noble Quran | Memahami Quran | eBooks | Kisah Muallaf | *HadistWeb* | Tanda2 Bagi yg Ber-Akal
Tafsir Al-Azhar | Ponsel Quran | Belajar Baca | Qr.Recitation | Qr.Explorer | QuranTools | Qur’an Flash | Qurany.net | {Radio Dakwah/TV} | QuranTV-Mp3

Gunakan browser internet explorer untuk dapat mendengarkan Murotal (Audio)

Cari dalam "Asbabun Nuzul"        

    Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch
No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [Asbabun Nuzul] : AT-TAUBAH
Ayat [129]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:5/7
81 Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang) itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata: `Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini`. Katakanlah: `Api neraka Jahannam itu lebih sangat panas (nya)`, jikalau mereka mengetahui.(QS. 9:81)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah At Taubah 81
فَرِحَ الْمُخَلَّفُونَ بِمَقْعَدِهِمْ خِلَافَ رَسُولِ اللَّهِ وَكَرِهُوا أَنْ يُجَاهِدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَقَالُوا لَا تَنْفِرُوا فِي الْحَرِّ قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرًّا لَوْ كَانُوا يَفْقَهُونَ (81)
Ibnu Jarir mengetengahkan sebuah hadis melalui Ibnu Abbas r.a. yang menceritakan, bahwa pada suatu ketika Rasulullah saw. memerintahkan orang-orang untuk berangkat ke medan perang bersamanya, sedangkan pada saat itu musim panas telah mencapai puncaknya. Maka ada seorang lelaki berkata, "Wahai Rasulullah! Musim panas sedang mencapai puncaknya, kami tidak dapat berangkat, maka janganlah engkau memerintahkan kami untuk berangkat ke medan perang di musim panas ini." Maka Allah swt. menurunkan firman-Nya, "Katakanlah!, "Api neraka Jahanam itu lebih sangat panas(nya)..." (Q.S. At-Taubah 81). Ibnu Jarir mengetengahkan pula hadis yang lain melalui Muhammad bin Kaab Al-Qurazhi yang menceritakan, bahwa ketika Rasulullah saw. akan berangkat ke medan perang Tabuk pada musim panas, yang panasnya sangat memuncak, lalu ada seseorang dari kalangan Bani Salamah mengatakan, "Janganlah kalian berangkat ke medan perang di musim yang panas sekali ini." Maka Allah swt. menurunkan firman-Nya, "Katakanlah! "Api neraka Jahanam itu lebih sangat panas(nya)..." (Q.S. At-Taubah 81). Imam Baihaqi di dalam kitab Dalailnya mengetengahkan sebuah hadis melalui Ibnu Ishaq, dari Ashim bin Amr bin Qatadah dan dari Abdullah bin Abu Bakar bin Hazm yang menceritakan, bahwa ada seorang lelaki dari kalangan orang-orang munafik mengatakan, "Janganlah kalian berangkat ke medan perang di musim yang panas ini." Maka Allah swt. menurunkan firman-Nya, yaitu ayat yang di atas tadi.


82 Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan.(QS. 9:82)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


83 Maka jika Allah mengembalikanmu kepada satu golongan dari mereka, kemudian mereka minta izin kepadamu untuk keluar (pergi berperang), maka katakanlah: `Kamu tidak boleh ke luar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya kamu telah rela tidak pergi berperang kali yang pertama. Karena itu duduklah (tinggallah) bersama orang-orang yang tidak ikut berperang`.(QS. 9:83)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


