[ASBABUN NUZUL] Surat : AL-ISRAA'

Dan apabila dibacakan Al quran, maka dengarkanlah baik-baik,

dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat ( Al A'raaf : 204 )

HOME|Radio-FajriFm|Pendidikan|Adab|Muallaf Center|QuranTerjemah|eBooks|Tafsir Al-Azhar|HadistWeb|Artikel|SMSQURAN
Cari dalam "Asbabun Nuzul"        

    Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch
No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [Asbabun Nuzul] : AL-ISRAA'
Ayat [111]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:4/6
61 Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat:` Sujudlah kamu semua kepada Adam `, lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata:` Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah? `(QS. 17:61)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


62 Dia (iblis) berkata:` Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil `.(QS. 17:62)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


63 Tuhan berfirman:` Pergilah, barangsiapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup.(QS. 17:63)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


64 Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka.(QS. 17:64)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


65 Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhan-mu sebagai Penjaga `.(QS. 17:65)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


66 Tuhan-mu adalah yang melayarkan kapal-kapal di lautan untukmu, agar kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyayang terhadapmu.(QS. 17:66)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


67 Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru, kecuali Dia, maka tatkala Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia itu adalah selalu tidak berterima kasih.(QS. 17:67)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


68 Maka apakah kamu merasa aman (dari hukuman Tuhan) yang menjungkir balikkan sebagian daratan bersama kamu atau Dia meniupkan (angin keras yang membawa) batu-batu kecil?, Dan kamu tidak akan mendapat seorang pelindungpun bagi kamu,(QS. 17:68)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


69 atau apakah kamu merasa aman dari dikembalikan-Nya kamu ke laut sekali lagi, lalu Dia meniupkan atas kamu angin taupan dan ditenggelamkan-Nya kamu disebabkan kekafiranmu. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun dalam hal ini terhadap (siksaan) Kami.(QS. 17:69)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


70 Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.(QS. 17:70)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


71 (Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya; dan barangsiapa yang diberikan kitab amalannya di tangan kanannya maka mereka ini akan membaca kitabnya itu, dan mereka tidak dianiaya sedikitpun.(QS. 17:71)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


72 Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).(QS. 17:72)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


