[ASBABUN NUZUL] Surat : AL-HUJARAAT

Dan apabila dibacakan Al quran, maka dengarkanlah baik-baik,

dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat ( Al A'raaf : 204 )

HOME|Radio-FajriFm|Pendidikan|Adab|Muallaf Center|QuranTerjemah|eBooks|Tafsir Al-Azhar|HadistWeb|Artikel|SMSQURAN
Cari dalam "Asbabun Nuzul"        

    Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch
No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [Asbabun Nuzul] : AL-HUJARAAT
Ayat [18]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:1/1
1 Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.(QS. 49:1)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Al Hujuraat 1
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (1)
Imam Bukhari dari lain-lainnya mengetengahkan sebuah hadis melalui jalur Ibnu Juraij yang bersumber dari Ibnu Abu Mulaikah, bahwasanya Abdullah bin Zubair menceritakan kepadanya, bahwa pada suatu hari datang menghadap kepada Rasulullah saw. utusan atau delegasi dari Bani Tamim, Abu Bakar berkata, "Jadikanlah Qa'qa' bin Ma'bad sebagai amir atas kaumnya." Umar mengusulkan "Tidak, tetapi jadikanlah Aqra' bin Habis sebagai amirnya." Abu Bakar berkata, "Kamu tidak lain hanyalah ingin berselisih denganku." Umar menjawab, "Aku tidak bermaksud untuk berselisih denganmu." Akhirnya keduanya saling berbantah-bantahan sehingga suara mereka berdua makin keras karena saling berselisih. Lalu turunlah berkenaan dengan peristiwa itu firman-Nya, "Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian mendahului di hadapan Allah dan Rasul-Nya..." (Q.S. Al Hujurat, 1) sampai dengan firman-Nya, "Dan kalau sekiranya mereka bersabar..." (Q.S. Al Hujurat, 5). Ibnu Jarir mengetengahkan pula hadis lainnya yang juga melalui Qatadah, bahwa para sahabat selalu mengeraskan suaranya kepada Rasulullah saw. bila berbicara dengannya, maka Allah swt. segera menurunkan firman-Nya, "Janganlah kalian meninggikan suara kalian ..." (Q.S. Hujurat 2).


2 Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi, dam janganlah kamu berkata padanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebahagian kamu terhadap sebahagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu sedangkan kamu tidak menyadari.(QS. 49:2)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Al Hujuraat 2
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلَا تَجْهَرُوا لَهُ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ أَنْ تَحْبَطَ أَعْمَالُكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تَشْعُرُونَ (2)
Imam Bukhari dari lain-lainnya mengetengahkan sebuah hadis melalui jalur Ibnu Juraij yang bersumber dari Ibnu Abu Mulaikah, bahwasanya Abdullah bin Zubair menceritakan kepadanya, bahwa pada suatu hari datang menghadap kepada Rasulullah saw. utusan atau delegasi dari Bani Tamim, Abu Bakar berkata, "Jadikanlah Qa'qa' bin Ma'bad sebagai amir atas kaumnya." Umar mengusulkan "Tidak, tetapi jadikanlah Aqra' bin Habis sebagai amirnya." Abu Bakar berkata, "Kamu tidak lain hanyalah ingin berselisih denganku." Umar menjawab, "Aku tidak bermaksud untuk berselisih denganmu." Akhirnya keduanya saling berbantah-bantahan sehingga suara mereka berdua makin keras karena saling berselisih. Lalu turunlah berkenaan dengan peristiwa itu firman-Nya, "Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian mendahului di hadapan Allah dan Rasul-Nya..." (Q.S. Al Hujurat, 1) sampai dengan firman-Nya, "Dan kalau sekiranya mereka bersabar..." (Q.S. Al Hujurat, 5). Ibnu Jarir mengetengahkan pula hadis lainnya melalui Muhammad bin Tsabit bin Qais bin Syammas yang menceritakan, bahwa ketika ayat ini diturunkan, yaitu firman-Nya, "Janganlah kalian meninggikan suara kalian lebih dari suara nabi." (Q.S. Al Hujurat, 2), maka Tsabit bin Qais duduk di jalan seraya menangis. Pada saat itu lewat Ashim bin Addi bin Ajlan menemuinya; lalu Ashim bertanya kepadanya, "Apakah yang menyebabkan kamu menangis?" Tsabit menjawab, "Ayat ini membuat aku takut karena aku khawatir seandainya itu diturunkan berkenaan dengan diriku, sedangkan aku adalah orang yang keras suaranya." Maka Ashim melaporkan hal tersebut kepada Rasulullah saw., lalu Rasulullah saw. memanggilnya dan berkata kepadanya, "Tidakkah kamu rela bila kamu hidup dalam keadaan terpuji dan gugur sebagai syuhada, serta masuk surga?" Lalu Tsabit menjawab, "Saya rela, dan saya berjanji tidak akan mengangkat suaraku lebih dari suaramu, wahai Rasulullah, untuk selama-lamanya." Maka Allah menurunkan firman-Nya, "Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya..." (Q.S. Al Hujurat, 3).


