[ASBABUN NUZUL] Surat : AL-MUJAADILAH

Dan apabila dibacakan Al quran, maka dengarkanlah baik-baik,

dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat ( Al A'raaf : 204 )

::Home:: | Indonesia | English | Dutch | Sejarah | Hadist | Al Qur'an? | Adab | Al-Ma'tsurat | TAJWID | Artikel | Free Mobile Aplications | Sms Quran & Hadist
Radio-FajriFm | Pendidikan | Menyimak & Mengkaji | The Noble Quran | Memahami Quran | eBooks | Kisah Muallaf | *HadistWeb* | Tanda2 Bagi yg Ber-Akal
Tafsir Al-Azhar | Ponsel Quran | Belajar Baca | Qr.Recitation | Qr.Explorer | QuranTools | Qur’an Flash | Qurany.net | {Radio Dakwah/TV} | QuranTV-Mp3

Gunakan browser internet explorer untuk dapat mendengarkan Murotal (Audio)

Cari dalam "Asbabun Nuzul"        

    Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch
No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [Asbabun Nuzul] : AL-MUJAADILAH
Ayat [22]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:1/2
1 Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang memajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.(QS. 58:1)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Al Mujaadilah 1
قَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّتِي تُجَادِلُكَ فِي زَوْجِهَا وَتَشْتَكِي إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَا إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ (1)
Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis melalui Muqatil yang ia terima dari Ibnu Hibban yang menceritakan, bahwa adalah antara Nabi saw. dan antara orang-orang Yahudi saling berdamai. Tetapi orang-orang Yahudi itu apabila ada seseorang dari kalangan para sahabat lewat di hadapan mereka, maka mereka duduk di antara sesama mereka seraya mengadakan pembicaraan rahasia di antaranya, sehingga orang mukmin yang melewati mereka menduga, bahwa mereka sedang membuat pembicaraan rahasia untuk membunuhnya atau melakukan tindakan yang tidak disukainya. Lalu Nabi saw. mencegah atau melarang mereka melakukan pembicaraan rahasia, akan tetapi mereka tidak juga mau berhenti dari perbuatan itu. Maka Allah menurunkan firman-Nya, "Apakah tidak kamu perhatikan orang-orang yang telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia..." (Q.S. Al-Mujadilah 8) Imam Ahmad, Imam Bazzar dan Imam Thabrani semuanya mengetengahkan sebuah hadis dengan sanad yang jayyid/baik melalui Abdullah bin Amr, bahwa orang-orang Yahudi selalu mengucapkan salam kepada Rasulullah saw. dengan kata-kata "as-Sammu 'alaikum" (semoga kematian atas kamu). Kemudian mereka berkata kepada diri mereka sendiri, "Mengapa Allah tidak mengazab kami atas apa yang telah kami katakan ini." Lalu Allah menurunkan ayat ini, yaitu firman-Nya, "Dan apabila mereka datang kepadamu, mereka mengucapkan salam kepadamu dengan memberi salam yang bukan sebagai yang ditentukan Allah untukmu." (Q.S. Al-Mujadilah 8). Dalam bab yang sama diriwayatkan pula melalui sahabat Anas r.a. dan Siti Aisyah r.a.


2 Orang-orang yang menzihar isterinya di antara kamu, (menganggap isterinya sebagai ibunya, padahal) tiadalah isteri mereka itu ibu mereka. Ibu-ibu mereka tidak lain hanyalah wanita yang melahirkan mereka. Dan sesungguhnya mereka sungguh-sungguh mengucapkan suatu perkataan yang mungkar dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.(QS. 58:2)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


3 Orang-orang yang menzihar isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. 58:3)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


4 Barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak), maka (wajib atasnya) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Maka siapa yang tidak kuasa (wajiblah atasnya) memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan itulah hukum-hukum Allah, dan bagi orang kafir ada siksaan yang sangat pedih.(QS. 58:4)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


5 Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya pasti mendapat kehinaan sebagaimana orang-orang yang sebelum mereka telah mendapat kehinaan. Sesungguhnya Kami telah menurunkan bukti-bukti yang nyata. Dan bagi orang-orang yang kafir ada siksa yang menghinakan.(QS. 58:5)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


6 Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.(QS. 58:6)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


7 Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang melainkan Dialah yang keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dialah yang keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara (jumlah) yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia ada bersama mereka di manapun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(QS. 58:7)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