73 Dan sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, agar kamu membuat yang lain secara bohong terhadap Kami; dan kalau sudah begitu tentulah mereka mengambil kamu jadi sahabat yang setia.(QS. 17:73)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Al Israa' 73
وَإِنْ كَادُوا لَيَفْتِنُونَكَ عَنِ الَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ لِتَفْتَرِيَ عَلَيْنَا غَيْرَهُ وَإِذًا لَاتَّخَذُوكَ خَلِيلًا (73)
Ibnu Murdawaih dan Ibnu Abu Hatim keduanya mengetengahkan sebuah hadis melalui jalur Ishaq dari Muhammad bin Abu Muhammad dari Ikrimah dan dari Ibnu Abbas r.a. yang menceritakan, bahwa Umayyah bin Khalaf, Abu Jahal dan beberapa orang dari kabilah Quraisy keluar untuk mendatangi Nabi saw. Setelah mereka sampai, lalu mereka berkata kepada Rasulullah saw., "Hai Muhammad! Kemarilah, elus-eluslah tuhan-tuhan (berhala-berhala) kami, maka kami akan masuk ke dalam agamamu." Dan Rasulullah saw. menyukai kaumnya jika masuk Islam, sehingga hal itu membuat lunak hati Nabi saw. Maka Allah swt. menurunkan firman-Nya, "Dan sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu..." (Q.S. Al-Isra 73) sampai dengan firman-Nya, "Seorang penolong pun terhadap Kami." (Q.S. Al-Isra 75). Menurut hemat saya, riwayat di atas adalah riwayat yang paling sahih berkenaan dengan asbabun nuzulnya, dan lagi sanadnya jayyid serta mempunyai syahid (bukti). Abu Syekh mengetengahkan sebuah hadis melalui Said bin Jubair yang menceritakan, bahwa Rasulullah saw. selalu mencium Hajar Aswad. Maka orang-orang musyrik mengatakan kepadanya, "Kami tidak akan membiarkanmu mencium Hajar Aswad sehingga kamu terlebih dahulu mengusap-usap berhala-berhala kami." Lalu Rasulullah saw. menjawab, "Apakah gerangan yang akan menimpa diriku, seandainya aku lakukan hal itu sedangkan Allah mengetahui bahwa aku sangat membencinya." Maka turunlah firman-Nya, yaitu ayat tersebut. Abu Syekh mengetengahkan pula hadis yang sama hanya kali ini ia melalui jalur Ibnu Syihab. Abu Syekh mengetengahkan sebuah hadis melalui Jubair bin Nafir, bahwasanya orang-orang Quraisy mendatangi Nabi saw. lalu mereka berkata kepadanya, "Jika kamu memang diutus kepada kami, maka usirlah orang-orang yang menjadi pengikut-pengikutmu itu yang dari kalangan orang-orang rendahan dan bekas-bekas hamba sahaya. Maka jika kamu melakukan hal itu kami benar-benar mau menjadi sahabat-sahabatmu." Mendengar kemauan mereka itu hati Nabi saw. menjadi tenang terhadap mereka; akan tetapi seketika itu juga turunlah ayat tersebut. Abu Syekh mengetengahkan pula hadis lain melalui Muhammad bin Kaab Al-Qurazhiy, bahwasanya Nabi saw. pada suatu hari membacakan firman-Nya, "Demi bintang..." (An-Najm 1) sampai dengan firman-Nya, "Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap Al-Lata dan Al-Uzza..." (An-Najm 19). Kemudian setan mulai melancarkan godaannya terhadap Nabi saw., "Bintang-bintang yang di langit tinggi itu pertolongannya sangat diharapkan." Maka turunlah ayat tersebut; sejak saat itu Nabi saw. masih terus dalam keadaan susah hingga Allah swt. menurunkan firman-Nya, "Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasul pun dan tidak (pula) seorang nabi melainkan apabila la mempunyai sesuatu keinginan, setan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu. Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh setan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayatnya..." (Q.S. Al Hajj,2). Hal ini menunjukkan bahwa ayat-ayat ini diturunkan di Mekah, dan orang yang menganggapnya sebagai ayat Madaniah, berarti ia berdalilkan kepada apa yang telah diketengahkan oleh Ibnu Murdawaih melalui jalur Al-Aufiy dari Ibnu Abbas r.a. Hadis ini mengatakan, bahwa Sya'ab berkata kepada Nabi saw., "Tangguhkanlah kami selama satu tahun hingga Dia memberi petunjuk kepada tuhan-tuhan (berhala berhala) kami, maka jika Dia memberi petunjuk kepada mereka, maka kami akan memegangnya kemudian kami akan masuk Islam." Ketika itu Nabi saw. hampir saja mau memberi tangguh kepada mereka; hanya saja sanad hadis ini dha'if.