3 Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertaqwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar. c(QS. 49:3)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Al Hujuraat 3
إِنَّ الَّذِينَ يَغُضُّونَ أَصْوَاتَهُمْ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ أُولَئِكَ الَّذِينَ امْتَحَنَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ لِلتَّقْوَى لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ (3)
Imam Bukhari dari lain-lainnya mengetengahkan sebuah hadis melalui jalur Ibnu Juraij yang bersumber dari Ibnu Abu Mulaikah, bahwasanya Abdullah bin Zubair menceritakan kepadanya, bahwa pada suatu hari datang menghadap kepada Rasulullah saw. utusan atau delegasi dari Bani Tamim, Abu Bakar berkata, "Jadikanlah Qa'qa' bin Ma'bad sebagai amir atas kaumnya." Umar mengusulkan "Tidak, tetapi jadikanlah Aqra' bin Habis sebagai amirnya." Abu Bakar berkata, "Kamu tidak lain hanyalah ingin berselisih denganku." Umar menjawab, "Aku tidak bermaksud untuk berselisih denganmu." Akhirnya keduanya saling berbantah-bantahan sehingga suara mereka berdua makin keras karena saling berselisih. Lalu turunlah berkenaan dengan peristiwa itu firman-Nya, "Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian mendahului di hadapan Allah dan Rasul-Nya..." (Q.S. Al Hujurat, 1) sampai dengan firman-Nya, "Dan kalau sekiranya mereka bersabar..." (Q.S. Al Hujurat, 5). Imam Thabrani dan Imam Abu Ya'la mengetengahkan sebuah hadis dengan sanad yang Hasan melalui Zaid bin Arqam r.a. yang menceritakan, bahwa ada segolongan orang-orang Arab Badui datang ke kamar-kamar Nabi saw. lalu mereka memanggil-manggilnya, "Hai Muhammad! Hai Muhammad!" Lalu Allah swt. menurunkan firman-Nya, "Sesungguhnya orang-orang yang memanggil kamu dari luar kamar-kamar(mu)..." (Q.S. Al Hujurat, 4). Abdur Razzaq telah menceritakan sebuah hadis melalui Muammar yang bersumber dari Qatadah, bahwa ada seorang laki-laki datang menghadap kepada Nabi saw. lalu laki-laki itu berkata, "Hai Muhammad! Sesungguhnya pujianku indah, dan cacianku sangat pedas." Maka Nabi saw. berkata, "Demikian pulalah Allah", lalu turunlah ayat ini, yaitu firman-Nya, "Sesungguhnya orang-orang memanggilmu..." (Q.S. Al Hujurat, 4). Lalu dikirimkan kepadanya beberapa Syahid yang berpredikat Mursal bersumber dari hadis Barra dan lain-lainnya. Hadis yang dijadikan Syahid itu diketengahkan oleh Imam Tirmizi hanya di dalamnya tidak tertera konteks 'lalu turunlah ayat ini'. Hadis serupa diketengahkan pula oleh Ibnu Jarir melalui Hasan. Imam Ahmad mengetengahkan sebuah hadis dengan sanad yang sahih melalui Aqra' bin Habis, bahwasanya lelaki tersebut memanggil-manggil Rasulullah saw. dari belakang kamar-kamarnya, akan tetapi Rasulullah saw. tidak menyahut panggilannya. Lalu lelaki itu berkata, "Hai Muhammad! Sesungguhnya pujianku amat indah dan cacianku amat pedas." Maka Rasulullah saw. menjawab, "Demikianlah (pula) Allah."


4 Sesungguhnya orang-orang yang memanggil kamu dari luar kamar(mu) kebanyakan mereka tidak mengerti.(QS. 49:4)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Al Hujuraat 4
إِنَّ الَّذِينَ يُنَادُونَكَ مِنْ وَرَاءِ الْحُجُرَاتِ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ (4)
Imam Bukhari dari lain-lainnya mengetengahkan sebuah hadis melalui jalur Ibnu Juraij yang bersumber dari Ibnu Abu Mulaikah, bahwasanya Abdullah bin Zubair menceritakan kepadanya, bahwa pada suatu hari datang menghadap kepada Rasulullah saw. utusan atau delegasi dari Bani Tamim, Abu Bakar berkata, "Jadikanlah Qa'qa' bin Ma'bad sebagai amir atas kaumnya." Umar mengusulkan "Tidak, tetapi jadikanlah Aqra' bin Habis sebagai amirnya." Abu Bakar berkata, "Kamu tidak lain hanyalah ingin berselisih denganku." Umar menjawab, "Aku tidak bermaksud untuk berselisih denganmu." Akhirnya keduanya saling berbantah-bantahan sehingga suara mereka berdua makin keras karena saling berselisih. Lalu turunlah berkenaan dengan peristiwa itu firman-Nya, "Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian mendahului di hadapan Allah dan Rasul-Nya..." (Q.S. Al Hujurat, 1) sampai dengan firman-Nya, "Dan kalau sekiranya mereka bersabar..." (Q.S. Al Hujurat, 5).