84 Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.(QS. 9:84)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah At Taubah 84
وَلَا تُصَلِّ عَلَى أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَى قَبْرِهِ إِنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَاتُوا وَهُمْ فَاسِقُونَ (84)
Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadis melalui Ibnu Umar r.a. yang menceritakan, bahwa sewaktu Abdullah bin Ubay mati, datanglah anaknya menghadap Rasulullah saw. dan meminta kepadanya supaya ia memberikan baju gamisnya untuk mengafani jenazah ayahnya. Rasulullah saw. memberikan baju gamisnya kepada anak Abdullah bin Ubay, akan tetapi anak Abdullah bin Ubay masih mempunyai permintaan lagi, yaitu meminta supaya Rasulullah menyalati jenazah ayahnya. Maka Rasulullah saw. berdiri untuk menyalatinya; tetapi tiba-tiba Umar bin Khattab menarik baju Rasulullah saw. seraya berkata lirih, "Wahai Rasulullah! Apakah engkau akan menyalatkannya juga, bukankah Rabbmu telah melarangmu untuk menyalatkan jenazah orang-orang munafik?" Rasulullah saw. menjawab, "Sesungguhnya Allah hanya menyuruhku untuk memilih," beliau selanjutnya membacakan firman-Nya, "Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja), kendati pun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali." (Q.S. At-Taubah, 80) Kemudian Rasulullah saw. menambahkan, "Aku akan memohonkan ampun tujuh puluh kali lebih." Sahabat Umar bin Khattab r.a. berkata, "Sesungguhnya dia (Abdullah bin Ubay) adalah orang munafik." Akan tetapi Rasulullah saw. tetap melakukan salat jenazah atas Abdullah bin Ubay demi memelihara perasaan anak Abdullah bin Ubay bin Salul karena anaknya kini telah masuk Islam dan menjadi salah satu di antara sahabat Rasulullah saw. yang ikhlas. Akan tetapi setelah ayat 84 surah At-Taubah diturunkan, Rasulullah saw. tidak lagi melakukan hal yang serupa karena larangannya sudah jelas. Maka Allah swt. menurunkan firman-Nya, "Dan janganlah kamu sekali-kali menyalatkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri di kuburnya." (Q.S. At-Taubah 84). Sejak saat diturunkannya ayat di atas Rasulullah saw. tidak lagi melakukan salat jenazah atas orang-orang munafik. Keterangan ini disebutkan di dalam hadisnya Umar, Anas, Jabir dan lainnya.


85 Dan janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki akan mengazab mereka di dunia dengan harta dan anak-anak itu dan agar melayang nyawa mereka, dalam keadaan kafir.(QS. 9:85)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


86 Dan apabila diturunkan sesuatu surat (yang memerintahkan kepada orang munafik itu): `Berimanlah kamu kepada Allah dan berjihadlah beserta Rasul-Nya`, niscaya orang-orang yang sanggup di antara mereka meminta izin kepadamu (untuk tidak berjihad) dan mereka berkata: `Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk`.(QS. 9:86)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


87 Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang, dan hati mereka telah dikunci mati, maka mereka tidak mengetahui (kebahagiaan beriman dan berjihad).(QS. 9:87)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


88 Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan; dan mereka itulah (pula) orang-orang yang beruntung.(QS. 9:88)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


89 Allah telah menyediakan bagi mereka syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.(QS. 9:89)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


90 Dan datang (kepada Nabi) orang-orang yang mengemukakan uzur, yaitu orang-orang Arab penduduk padang pasir agar diberi izin bagi mereka (untuk tidak pergi berjihad), sedang orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya, duduk berdiam diri saja. Kelak orang-orang yang kafir di antara mereka itu akan ditimpa azab yang pedih.(QS. 9:90)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


91 Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, atas orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,(QS. 9:91)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


92 dan tiada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata: `Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu`, lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan.(QS. 9:92)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


93 Sesungguhnya jalan (untuk menyalahkan) hanyalah terhadap orang-orang yang meminta izin kepadamu, padahal mereka itu orang-orang kaya. Mereka rela berada bersama-sama orang-orang yang tidak ikut berperang dan Allah telah mengunci mati hati mereka, maka mereka tidak mengetahui (akibat perbuatan mereka)..(QS. 9:93)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


94 Mereka (orang-orang munafik) mengemukakan uzurnya kepadamu, apabila kamu telah kembali kepada mereka (dari medan perang). Katakanlah: `Janganlah kamu mengemukakan uzur; kami tidak percaya lagi kepadamu, (karena) sesungguhnya Allah telah memberitahukan kepada kami di antara perkabaran-perkabaran (rahasia-rahasia) mu. Dan Allah serta Rasul-Nya akan melihat pekerjaanmu, kemudian kamu dikembalikan kepada Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan`.(QS. 9:94)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


