[ASBABUN NUZUL] Surat : AL-AHZAB

Dan apabila dibacakan Al quran, maka dengarkanlah baik-baik,

dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat ( Al A'raaf : 204 )

::Home:: | Indonesia | English | Dutch | Sejarah | Hadist | Al Qur'an? | Adab | Al-Ma'tsurat | TAJWID | Artikel | Free Mobile Aplications | Sms Quran & Hadist
Radio-FajriFm | Pendidikan | Menyimak & Mengkaji | The Noble Quran | Memahami Quran | eBooks | Kisah Muallaf | *HadistWeb* | Tanda2 Bagi yg Ber-Akal
Tafsir Al-Azhar | Ponsel Quran | Belajar Baca | Qr.Recitation | Qr.Explorer | QuranTools | Qur’an Flash | Qurany.net | {Radio Dakwah/TV} | QuranTV-Mp3

Gunakan browser internet explorer untuk dapat mendengarkan Murotal (Audio)

Cari dalam "Asbabun Nuzul"        

    Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch
No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [Asbabun Nuzul] : AL-AHZAB
Ayat [73]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:1/4
1 Hai Nabi, bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha bijaksana,(QS. 33:1)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Al Ahzab 1
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ اتَّقِ اللَّهَ وَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَالْمُنَافِقِينَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا (1)
Imam Tirmizi mengetengahkan sebuah hadis yang ia nilai sebagai hadis hasan yang bersumber dari Ibnu Abbas r.a. yang menceritakan bahwa pada suatu hari Nabi saw. berdiri melakukan salat. Kemudian Nabi saw. melakukan sesuatu yang seolah-olah sedang memikirkan sesuatu, maka orang-orang munafik yang salat bersamanya mengatakan, "Tidakkah kamu lihat, bahwa sesungguhnya dia mempunyai dua hati; yang satu bersama kalian dan yang satu lagi memikirkan dirinya". Lalu Allah swt. menurunkan firman-Nya, "Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya..." (Q.S. Al Ahzab, 4). Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis melalui jalur Khushayyif yang ia terima dari Said ibnu Jubair, Mujahid dan Ikrimah, yang semuanya menceritakan adanya seorang lelaki yang dikenal dengan julukan Dzul Qalbaini (Si Dua Hati), maka turunlah ayat ini. Ibnu Jarir mengetengahkan hadis yang sama melalui jalur Qatadah yang ia terima dari Hasan, hanya di dalam riwayat itu ditambahkan, bahwa lelaki yang dijuluki si Dua Hati itu sering mengatakan, "Aku memiliki satu hati yang memerintahku dan satu hati yang lain, yang mencegahku". Ibn Jarir mengetengahkan pula hadis ini melalui jalur Ibnu Abu Nujaih yang bersumber dari Mujahid, yang menceritakan, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan seorang lelaki dari Bani Fahm yang mengatakan, "Sesungguhnya di dalam rongga dadaku ini ada dua hati; masing-masing mempunyai pandangan yang lebih baik daripada akal Muhammad". Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis melalui Saddi, bahwasanya ayat ini diturunkan berkenaan dengan seorang lelaki dari kabilah Quraisy yang berasal dari Bani Jumah, ia kenal dengan nama Jamil ibnu Mu'ammar.


2 dan ikutilah apa yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,(QS. 33:2)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


3 dan bertakwalah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pemelihara.(QS. 33:3)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


4 Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya; dan Dia tidak menjadikan isteri-isterimu yang kamu zhihar itu sebagai ibumu, dan Dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataanmu di mulutmu saja. Dan Allah mengatakan yang sebenar-benarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar).(QS. 33:4)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Al Ahzab 4
مَا جَعَلَ اللَّهُ لِرَجُلٍ مِنْ قَلْبَيْنِ فِي جَوْفِهِ وَمَا جَعَلَ أَزْوَاجَكُمُ اللَّائِي تُظَاهِرُونَ مِنْهُنَّ أُمَّهَاتِكُمْ وَمَا جَعَلَ أَدْعِيَاءَكُمْ أَبْنَاءَكُمْ ذَلِكُمْ قَوْلُكُمْ بِأَفْوَاهِكُمْ وَاللَّهُ يَقُولُ الْحَقَّ وَهُوَ يَهْدِي السَّبِيلَ (4)
Imam Bukhari mengetengahkan sebuah hadis melalui Ibnu Umar r.a. yang menceritakan, bahwa kami tiada sekali-kali memanggil Zaid ibnu Haritsah melainkan Zaid ibnu Muhammad, hingga turunlah ayat Alquran berkenaan dengan masalah ini, yaitu firman-Nya, "Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka, itulah yang lebih adil pada sisi Allah." (Q.S.Al Ahzab, 5)