5 Dan kalau sekiranya mereka bersabar sampai kamu ke luar menemui mereka sesungguhnya itu adalah lebih baik bagi mereka, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. 49:5)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Al Hujuraat 5
وَلَوْ أَنَّهُمْ صَبَرُوا حَتَّى تَخْرُجَ إِلَيْهِمْ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ (5)
Imam Ibnu Jarir dan lain-lainnya mengetengahkan sebuah hadis yang juga melalui Aqra' bin Habis, bahwasanya ia datang kepada Nabi saw. lalu berkata, "Hai Muhammad! Keluarlah untuk menemui kami." Maka turunlah ayat ini, yaitu firman-Nya, "Hai orang-orang yang beriman! Jika datang kepada, kalian orang fasik..." (Q.S. Al Hujurat, 6) Imam Ahmad dan lain-lainnya mengetengahkan sebuah hadis dengan sanad yang Jayyid melalui Harits bin Dharar Al Khuza'i yang telah menceritakan, "Aku datang menghadap kepada Rasulullah saw. lalu beliau mengajakku masuk Islam, lalu aku menyatakan diri masuk Islam di hadapannya. Dan beliau menyeruku untuk mengeluarkan zakat, maka aku berikrar kepadanya akan mengeluarkan zakat, lalu aku berkata, 'Wahai Rasulullah! Bolehkah aku kembali kepada kaumku, aku akan ajak mereka masuk Islam dan menunaikan zakat. Maka barang siapa yang memperkenankan hal itu aku akan mengumpulkan harta zakatnya, lalu engkau mengirimkan utusanmu kepadaku dalam jangka waktu yang cukup supaya orang tersebut dapat membawa semua harta zakat yang telah aku kumpulkan kepadamu.'" Setelah Harits berhasil mengumpulkan harta zakat kaumnya, waktu yang telah dijanjikan telah tiba, ternyata Rasulullah saw tidak mengirimkan utusannya. Setelah ditunggu-tunggu ternyata tidak juga muncul, maka Harits menduga bahwa Rasulullah saw. marah terhadap dirinya; lalu ia mengumpulkan semua orang-orang kaya kaumnya, dan berkata kepada mereka, "Sesungguhnya Rasulullah saw. dulu telah menentukan waktu untuk mengirimkan utusan kepadaku supaya mengambil zakat yang berhasil aku kumpulkan ini. Aku yakin bahwa Rasulullah tidak akan menyalahi janjinya, menurut dugaanku tiada yang menghalangi beliau untuk datang kepadaku melainkan beliau marah kepadaku. Maka sekarang marilah kita berangkat untuk menyerahkannya langsung kepada Rasulullah saw." Pada saat bersamaan Rasulullah saw. mengirim Walid bin Uqbah untuk mengambil harta zakat yang ada pada Harits. Hanya saja ketika Walid sampai di tengah jalan, ia kembali lagi menghadap Rasulullah saw. dan melapor, "Sesungguhnya Harits menolak untuk membayarkan zakatnya kepadaku, bahkan dia hampir saja membunuhku." Maka Rasulullah saw. kembali membentuk utusannya yang baru untuk dikirimkan kepada Harits. Tetapi ketika para utusan itu baru keluar dari Rasulullah, tiba-tiba datanglah Harits bersama dengan teman-temannya dan berpapasan dengan para utusan itu. Lalu Harits bertanya kepada mereka, "Hendak ke manakah kalian diutus?" Mereka menjawab, "Kami diutus untuk menemuimu." Harits kembali bertanya, "Mengapa?" Mereka berkata, "Sesungguhnya Rasulullah saw. telah mengutus kepadamu Walid bin Uqbah, lalu ia melaporkan bahwa kamu tidak mau membayar zakat kepadanya dan bahkan kamu hendak membunuhnya." Harits berkata, "Tidak, demi Allah yang telah mengutus Muhammad dengan membawa perkara yang hak, aku tidak pernah melihatnya dan belum pernah pula aku kedatangan dia." Ketika Harits datang menghadap Rasulullah saw. lalu Rasulullah saw. berkata kepadanya, "Kamu tidak mau membayar zakat, dan bahkan kamu bermaksud untuk membunuh utusanku." Harits menjawab, "Tidak, demi Tuhan yang telah mengutusmu dengan membawa perkara yang hak." Maka ketika itu juga turunlah firman-Nya, "Hai orang-orang yang beriman! Jika datang kepada kalian orang fasik membawa suatu berita..." (Q.S. Al Hujurat, 6) sampai dengan firman-Nya, "Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (Q.S. Al Hujurat, 8) Rijal (para perawi) hadis ini semuanya terdiri dari orang-orang yang tsiqah (dapat dipercaya). Imam Thabrani telah mengetengahkan pula hadis yang serupa melalui hadis Jabir bin Abdullah, Alqamah bin Najiyah dan Umu Salamah. Ibnu Jarir mengetengahkan pula hadis serupa melalui jalur Al Aufi yang bersumber dari Ibnu Abbas r.a. Sebagaimana Ibnu Jarir pun mengetengahkan pula hadis yang sama melalui jalur-jalur lainnya dengan predikat Mursal.