74 Dan kalau Kami tidak memperkuat (hati) mu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka,(QS. 17:74)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Al Israa' 74
وَلَوْلَا أَنْ ثَبَّتْنَاكَ لَقَدْ كِدْتَ تَرْكَنُ إِلَيْهِمْ شَيْئًا قَلِيلًا (74)
Ibnu Murdawaih dan Ibnu Abu Hatim keduanya mengetengahkan sebuah hadis melalui jalur Ishaq dari Muhammad bin Abu Muhammad dari Ikrimah dan dari Ibnu Abbas r.a. yang menceritakan, bahwa Umayyah bin Khalaf, Abu Jahal dan beberapa orang dari kabilah Quraisy keluar untuk mendatangi Nabi saw. Setelah mereka sampai, lalu mereka berkata kepada Rasulullah saw., "Hai Muhammad! Kemarilah, elus-eluslah tuhan-tuhan (berhala-berhala) kami, maka kami akan masuk ke dalam agamamu." Dan Rasulullah saw. menyukai kaumnya jika masuk Islam, sehingga hal itu membuat lunak hati Nabi saw. Maka Allah swt. menurunkan firman-Nya, "Dan sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu..." (Q.S. Al-Isra 73) sampai dengan firman-Nya, "Seorang penolong pun terhadap Kami." (Q.S. Al-Isra 75). Menurut hemat saya, riwayat di atas adalah riwayat yang paling sahih berkenaan dengan asbabun nuzulnya, dan lagi sanadnya jayyid serta mempunyai syahid (bukti). Abu Syekh mengetengahkan sebuah hadis melalui Said bin Jubair yang menceritakan, bahwa Rasulullah saw. selalu mencium Hajar Aswad. Maka orang-orang musyrik mengatakan kepadanya, "Kami tidak akan membiarkanmu mencium Hajar Aswad sehingga kamu terlebih dahulu mengusap-usap berhala-berhala kami." Lalu Rasulullah saw. menjawab, "Apakah gerangan yang akan menimpa diriku, seandainya aku lakukan hal itu sedangkan Allah mengetahui bahwa aku sangat membencinya." Maka turunlah firman-Nya, yaitu ayat tersebut. Abu Syekh mengetengahkan pula hadis yang sama hanya kali ini ia melalui jalur Ibnu Syihab. Abu Syekh mengetengahkan sebuah hadis melalui Jubair bin Nafir, bahwasanya orang-orang Quraisy mendatangi Nabi saw. lalu mereka berkata kepadanya, "Jika kamu memang diutus kepada kami, maka usirlah orang-orang yang menjadi pengikut-pengikutmu itu yang dari kalangan orang-orang rendahan dan bekas-bekas hamba sahaya. Maka jika kamu melakukan hal itu kami benar-benar mau menjadi sahabat-sahabatmu." Mendengar kemauan mereka itu hati Nabi saw. menjadi tenang terhadap mereka; akan tetapi seketika itu juga turunlah ayat tersebut. Abu Syekh mengetengahkan pula hadis lain melalui Muhammad bin Kaab Al-Qurazhiy, bahwasanya Nabi saw. pada suatu hari membacakan firman-Nya, "Demi bintang..." (An-Najm 1) sampai dengan firman-Nya, "Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap Al-Lata dan Al-Uzza..." (An-Najm 19). Kemudian setan mulai melancarkan godaannya terhadap Nabi saw., "Bintang-bintang yang di langit tinggi itu pertolongannya sangat diharapkan." Maka turunlah ayat tersebut; sejak saat itu Nabi saw. masih terus dalam keadaan susah hingga Allah swt. menurunkan firman-Nya, "Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasul pun dan tidak (pula) seorang nabi melainkan apabila la mempunyai sesuatu keinginan, setan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu. Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh setan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayatnya..." (Q.S. Al Hajj,2). Hal ini menunjukkan bahwa ayat-ayat ini diturunkan di Mekah, dan orang yang menganggapnya sebagai ayat Madaniah, berarti ia berdalilkan kepada apa yang telah diketengahkan oleh Ibnu Murdawaih melalui jalur Al-Aufiy dari Ibnu Abbas r.a. Hadis ini mengatakan, bahwa Sya'ab berkata kepada Nabi saw., "Tangguhkanlah kami selama satu tahun hingga Dia memberi petunjuk kepada tuhan-tuhan (berhala berhala) kami, maka jika Dia memberi petunjuk kepada mereka, maka kami akan memegangnya kemudian kami akan masuk Islam." Ketika itu Nabi saw. hampir saja mau memberi tangguh kepada mereka; hanya saja sanad hadis ini dha'if.