5 Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggillah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu. Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. 33:5)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Al Ahzab 5
ادْعُوهُمْ لِآبَائِهِمْ هُوَ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ فَإِنْ لَمْ تَعْلَمُوا آبَاءَهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ وَمَوَالِيكُمْ وَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ فِيمَا أَخْطَأْتُمْ بِهِ وَلَكِنْ مَا تَعَمَّدَتْ قُلُوبُكُمْ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا (5)
Imam Baihaqi di dalam kitab Dala'il-nya mengetengahkan sebuah hadis melalui Huzaifah yang menceritakan; bahwa ketika malam perang Ahzab kami lihat keadaan kami pada saat itu berbaris sambil duduk, sedangkan Abu Sofyan bersama dengan golongan-golongan yang bersekutu dengannya berada di daerah atas kota dan orang-orang Bani Quraizhah berada di bagian bawah kota Madinah. Keadaan itu membuat kami merasa khawatir atas keselamatan anak-anak dan istri-istri kami. Akan tetapi pada saat itu belum pernah kami mengalami suatu malam hari yang sangat gelap seperti saat itu dan belum pernah pula mengalami angin malam yang sekencang malam itu. Maka pada saat itu juga orang-orang munafik meminta izin kepada Nabi saw. seraya beralasan, "Sesungguhnya rumah-rumah kami tidak terlindungi". Padahal rumah-rumah mereka bukanlah merupakan titik lemah. Maka tiada seorang pun dari kalangan mereka yang meminta izin melainkan Nabi saw. mengizinkannya, lalu dengan diam-diam mereka pergi meninggalkan pos penjagaan. Tiba-tiba setelah itu Nabi saw. memeriksa barisan kami seorang demi seorang. Ketika beliau sampai kepadaku, beliau berkata, "Coba kamu pergi tinjaulah keadaan musuh, kemudian ceritakan kepadaku keadaannya". Aku pun pergi, tiba-tiba di perkemahan mereka terjadi angin yang sangat besar, yang hanya terjadi pada perkemahan mereka saja. Demi Allah, sungguh aku mendengar suara batu-batu menimpa perkemahan mereka dan angin itu memporak-porandakannya, sehigga menimpa diri mereka sedangkan mereka pada saat itu mengatakan, "Mari kita kembali, mari kita berangkat pulang kembali". Setelah itu aku kembali menemui Nabi saw. dan menceritakan kepadanya semua yang aku lihat tentang keadaan musuh. Lalu Allah swt. menurunkan firman-Nya, "Hai orang-orang yang beriman! Ingatlah akan nikmat Allah yang telah dikaruniakan kepada kalian, ketika datang kepada kalian tentara-tentara..." (Q.S. Al Ahzab, 9)


6 Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka. Dan orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (waris mewarisi) di dalam Kitab Allah daripada orang-orang mukmin dan orang-orang Muhajirin, kecuali kalau kamu mau berbuat baik kepada saudara-saudaramu (seagama). Adalah yang demikian itu telah tertulis di dalam Kitab (Allah).(QS. 33:6)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


7 Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri), dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putera Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh,(QS. 33:7)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


8 agar Dia menanyakan kepada orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka dan Dia menyediakan bagi orang-orang kafir siksa yang pedih.(QS. 33:8)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