6 Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.(QS. 49:6)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Al Hujuraat 6
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ (6)
Imam Ahmad dan lain-lainnya mengetengahkan sebuah hadis dengan sanad yang Jayyid melalui Harits bin Dharar Al Khuza'i yang telah menceritakan, "Aku datang menghadap kepada Rasulullah saw. lalu beliau mengajakku masuk Islam, lalu aku menyatakan diri masuk Islam di hadapannya. Dan beliau menyeruku untuk mengeluarkan zakat, maka aku berikrar kepadanya akan mengeluarkan zakat, lalu aku berkata, 'Wahai Rasulullah! Bolehkah aku kembali kepada kaumku, aku akan ajak mereka masuk Islam dan menunaikan zakat. Maka barang siapa yang memperkenankan hal itu aku akan mengumpulkan harta zakatnya, lalu engkau mengirimkan utusanmu kepadaku dalam jangka waktu yang cukup supaya orang tersebut dapat membawa semua harta zakat yang telah aku kumpulkan kepadamu.'" Setelah Harits berhasil mengumpulkan harta zakat kaumnya, waktu yang telah dijanjikan telah tiba, ternyata Rasulullah saw tidak mengirimkan utusannya. Setelah ditunggu-tunggu ternyata tidak juga muncul, maka Harits menduga bahwa Rasulullah saw. marah terhadap dirinya; lalu ia mengumpulkan semua orang-orang kaya kaumnya, dan berkata kepada mereka, "Sesungguhnya Rasulullah saw. dulu telah menentukan waktu untuk mengirimkan utusan kepadaku supaya mengambil zakat yang berhasil aku kumpulkan ini. Aku yakin bahwa Rasulullah tidak akan menyalahi janjinya, menurut dugaanku tiada yang menghalangi beliau untuk datang kepadaku melainkan beliau marah kepadaku. Maka sekarang marilah kita berangkat untuk menyerahkannya langsung kepada Rasulullah saw." Pada saat bersamaan Rasulullah saw. mengirim Walid bin Uqbah untuk mengambil harta zakat yang ada pada Harits. Hanya saja ketika Walid sampai di tengah jalan, ia kembali lagi menghadap Rasulullah saw. dan melapor, "Sesungguhnya Harits menolak untuk membayarkan zakatnya kepadaku, bahkan dia hampir saja membunuhku." Maka Rasulullah saw. kembali membentuk utusannya yang baru untuk dikirimkan kepada Harits. Tetapi ketika para utusan itu baru keluar dari Rasulullah, tiba-tiba datanglah Harits bersama dengan teman-temannya dan berpapasan dengan para utusan itu. Lalu Harits bertanya kepada mereka, "Hendak ke manakah kalian diutus?" Mereka menjawab, "Kami diutus untuk menemuimu." Harits kembali bertanya, "Mengapa?" Mereka berkata, "Sesungguhnya Rasulullah saw. telah mengutus kepadamu Walid bin Uqbah, lalu ia melaporkan bahwa kamu tidak mau membayar zakat kepadanya dan bahkan kamu hendak membunuhnya." Harits berkata, "Tidak, demi Allah yang telah mengutus Muhammad dengan membawa perkara yang hak, aku tidak pernah melihatnya dan belum pernah pula aku kedatangan dia." Ketika Harits datang menghadap Rasulullah saw. lalu Rasulullah saw. berkata kepadanya, "Kamu tidak mau membayar zakat, dan bahkan kamu bermaksud untuk membunuh utusanku." Harits menjawab, "Tidak, demi Tuhan yang telah mengutusmu dengan membawa perkara yang hak." Maka ketika itu juga turunlah firman-Nya, "Hai orang-orang yang beriman! Jika datang kepada kalian orang fasik membawa suatu berita..." (Q.S. Al Hujurat, 6) sampai dengan firman-Nya, "Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (Q.S. Al Hujurat, 8) Rijal (para perawi) hadis ini semuanya terdiri dari orang-orang yang tsiqah (dapat dipercaya). Imam Thabrani telah mengetengahkan pula hadis yang serupa melalui hadis Jabir bin Abdullah, Alqamah bin Najiyah dan Umu Salamah. Ibnu Jarir mengetengahkan pula hadis serupa melalui jalur Al Aufi yang bersumber dari Ibnu Abbas r.a. Sebagaimana Ibnu Jarir pun mengetengahkan pula hadis yang sama melalui jalur-jalur lainnya dengan predikat Mursal.


