[ASBABUN NUZUL] Surat : AL-ISRAA'

Dan apabila dibacakan Al quran, maka dengarkanlah baik-baik,

dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat ( Al A'raaf : 204 )

HOME|Radio-FajriFm|Pendidikan|Adab|Muallaf Center|QuranTerjemah|eBooks|Tafsir Al-Azhar|HadistWeb|Artikel|SMSQURAN
Cari dalam "Asbabun Nuzul"        

    Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch
No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [Asbabun Nuzul] : AL-ISRAA'
Ayat [111]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:3/6
41 Dan sesungguhnya dalam Al quran ini Kami telah ulang-ulangi (peringatan-peringatan), agar mereka selalu ingat.(QS. 17:41)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


42 Katakanlah: `Jikalau ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagaimana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan yang mempunyai Arsy`.(QS. 17:42)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


43 Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka katakan dengan ketinggian yang sebesar-besarnya.(QS. 17:43)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


44 Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.(QS. 17:44)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


45 Dan apabila kamu membaca Al quran niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup,(QS. 17:45)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Al Israa' 45
وَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ جَعَلْنَا بَيْنَكَ وَبَيْنَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ حِجَابًا مَسْتُورًا (45)
Imam Bukhari dan lain-lainnya mengetengahkan sebuah hadis melalui Ibnu Masud r.a. yang menceritakan, bahwa ada segolongan orang-orang yang menyembah makhluk jin. Kemudian jin-jin banyak yang masuk Islam; sedangkan manusia-manusia masih tetap menyembahnya, maka Allah swt. menurunkan firman-Nya, "Katakanlah! 'Panggillah mereka yang kalian anggap tuhan selain Allah'..." (Q.S. Al Isra 56).


46 dan Kami adakan tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka, agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila kamu menyebut tuhanmu saja dalam Al quran, niscaya mereka berpaling ke belakang karena bencinya.(QS. 17:46)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


47 Kami lebih mengetahui dalam keadaan bagaimana mereka mendengarkan sewaktu mereka mendengarkan kamu, dan sewaktu mereka berbisik-bisik (yaitu) ketika orang-orang zalim itu berkata: `Kamu tidak lain hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir`.(QS. 17:47)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


48 Lihatlah bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan terhadapmu; karena itu mereka menjadi sesat dan tidak dapat lagi menemukan jalan (yang benar).(QS. 17:48)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


49 Dan mereka berkata: `Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apa benar-benarkah kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?`(QS. 17:49)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


50 Katakanlah: `Jadilah kamu sekalian batu atau besi,(QS. 17:50)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


51 atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin (hidup) menurut pikiranmu`. Maka mereka akan bertanya: `Siapa yang akan menghidupkan kami kembali? Katakanlah:` `Yang telah menciptakan kamu pada kali yang pertama`. Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata: `Kapan itu (akan terjadi)? Katakanlah:` Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat,(QS. 17:51)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


52 yaitu pada hari Dia memanggil kamu, lalu kamu mematuhi-Nya sambil memuji-Nya dan kamu mengira bahwa kamu tidak berdiam (di dalam kubur) kecuali sebentar saja.(QS. 17:52)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


53 Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.(QS. 17:53)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


54 Tuhanmu lebih mengetahui tentang kamu. Dia memberi rahmat kepadamu jika Dia menghendaki dan Dia akan mengazabmu, jika Dia menghendaki. Dan Kami tidaklah mengutusmu untuk menjadi penjaga bagi mereka.(QS. 17:54)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


55 Dan Tuhan-mu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Daud.(QS. 17:55)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


56 Katakanlah:` Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Allah, maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya daripadamu dan tidak pula memindahkannya `.(QS. 17:56)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Al Israa' 56
قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُونِهِ فَلَا يَمْلِكُونَ كَشْفَ الضُّرِّ عَنْكُمْ وَلَا تَحْوِيلًا (56)
Imam Hakim dan Imam Thabrani serta lain-lainnya mengetengahkan sebuah hadis melalui Ibnu Abbas r.a. yang telah menceriterakan, bahwa penduduk kota Mekah meminta kepada Nabi saw. supaya dia menjadikan bukit Shafa sebagai emas buat mereka kemudian hendaknya dia memindahkan gunung-gunung yang ada di sekitar Mekah dijauhkan daripada mereka dengan maksud supaya mereka dapat bercocok tanam. Maka dikatakan kepada Nabi saw., "Jika kamu menghendaki maka kamu dapat menangguhkan, menangguhkan apa yang mereka minta; dan jika kamu menghendaki, maka kamu dapat mendatangkan apa yang mereka minta itu, maka jika mereka ingkar sesudah itu niscaya mereka akan dibinasakan sebagaimana telah dibinasakan umat-umat sebelum mereka." Maka secara spontan Nabi saw. menjawab, "Akan tetapi aku lebih suka menangguhkan permintaan mereka." Kemudian Allah swt. menurunkan firman-Nya, "Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami) melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu..." (Q.S. Al-Isra 59) Imam Thabrani dan Ibnu Murdawaih mengetengahkan hadis yang sama dengan lafal lebih sederhana daripada hadis di atas, yaitu dengan melalui Zubair.