95 Kelak mereka akan bersumpah kepadamu dengan nama Allah, apabila kamu kembali kepada mereka, supaya kamu berpaling dari mereka. Maka berpalinglah dari mereka; karena sesungguhnya mereka itu adalah najis dan tempat mereka Jahannam; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.(QS. 9:95)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


96 Mereka akan bersumpah kepadamu, agar kamu ridha kepada mereka, maka sesungguhnya Allah tidak ridha kepada orang-orang yang fasik itu.(QS. 9:96)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


97 Orang-orang Arab Badui itu, lebih sangat kekafiran dan kemunafikannya, dan lebih wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.(QS. 9:97)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


98 Di antara orang-orang Arab Badui itu, ada orang yang memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah), sebagai suatu kerugian dan dia menanti-nanti marabahaya menimpamu; merekalah yang akan ditimpa marabahaya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.(QS. 9:98)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


99 Dan di antara orang-orang Arab Badui itu, ada orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) itu, sebagai jalan mendekatkannya kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat (syurga) Nya; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. 9:99)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah At Taubah 99
وَمِنَ الْأَعْرَابِ مَنْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَيَتَّخِذُ مَا يُنْفِقُ قُرُبَاتٍ عِنْدَ اللَّهِ وَصَلَوَاتِ الرَّسُولِ أَلَا إِنَّهَا قُرْبَةٌ لَهُمْ سَيُدْخِلُهُمُ اللَّهُ فِي رَحْمَتِهِ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (99)
Ibnu Abu Hatim mengetengahkan pula hadis lainnya melalui Aufi dari Ibnu Abbas r.a. yang menceritakan, bahwa pada suatu ketika Rasulullah saw. memerintahkan orang-orang untuk bersiap-siap berangkat ke medan perang bersamanya. Maka datanglah segolongan dari para sahabat yang di antara mereka terdapat Abdullah bin Ma`qal Al-Muzanniy. Lalu Abdullah bin Ma'qal Al-Muzanniy berkata, "Wahai Rasulullah! Bawalah kami berangkat." Rasulullah saw. menjawab, "Demi Allah, aku tidak mempunyai bekal yang cukup untuk membawa kalian." Maka mereka pergi dari hadapan Rasulullah saw. seraya menangis karena kecewa tidak dapat ikut berjihad; mereka tidak mempunyai biaya untuk itu dan tidak pula mempunyai kendaraan. Maka tidak lama kemudian Allah swt. menurunkan firman-Nya, "Dan tiada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu supaya kamu memberi mereka kendaraan..." (Q.S. At-Taubah 92) Nama-nama mereka itu telah disebutkan di dalam kitab Al-Mubhamat. Dan firman-Nya yang lain, yaitu, "Dan di antara orang-orang Arab badui itu ada orang yang beriman kepada Allah..." (Q.S. At-Taubah 99). Ibnu Jarir mengetengahkan sebuah hadis melalui Mujahid yang telah mengatakan, bahwa ayat di atas diturunkan berkenaan dengan orang-orang dari Bani Muqarrin, yang diturunkan pula pada mereka ayat lainnya berkenaan dengan peristiwa yang menimpa mereka, yaitu firman-Nya, "Dan tiada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu supaya kamu memberi mereka kendaraan..." (Q.S. At-Taubah 92). Abdurrahman bin Ma'qal Al-Muzanniy mengetengahkan pula sebuah hadis yang berkenaan dengan peristiwa ini. Ia menceritakan, "Pada saat itu jumlah kami ada sepuluh orang, semuanya dari anak-anak Bani Muqarrin", kemudian turun pula ayat di atas berkenaan dengan diri kami.


100 Orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka syurga-syurga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.(QS. 9:100)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [7]
Ayat 81 s/d 100 dari [129]

Pustaka

Yuk kita bangun generasi qur'ani...

Create by : Muhammad Ihsan

Silahkan kirim Kritik & Saran ke : [sinchan_mail@yahoo.com]  [sibin_mr@yahoo.com]

The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani
Last updated: 18 September 2007.

Halaman Utama | Author | Risalah Islam | Fenomena Alam Ghoib ( JIN / Kesurupan / Ruqyah , dll...)