7 Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalangan kamu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti (kemauan) kamu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu akan mendapat kesusahan tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekefiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,(QS. 49:7)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Al Hujuraat 7
وَاعْلَمُوا أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ اللَّهِ لَوْ يُطِيعُكُمْ فِي كَثِيرٍ مِنَ الْأَمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُولَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ (7)
Imam Ahmad dan lain-lainnya mengetengahkan sebuah hadis dengan sanad yang Jayyid melalui Harits bin Dharar Al Khuza'i yang telah menceritakan, "Aku datang menghadap kepada Rasulullah saw. lalu beliau mengajakku masuk Islam, lalu aku menyatakan diri masuk Islam di hadapannya. Dan beliau menyeruku untuk mengeluarkan zakat, maka aku berikrar kepadanya akan mengeluarkan zakat, lalu aku berkata, 'Wahai Rasulullah! Bolehkah aku kembali kepada kaumku, aku akan ajak mereka masuk Islam dan menunaikan zakat. Maka barang siapa yang memperkenankan hal itu aku akan mengumpulkan harta zakatnya, lalu engkau mengirimkan utusanmu kepadaku dalam jangka waktu yang cukup supaya orang tersebut dapat membawa semua harta zakat yang telah aku kumpulkan kepadamu.'" Setelah Harits berhasil mengumpulkan harta zakat kaumnya, waktu yang telah dijanjikan telah tiba, ternyata Rasulullah saw tidak mengirimkan utusannya. Setelah ditunggu-tunggu ternyata tidak juga muncul, maka Harits menduga bahwa Rasulullah saw. marah terhadap dirinya; lalu ia mengumpulkan semua orang-orang kaya kaumnya, dan berkata kepada mereka, "Sesungguhnya Rasulullah saw. dulu telah menentukan waktu untuk mengirimkan utusan kepadaku supaya mengambil zakat yang berhasil aku kumpulkan ini. Aku yakin bahwa Rasulullah tidak akan menyalahi janjinya, menurut dugaanku tiada yang menghalangi beliau untuk datang kepadaku melainkan beliau marah kepadaku. Maka sekarang marilah kita berangkat untuk menyerahkannya langsung kepada Rasulullah saw." Pada saat bersamaan Rasulullah saw. mengirim Walid bin Uqbah untuk mengambil harta zakat yang ada pada Harits. Hanya saja ketika Walid sampai di tengah jalan, ia kembali lagi menghadap Rasulullah saw. dan melapor, "Sesungguhnya Harits menolak untuk membayarkan zakatnya kepadaku, bahkan dia hampir saja membunuhku." Maka Rasulullah saw. kembali membentuk utusannya yang baru untuk dikirimkan kepada Harits. Tetapi ketika para utusan itu baru keluar dari Rasulullah, tiba-tiba datanglah Harits bersama dengan teman-temannya dan berpapasan dengan para utusan itu. Lalu Harits bertanya kepada mereka, "Hendak ke manakah kalian diutus?" Mereka menjawab, "Kami diutus untuk menemuimu." Harits kembali bertanya, "Mengapa?" Mereka berkata, "Sesungguhnya Rasulullah saw. telah mengutus kepadamu Walid bin Uqbah, lalu ia melaporkan bahwa kamu tidak mau membayar zakat kepadanya dan bahkan kamu hendak membunuhnya." Harits berkata, "Tidak, demi Allah yang telah mengutus Muhammad dengan membawa perkara yang hak, aku tidak pernah melihatnya dan belum pernah pula aku kedatangan dia." Ketika Harits datang menghadap Rasulullah saw. lalu Rasulullah saw. berkata kepadanya, "Kamu tidak mau membayar zakat, dan bahkan kamu bermaksud untuk membunuh utusanku." Harits menjawab, "Tidak, demi Tuhan yang telah mengutusmu dengan membawa perkara yang hak." Maka ketika itu juga turunlah firman-Nya, "Hai orang-orang yang beriman! Jika datang kepada kalian orang fasik membawa suatu berita..." (Q.S. Al Hujurat, 6) sampai dengan firman-Nya, "Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (Q.S. Al Hujurat, 8) Rijal (para perawi) hadis ini semuanya terdiri dari orang-orang yang tsiqah (dapat dipercaya). Imam Thabrani telah mengetengahkan pula hadis yang serupa melalui hadis Jabir bin Abdullah, Alqamah bin Najiyah dan Umu Salamah. Ibnu Jarir mengetengahkan pula hadis serupa melalui jalur Al Aufi yang bersumber dari Ibnu Abbas r.a. Sebagaimana Ibnu Jarir pun mengetengahkan pula hadis yang sama melalui jalur-jalur lainnya dengan predikat Mursal.