8 Apakah tiada kamu perhatikan orang-orang yang telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia, kemudian mereka kembali (mengerjakan) larangan itu dan mereka mengadakan pembicaraan rahasia untuk berbuat dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Dan apabila mereka datang kepadamu, mereka mengucapkan salam kepadamu dengan memberi salam yang bukan sebagai yang ditentukan Allah untukmu. Dan mereka mengatakan pada diri mereka sendiri:` Mengapa Allah tiada menyiksa kita disebabkan apa yang kita katakan itu? `Cukuplah bagi mereka neraka Jahannam yang akan mereka masuki. Dan neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.(QS. 58:8)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Al Mujaadilah 8
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ نُهُوا عَنِ النَّجْوَى ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا نُهُوا عَنْهُ وَيَتَنَاجَوْنَ بِالْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَمَعْصِيَةِ الرَّسُولِ وَإِذَا جَاءُوكَ حَيَّوْكَ بِمَا لَمْ يُحَيِّكَ بِهِ اللَّهُ وَيَقُولُونَ فِي أَنْفُسِهِمْ لَوْلَا يُعَذِّبُنَا اللَّهُ بِمَا نَقُولُ حَسْبُهُمْ جَهَنَّمُ يَصْلَوْنَهَا فَبِئْسَ الْمَصِيرُ (8)
Imam Ibnu Jarir mengetengahkan sebuah hadis melalui Qatadah yang menceritakan, bahwa adalah orang-orang munafik selalu mengadakan pembicaraan rahasia di antara sesama mereka. Hal ini membuat kaum mukminin merasa jengkel dan dirasakan amat berat oleh mereka. Maka Allah segera menurunkan firman-Nya, "Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari setan..." (Q.S. Al-Mujadilah 10)


9 Hai orang-orang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan rahasia janganlah kamu membicarakan tentang membuat dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Dan bicarakanlah tentang membuat kebajikan dan takwa. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikembalikan.(QS. 58:9)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


10 Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari syaitan, supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita, sedang pembicaraan itu tiadalah memberi mudharat sedikitpun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah dan kepada Allah-lah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakkal.(QS. 58:10)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


11 Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu:` Berlapang-lapanglah dalam majelis `, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan:` Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. 58:11)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Al Mujaadilah 11
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ (11)
Imam Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis melalui jalur Ibnu Abu Thalhah yang bersumber dari Ibnu Abbas r.a. Ibnu Abbas r.a. menceritakan, bahwa sesungguhnya orang-orang muslim banyak sekali pertanyaan mereka yang diajukan kepada Rasulullah saw. sehingga beliau merasa keberatan dengan hal tersebut. Lalu Allah bermaksud meringankan beban Nabi-Nya, untuk itu Dia menurunkan firman-Nya, "Apabila kalian mengadakan pembicaraan khusus dengan rasul hendaklah kalian mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) sebelum pembicaraan itu..." (Q.S. Al-Mujadilah 12) Setelah ayat itu diturunkan maka banyak sekali dari kalangan para sahabat yang menahan diri dan tidak lagi mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada Nabi saw. Maka Allah menurunkan pula firman-Nya yang lain, yaitu, "Apakah kalian takut..." (Q.S. Al-Mujadilah 13) Imam Tirmizi mengetengahkan sebuah hadis yang ia nilai sebagai hadis hasan, demikian pula imam-imam ahli hadis lainnya mengetengahkan pula hadis ini yang bersumber dari Ali. Imam Ali r.a. telah menceritakan, bahwa sewaktu ayat ini diturunkan yaitu, firman-Nya, "Hai orang-orang yang beriman! Apabila kalian mengadakan pembicaraan khusus dengan rasul hendaklah kalian mengeluarkan sedekah sebelum pembicaraan itu..." (Q.S. Al-Mujadilah 12) Lalu Nabi saw. bertanya kepadaku, "Bagaimana pendapatmu dengan sedekah satu dinar?" Aku menjawab, "Mereka tidak akan mampu." Nabi saw. berkata, "Bagaimana dengan setengah dinar." Aku kembali menjawab, "Mereka tidak akan mampu membayarnya." Maka akhirnya Nabi saw. bertanya, "Kalau begitu, berapakah yang mereka mampu membayarnya?" Aku menjawab, "Sebiji gandum." Lalu Nabi saw. bersabda, "Sesungguhnya kamu ini adalah orang yang sangat zuhud (menjauhi keduniaan)." Maka turunlah ayat ini, yaitu firman-Nya, "Apakah kalian takut akan (menjadi miskin) karena kamu memberikan sedekah sebelum pembicaraan dengan rasul...?" (Q.S. Al-Mujadilah 13)


