[ASBABUN NUZUL] Surat : AL-HAJJ

Dan apabila dibacakan Al quran, maka dengarkanlah baik-baik,

dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat ( Al A'raaf : 204 )

::Home:: | Indonesia | English | Dutch | Sejarah | Hadist | Al Qur'an? | Adab | Al-Ma'tsurat | TAJWID | Artikel | Free Mobile Aplications | Sms Quran & Hadist
Radio-FajriFm | Pendidikan | Menyimak & Mengkaji | The Noble Quran | Memahami Quran | eBooks | Kisah Muallaf | *HadistWeb* | Tanda2 Bagi yg Ber-Akal
Tafsir Al-Azhar | Ponsel Quran | Belajar Baca | Qr.Recitation | Qr.Explorer | QuranTools | Qur’an Flash | Qurany.net | {Radio Dakwah/TV} | QuranTV-Mp3

Gunakan browser internet explorer untuk dapat mendengarkan Murotal (Audio)

Cari dalam "Asbabun Nuzul"        

    Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch
No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [Asbabun Nuzul] : AL-HAJJ
Ayat [78]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:2/4
21 Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi.(QS. 22:21)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Al Hajj 21
وَلَهُمْ مَقَامِعُ مِنْ حَدِيدٍ (21)
Imam Hakim mengetengahkan sebuah hadis melalui sahabat Ali yang telah menceritakan, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan peristiwa yang kami alami, yaitu sewaktu kami melakukan duel dalam perang Badar; ayat tersebut adalah firman-Nya, "Inilah dua golongan (golongan Mukmin dan golongan Kafir) yang bersengketa; mereka saling bersengketa mengenai Rabb mereka..." (Q.S. Al Hajj, 19) sampai dengan firman-Nya, "Rasailah azab yang membakar ini" (Q.S. Al Haji, 22). Imam Hakim juga mengetengahkan hadis yang sama, hanya ia melaini jalur, sanad yang lain tetapi sumbernya sama yaitu dari sahabat Ali r.a. Sahabat Ali ibnu Abu Thalib menceritakan, bahwa ayat tadi diturunkan berkenaan dengan orang-orang yang perang tanding dalam perang Badar; mereka adalah sahabat Hamzah, sahabat Ali, sahabat Ubaidah ibnul Harits di satu pihak, dan Utbah ibnu Rabiah, Syaibah ibnu Rabiah dan Walid ibnu Utbah di pihak lain. Ibnu Jarir mengetengahkan sebuah hadis melalui Aufiy yang ia terima dari sahabat Ibnu Abbas r.a, bahwasanya ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang ahli kitab; mereka berkata kepada orang-orang Mukmin, "Kami lebih utama terhadap Allah daripada kalian; dan kitab kami lebih dahulu daripada kitab kalian, serta Nabi kami lebih dahulu daripada Nabi kalian". Maka orang-orang Mukmin menjawab, "Kami lebih berhak kepada Allah; kami beriman kepada Muhammad dan Nabi kalian, serta kepada kitab-kitab lain yang telah diturunkan oleh Allah". Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis melaini Qatadah, yang isi hadisnya sama dengan hadis di atas.


22 Setiap kali mereka hendak ke luar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan): `Rasailah azab yang membakar ini`.(QS. 22:22)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


23 Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam syurga-syurga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai. Di syurga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera.(QS. 22:23)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


24 Dan mereka diberi petunjuk kepada ucapan-ucapan yang baik dan ditunjuki (pula) kepada jalan (Allah) yang terpuji.(QS. 22:24)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


25 Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah dan Masjidil Haram yang telah Kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih.(QS. 22:25)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Al Hajj 25
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ الَّذِي جَعَلْنَاهُ لِلنَّاسِ سَوَاءً الْعَاكِفُ فِيهِ وَالْبَادِي وَمَنْ يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ (25)
Ibnu Jarir mengetengahkan sebuah hadis melalui Mujahid yang telah menceritakan, bahwa mereka (yakni orang-orang yang datang untuk mengerjakan ibadah haji) sebelumnya datang hanya dengan berjalan kaki dan tidak memakai kendaraan. Maka Allah menurunkan firman-Nya, "Niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus." (Q.S. Al Hajj, 27). Setelah itu Allah swt. memberikan kemurahan kepada mereka, sehingga mereka boleh membawa bekal, menaiki kendaraan dan berniaga dalam bulan haji.


26 Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): `Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku dan sujud.(QS. 22:26)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


27 Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh,(QS. 22:27)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Al Hajj 27
وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ (27)
Firman Allah swt., "Daging-daging unta itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah..." (Q.S. Al Hajj, 37). Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis, melalui Ibnu Juraij yang telah menceritakan, bahwa dahulu orang-orang jahiliah melumurkan dan menempelkan daging serta darah hewan kurban mereka pada Kakbah. Hal ini berlangsung sampai masa Islam; kemudian para sahabat Nabi saw. berkata, "Kami lebih berhak untuk melumurkannya daripada mereka". Lalu Allah menurunkan firman-Nya, "Duging-daging unta itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah..." (Q.S. Al Hajj, 37).