8 sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.(QS. 49:8)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Al Hujuraat 8
فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَنِعْمَةً وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ (8)
Syaikhain (Bukhari dan Muslim) mengetengahkan sebuah hadis yang bersumber dari Anas r.a. bahwasanya Nabi saw. pada suatu hari mengendarai keledai kendaraannya dengan tujuan menemui Abdullah bin Ubay. Abdullah bin Ubay berkata, "Menjauhlah dariku! Karena sesungguhnya bau keledaimu menyesakkan hidungku." Salah seorang dari kalangan sahabat Anshar menjawabnya, "Demi Allah, bau keledainya sungguh lebih enak daripada bau tubuhmu." Salah seorang dari kalangan kaum Abdullah menjadi marah mendengar perkataan itu, akhirnya teman-teman dari kedua orang itu saling bertengkar. Pecahlah perkelahian seru di antara kedua belah pihak mereka saling baku hantam dengan pukulan dan terompah. Lalu turunlah ayat ini berkenaan dengan peristiwa mereka itu, yaitu firman-Nya, "Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang, maka damaikanlah antara keduanya." (Q.S. Al Hujurat, 9) Said bin Manshur dan Ibnu Jarir mengetengahkan sebuah hadis melalui Abu Malik yang menceritakan, bahwa ada dua orang laki-laki dari kalangan kaum Muslimin yang saling bertengkar, maka teman-teman dari masing-masing pihak ikut memihak akhirnya terjadilah di antara kedua golongan itu saling baku hantam dengan tangan dan terompah. Lalu Allah menurunkan firman-Nya, "Dan jika ada dua golongan..." (Q.S. Al Hujurat, 9) Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis melalui As Saddi yang menceritakan, bahwa ada seorang lelaki dari kalangan sahabat Anshar dikenal dengan nama Imran. Ia disenangi oleh seorang wanita bernama Ummu Zaid, kemudian menjadi istrinya. Kemudian Umu Zaid bermaksud mengunjungi keluarganya, tetapi suaminya menahannya, kemudian menyekapnya di atas atap rumahnya. Lalu Umu Salamah mengirimkan utusan melaporkan keadaannya kepada keluarganya, maka datanglah kaumnya dan menurunkannya dari rumahnya serta membawanya pergi. Selanjutnya suaminya berangkat meminta pertolongan kepada keluarganya sendiri, maka datanglah anak-anak paman pihak suami untuk menghalang-halangi Umu Salamah supaya jangan menemui keluarganya. Akhirnya terjadilah baku hantam dan saling pukul-memukul dengan terompah, maka berkenaan dengan peristiwa tersebut turunlah ayat ini, yaitu firman-Nya, "Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang..." (Q.S. Al Hujurat, 9). Rasulullah saw. segera mengirimkan utusan untuk mendamaikan di antara kedua belah pihak yang saling baku hantam itu, akhirnya mereka kembali kepada perintah Allah. Ibnu Jarir mengetengahkan sebuah hadis melalui Al Hasan yang menceritakan, bahwa telah terjadi permusuhan di antara kedua golongan, lalu mereka diajak kembali kepada hukum Allah, akan tetapi mereka menolak, tidak mau memenuhi ajakan yang baik itu. Akhirnya Allah menurunkan firman-Nya, "Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang..." (Q.S. Al Hujurat, 9) Ibnu Jarir mengetengahkan pula melalui Qatadah yang menceritakan, bahwa telah sampai berita kepada kami bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan dua orang lelaki yang bersengketa sehubungan dengan masalah hak yang menyangkut keduanya. Lalu salah seorang dari kedua lelaki itu berkata kepada lawannya, "Sungguh aku akan mengambilnya dengan cara paksa", ia mengatakan demikian karena merasa bahwa jumlah keluarga yang mendukungnya banyak. Sedangkan yang lain mengajaknya menghadap Nabi saw. guna memutuskan perkara ini, tetapi ia tidak mau. Akhirnya hal tersebut merembet menjadi saling baku hantam di antara keduanya dan juga para pendukung masing-masing pihak ikut terlibat. Baku hantam terjadi di antara kedua golongan itu terbatas hanya dengan tangan dan terompah, tidak mempergunakan pedang.


