[ASBABUN NUZUL] Surat : ATH-TALAAQ

Dan apabila dibacakan Al quran, maka dengarkanlah baik-baik,

dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat ( Al A'raaf : 204 )

HOME|Radio-FajriFm|Pendidikan|Adab|Muallaf Center|QuranTerjemah|eBooks|Tafsir Al-Azhar|HadistWeb|Artikel|SMSQURAN
Cari dalam "Asbabun Nuzul"        

    Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch
No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [Asbabun Nuzul] : ATH-TALAAQ
Ayat [12]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:1/1
1 Hai Nabi, apabila kamu menceraikan isteri-isterimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya (yang wajar) dan hitunglah waktu iddah itu serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah mereka (diizinkan) ke luar kecuali kalau mereka mengerjakan perbuatan keji yang terang. Itulah hukum-hukum Allah dan barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah, maka sesungguhnya dia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Kamu tidak mengetahui barangkali Allah mengadakan sesudah itu sesuatu hal yang baru.(QS. 65:1)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Ath Thalaaq 1
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَطَلِّقُوهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ وَأَحْصُوا الْعِدَّةَ وَاتَّقُوا اللَّهَ رَبَّكُمْ لَا تُخْرِجُوهُنَّ مِنْ بُيُوتِهِنَّ وَلَا يَخْرُجْنَ إِلَّا أَنْ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ وَتِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ وَمَنْ يَتَعَدَّ حُدُودَ اللَّهِ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهُ لَا تَدْرِي لَعَلَّ اللَّهَ يُحْدِثُ بَعْدَ ذَلِكَ أَمْرًا (1)
Imam Hakim mengetengahkan sebuah hadis yang bersumber dari Jabir r.a., yang menceritakan, bahwa ayat ini, yaitu firman-Nya, "Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar." (Q.S. Ath-Thalaq 2) Berkenaan dengan seorang lelaki dari kalangan kabilah Asyja'. Lelaki itu adalah orang yang miskin lagi tidak mampu berbuat banyak untuk bekerja dan ia banyak mempunyai tanggungan (anak-anak). Lalu ia datang menghadap kepada Rasulullah saw. untuk menanyakan perihal dirinya (apakah boleh menalak istrinya). Maka Rasulullah saw. bersabda kepadanya, "Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah." Ternyata tidak lama kemudian sesudah itu, datanglah salah seorang anak laki-lakinya dengan membawa sekumpulan kambing yang diperolehnya dari musuh. Lalu lelaki itu datang menghadap kepada Rasulullah saw. dan menceritakan apa yang telah dialami anaknya itu, maka beliau bersabda, "Makanlah." Imam Zahabi memberikan komentarnya, bahwa hadis ini berpredikat munkar, tetapi hadis ini mempunyai syahid (saksi) dari hadis lainnya. Imam Ibnu Jarir mengetengahkan pula hadis ini dengan melalui Salim bin Abu Ja'd dan Saddi; disebutkan di dalam hadisnya itu bahwa lelaki tersebut bernama Auf dari kabilah Al-Asyja'i. Imam Hakim mengetengahkan pula hadis yang serupa melalui hadis Ibnu Masud r.a.; ia menyebutkan bahwa lelaki itu bernama Auf Al-Asyja'i. Imam Ibnu Murdawaih mengetengahkan sebuah hadis melalui jalur Kalbi yang ia terima dari Abu Saleh dan bersumber dari Ibnu Abbas r.a. yang menceritakan, bahwa Auf bin Malik Al-Asyja'i datang menghadap kepada Rasulullah saw. lalu ia berkata, "Wahai Rasulullah! Sesungguhnya anak laki-lakiku telah ditahan oleh musuh, sedangkan ibunya sangat terkejut mendengar berita itu (dan tiada henti-hentinya menangis), maka apakah yang harus saya lakukan?" Rasulullah saw. bersabda, "Aku perintahkan kepadamu dan juga kepada istrimu supaya kamu berdua memperbanyak bacaan 'laa haula wala quwwata illaa billaah' (tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah)." Setelah Auf menyampaikan pesan Rasulullah itu kepada istrinya, maka istrinya menjawab, "Alangkah baiknya apa yang telah ia perintahkan kepadamu itu." Lalu keduanya memperbanyak bacaan kalimat tersebut; sehingga pada suatu ketika pihak musuh lalai, maka anak lelaki Auf itu segera kabur seraya menggiring kambing mereka, lalu kambing-kambing itu dibawanya ke hadapan ayahnya. Maka turunlah ayat ini, yaitu firman-Nya, "Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar (dari kesulitannya)." (Q.S. Ath-Thalaq 2) Hadis ini diketengahkan pula oleh Imam Khathib di dalam kitab Tarikhnya melalui jalur Juwaibir dari Dhahhak yang bersumber dari Ibnu Abbas r.a. Hadis ini diketengahkan pula oleh Imam Tsa'labi melalui jalur lain, hanya hadisnya ini berpredikat dhaif (lemah). Dan Ibnu Abu Hatim mengetengahkan pula hadis ini melalui jalur yang lain secara Mursal.