12 Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan khusus dengan Rasul hendaklah kamu mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) sebelum pembicaraan itu. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu dan lebih bersih; jika kamu tiada memperoleh (yang akan disedekahkan) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. 58:12)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Al Mujaadilah 12
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نَاجَيْتُمُ الرَّسُولَ فَقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيْ نَجْوَاكُمْ صَدَقَةً ذَلِكَ خَيْرٌ لَكُمْ وَأَطْهَرُ فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (12)
Imam Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis melalui jalur Ibnu Abu Thalhah yang bersumber dari Ibnu Abbas r.a. Ibnu Abbas r.a. menceritakan, bahwa sesungguhnya orang-orang muslim banyak sekali pertanyaan mereka yang diajukan kepada Rasulullah saw. sehingga beliau merasa keberatan dengan hal tersebut. Lalu Allah bermaksud meringankan beban Nabi-Nya, untuk itu Dia menurunkan firman-Nya, "Apabila kalian mengadakan pembicaraan khusus dengan rasul hendaklah kalian mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) sebelum pembicaraan itu..." (Q.S. Al-Mujadilah 12) Setelah ayat itu diturunkan maka banyak sekali dari kalangan para sahabat yang menahan diri dan tidak lagi mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada Nabi saw. Maka Allah menurunkan pula firman-Nya yang lain, yaitu, "Apakah kalian takut..." (Q.S. Al-Mujadilah 13) Imam Tirmizi mengetengahkan sebuah hadis yang ia nilai sebagai hadis hasan, demikian pula imam-imam ahli hadis lainnya mengetengahkan pula hadis ini yang bersumber dari Ali. Imam Ali r.a. telah menceritakan, bahwa sewaktu ayat ini diturunkan yaitu, firman-Nya, "Hai orang-orang yang beriman! Apabila kalian mengadakan pembicaraan khusus dengan rasul hendaklah kalian mengeluarkan sedekah sebelum pembicaraan itu..." (Q.S. Al-Mujadilah 12) Lalu Nabi saw. bertanya kepadaku, "Bagaimana pendapatmu dengan sedekah satu dinar?" Aku menjawab, "Mereka tidak akan mampu." Nabi saw. berkata, "Bagaimana dengan setengah dinar." Aku kembali menjawab, "Mereka tidak akan mampu membayarnya." Maka akhirnya Nabi saw. bertanya, "Kalau begitu, berapakah yang mereka mampu membayarnya?" Aku menjawab, "Sebiji gandum." Lalu Nabi saw. bersabda, "Sesungguhnya kamu ini adalah orang yang sangat zuhud (menjauhi keduniaan)." Maka turunlah ayat ini, yaitu firman-Nya, "Apakah kalian takut akan (menjadi miskin) karena kamu memberikan sedekah sebelum pembicaraan dengan rasul...?" (Q.S. Al-Mujadilah 13) Ali r.a.. mengatakan, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan aku, sehingga Allah memberikan keringanan terhadap umat ini berkat jawabanku. Imam Tirmizi mengatakan, bahwa hadis ini berpredikat hasan.


13 Apakah kamu takut akan (menjadi miskin) karena kamu memberikan sedekah sebelum pembicaraan dengan Rasul? Maka jika kamu tiada memperbuatnya--dan Allah telah memberi taubat kepadamu--maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. 58:13)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Al Mujaadilah 13
أَأَشْفَقْتُمْ أَنْ تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيْ نَجْوَاكُمْ صَدَقَاتٍ فَإِذْ لَمْ تَفْعَلُوا وَتَابَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ (13)
Imam Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis melalui Saddi, sehubungan dengan firman-Nya, "Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan temannya suatu kaum..." (Q.S. Al-Mujadilah 14) Selanjutnya Saddi mengatakan, bahwa telah sampai berita kepada kami, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Abdullah bin Nabtal.