57 Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka, siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti.(QS. 17:57)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


58 Tak ada suatu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh).(QS. 17:58)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


59 Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu. Dan telah Kami berikan kepada Tsamud unta betina itu (sebagai mukjizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya unta itu. Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti.(QS. 17:59)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Al Israa' 59
وَمَا مَنَعَنَا أَنْ نُرْسِلَ بِالْآيَاتِ إِلَّا أَنْ كَذَّبَ بِهَا الْأَوَّلُونَ وَآتَيْنَا ثَمُودَ النَّاقَةَ مُبْصِرَةً فَظَلَمُوا بِهَا وَمَا نُرْسِلُ بِالْآيَاتِ إِلَّا تَخْوِيفًا (59)
Abu Ya`la mengetengahkan sebuah hadis melalui Ummu Hani bahwa ketika Nabi saw. melakukan isra, maka pagi harinya Nabi saw. menceritakannya kepada segolongan orang-orang Quraisy, akan tetapi mereka memperolok-olokkannya. Lalu mereka meminta bukti dari Nabi saw. yang membenarkan ceritanya itu. Maka Nabi saw. menggambarkan tentang Baitul Muqaddas kemudian beliau pun menceritakan pula tentang kafilah milik mereka. Maka pada saat itu juga Walid bin Mughirah berkata, "Ini adalah sihir." Allah segera menurunkan firman-Nya, yaitu, "Dan Kami tidak menjadikan rukyah yang Kami perlihatkan kepadamu melainkan sebagai ujian untuk manusia." (Q.S. Al-Isra 60). Ibnu Mundzir mengetengahkan pula hadis yang sama melalui Hasan. Ibnu Murdawaih mengetengahkan sebuah hadis melalui Husain bin Ali, bahwasanya Rasulullah saw. di suatu pagi kelihatan susah. Maka ada yang berkata kepadanya, "Apakah gerangan yang kamu pikirkan, karena sesungguhnya rukyah kamu itu adalah ujian bagi keimanan mereka." Maka Allah menurunkan firman-Nya, "Dan Kami tidak menjadikan rukyah yang telah Kami perlihatkan kepadamu melainkan sebagai ujian bagi manusia." (Q.S. Al-Isra 60). Ibnu Jarir mengetengahkan pula hadis yang sama melalui Sahal bin Sa'ad. Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis melalui Amr bin Ash, melalui Ya'la bin Murrah, dan dari mursalnya Sa'id bin Musayyab, yaitu hadis yang sama hanya saja sanad-sanadnya dha'if. Ibnu Abu Hatim dan Imam Baihaqi di dalam kitab Al-Ba'atsnya, keduanya mengetengahkan sebuah hadis melalui Ibnu Abbas r.a. yang menceritakan, bahwa ketika Allah menyebutkan tentang pohon zaqqum untuk menakut-nakuti segolongan orang-orang Quraisy, maka Abu Jahal berkata, "Apakah kalian mengetahui pohon zaqqum ini yang dipakai oleh Muhammad untuk menakut-nakuti kalian?" Mereka `menjawab, "Tidak." Lalu Abu Jahal menjawab (dengan nada mencemoohkan), "Roti yang diberi kuah kemudian dicampur dengan keju, seandainya kami dapat memperolehnya, maka niscaya akan kami telan bulat-bulat." Maka Allah menurunkan firman Nya, "Dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk di dalam Alquran. Dan Kami menakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka." (Q.S. Al-Isra 60). Dan Allah menurunkan pula firman-Nya, yaitu, "Sesungguhnya pohon zaqqum itu makanan orang yang banyak berdosa." (Ad-Dukhan 43-44).