9 Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali, kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.(QS. 49:9)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Al Hujuraat 9
وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا فَإِنْ بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَى فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّى تَفِيءَ إِلَى أَمْرِ اللَّهِ فَإِنْ فَاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَأَقْسِطُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ (9)
Masing-masing penyusun kitab Sunnah yang empat mengetengahkan sebuah hadis melalui Jubair bin Dhahhak yang menceritakan, bahwa seseorang di antara kami pasti memiliki dua atau tiga nama, maka orang lain memanggil sebagian dari nama-nama itu dengan maksud membuatnya jengkel. Lalu turunlah ayat ini, yaitu firman-Nya, .".dan janganlah kalian panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk." (Q.S. Al Hujurat, 11) Imam Tirmizi memberikan komentar bahwa hadis ini berpredikat Hasan. Imam Hakim dan lain-lain mengetengahkan sebuah hadis yang juga melalui hadis yang diriwayatkan oleh Jubair bin Dhahhak bahwasanya nama-nama julukan adalah sesuatu yang telah membudaya di zaman jahiliah. Lalu pada suatu hari Nabi saw. memanggil salah seorang di antara mereka dengan nama julukannya. Maka ada orang lain yang mengatakan kepadanya, "Wahai Rasulullah! Sesungguhnya nama julukan itu sangat tidak disukainya, lalu Allah swt. menurunkan firman-Nya, '..dan janganlah kalian panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.'" (Q.S. Al Hujurat, 11) Menurut hadis yang diketengahkan oleh Imam Ahmad yang juga melalui Jubair disebutkan, bahwa orang-orang Bani Salamah mengatakan, ayat ini diturunkan berkenaan mengenai kami, yaitu firman-Nya, ."..dan janganlah kalian panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk." (Q.S. Al Hujurat, 11) Ketika Nabi saw. datang ke Madinah, di Madinah pada saat itu setiap orang lelaki di antara kami pasti mempunyai dua atau tiga nama. Rasulullah saw. apabila memanggil salah seorang dari mereka dengan memakai salah satu dari nama-nama tersebut. Akhirnya lama-kelamaan mereka berkata, "Wahai Rasulullah! Sesungguhnya nama yang engkau pakai untuk memanggilnya itu tidak disukainya", lalu turunlah ayat ini.


10 Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.(QS. 49:10)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


11 Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan)dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.(QS. 49:11)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Al Hujuraat 11
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ (11)
Ibnu Munzir mengetengahkan sebuah hadis melalui Ibnu Juraij menceritakan, mereka menduga bahwa ayat ini diturunkan mengenai Salman Al Farisi r.a. yaitu ketika ia makan lalu tidur dan sewaktu ia tidur kentut; lalu ada seorang lelaki yang menggunjingkan tentang makan dan tidur Salman itu, maka turunlah ayat ini.


12 Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yaang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.(QS. 49:12)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Al Hujuraat 12
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ (12)
Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis melalui Ibnu Abu Mulaikah menceritakan, bahwa ketika penaklukan kota Mekah Bilal langsung naik ke atas Kabah kemudian mengumandangkan suara azan, sebagian orang-orang ada yang mengatakan, "Apakah hamba sahaya yang hitam ini berani azan di atas Kabah?" Sebagian dari mereka mengatakan, "Jika Allah murka, niscaya Dia akan mencegahnya." Lalu Allah swt. menurunkan firman-Nya, "Hai manusia! Sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan..." (Q.S. Al Hujurat, 13) Ibnu Asakir di dalam kitab Mubhamat mengatakan, "Aku telah menemukan di dalam manuskrip yang ditulis oleh Ibnu Basykuwal, bahwa Abu Bakar bin Abu Daud mengetengahkan sebuah hadis di dalam kitab tafsir yang ditulisnya, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Abu Hindun. Rasulullah saw. memerintahkan kepada Bani Bayyadhah supaya mereka mengawinkan Abu Hindun dengan seorang wanita dari kalangan mereka. Lalu mereka menjawab, "Wahai Rasulullah! Apakah pantas bila kami menikahkan anak-anak perempuan kami dengan bekas hamba sahaya kami?" Lalu turunlah ayat ini.