14 Tidaklah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui.(QS. 58:14)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Al Mujaadilah 14
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ تَوَلَّوْا قَوْمًا غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مَا هُمْ مِنْكُمْ وَلَا مِنْهُمْ وَيَحْلِفُونَ عَلَى الْكَذِبِ وَهُمْ يَعْلَمُونَ (14)
Imam Ahmad dan Imam Hakim keduanya mengetengahkan sebuah hadis yang dinilai sahih oleh Imam Hakim dengan bersumber dari Ibnu Abbas r.a. yang menceritakan, bahwa Rasulullah saw. pada suatu hari sedang bernaung di bawah naungan kamarnya, sedangkan pada saat itu bayangan kamar hampir hilang. Lalu Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya sebentar lagi akan datang kepada kalian seorang laki-laki; ia melihat kalian dengan kedua mata setannya. Apabila dia datang kepada kalian, janganlah kalian berbicara dengannya." Tidak lama kemudian muncullah di hadapan mereka seorang lelaki yang bermata biru lagi juling matanya. Lalu lelaki itu dipanggil oleh Rasulullah saw. dan Rasulullah berkata kepadanya sewaktu ia sampai di hadapannya, "Mengapa kamu dan teman-teman kamu mencaci maki aku, apakah sebabnya?" Lalu lelaki itu menjawab, "Biarkanlah aku pergi untuk membawa mereka (teman-temannya)." Maka lelaki itu dibiarkannya pergi, dan ia memanggil teman-temannya; setelah itu mereka datang dan bersumpah di hadapan Nabi saw. bahwa mereka tidak mengatakan apa-apa dan tidak pula melakukan apa-apa. Maka Allah menurunkan firman-Nya, "(Ingatlah) hari (ketika) mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu mereka bersumpah kepada-Nya (bahwa mereka bukan orang musyrik) sebagaimana mereka bersumpah kepada kalian..." (Q.S. Al-Mujadilah 18)


15 Allah telah menyediakan bagi mereka azab yang sangat keras, sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.(QS. 58:15)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


16 Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka halangi (manusia) dari jalan Allah; karena itu mereka mendapat azab yang menghinakan.(QS. 58:16)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


17 Harta benda dan anak-anak mereka tiada berguna sedikitpun (untuk menolong) mereka dari azab Allah. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.(QS. 58:17)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


18 (Ingatlah) hari (ketika) mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu mereka bersumpah kepada-Nya (bahwa mereka bukan orang musyrik) sebagaimana mereka bersumpah kepadamu; dan mereka menyangka bahwa sesungguhnya mereka akan memperoleh suatu (manfaat). Ketahuilah, bahwa sesungguhnya merekalah orang-orang pendusta.(QS. 58:18)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Al Mujaadilah 18
يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ اللَّهُ جَمِيعًا فَيَحْلِفُونَ لَهُ كَمَا يَحْلِفُونَ لَكُمْ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ عَلَى شَيْءٍ أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْكَاذِبُونَ (18)
Imam Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis melalui Syaudzab yang menceritakan, bahwa ayat berikut ini diturunkan berkenaan dengan Abu Ubaidah bin Jarrah r.a. sewaktu ia membunuh ayahnya dalam perang Badar, yaitu firman-Nya, "Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah..." (Q.S. Al-Mujadilah 22) Hadis ini diketengahkan pula oleh Imam Thabrani dan Imam Hakim di dalam kitab Mustadraknya yang konteksnya berbunyi, "Bahwa di waktu perang Badar orang tua Abu Ubaidah bin Jarrah r.a. menghalang-halanginya supaya jangan ikut berperang, akan tetapi Abu Ubaidah menentangnya. Ketika orang tuanya itu terlalu banyak menghambatnya lalu Abu Ubaidah memeranginya dan berhasil membunuhnya. Lalu turunlah ayat ini." Imam Ibnu Munzir mengetengahkan sebuah hadis melalui Ibnu Juraij yang menceritakan, bahwa pada suatu hari Abu Quhafah (ayah Abu Bakar) mencaci maki Nabi saw. Lalu Abu Bakar memukulnya dengan keras sehingga ia jatuh terpelanting. Lalu hal itu dilaporkan kepada Nabi saw. maka Nabi saw. bertanya, "Apakah benar engkau telah melakukan hal itu, hai Abu bakar?" Abu Bakar menjawab, "Demi Allah seandainya di dekatku ada pedang, niscaya ia akan kupukul dengan pedang itu." Lalu turunlah firman-Nya, "Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum..." (Q.S. Al-Mujadilah 22)


19 Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi.(QS. 58:19)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


20 Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina.(QS. 58:20)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [2]
Ayat 1 s/d 20 dari [22]

Pustaka

Yuk kita bangun generasi qur'ani...

Create by : Muhammad Ihsan

Silahkan kirim Kritik & Saran ke : [sinchan_mail@yahoo.com]  [sibin_mr@yahoo.com]

The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani
Last updated: 18 September 2007.

Halaman Utama | Author | Risalah Islam | Fenomena Alam Ghoib ( JIN / Kesurupan / Ruqyah , dll...)