2 Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.(QS. 65:2)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Ath Thalaaq 2
فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ فَارِقُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ وَأَشْهِدُوا ذَوَيْ عَدْلٍ مِنْكُمْ وَأَقِيمُوا الشَّهَادَةَ لِلَّهِ ذَلِكُمْ يُوعَظُ بِهِ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2)
Imam Ibnu Jarir, Imam Ishaq bin Rahawaih, Imam Hakim dan lain-lainnya mengetengahkan sebuah hadis melalui Ubay bin Kaab r.a. yang menceritakan, bahwa setelah ayat yang terdapat di dalam surat Al-Baqarah turun, yaitu ayat yang menyangkut sebagian kaum wanita. Maka mereka (para sahabat) berkata, "Sungguh masih tertinggal di antara kaum wanita itu sebagian yang lainnya, yaitu mereka yang masih di bawah umur, wanita-wanita yang telah berusia tua, dan wanita-wanita yang sedang hamil." Maka Allah menurunkan ayat ini, yaitu firman-Nya, "Dan perempuan-perempuan yang putus asa dari haid..." (Q.S. Ath-Thalaq 4) Sanad hadis ini sahih. Muqatil di dalam kitab tafsirnya mengetengahkan sebuah hadis, bahwasanya Khallad bin Amr bin Jamuh menanyakan kepada Nabi saw. tentang idah wanita yang tidak haid lagi, maka turunlah ayat ini.


3 Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.(QS. 65:3)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