60 Dan (ingatlah), ketika Kami wahyukan kepadamu:` Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia `. Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk dalam Al quran. Dan Kami menakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka.(QS. 17:60)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Al Israa' 60
وَإِذْ قُلْنَا لَكَ إِنَّ رَبَّكَ أَحَاطَ بِالنَّاسِ وَمَا جَعَلْنَا الرُّؤْيَا الَّتِي أَرَيْنَاكَ إِلَّا فِتْنَةً لِلنَّاسِ وَالشَّجَرَةَ الْمَلْعُونَةَ فِي الْقُرْآنِ وَنُخَوِّفُهُمْ فَمَا يَزِيدُهُمْ إِلَّا طُغْيَانًا كَبِيرًا (60)
Ibnu Murdawaih dan Ibnu Abu Hatim keduanya mengetengahkan sebuah hadis melalui jalur Ishaq dari Muhammad bin Abu Muhammad dari Ikrimah dan dari Ibnu Abbas r.a. yang menceritakan, bahwa Umayyah bin Khalaf, Abu Jahal dan beberapa orang dari kabilah Quraisy keluar untuk mendatangi Nabi saw. Setelah mereka sampai, lalu mereka berkata kepada Rasulullah saw., "Hai Muhammad! Kemarilah, elus-eluslah tuhan-tuhan (berhala-berhala) kami, maka kami akan masuk ke dalam agamamu." Dan Rasulullah saw. menyukai kaumnya jika masuk Islam, sehingga hal itu membuat lunak hati Nabi saw. Maka Allah swt. menurunkan firman-Nya, "Dan sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu..." (Q.S. Al-Isra 73) sampai dengan firman-Nya, "Seorang penolong pun terhadap Kami." (Q.S. Al-Isra 75). Menurut hemat saya, riwayat di atas adalah riwayat yang paling sahih berkenaan dengan asbabun nuzulnya, dan lagi sanadnya jayyid serta mempunyai syahid (bukti). Abu Syekh mengetengahkan sebuah hadis melalui Said bin Jubair yang menceritakan, bahwa Rasulullah saw. selalu mencium Hajar Aswad. Maka orang-orang musyrik mengatakan kepadanya, "Kami tidak akan membiarkanmu mencium Hajar Aswad sehingga kamu terlebih dahulu mengusap-usap berhala-berhala kami." Lalu Rasulullah saw. menjawab, "Apakah gerangan yang akan menimpa diriku, seandainya aku lakukan hal itu sedangkan Allah mengetahui bahwa aku sangat membencinya." Maka turunlah firman-Nya, yaitu ayat tersebut. Abu Syekh mengetengahkan pula hadis yang sama hanya kali ini ia melalui jalur Ibnu Syihab. Abu Syekh mengetengahkan sebuah hadis melalui Jubair bin Nafir, bahwasanya orang-orang Quraisy mendatangi Nabi saw. lalu mereka berkata kepadanya, "Jika kamu memang diutus kepada kami, maka usirlah orang-orang yang menjadi pengikut-pengikutmu itu yang dari kalangan orang-orang rendahan dan bekas-bekas hamba sahaya. Maka jika kamu melakukan hal itu kami benar-benar mau menjadi sahabat-sahabatmu." Mendengar kemauan mereka itu hati Nabi saw. menjadi tenang terhadap mereka; akan tetapi seketika itu juga turunlah ayat tersebut. Abu Syekh mengetengahkan pula hadis lain melalui Muhammad bin Kaab Al-Qurazhiy, bahwasanya Nabi saw. pada suatu hari membacakan firman-Nya, "Demi bintang..." (An-Najm 1) sampai dengan firman-Nya, "Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap Al-Lata dan Al-Uzza..." (An-Najm 19). Kemudian setan mulai melancarkan godaannya terhadap Nabi saw., "Bintang-bintang yang di langit tinggi itu pertolongannya sangat diharapkan." Maka turunlah ayat tersebut; sejak saat itu Nabi saw. masih terus dalam keadaan susah hingga Allah swt. menurunkan firman-Nya, "Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasul pun dan tidak (pula) seorang nabi melainkan apabila la mempunyai sesuatu keinginan, setan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu. Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh setan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayatnya..." (Q.S. Al Hajj,2). Hal ini menunjukkan bahwa ayat-ayat ini diturunkan di Mekah, dan orang yang menganggapnya sebagai ayat Madaniah, berarti ia berdalilkan kepada apa yang telah diketengahkan oleh Ibnu Murdawaih melalui jalur Al-Aufiy dari Ibnu Abbas r.a. Hadis ini mengatakan, bahwa Sya'ab berkata kepada Nabi saw., "Tangguhkanlah kami selama satu tahun hingga Dia memberi petunjuk kepada tuhan-tuhan (berhala berhala) kami, maka jika Dia memberi petunjuk kepada mereka, maka kami akan memegangnya kemudian kami akan masuk Islam." Ketika itu Nabi saw. hampir saja mau memberi tangguh kepada mereka; hanya saja sanad hadis ini dha'if.


Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [6]
Ayat 41 s/d 60 dari [111]

Pustaka

Yuk kita bangun generasi qur'ani...

Create by : Muhammad Ihsan

Silahkan kirim Kritik & Saran ke : [sinchan_mail@yahoo.com]  [sibin_mr@yahoo.com]

The Next Generation Generasi-ku Generasi 1 Generasi Qur'ani
Last updated: 18 September 2007.

Halaman Utama | Author | Risalah Islam | Fenomena Alam Ghoib ( JIN / Kesurupan / Ruqyah , dll...)