9 Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikurniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan.(QS. 33:9)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Al Ahzab 9
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَاءَتْكُمْ جُنُودٌ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا وَجُنُودًا لَمْ تَرَوْهَا وَكَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا (9)
Ibnu Abu Hatim dan Imam Baihaqi di dalam kitab Dalail keduanya mengetengahkan sebuah hadis melalui Kutsayyir ibnu Abdullah ibnu Amr Al Muzanni yang ia terima dari ayahnya, kemudian ayahnya menerimanya dari kakeknya. Kakek Kutsayyir menceritakan bahwa pada saat perang Ahzab Rasulullah saw. menggali parit. Maka Allah swt. mengeluarkan sebuah batu putih yang bundar bentuknya lagi sangat besar dari dalam perut bumi. Kemudian Rasulullah saw. mengambil sebuah kapak pemecahan batu, lalu memukulkannya pada batu itu sekali pukul batu itu pecah dan dari pukulan itu keluar sinar yang menerangi antara dua batas kota Madinah. Setelah itu nabi bertakbir dan kaum Muslimin pun bertakbir pula. Kemudian Rasulullah saw. memukul batu itu untuk kedua kalinya; sehingga batu itu pecah lagi, dan dari pukulan itu keluar sinar yang menerangi apa yang ada di antara kedua batas kota Madinah. Setelah itu Rasulullah saw. bertakbir, dan kaum Muslimin pun ikut bertakbir pula. Rasulullah saw. memukulnya lagi untuk yang ketiga kalinya sehingga batu itu pecah berantakan, dari pukulan itu keluar sinar yang menerangi apa yang ada di antara kedua batas kota Madinah, maka Rasulullah saw. bertakbir dan kaum Muslimin pun ikut bertakbir pula. Setelah itu Rasulullah saw. ditanyai mengenai hal tersebut, beliau menjawab, "Sewaktu aku melakukan pukulan yang pertama, memancar sinar dari pukulanku itu yang cahayanya menerangi gedung-gedung kota Hairah dan kota-kota Kisra (Persia). Kemudian malaikat Jibril memberitahukan kepadaku, bahwa kelak umatku akan menguasai tempat-tempat tersebut. Dan pada pukulan yang kedua, muncul pula sinar yang cahayanya menerangi gedung-gedung milik orang-orang Romawi, kemudian malaikat Jibril memberitahukan kepadaku, bahwa kelak umatku akan menguasainya. Dan pada pukulan yang ketiga membersit sinar daripadanya yang menerangi gedung-gedung kota Shan'a, dan malaikat Jibril memberitahukan kepadaku, bahwa kelak umatku akan menguasainya". Orang-orang munafik pada saat itu mengatakan, "Apakah kalian tidak heran, dia (Nabi Muhammad) berbicara dengan kalian dengan memberikan harapan dan janji yang batil, dan memberitahukannya kepada kalian, bahwa dia dapat melihat gedung-gedung kota Hairah dan kota-kota raja Kisra dari kota Yatsrib ini, dan ia mengatakan, bahwa kota-kota tersebut kelak akan dikuasai oleh kalian. Dan sesungguhnya kalian hanyalah sedang menggali parit, sungguh tidak masuk akal, niscaya kalian tidak akan mampu untuk menang". Lalu turunlah ayat Alquran, yaitu firman-Nya, "Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata, 'Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya'...". (Q.S. Al Ahzab, 12) Juwaibir mengetengahkan sebuah hadis melalui Ibnu Abbas r.a. yang menceritakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Mu'tib ibnu Qusyayyir Al Anshari; dialah yang mengatakan perkataan tersebut. Ibnu Ishaq mengetengahkan sebuah hadis, demikian pula Imam Baihaqi yang kedua-duanya melalui Urwah ibnu Zubair, Muhammad ibnu Kaab Al Qurazhi dan lain-lainnya, bahwa Mu'tib ibnu Qusyayyir pernah mengatakan, "Muhammad bermimpi bahwa ia dapat meraih perbendaharaan kerajaan Kisra dan kerajaan Kaisar Romawi, sedangkan salah seorang dari kita masih belum merasa aman (dari musuh) bila pergi membuang hajat besarnya". Aus ibnu Qaizhi berkata di tengah-tengah segolongan kaumnya, "Sesungguhnya rumah-rumah kita dalam keadaan tidak terjaga; rumah-rumah kami berada di luar kota Madinah, maka izinkanlah kami untuk kembali kepada istri-istri dan anak-anak kami". Lalu Allah menurunkan firman-Nya kepada Rasul-Nya sewaktu kaum Muslimin dicekam oleh rasa takut terhadap musuh, yaitu untuk mengingatkan mereka akan nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada mereka dan perlindungan-Nya kepada diri mereka, yang sebelumnya mereka mempunyai prasangka yang buruk dan sesudah orang-orang munafik mengembus-embuskan berita dusta yang menakutkan mereka. Firman Allah swt. itu sebagai berikut, "Hai orang-orang yang beriman! Ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikaruniakan) kepada kalian ketika datang kepada kalian tentara-tentara..." (Q.S. Al Ahzab, 9).


10 (Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan (mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka.(QS. 33:10)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


11 Di situlah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat.(QS. 33:11)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