4 Dan perempuan-perempuan yang putus asa dari haid di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya) maka iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.(QS. 65:4)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Ath Thalaaq 4
وَاللَّائِي يَئِسْنَ مِنَ الْمَحِيضِ مِنْ نِسَائِكُمْ إِنِ ارْتَبْتُمْ فَعِدَّتُهُنَّ ثَلَاثَةُ أَشْهُرٍ وَاللَّائِي لَمْ يَحِضْنَ وَأُولَاتُ الْأَحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَنْ يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا (4)
Imam Hakim dan Imam Nasai mengetengahkan sebuah hadis dengan sanad yang sahih melalui Anas r.a., bahwasanya Rasulullah saw. mempunyai hamba sahaya wanita yang beliau gauli, melihat hal itu Siti Hafshah merasa keberatan, akhirnya Rasulullah saw. mengharamkan wanita sahayanya itu atas dirinya. Maka Allah menurunkan firman-Nya, "Hai Nabi! Mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu..." (Q.S. At-Tahrim 1) Imam Tabrani telah mengetengahkan sebuah hadis dengan sanad yang dha'if (lemah) melalui hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. yang menceritakan, bahwa Rasulullah saw. menggauli Siti Mariyah di rumah Siti Hafshah. Ketika Siti Hafshah datang, ia menjumpai Nabi saw. bersama dengan Siti Mariyah. Maka ia berkata, "Wahai Rasulullah! (Mengapa hal itu dilakukan) di dalam rumahku, bukan di rumah istri-istrimu (yang lain)?" Rasulullah saw. berkata, "Sesungguhnya (sejak saat ini) haram bagiku menggaulinya, hai Hafshah! Dan rahasiakanlah hal ini demi aku." Lalu Siti Hafshah keluar dan menemui Siti Aisyah r.a. lalu menceritakan hal tersebut kepadanya. Maka Allah menurunkan firman-Nya, "Hai Nabi! Mengapa kamu mengharamkan..." (Q.S. At-Tahrim 1 dan seterusnya) Imam Bazzar mengetengahkan sebuah hadis dengan sanad yang sahih melalui Ibnu Abbas r.a. yang menceritakan, bahwa ayat ini yaitu firman-Nya, "Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan..." (Q.S. At-Tahrim 1) diturunkan berkenaan dengan rahasia Rasulullah saw. Imam Tabrani mengetengahkan sebuah hadis dengan sanad yang sahih melalui Ibnu Abbas r.a. yang menceritakan, bahwa Rasulullah saw. meminum madu di rumah Siti Saudah. Setelah itu Rasulullah masuk ke rumah Siti Aisyah, Siti Aisyah berkata, "Sesungguhnya aku mencium bau yang kurang menyenangkan darimu." Kemudian Rasulullah saw. memasuki rumah Siti Hafshah, Siti Hafshah pun mengatakan hal yang sama. Nabi saw. bersabda, "Kukira ini akibat dari pengaruh minuman yang telah kuminum di rumah Saudah. Demi Allah, aku tidak akan meminumnya lagi." Maka turunlah ayat ini, yaitu firman-Nya, "Hai Nabi! Mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu." (Q.S. At-Tahrim 1) Hadis ini memiliki Syahid (saksi atau bukti) di dalam kitab Sahihain. Hafiz Ibnu Hajar memberikan komentarnya, bahwa boleh jadi ayat ini diturunkan berkenaan dengan dua penyebab itu secara bersamaan. Imam Ibnu Saad mengetengahkan sebuah hadis melalui Abdullah bin Rafi' yang menceritakan, aku bertanya kepada Umu Salamah tentang ayat ini, yaitu firman-Nya, "Hai Nabi! Mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu." (Q.S. At-Tahrim 1) Umu Salamah menjawab, "Adalah aku mempunyai semangkok madu putih dan Nabi saw. meminum sebagian daripadanya, beliau sangat menyukainya. Maka Siti Aisyah berkata kepadanya, 'Sesungguhnya tawon yang mengeluarkan madu ini menyedot inti sari bunga Urfuth.' Lalu beliau mengharamkannya, maka turunlah ayat ini." Imam Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis melalui Ibnu Abbas r.a. yang menceritakan, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan seorang wanita yang menyerahkan dirinya kepada Nabi saw., yaitu firman-Nya, "Hai Nabi! Mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu." (Q.S. At-Tahrim 1) Hanya saja Asbabun nuzul yang disebutkan dalam hadis ini sangat aneh dan sanadnya pun dhaif (lemah).


5 Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepada kamu; dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya.(QS. 65:5)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


6 Tempatkanlah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. Dan jika mereka (isteri-isteri yang sudah ditalaq) itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin, kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak) mu untukmu maka berikanlah kepada mereka upahnya; dan musyawarahkanlah diantara kamu (segala sesuatu), dengan baik; dan jika kamu menemui kesulitan maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya.(QS. 65:6)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


7 Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberi kelapangan sesudah kesempitan.(QS. 65:7)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


8 Dan berapalah banyaknya (penduduk) negeri yang mendurhakai perintah Tuhan mereka dan Rasul-Rasul-Nya, maka Kami hisab penduduk negeri itu dengan hisab yang keras, dan Kami azab mereka dengan azab yang mengerikan.(QS. 65:8)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


9 Maka mereka merasakan akibat yang buruk dari perbuatannya, dan adalah akibat perbuatan mereka kerugian yang besar.(QS. 65:9)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


10 Allah menyediakan bagi mereka azab yang keras, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang yang mempunyai akal; (yaitu) orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Allah telah menurunkan peringatan kepadamu,(QS. 65:10)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


11 (Dan mengutus) seorang Rasul yang membacakan kepadamu ayat-ayat Allah yang menerangkan (bermacam-macam hukum) supaya Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh dari kegelapan kepada cahaya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam syurga-syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan rezki yang baik kepadanya.(QS. 65:11)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


12 Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.(QS. 65:12)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [1]
Ayat 1 s/d 12 dari [12]

Pustaka

Yuk kita bangun generasi qur'ani...

Create by : Muhammad Ihsan

Silahkan kirim Kritik & Saran ke : [sinchan_mail@yahoo.com]  [sibin_mr@yahoo.com]

The Next Generation Generasi-ku Generasi 1 Generasi Qur'ani
Last updated: 18 September 2007.

Halaman Utama | Author | Risalah Islam | Fenomena Alam Ghoib ( JIN / Kesurupan / Ruqyah , dll...)