75 kalau terjadi demikian, benar-benarlah Kami akan rasakan kepadamu (siksaan) berlipat ganda di dunia ini dan begitu (pula siksaan) berlipat ganda sesudah mati, dan kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun terhadap Kami.(QS. 17:75)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Al Israa' 75
إِذًا لَأَذَقْنَاكَ ضِعْفَ الْحَيَاةِ وَضِعْفَ الْمَمَاتِ ثُمَّ لَا تَجِدُ لَكَ عَلَيْنَا نَصِيرًا (75)
Ibnu Abu Hatim dan Imam Baihaqi di dalam kitab Ad-Dalail-nya melalui hadisnya Syahr bin Hausyab yang ia terima melalui jalur Abdurrahman bin Ghanam, bahwasanya orang-orang Yahudi mendatangi Nabi saw. lalu mereka berkata, "Jika kamu sungguh-sungguh seorang nabi, maka menyusullah ke negeri Syam, karena sesungguhnya negeri Syam itu adalah negeri tempat berkumpulnya nabi-nabi." Maka Rasulullah saw. membenarkan apa yang telah mereka katakan itu. Lalu Rasulullah saw. berangkat ke medan Tabuk dengan tujuan negeri Syam. Ketika Nabi saw. sampai di Tabuk, lalu Allah menurunkan beberapa ayat dari surah Al-Isra (surah Bani Israil), setelah surah secara sempurna diturunkan, yaitu firman-Nya, "Dan sesungguhnya mereka benar-benar hampir membuatmu gelisah di negeri (Madinah) untuk mengusirmu daripadanya..." (Q.S. Al-Isra 76).


76 Dan sesungguhnya benar-benar mereka hampir membuatmu gelisah di negeri (Mekah) untuk mengusirmu daripadanya dan kalau terjadi demikian, niscaya sepeninggalmu mereka tidak tinggal, melainkan sebentar saja.(QS. 17:76)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Al Israa' 76
وَإِنْ كَادُوا لَيَسْتَفِزُّونَكَ مِنَ الْأَرْضِ لِيُخْرِجُوكَ مِنْهَا وَإِذًا لَا يَلْبَثُونَ خِلَافَكَ إِلَّا قَلِيلًا (76)
Kemudian setelah itu Allah swt. memerintahkan dia supaya kembali lagi ke Madinah; dan malaikat Jibril berkata kepadanya, "Mintalah kepada Rabbmu, karena sesungguhnya bagi tiap-tiap nabi ada permintaan (yang pasti dikabulkan)." Maka Nabi saw. bersabda, "Apakah yang kamu anjurkan supaya aku memintakannya kepada-Nya?" Maka malaikat Jibril berkata, sebagaimana yang disitir oleh firman-Nya, "Dan katakanlah! 'Ya Rabbku, masukkanlah aku dengan cara yang baik dan keluarkanlah aku dengan cara yang baik, dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.'" (Q.S. Al-Isra 80). Maka semua ayat-ayat di atas diturunkan berkenaan dengan kembalinya Nabi saw. dari medan Tabuk. Hadis ini berpredikat mursal lagi dha'if sanadnya, hanya saja ia mempunyai syahid dari hadis mursalnya Sa'id bin Jubair yang ada pada Ibnu Abu Hatim sedangkan lafalnya berbunyi seperti berikut: Orang-orang musyrik berkata kepada Nabi saw., "Adalah para nabi itu bertempat tinggal di negeri Syam, maka mengapa engkau tinggal di Madinah?" Maka hampir saja Nabi saw. melaksanakannya, akan tetapi turunlah firman-Nya, yaitu ayat di atas. Dan hadis ini mempunyai jalur lain yang mursal juga yaitu pada hadisnya Ibnu Jarir. Disebutkan di dalamnya bahwa sebagian orang-orang Yahudi berkata kepada Nabi saw. Imam Tirmizi mengetengahkan sebuah hadis melalui Ibnu Abbas r.a. yang menceritakan, bahwa adalah Nabi saw. berada di Mekah, kemudian Allah swt. memerintahkannya berhijrah. Maka turunlah firman-Nya, "Dan katakanlah! 'Ya Rabbku, masukkanlah aku dengan cara yang baik dan keluarkanlah aku dengan cara yang baik, dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.'" (Q.S. Al-Isra 80). Hal ini jelas menunjukkan bahwa ayat ini diturunkan di Mekah. Dan hadis yang sama telah diketengahkan pula oleh Ibnu Murdawaih dengan lafal yang lebih jelas lagi.