12 Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata: `Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya`.(QS. 33:12)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Al Ahzab 12
وَإِذْ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ إِلَّا غُرُورًا (12)
Imam Muslim, Imam Tirmizi dan lain-lainnya mengetengahkan sebuah hadis yang bersumber dari Anas r.a yang menceritakan, bahwa pamannya yang bernama Anas ibnu Nadhr tidak ikut perang Badar karena sedang tidak di tempat tinggalnya. Setelah ia mendengar perang Badar lalu ia bertakbir, seraya mengatakan, "Perang Sabilillah pertama yang dialami oleh Rasulullah saw. aku tidak sempat mengikutinya. Sungguh, seandainya Allah memberikan kesempatan kepadaku untuk menyaksikan dan ikut perang Sabilillah yang lain, niscaya Allah akan melihat apa yang akan kulakukan di situ". Akhirnya dalam perang Uhud ia ikut; kemudian ia berperang dengan gagah dan berani, sehingga ia gugur sebagai syuhada. Ketika ia ditemukan ternyata pada tubuhnya terdapat delapan puluh lebih luka-luka bekas pukulan pedang, tusukan tombak dan panah-panah yang mencabik-cabik tubuhnya. Kemudian turunlah ayat ini berkenaan dengannya, yaitu firman-Nya, "Di antara orang-orang Mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah..." (Q.S. Al Ahzab, 23)


13 Dan (ingatlah) ketika segolongan di antara mereka berkata: `Hai penduduk Yatsrib (Madinah), tidak ada tempat bagimu, maka kembalilah kamu`. Dan sebahagian dari mereka minta izin kepada Nabi (untuk kembali pulang) dengan berkata: `Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga)`. Dan rumah-rumah itu sekali-kali tidak terbuka, mereka tidak lain hanyalah hendak lari.(QS. 33:13)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


14 Kalau (Yatsrib) diserang dari segala penjuru, kemudian diminta kepada mereka supaya murtad niscaya mereka mengerjakannya; dan mereka tiada akan bertangguh untuk murtad itu melainkan dalam waktu yang singkat.(QS. 33:14)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


15 Dan sesungguhnya mereka sebelum itu telah berjanji kepada Allah dahulu: `Mereka tidak akan berbalik ke belakang (mundur)`. Dan adalah perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggungan jawabnya.(QS. 33:15)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


16 Katakanlah: `Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja`.(QS. 33:16)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


17 Katakanlah: `Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (takdir) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu. Dan orang-orang munafik itu tidak memperoleh bagi mereka pelindung dan penolong selain Allah.(QS. 33:17)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Sebab turun / Surah Al Ahzab 17
قُلْ مَنْ ذَا الَّذِي يَعْصِمُكُمْ مِنَ اللَّهِ إِنْ أَرَادَ بِكُمْ سُوءًا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ رَحْمَةً وَلَا يَجِدُونَ لَهُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا (17)
Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis melalui jalur Al Aufi yang bersumber dari Ibnu Abbas r.a. sehubungan dengan firman-Nya, "Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya ..." (Q.S. Al Ahzab, 57). Ibnu Abbas r.a. menceritakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang yang menyakiti hati Nabi saw. sewaktu beliau menikahi Siti Shofiah binti Huyayin. Lain halnya dengan Juwaibir, ia mengetengahkan sebuah hadis melalui Dhahhak yang bersumber dari Ibnu Abbas r.a. bahwasanya ayat ini diturunkan berkenaan dengan Abdullah ibnu Ubay ibnu Salul dan teman-temannya yang menuduh Siti Aisyah r.a. melakukan perbuatan yang keji. Ketika itu Nabi saw. berkhutbah seraya mengatakan, "Siapakah orang yang mau memaafkan seorang lelaki yang telah menyakitiku, yang di dalam rumahnya menaungi orang-orang yang menyakiti aku pula, demi karena aku?" Kemudian setelah itu turunlah ayat ini.


18 Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang menghalang-halangi di antara kamu dan orang-orang yang berkata kepada saudara-saudaranya:` Marilah kepada kami `. Dan mereka tidak mendatangi peperangan melainkan sebentar.(QS. 33:18)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


19 Mereka bakhil terhadapmu, apabila datang ketakutan (bahaya), kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan. Mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapuskan (pahala) amalnya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.(QS. 33:19)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


20 Mereka mengira (bahwa) golongan-golongan yang bersekutu itu belum pergi; dan jika golongan-golongan yang bersekutu itu datang kembali, niscaya mereka ingin berada di dusun-dusun bersama-sama orang Arab Badui, sambil menanya-nanyakan tentang berita-beritamu. Dan sekiranya mereka berada bersama kamu, mereka tidak akan berperang, melainkan sebentar saja.(QS. 33:20)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...


Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [4]
Ayat 1 s/d 20 dari [73]

Pustaka

Yuk kita bangun generasi qur'ani...

Create by : Muhammad Ihsan

Silahkan kirim Kritik & Saran ke : [sinchan_mail@yahoo.com]  [sibin_mr@yahoo.com]

The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani
Last updated: 18 September 2007.

Halaman Utama | Author | Risalah Islam | Fenomena Alam Ghoib ( JIN / Kesurupan / Ruqyah , dll...)