28 supaya mereka mempersaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.(QS. 22:28)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


29 Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).(QS. 22:29)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


30 Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya. Dan telah dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak, kecuali yang diterangkan kepadamu keharamannya, maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta,(QS. 22:30)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


31 dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.(QS. 22:31)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


32 Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.(QS. 22:32)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


33 Bagi kamu pada binatang-binatang had-yu, itu ada beberapa manfaat, sampai kepada waktu yang ditentukan, kemudian tempat wajib (serta akhir masa) menyembelihnya ialah setelah sampai ke Baitul Atiq (Baitullah).(QS. 22:33)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


34 Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah),(QS. 22:34)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


35 (yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka.(QS. 22:35)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


36 Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian daripada syiar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.(QS. 22:36)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


37 Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan daripada kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.(QS. 22:37)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Al Hajj 37
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ (37)
Imam Ahmad mengetengahkan sebuah hadis demikian pula Imam Tirmizi yang menilainya Hasan dan juga Imam Hakim yang menilainya sahih, semuanya melalui sahabat Ibnu Abbas r.a. bahwa Nabi saw. keluar dari Mekah. Dan sahabat Abubakar mengatakan, "Mereka (orang-orang Quraisy) telah mengusir Nabi mereka yang akibatnya mereka akan binasa". Lalu Allah swt. menurunkan fiman-Nya, "Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu." (Q.S. Al-Hajj 39).


38 Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat.(QS. 22:38)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


39 Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu,(QS. 22:39)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Al Hajj 39
أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللَّهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ (39)
Ibnu Abu Hatim, Ibnu Jarir dan Ibnu Munzir mengetengahkan hadis melalui satu jalur periwayatan dengan sanad yang sahih bersumber dari Said ibnu Jubair yang telah menceritakan bahwa Nabi saw. ketika di Mekah membacakan firman-Nya, "Demi bintang ketika terbenam." (Q.S. An Najm, 1). Ketika bacaan Nabi saw. sampai kepada firman-Nya, "Maka apakah patut kalian (hai orang-orang musyrik) menganggap Lata dan Uzza, serta Manat yang ketiganya (sebagai sesembahan kalian)." (Q.S. An Najm, 19-20). Kemudian setan meniupkan godaannya terhadap lisan Nabi saw. hirigga Nabi saw. mengatakan, "Bintang-bintang yang di langit tinggi itu, sungguh manfaatnya dapat diharapkan". Maka orang-orang musyrik mengatakan, "Tidak pernah ia menyebutkan tentang tuhan-tuhan kami dengan sebutan yang baik, sebelum hari ini". Maka Nabi saw. melakukan salat, maka mereka pun ikut meniru apa yang dilakukan oleh Nabi saw. Lalu turunlah ayat, "Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang Rasul pun dan tidak pula seorang Nabi..." (Q.S. Al Hajj, 52). Ibnu Bazzar dan Ibnu Murdawaih mengetengahkan hadis serupa dari riwayat yang lain melalui Said ibnu Jubair yang ia terima menurut dugaanku dari sahabat Ibnu Abbas r.a. Selanjutnya Bazzar mengatakan, bahwa hadis ini tidak diriwayatkan secara Muttashil melainkan hanya melalui sanad ini. Dan hadis ini menyendiri atau membeda dengan hadis-hadis lainnya karena adanya Umaiah ibnu Khalid yang berfungsi memuttashilkan hadis ini; dia orangnya berpredikat Tsiqah (dapat dipercaya) dan Masyhur (terkenal banyak hafal hadis). Hadis ini diketengahkan pula oleh Imam Bukhari melalui sahabat Ibnu Abbas r.a.dengan sanad yang di dalamnya terdapat Waqidi. Ibnu Murdawaih mengetengahkan pula hadis yang sama melalui Abu Saleh yang ia terima dari sahabat Ibnu Abbas r.a. Dan Ibnu Jarir mengetengahkan pula hadis yang sama melalui jalur Aufiy dari sahabat Ibnu Abbas r.a. Hadis ini dikemukakan pula oleh Ibnu Ishak di dalam kitab 'As Siirah' melalui Muhammad ibnu Kaab dan Musa ibnu Uqbah yang semuanya bersumber dari Ibnu Syihab. Ibnu Jarir mengetengahkan pula hadis ini melalui Muhammad ibnu Qais dan demikian pula Ibnu Abu Hatim yang bersumber dari Saddiy; semuanya bermakna sama. Dan semua hadis yang diketengahkan oleh mereka itu adakalanya berpredikat Dhaif atau Munqathi' selain hadis yang diketengahkan melalui Ibnu Jubair yang pertama tadi. Hafiz Ibnu Hajar mengatakan, "Banyaknya jalur periwayatan menunjukkan, bahwa kisah ini mempunyai sumber pokok, di samping itu ia mempunyai dua jalur yang sahih keduanya lagi berpredikat Mursal. Kedua-duanya diketengahkan oleh Ibnu Jarir; salah satu melalui jalur Zuhri melalui Abu Bakar ibnu Abdurrahman ibnu Harits ibnu Hisyam, sedangkan yang lain melalui jalur Daud ibnu Hindun yang bersumber dari Abu Aliyah. Dengan demikian berarti apa yang telah dikatakan oleh Ibnu Arabi dan Iyadh, bahwa riwayat-riwayat ini batil, tidak ada sumber pokoknya, tidak dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan atau pegangan.


40 (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata:` Tuhan kami hanyalah Allah `. Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama) Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa,(QS. 22:40)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [4]
Ayat 21 s/d 40 dari [78]

Pustaka

Yuk kita bangun generasi qur'ani...

Create by : Muhammad Ihsan

Silahkan kirim Kritik & Saran ke : [sinchan_mail@yahoo.com]  [sibin_mr@yahoo.com]

The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani
Last updated: 18 September 2007.

Halaman Utama | Author | Risalah Islam | Fenomena Alam Ghoib ( JIN / Kesurupan / Ruqyah , dll...)