77 (Kami menetapkan yang demikian) sebagai suatu ketetapan terhadap rasul-rasul Kami yang Kami utus sebelum kamu dan tidak akan kamu dapati perobahan bagi ketetapan Kami itu.(QS. 17:77)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


78 Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).(QS. 17:78)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


79 Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.(QS. 17:79)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


80 Dan katakanlah:` Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku dengan cara yang baik dan keluarkanlah aku dengan cara yang baik dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.(QS. 17:80)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Al Israa' 80
وَقُلْ رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا (80)
Imam Bukhari mengetengahkan sebuah hadis melalui Ibnu Mas'ud r.a. yang menceritakan, bahwa aku berjalan bersama dengan Nabi saw. di Madinah, sedangkan beliau bersandar pada sekedup kendaraannya. Maka kami bersua dengan segolongan orang-orang Yahudi. Lalu sebagian dari mereka berkata, "Bagaimana kalau kalian tanyakan kepadanya?" Maka berkatalah mereka, "Ceritakanlah tentang roh kepada kami." Maka Nabi saw. bangkit sesaat seraya mendongakkan kepalanya, aku mengetahui bahwa saat itu ada wahyu yang turun kepadanya, dan ketika wahyu telah usai kemudian Nabi saw. bersabda membacakan firman-Nya, "Roh itu termasuk urusan Rabbku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit." (Q.S. Al-Isra 85). Imam Tirmizi mengetengahkan sebuah hadis melalui Ibnu Abbas r.a. yang menceritakan, bahwa orang-orang Quraisy berkata kepada orang-orang Yahudi, "Ajarkanlah kepada kami sesuatu yang akan kami tanyakan kepada lelaki ini (Nabi Muhammad saw.)." Maka orang-orang Yahudi itu berkata kepada mereka, "Tanyakanlah kepadanya tentang roh," lalu orang-orang Quraisy itu menanyakannya kepada Nabi saw. Maka Allah menurunkan firman-Nya, "Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah! 'Roh itu termasuk urusan Rabbku.'.." (Q.S. Al-Isra 85). Ibnu Katsir mengatakan, kedua hadis ini dapat dihimpunkan dengan berbagai peristiwa yang membelakangi turunnya ayat ini. Demikian pula Al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan hal yang sama. Atau dapat diartikan sewaktu Nabi saw. diam setelah ditanya oleh orang-orang Yahudi, bahwa hal itu dimaksud untuk memperoleh tambahan penjelasan mengenainya. Dan jika tidak demikian keadaannya, maka hadis yang tertera dalam kitab sahih adalah hadis yang lebih sahih. Dan pula hadis sahih diperkuat pula dengan suatu kenyataan, bahwa perawinya yaitu Abdullah bin Masud, turut hadir menyaksikan kisah turunnya ayat ini, berbeda dengan Ibnu Abbas r.a.


Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [6]
Ayat 61 s/d 80 dari [111]

Pustaka

Yuk kita bangun generasi qur'ani...

Create by : Muhammad Ihsan

Silahkan kirim Kritik & Saran ke : [sinchan_mail@yahoo.com]  [sibin_mr@yahoo.com]

The Next Generation Generasi-ku Generasi 1 Generasi Qur'ani
Last updated: 18 September 2007.

Halaman Utama | Author | Risalah Islam | Fenomena Alam Ghoib ( JIN / Kesurupan / Ruqyah , dll...)