13 Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal(QS. 49:13)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Al Hujuraat 13
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ (13)
Imam Thabrani mengetengahkan sebuah hadis dengan sanad yang Hasan melalui Abdullah bin Abu Aufa, bahwasanya ada segolongan orang-orang Arab Badui mengatakan kepada Rasulullah saw., "Wahai Rasulullah! Kami telah masuk Islam tanpa berperang lebih dahulu dengan engkau, sedangkan Bani Fulan (mereka masuk Islam setelah terlebih dahulu) memerangimu." Maka Allah swt. menurunkan firman-Nya, "Mereka telah merasa memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka..." (Q.S. Al Hujurat, 17) Al Bazzar mengetengahkan sebuah hadis melalui jalur Sa'id bin Jubair yang bersumber dari Ibnu Abbas r.a. hadis yang dikemukakannya itu sama dengan hadis di atas. Ibnu Abu Hatim mengetengahkan pula hadis yang sama melalui Hasan, di dalam hadis yang diketengahkannya itu disebutkan, bahwa hal tersebut terjadi sewaktu penaklukan kota Mekah. Ibnu Said mengetengahkan sebuah hadis yang bersumber dari Muhammad bin Ka'b Al Qurazhi yang telah menceritakan, bahwa ada sepuluh orang dari kalangan Bani Asad datang menghadap Rasulullah saw. yaitu pada tahun 9 H. Di antara mereka terdapat Thalhah bin Khuwailid. Sedangkan pada saat mereka datang, Rasulullah saw. berada di mesjid bersama dengan para sahabat; lalu mereka mengucapkan salam, dan juru bicara mereka berkata, "Wahai Rasulullah! Sesungguhnya kami bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya, bahwasanya engkau adalah hamba dan Rasul-Nya. Kami datang kepadamu wahai Rasulullah, sedangkan engkau tidak pernah mengutus utusanmu kepada kami, dan kami menjamin keislaman orang-orang yang ada di belakang kami (yakni kaum mereka)." Maka Allah menurunkan firman-Nya, "Mereka telah merasa memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka..." (Q.S. Al Hujurat, 17) Said bin Manshur di dalam kitab Sunahnya mengetengahkan sebuah hadis melalui Said bin Jubair yang menceritakan, bahwa ada segolongan orang-orang Arab Badui dari kalangan Bani Asad datang menghadap Nabi saw. Lalu mereka berkata, "Kami datang kepadamu (untuk masuk Islam) sedangkan kami belum pernah memerangimu", lalu Allah menurunkan firman-Nya, "Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka..." (Q.S. Al Hujurat, 17)


14 Orang-orang Arab Badwi itu berkata: `Kami telah beriman`. Katakanlah (kepada mereka): `Kamu belum beriman, tetapi katakanlah kami telah tunduk, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu, dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tiada akan mengurangi sedikitpun (pahala) amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang`.(QS. 49:14)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


15 Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.(QS. 49:15)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


16 Katakanlah (kepada mereka): `Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah tentang agamamu (keyakinanmu), padahal Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan Allah Maha Mengetahui seagala sesuatu`.(QS. 49:16)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


17 Mereka telah merasa memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah: `Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu, seabenaarnya Allah Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar`.(QS. 49:17)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Al Hujuraat 17
يَمُنُّونَ عَلَيْكَ أَنْ أَسْلَمُوا قُلْ لَا تَمُنُّوا عَلَيَّ إِسْلَامَكُمْ بَلِ اللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدَاكُمْ لِلْإِيمَانِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (17)
Imam Hakim mengetengahkan sebuah hadis yang ia nilai sebagai hadis sahih bersumber dari Ibnu Abbas r.a. Disebutkan bahwa orang-orang Yahudi datang kepada Rasulullah saw. Lalu mereka bertanya tentang penciptaan langit dan bumi. Rasulullah saw., menjawab, "Allah menciptakan bumi pada hari Ahad dan Senin, lalu Dia menciptakan gunung-gunung pada hari Selasa berikut semua manfaat yang ada padanya, pada hari Rabu Dia menciptakan pohon-pohonan, air, kota-kota, bangunan-bangunan dan kehancuran. Dia menciptakan langit pada hari Kamis, lalu pada hari Jumat Dia menciptakan bintang-bintang, matahari, bulan dan para malaikat. Semuanya selesai pada hari Jumat itu kecuali tiga saat lagi; kemudian pada saat pertama dari sisanya Dia menciptakan umur semuanya hingga saat kematian semuanya, dan pada saat kedua Dia menciptakan semua musibah yang menimpa apa yang dimanfaatkan oleh manusia, dan pada saat ketiga Dia menciptakan Adam lalu menempatkannya di surga. Setelah itu Dia memerintahkan kepada Iblis supaya bersujud kepadanya; dan pada saat paling terakhir Dia mengeluarkan Iblis dari dalam surga." Lalu orang-orang Yahudi itu bertanya, "Kemudian setelah itu apalagi, hai Muhammad?" Rasulullah saw. menjawab, "Kemudian Dia berkuasa di atas Arasy." Mereka bertanya lagi, "Kamu memang benar seandainya kamu menyelesaikannya." Mereka berkata lagi, "Kemudian Dia beristirahat." Maka mendengar hal itu Rasulullah saw. marah dengan sangat, lalu turunlah firman-Nya, "Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam hari, dan Kami sedikit pun tidak ditimpa keletihan. Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan." (Q.S. Qaaf, 38-39)


18 Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan di bumi. Dan Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.(QS. 49:18)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [1]
Ayat 1 s/d 18 dari [18]

Pustaka

Yuk kita bangun generasi qur'ani...

Create by : Muhammad Ihsan

Silahkan kirim Kritik & Saran ke : [sinchan_mail@yahoo.com]  [sibin_mr@yahoo.com]

The Next Generation Generasi-ku Generasi 1 Generasi Qur'ani
Last updated: 18 September 2007.

Halaman Utama | Author | Risalah Islam | Fenomena Alam Ghoib ( JIN / Kesurupan / Ruqyah , dll...)